Perkenalkan, nama ku Aero Wijaksono. Aku adalah putra tunggal di keluarga Wijaksono sehingga beban keluarga semua berada di kedua pundak ku. Termasuk beban untuk meneruskan keturunan keluarga Wijaksono.
Untuk memenuhi keinginan keluarga ku,akhirnya aku setuju untuk menikahi seorang gadis pilihan kakek ku.Wanita muda yang cantik dan ayu itu bernama Reandra Anastasia. Dia berasal dari panti asuhan yang selalu di danai oleh kakek ku.
Walaupun aku tidak mencintai nya tapi aku selalu nafkahi nya lahir dan batin.
Aku tahu Rea sangat mencintai ku. Itu sangat terlihat dari bagaimana dia melayani ku baik urusan ranjang mau pun urusan perut. Sehingga tidak ada celah bagi ku untuk mengeluh pada nya. Tapi Ibu ku selalu mencari cara agar aku dan Rea bisa bercerai.
Suatu hari harapan ibu 80 % dapat di katakan terkabul. Karena pada hari itu Rea meninggalkan ku tanpa jejak setelah melihat diri ku yang bercin ta dengan sahabat karib nya di kamar tidur kami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#23
“Syarat?” ulang Rea untuk meyakinkan apa yang dia dengar adalah benar.
“Ya syarat. S – Y – A- R – A- T. SYARAT!!” Ujar Aero dengan wajah lempeng nya.
“Aku tidak ingat kita ada membicarakan sesuatu yang berbau syarat sebelumnya.” Kening Rea langsung berkerut mendengar kata syarat dari Aero. Feeling nya mengatakan Aero sedang merencanakan sesuatu.
“Hm... kau benar. Tapi kalau kau ingin semua nya cepat selesai, aku rasa tidak ada salah nya kau mengabulkan syarat yang aku ajukan. Hanya dua saja Rea! Tidak banyak.” Sebut Aero sambil memainkan pena di tanganya. “Kalau kau tidak bersedia mungkin aku akan butuh waktu lebih lama sebab aku harus menyelidiki banyak hal tentang diri mu selama sepuluh tahun ini. Misalnya mengapa kau yang sudah memiliki anak dua dengan Danniel Isa, sampai saat ini belum menikah?” Ucap Aero langsung menangkat wajah melihat Rea sambil menaikan satu alis nya.
“Kami akan menikah. Maka nya kami bertunangan tahun ini.” jawab Rea, berusaha setenang mungkin menjawab pertanyaan Aero.
“Mengapa baru sekarang? mengapa tidak ketika si kembar lahir? Atau hmmm.. mengapa tidak sebelum si kembar lahir?? Bukan kan ini sangat aneh Rea? Ataua jangan-jangan si kembar bukan anak Danniel Isa? Apa mereka anak ku?” Aero langsung menatap tajam pada Rea.
“DUAR!!!
Jantung Rea langsung meledak saat mendengar statement terakhir yang keluar dari mulut Aero. Tangan nya gemeter dan aliran darah nya melaju kencang. “Tenang Rea! Tenang! Itu pasti lah hanya tebakan nya saja. Kau sudah mempersiapkan semua nya! Dia tidak akan tahu.” Rea berusaha menenangkan hati nya di dalam nya.
Rea menarik nafas setenang mungkin dan berusaha mempertahankan wajah datar nya di depan Aero. Jangan sampai kegugupan nya terbaca oleh Aero.
“Dari mana kau tahu soal anak-anak ku dan Daniel Aero? Apa kau menyelidiki istri terbuang mu sebegitu nya? Waah! Kau hampir saja membuat ku melambung tinggi karena merasa tersanjung dengan apa yang kau lakukan. Tapi sebaiknya kau hentikan saja semua hal sia-sia itu. Sebab kau tidak akan menemukan apapun di ujung pencarian mu. Putra dan Putri ku bukan anak-anak mu! Tidak mungkin selama dua tahun kita terus berupaya tapi hasil nya nihil, namun saat aku keluar dari ruman mu, aku hamil! Dan ya.. tunggu sebentar. Mungkin ini bisa membantu mu berhenti menyelidiki mengenai putra dan putri ku.” Rea pun berjalan ke meja kerja nya. Di ambil nya handphone milik nya yang ada di atas meja kerja. Lalu Rea kembali lagi ke Aero.
“Ini adalah sertifikat kelahiran si kembar. Dan ini adalah tes hasil DNA si kembar dengan Daniel.Eits! jangan heran dan jangan berpikiran macam-macam. Hal ini aku dan Daniel lakukan karena pada saat kami mulai berhubungan intim itu jarak nya hanya seminggu dari aku meninggalkan rumah mu. Jadi untuk jaga-jaga, hal ini sangat di perlukan.” Potong Rea pada saat Aero baru mulai akan berbicara.
