Caitlin Magnolia, seorang gadis cantik yang jatuh cinta pada Aaron Smith, vampire cerdas dan tampan pemilik perusahaan mebel tempat Caitlin bekerja. Aaron berusaha menyembunyikan jati dirinya sebagai seorang vampire, namun seiring berjalannya waktu akhirnya Caitlin mengetahui bahwa Aaron merupakan sesosok vampire.
Perbedaan ras tak menyurutkan cinta di antara mereka, bahkan Aaron memberanikan diri untuk memperkenalkan Caitlin ke keluarga vampir-nya. Hal ini tentu saja menimbulkan goncangan pada hubungan mereka.
Keluarga besar vampir dari orangtua Aaron, dengan keras menentang hubungan mereka, bahkan Frank Smith, paman dari Aaron mengancam nyawa Caitlin jika Aaron tak memutuskan hubungan kisah asmaranya.
Lantas bagaimana mereka menyelesaikan masalah ini?
Kelanjutan kisahnya dapat kalian baca di novel The Hunter Bloods.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER - 23
Frank muncul dari tepi hutan, ia datang seorang diri tanpa di temani oleh kawanannya. Meski seorang diri ia terlihat tegap dan berani, ia bergerak menghampiri keluarga dr.Smith yang tengah asik bermain golf.
Begitu berada di hadapan keluarga dr.Smith, Frank memperlihatkan hormat alami sebagai sesama predator ketika bertemu.
"Hai, Frank," sapa dr.Smith. "Kapan kau kemari? Mengapa tak menghubungiku agar aku bisa menjemputmu di bandara."
Wajah Frank mendadak berubah, ia terlihat tak bersahabat dan terlihat seperti sedang mencari sesuatu. "Di mana Aaron?" tanyanya.
Laura berdeham, dan berusaha sesantai mungkin. "Aaron? Tentu saja dia di kantornya," jawab Laura. "Kau kan tahu, keponakanmu itu seorang pekerja keras yang tak pernah kenal waktu, jadi hari libur seperti ini pun dia masih tetap bekerja."
"Jangan mencari budak corporate itu, lebih baik uncle ikut kita bermain saja, aku sendirian tidak punya tim," Sean mengulurkan tongkat golf nya kepada pamannya.
Frank tak menghiraukan tongkat golf yang di berikan oleh Sean, ia tersenyum sinis berjalan mendekati dr.Smith. "Aku mencium bau rubah wanita, kau sembunyikan di mana?"
Dr.Smith menggunakan kemampuan ya untuk merubah suasana. "Rubah? Sejak pagi tadi kita hanya main bertiga, jika ada rubah lewat tentu sudah kami santap dari tadi." ucapnya dengan santai.
"Bagaimana jika kita mengobrol di rumah saja," ajak Laura. "Pasti kau capek menempuh perjalanan panjang."
"Tidak, aku ingin berburu rubah kecil pemilik darah yang sangat harum," ucap Frank sembari memperlihatkan taring tajamnya. "Aku yakin sekali tadi rubah itu bersama kalian." ia mengeram dengan penuh ancaman.
Sean memejamkan matanya, memberikan pesan kepada Aaron untuk segera membawa Caitlin pergi lebih jauh lagi. 'Pergilah, bawa Caitlin sejauh mungkin,' batinnya, ia yakin kakaknya mampu menangkap pesan yang ia sampaikan.
Benar saja, Aaron menangkap pesan yang Sean sampaikan padanya. Aaron dan Caitlin tiba di jeep dalam waktu yang teramat singkat, Aaron nyaris tak memperlambat gerakannya ketika menaruh Caitlin di kursi penumpang. "Pasang sabuk pengamanmu dengan kencang!!" Ia langsung duduk di kursi pengemudi dan menyalakan mesin.
Mesin jeep menderu, dan mobil itu bergerak mundur, berputar menghadapi jalanan yang berliku. Perjalanan yang berguncang-guncang, serta gelapnya awan mendung membuat Aaron terlihat sangat mengerikan, sesekali ia menoleh ke belakang, memastikan pamannya tak menyusulnya.
Mereka tiba di jalan utama, meski laju jeep bertambah cepat, namun Caitlin bisa melihat dengan jelas kemana mobil yang membawanya itu meluncur, ke utara menjauh dari kota Solo.
"Sayang mau kemana kita? " tanya Caitlin.
Aaron tak menjawabnya, bahkan ia sama sekali tak menoleh ke arah Caitlin. "Sayang, jawab aku!! Kita mau kemana?" tanyanya kembali dengan kesal.
"Aku harus membawamu pergi dari sini, sejauh mungkin, sekarang juga," jawab Aaron dengan mata yang terus terpaku pada jalan.
Pandangan Caitlin tertuju pada spidometer menunjukan kecepatan 105km/jam. "Putar balik!! Aku mau pulang!!" teriak Caitlin.
"Tidak!! Aku tidak akan membawamu pulang!!" ucap Aaron dengan tegas.
"Kalau kau tidak membawaku pulang, eyangku akan menelepon polisi dan melaporkanmu serta keluargamu atas tuduhan penculikan!"
