Terima kasih tuan, kau baik dan tampan.
Maukah kau menikahi ku??? tolong nikahi aku.
Pleaseeeee.
aku akan baik dan menurut padamu kelak" ucap Sandra dengan wajah memohon, lalu tiba-tiba Sandra menangis , ia memeluk pria itu erat,
di khianati oleh orang yang paling ia cintai membuat Sandra gelap mata dan meminta seseorang yang ia temui secara tak sengaja untuk menikahinya
Rasa sakit hati dan balas dendam membuatnya nekad menikah tanpa cinta.
Akankah Sandra menemukan kebahagiaanya diatas pernikahan palsunya??? ataukah ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Emosi
Sandra menendang tong sampah di depannya, ia sungguh murka dengan kelakuan keluarga om nya.
Jika tak takut dosa, Sandra pasti akan mencekik mereka semua, terutama Anya.
melihat reaksinya, sepertinya ini akal-akalan iblis wanita itu, tapi bagaimana bisa Anya melakukanya???
Yang jelas Sandra tak habis pikir, anya benar-benar iblis wanita yang licik.
"Jangan lampiaskan kekesalan mu pada benda tak bergerak itu, kasian dia" ucap seseorang.
Sandra menoleh dan melihat seorang pemuda berusia dua puluhan sedang nyengir ke arahnya.
Lagaknya yang tengil membuat wajahnya yang tampan terabaikan
Sandra lalu berjalan menjauh tanpa mau menoleh.
saat ini Sandra sedang berada di taman, ya taman dengan danau buatan yang berada di tengah kota.
jika ia sedang kesal, ia memang kerap kali datang ke taman ini sekedar membuang rasa penatnya.
Pemuda itu mengikuti Sandra, membuat Sandra mendelik kesal
"Mau apa kau???
sana kalau mau menggoda gadis, kau masih ingusan"
"Eit Tante cantik.
biar ingusan gini udah bisa buat anak kecil" ucap pemuda itu dengan logat lucu
"Dasar gila" umpat Sandra berjalan menjauh
Ya pemuda itu bukan orang lokal, terlihat jika cara bicara dan wajahnya pria asing,
"Tante, Tante..."
"Berhenti mengekor ku, aku bukan tantemu.
cari saja sana sugar mommy yang lain" ucap Sandra melotot galak
"Hahaha, aku maunya Tante, bagaimana???
wajahku juga tak buruk, aku tertampan di sekolahku" ucap pemuda itu penuh percaya diri
ya wajar pemuda itu sombong, harus Sandra akui bahwa pemuda tanggung itu sangat tampan
melihat sekilas mata pria itu mengapa sangat familiar, tapi Sandra lupa pernah bertemu di mana
"Hus hus pergi...." usir Sandra
"Meoooong, meooong" ucap nya cekikikan dengan tangan mencakar layaknya kucing
"Dengar bocah, mood ku sedang buruk, jangan sampai ku makan kau" bentak Sandra sudah kehilangan kesabaran.
Namun bukannya pergi pemuda tengil itu tertawa terbahak-bahak
"Tante kalau kau marah tambah cantik.
tunggu aku lima tahun lagi, ah tidak tiga tahun lagi
aku akan menikahi mu"ucap pemuda itu dengan mimik wajah serius.
"hahahhaa uhuk uhuk" Sandra tertawa kencang sampai terbatuk-batuk.
Sungguh pemuda itu membuat ia sedikit terhibur.
"Minum nih Tan, tenang enggak aku kasih sianida"ucapnya cengengesan
"Justru aku curiga kau menaruh sianida di minuman ini" ucapan Sandra menyambar air mineral dari tangan pemuda itu, masih disegel yang artinya aman.
"Huh bilang aja haus, minumanku...."
"Dasar bocil, ngasih tapi enggak ikhlas"ucap Sandra merenggut
"Bocil???"
"Iya kamu B o c i l rese"
Pemuda itu mengambil ponsel di saku celananya dan mengotak-atik ponselnya.
Sandra melirik tak perduli
"Tante bocil itu apa?" tanya pemuda itu akhirnya
"Bocah cilok, kecil gemesin. mau di makan aja rasanya"ucap Sandra asal.
kini mereka duduk di bangku taman menghadap danau buatan
"Anak kecil main di taman, jam segini gak kuliah apa?????"
"Aku??? cuti" jawabnya santai.
"Anak sekarang ckckck
keenakan dapat fasilitas ornagtua jadi malas sekolah.