“Benarkah?” tanya Aero dengan tatapan semakin curiga.
“Aero! Daniel itu tidak bodoh! Kau kira untuk apa dia bersusah payah menampung ku dan anak-anak ku jika kami bukan milik nya. Rumah keluarga Isa bukan lah tempat penampungan untuk seorang gelandangan. Karena telah terbukti anak-anak itu adalah milik Daniel Isa maka nya aku dan anak-anak bisa tinggal di sana.” Jelas Rea,
"lalu mengapa kau tidak menikah dengan Daniel Isa saat itu juga?” tanya Aero lagi.
“Jawaban nya simpel. Karena aku dan diri mu belum bercerai. Bagaimana aku bisa menikah dengan Daniel kalau kita masih terikat sebuah pernikahan. So, apa dengan ini semua pertanyaan di dalam kepala mu terjawab sudah Aero? Dan ya! Jangan tanya mengapa aku tidak datang lebih awal pada mu? itu sudah aku jawab sebelum nya, aku sedikit tidak suka mengulang kata-kata yang sama.” ucap Rea pelan sambil mencondong diri nya yang sedang duduk di atas meja Aero, ke arah Aero.
“Cerita yang sempurna.” Aero pun ikut mencondongkan tubuh nya ke arah Rea dan berbicara dengan suara pelan. “Kalau begitu kau pasti tidak keberatan jika kau bertemu dengan si kembarkan Rea? Ya paling tidak aku harus kenal anak-anak dari mantan istri ku.”
Sebuah senyum devil muncul di wajah Aero.
“SiAl! Aku malah jatuh ke dalam peragkap nya.” Umpat Rea dalam hati.
Rea tidak menyangka setelah semua bukti yang telah dia tunjukan pada Aero, Aero masih ingin bertemu dengan si kembar.
“Semakin kau terlihat ingin membuktikan anak-anak itu bukan lah anak-anak ku, semakin yakin aku kalau mereka adalah darah daging ku!” gumam Aero dalam hati.
“Kau tentu nya tidak keberatan kan Rea? Kalau memang si kembar adalah anak-anak mu dan Daniel, seharusnya ini bukan lah hal yang berat untuk di kabulkan. Kecuali ehmmm mereka adalah anak-anak ku yang coba kau sembunyikan keberadaan nya dari ku.” Ucap Aero licik.
Rea yang tidak ada pilihan lain akhir nya hanya bisa mengabulkan permintaan Aero untuk bertemu Jace dan Jazzy. Sebab Rea tidak memiliki alasan untuk menolak Aero.
Selain itu Rea tidak ingin melibat Danniel Isa dalam hal ini. Sebab sampai saat ini Rea belum meng-Iya kan ajakan Daniel Isa untuk menikah dan Daniel Isa juga belum tahu kalau Aero adalah suami Rea yang telah membuat Rea kabur dari rumah. Andaikan Daniel Isa tahu akan hal itu maka sudah pasti proyek ini akan di batalkan oleh Daniel Isa.
“Tentu saja tidak. Kau bolehh bertemu dengan mereka.” Jawab Rea sambil tersenyum untuk menyembunyikan keterpaksaan nya/
"Baiklah. Kita temui si kembar sekarang juga. Setelah itu baru kita selesaikan dokumen perceraian kita." Ujar Aero langsung berdiri.
“Sekarang?” tanya Rea terkejut.
“Ya sekarang! Aku tahu mereka ada di kota ini.” Ucap Aero asal tebak.
“Ternyata penyelidikan nya tentang Jace dan Jazzy sudah sampai sejauh ini. Dia bahkan tahu kalau Jace dan Jazzy ikut bersama ku ke kota ini. Aku harus lebih berhati-hati dengan Aero!” batin Rea.
“Bagaimana Rea?”
Rea memandang ke arah Aero yang telah berdiri di depan nya. "Bukan nya ku tidak mau mempertemukan kau dengan mereka sekarang, tapi permasalahan nya mereka masih sekolah jam segini. Aku rasa sebaiknya kau bertemu dengan mereka setelah mereka pulang sekolah saja. Dan kita bisa bekerja dulu sambil menunggu mereka pulang sekolah?"