"Tidak masalah aku tidak takut pada polisi," ucap Aaron dingin. "Aku akan tetap membawamu pergi."
Caitlin memberontak habis-habisan, meminta Aaron memulangkan dirinya, namun Aaron sama sekali tak memperdulikannya, sekilas ia menatap Caitlin marah, kemudian menambah kecepatan.
“Ini demi kebaikanmu Caitlin,” ia mengerang frustasi. Caitlin belum pernah mendengar suaranya selantang ini, begitu memekakan di dalam Jeep yang sempit. Jarum spidometer nyaris mendekati angka 115. “Pamanku adalah seorang pemburu yang kejam, Caitlin. Dia pemburu!” Jarum spidometer kembali bergerak melewati 120.
"Aku tidak bisa meninggalkan eyang, bagaimana jika pamanmu malah memburu eyangku? Aku tidak mau kehilangan eyang." Caitlin meronta-ronta di balik ikatan sabuk pengamannya.
Seketika jeep melaju sedikit melambat.
"Aku mohon, aku harus pulang Aaron hiks..." Caitlin tak lagi berontak, ia menutup wajahhya dengan kedua telapak tangannya
Jeep kembali melambat, lebih drastis, dan tiba-tiba mobil itu berhenti sambil berdecit di bahu jalan, Caitlin terdorong ke depan, dan terhempas lagi ke jok.
"Dengarkan aku, Cait" Aaron menatapnya tajam. "Pamanku tidak menyukai darah manusia paruh baya, jadi kemungkinan dia tidak akan memburu eyangmu. Tapi aku akan memberikanmu waktu untuk berpamitan dengan eyangmu, barulah kita pergi agar eyangmu tidak mengiraaku menculikmu." Aaron memutar laju arah jeepnya, menuju kediaman Caitlin.
Aku akan tetap membawamu keluar dari Solo malam ini juga, tak peduli pamanku mengejar kita atau tidak. Katakan pada eyangmu, Sean memberimu pekerjaan di luar kota, atau kau cari alasan apa saja agar eyangmu percaya. Kemasi apapun yang bisa kau ambil, kemudian masuk ke mobil antikmu. Aku tak peduli kau di izinkan atau tidak tapi kau hanya punya waktu 15 menit. Kau mengerti?! 15 menit setelah kau keluar dari pintu.”
"Lalu jeepmu ini?"
"Aku akan menghubungi security kantor untuk menaruhnya di kantor." jawab Aaron, ia mulai mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan normal.
Sesampainya di komplek kediaman Caitlin, perlahan Aaron menepikan Jeep, ia memarkirnya beberapa meter dari kediaman Caitlin. Aaron terlihat sangat waspada, mendengarkan setiap suara di hutan, mengamati setiap bayangan, menghirup setiap aroma, mencari sesuatu yang tidak pada tempatnya. Mesin dimatikan, dan Caitlin duduk tak bergerak ketika Aaron mengatakan. "Pamanku tidak ada disini,” ucap Aaron tegang.
“Ayo.” Aaron membantu Caitlin melepaskan sabuk pengaman. “Jangan khawatir, sayang,” katanya pelan, "Aku dan keluargaku akan membereskan semua masalah ini dalam waktu singkat.”
Caitlin merasakan matanyanyaris berkaca-kaca saat memandang Aaron, ia tak menyangka begitu besarnya perlindungan yang Aaron dan keluarganya berikan kepadanya. pikiran itu membuat air mata Caitlin mulai turun.
“Ayo kita turun," ucap Aaron ia menggandeng tangan Caitlin menuju kediamannya. Beruntung hari itu sopir Lauren sedang tidak bekerja, sehingga tak ada orang yang melihat kedatangan Aaron.
Aaron membukakan pintu depan dan memegang tangan Caitlin, kemudian menarik Caitlindalam pelukkannya yang melindungi. “Lima belas menit,” bisiknya ia mengingatkan Caitlin
"Ya, aku akan melakukannya," isak Caitlin. Air matanya memberikannya inspirasi. Caitlin merangkum wajah Aaron dengan kedua tangannya, dan menatap matanya lekat-lekat.
“Aku mencintaimu, Aaron” ucap Caitlin, dengan suara yang pelan dan dalam. "Aku akan selalu mencintaimu, tak peduli apa yang terjadi nanti denganku."
“Takkan terjadi apa - apa padamu, sayang,” ucap Aaron sama dalamnya dengan tatapan Caitlin. “Jalankan saja rencananya, oke? aku akan menjagamu dengan segennap hatiku. Masuklah, Caitlin. Kita harus bergegas.” Suara Aaron terdengar mendesak.
“Satu lagi,” Caitlin berbisik penuh hasrat. Ia mencondongkan tubuhnya, kemudian mencium bibir Aaron yang beku, lalu Caitlin berbalik dan menendang pintu hingga terbuka.
YESS i Will😄😄😄
Catlin maksudnya 😄😄😄
akhirnya kebahagiaan itu menyertaimu cat pikir keri yak gimana nanti akhirnya pokoknya kawin dulu eh nikah🏃🏃🏃
hmmmm masuk perangkap Frank kan go Aaron selamatkan Catlin
harta, tahta dan rupa