"Aku kuliah biaya sendiri kok"
"Mustahil, lihat tampangmu, aku yakin kau anak mommy" ledek Sandra
"Ih Tante nih.
untung cantik.
bentar"Pemuda itu mengeluarkan ponselnya dan membuka galery fotonya.
lalu menyerahkan pada Sandra
"Aku seorang foto model, keren kan???" ucapnya bangga
"Keren"
"Makasih Tante.
masih keselnya??" tanya pemuda itu
"Dikit"
pemuda itu berjalan menjauh, ia terlihat berjongkok mengambil sesuatu, Sandra fokus bermain ponselnya
"Nih "
"Apa??? Batu??? buat apa???"
"Ah susah ngomong sama tante-tante" ucapnya songong membuat sandra melotot kesal
"Dasar bocah tengil" ucap Sandra
"Nih ya lihat"
pemuda itu melempar batu kerikil yang ia bawa lalu melemparkannya ke danau.
"Anggap aja kita lag melempar seseorang yang kita kesal.
makin jauh kita makin kencang melempar mereka.
buang semua kekesalan kita dan salurkan lewat batu
Mau coba???"
Sandra mengambil batu itu, melemparkan sejauh mungkin.
Ia membayangkan melempar Anya, tantenya dengan batu itu., lagi dan lagi.
entah mengapa hatinya sedikit lega.
"Gimana???"
"Bisa aja" ucap Sandra cuek
"Bisa jadi Tante ga normal" ucap pemuda itu membuat Sandra yang sebel dari tadi menjewer kuping pemuda itu
"Tan, sakit lepaskan, masa kah menganiaya suami masa depanmu sih??"
"Makanya jangan asal"
"Aku makin suka Tante, siapa nama Tante????" tanya pemuda itu memegang tangan Sandra.
Sandra terkejut dan mundur menghindar
Drrrtttt
drrtttttt
drtttt
"Ah sial, menggangu orang pacaran saja" ucapnya lalu mengangkat panggilan telepon tersebut
tak lama kemudian ia kembali dengan wajah sedih
"Tante, namaku Jordan.
Tante siapa???"
"Aurora" ucapan Sandra memberikan nama tengahnya.
toh mereka baru bertemu dan tak mungkin kan akan ada pertemuan kedua.
Sini ponsel Tante" ucapnya mengambil ponsel Sandra, ia memasukan nomor teleponnya lalu mengedipkan sebelah matanya.
"Tante cantik, aku pergi dulu" ucapnya lalu berlari menjauh
"Ah ada-ada saja" tanpa sadar Sandra tersenyum.
entah mengapa hatinya sedikit lega. Kekesalan yang ia rasakan tadi sedikit terobati.
Sandra masih tersenyum mengingat kejadian tadi, mungkin jika tak bertemu pemuda konyol itu, kini ia masih mengumpat dalam hati atau mungkin tong sampah di taman ini sudah ia rusak semua nya.
Sore hari baru Sandra pulang, ia melihat lampu apartemennya sudah menyalah, tanda Aidan mungkin sudah pulang.
"Kau sudah pulang???
mandi dan ganti pakaianmu, makan malam akan segera siap" ucap Aidan yang terlihat sibuk di dapur mini yang ada di apartemen itu
Sandra menatap pria yang sudah menjadi suaminya itu, pria itu tak menanyakan Kana ia pergi, atau mungkin menunggu waktu yang tepat???
"Maaf aku telat.
Aku tak tahu kau pandai masak, apa yang kau masak???" tanya Sandra malah mendekati Aidan
"Menjauh, kau membawa kuman.
mandi dan ganti pakaian, menu sehat dan enak siap memanjakan perutmu" ucap Aidan penuh keyakinan
"Baiklah Tian chef, aku sudah Tan sabar menikmati masakan mu" ucapan Andra mengedipkan sebelah matanya, lalu pergi menuju kamar.
Aidan mengangkat teleponnya,
"Sudah kau selidiki kemana istriku pergi???
Baik, baik.
bereskan siapapun yang membuat istriku sedih dan marah.
Cukup lakukan, jangan banyak bicara atau kau mau ku kirim ke cabang kecil???" ucap Aidan lalu mengakhiri panggilan teleponnya.
Ia menghela nafas, menatap pintu kamar yang tertutup.
"Karena kau sudah menjadi istriku, maka mulai sekarang urusanmu adalah urusanku" gumam Aidan masam.
Ia kembali berkutat dengan peralatan dapur hingga beberapa saat kemudian beberapa masakan sudah terhidang di atas meja,
Sandra yang sudah selesai mandi di buat ternganga
"Wow, apa kita makan besar???
ada acara apa nih??" tanya Sandra menelan salivanya.
aroma sedap makanan menyeruak menusuk Indra penciuman ya.
"Salam rangka seminggu kita menikah"
"Hahah lebay" ucap Sandra dengan wajah memerah malu