Aero menatap Rea, "Kau dan aku bukan lah pekerja di perusahaan ini Rea! Kita berdua adalah pengawas proyek! Kau mengawasi proyek mu! Dan aku mengawasi proyek ku! Dan sebagai pengawas aku rasa kalau kita keluar sebentar maka itu tidak akan menjadi masalah besar, bukan? Aku yakin kau pasti sudah sangat paham dengan hal ini!?"Tanya Aero memastikan hal ini pada Rea.
" Tentu saja! Hanya saja-." Ucap Rea terpotong.
"Apa aku perlu menelpon Zee? Aku yakin dia akan langsung mengizinkan.” Potong Aero cepat.
Rea menghela nafas, kesal."Tidak perlu. Kita pergi saja. Lagi pula semakin cepat maka semakin baik.." Ucap Rea.
"Dan ya, tolong jangan panggil nama ku saja ketika bertemu dengan si kembar. Kau bisa tambahkan nona atau nyonya. Aku tidak ingin anak-anak ku salah paham. Karena biasanya panggilan nama itu hanya untuk orang -orang yang saling kenal AKRAB! Dan kita tidak seakrab itu aku rasa, tuan Aero!” tegas Rea dan kembali memanggil Aero dengan embel-embel tuan.
"Baik lah. Nona Rea!" Jawab Aero sambil tersenyum.
"Kalau begitu kita pergi pakai mobil ku saja!" Ujar Aero.”
" Tidak perlu. Aku juga punya mobil sendiri!” Tolak Rea. “Kita pakai mobil masing-masing saja. Karena nanti kalau pakai mobil mu aku akan kesulitan untuk pulang!”
Aeri tersenyum lagi dan berkata, "kalau begitu, serahkan kunci mobil mu pada supir ku. Kita dan Vicky akan pergi ke sekolah putra putri mu dengan mobil ku dan membawa mereka pulang bersama kita." Aero benar-benar bertindak seenak nya.
“Pulang bersama kita? Apa maksud mu?” Rea di buat heran sekali lagi oleh Aero.
“Ya, pulang bersama. Karena syarat kedua ku adalah aku ingin kau dan anak-anak tinggal bersama ku selama seminggu.” Jawab Aero yang langsung membuat Rea terkejut part II.
“Memang nya kapan aku setuju dengan persyaratan mu yang kedua ini Aero?” Sentak Rea, dengan wajah kesal.
“Saat kau setuju dengan persyaratan pertama maka kau otomatis setuju dengan persyaratan kedua.” Jawab Aero seenak nya.
Rea langsung mendengus kesal. Saking kesal nya Rea sampai tertawa kecil. Ingin rasa nya Rea menimpuk wajah Aero yang menyebalkan itu. “Dari mana datang nya semua persetujuan tadi, hah?” seru Rea dengan wajah kesal nya pada Aero.
“Dari diri ku lah! Kan aku yang mengajukan persyaratan pada mu! Dan semua ketentuan berlaku nya, tentu aku yang menentukan.” Jawab Aero seenak.
“Tidak! aku tidak setuju!” Tolak Rea sambil mengeprak meja kerja Aero.
“Kalau kau tidak setuju maka pertama aku tidak akan menceraikan mu dan yang kedua aku akan mengajukan permohonan tes DNA untuk si kembar ke pengadilan.” Ancam Aero dengan wajah dingin.
“Aku yakin kau tidak akan berani menolak persyaratan yang aku berikan ini, Rea!.”gumam Aero dalam hati.
Rea menarik nafas nya dalam. “Oke jika itu yang kau mau! Tapi aku juga punya syarat untuk mu Aero! Aku ingin membawa Daniel bersama ku! Tidak masalah kan Aero? Bagaimana pun dia adalah calon tunangan ku! Aku tidak ingin dia salah paham.” Balas Rea tidak kalah licik nya.
“Licik juga dia!” seru Aero dalam hati.
“Baiklah. Aku tidak masalah. Kau boleh membawa Daniel sekalian bersama mu. Hanya saja kalian tidak boleh satu kamar. Kau tidur bersama anak-anak mu dan Daniel tidur di kamar yang berbeda? Bagaimana?”
“Deal!!!” jawab Rea yakin.
“Baiklah. Kalau begitu mana kunci mobil mu?”
Rea pun menyerahkan kunci mobilnya pada Aero.
☘️☘️☘️
Ingat Rea!! kamu harus berhati-hati ama Aero!!!! roman-roman nya Aero curiga kalau si kembar anak nya🤭🤭🤭🤭
Eits.. yang bilang bab ini pendek.. awas taj getook pakai gayung sakit ye.. ini mah udah 1500 kata lebih bestieee... bukan 1500 karakter ya.. kataa... kriting jari ku! maka jangan lupa untuk boom Like dan komen serta sajen 😂😂😂😂