Joya harus menghadapi kenyataan saat ia jatuh cinta pada Boy, anak majikannya. Perbedaan status sosial yang tinggi diantara keduanya, membuat Joya bertekad lulus kuliah dan bekerja sebelum siap menerima Boy. Tapi Boy tidak bisa menunggu Joya dan bersiap untuk sebuah pernikahan.
Akankan Joya berhasil mewujudkan impian majikannya?
Sesion kedua tentang anak-anak Joya dan Boy yang mulai tumbuh dewasa dan mengenal cinta mereka masing-masing.
Disisipi juga dengan episode-episode spesial yang tidak kalah serunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(Menikah) - Kangen
Nyonya Besar duduk di sisi pusara dari batu marmer berwarna hitam. Ia mengusap nama yang tertulis di batu nisan dengan selendangnya.
Air matanya menetes saat tangannya yang sudah keriput mulai menaburkan bunga di makan itu.
Ny. Besar : “Aku sangat merindukanmu…”
Nyonya Besar berkata lirih, ia memeluk batu nisan di depannya. Ny. Lastri berjalan mendekati ibunya, ia membantu ibunya berdiri dan membawa ibunya pulang.
------
Boy sedang bekerja di kantornya, sesekali ia melirik jam di sudut laptopnya. Asisten Boy datang membawakan beberapa berkas lagi untuk ia tanda tangani. Boy bekerja lebih cepat, hari ini dia ingin pulang lebih awal.
Boy : “Ada lagi yang perlu ditanda tangan?”
Asisten Boy menggeleng, ia mengatakan mobil Boy sudah siap dibawah. Boy segera bersiap pulang, ia turun ke lobby, masuk ke mobilnya dan melajukan kendaraannya pulang.
------
Joya tampak sedang sibuk di dapur, ia menyiapkan makan siang untuk seluruh keluarga besar. Sesekali ia termenung memikirkan sesuatu, tapi bibi pembantu selalu berhasil mengalihkan perhatiannya.
Satu persatu hidangan mulai diatur diatas meja makan yang sudah bertambah panjang dengan deretan kursi yang lebih banyak.
Joya mengusap peluh di keningnya, tubuhnya terasa gerah setelah memasak tadi.
Joya beranjak ke kamarnya, ia melihat kamarnya masih berantakan seperti saat pagi tadi ditinggalkan Boy. Ia lupa merapikan kamarnya sebelum memasak tadi.
Cepat-cepat Joya memunguti kertas-kertas yang berserakan di bawah meja kerja Boy, CD-CD desain dan music teronggok di samping sofa, dan pakaian tidur Boy di atas tempat tidur. Akhirnya Joya mandi lagi untuk kedua kalinya setelah kamarnya bersih dari rapi.
Joya keluar dari kamar mandi, berbalut handuk dengan sebagian rambut basah. Ia sedang memilih baju di lemarinya, ketika sebuah tangan menarik handuk yang dipakai Joya hingga terlepas.
Joya : “Aih…!”
Joya melihat kebelakang, Boy sudah berdiri di belakangnya, menatap mesum tubuhnya yang terlihat karena handuknya terlepas.
Joya : “Boy? Kapan kamu pulang? Aku pakai baju dulu.”
Boy tidak membiarkan Joya mengambil bajunya, ia menarik tubuh Joya ke atas tempat tidur, dengan cepat Boy melepas sabuk dan menurunkan celana panjangnya.
Hasratnya sudah memuncak saat mengetahui Joya ada di kamar mandi tadi. Boy mencumbu Joya yang mulai bergairah, Joya melenguh merasakan kenikmatan yang diberikan Boy pada tubuhnya.
Mereka melakukannya dengan cepat dan panas. Puas bercinta, Boy menggendong Joya ke kamar mandi dan melakukannya sekali lagi disana.
-------
Di meja makan seluruh anggota keluarga sudah berkumpul, mereka menanti Boy dan Joya yang baru saja turun dengan wajah fresh.
Ny. Putri : “Kalian ini ngapain aja? Lama banget?”
Boy langsung duduk di kursinya tanpa menyahut, ada sedikit rona merah di pipinya. Sementara Joya celingukan mencari sesuatu,
Bibi pembantu : “Nyonya, ini Tuan Kecil…”
Mereka semua menoleh saat seorang bayi laki-laki yang sangat lucu, berjalan tertatih dengan sesekali dibantu bibi pembantu.
Joya tersenyum melihat pangeran kecilnya berjalan ke arah meja makan. Ia berjongkok menanti anaknya sampai ke pelukannya, sampai akhirnya bayi itu bisa meraih tangan Joya sambil berjalan.
Sorakan tepuk tangan memenuhi meja makan, bayi Joya dan Boy sudah bisa berjalan setelah melewati ulang tahun pertamanya seminggu yang lalu.
Flash back…
Joya baru sadar dari pingsannya setelah melahirkan, kepalanya pusing saat mencoba bangun dari tempat tidur rumah sakit. Boy yang baru saja masuk setelah menerima telpon, segera menghampiri Joya.
Boy : “Sayang, jangan bangun dulu. Berbaring lagi ya.”
Joya : “Boy… anak kita…”
Boy tersenyum sangat bahagia, ia memegang pipi Joya dengan kedua tangannya, mengecup bibir Joya yang hampir menangis.
Boy : “Anak kita laki-laki, sayang. Dia sangat sehat. Dia sedang di ruang bayi sekarang.”
Joya sudah menangis dalam pelukan Boy, dia ketakutan ketika mendengar anak mereka terlilit tali pusar.
Joya : “Aku mau lihat anak kita, Boy. Bawa aku kesana.”
Boy mengambil kursi roda di sudut ruangan, menggendong Joya dari tempat tidur dan mendudukkannya di kursi roda. Mereka menuju ruang bayi di lantai bawah.
Bayi Joya dan Boy sedang terbangun saat mereka sampai disana. Tangan Joya gemetar ketika suster menyerahkan bayinya yang tak berhenti menggeliat.
Bayi itu membuka matanya seakan menyapa ibu dan ayahnya. Joya menciumi wajah putranya, memeluk bayi mungil itu dengan hati-hati. Boy melihat momen mengharukan itu, juga tersenyum bahagia.
Joya bersiap menyusui putranya untuk pertama kali, ****** dadanya sudah membengkak dan sakit. Pelan-pelan suster membantu Joya mengarahkan ****** dadanya ke mulut putra Joya. Joya merasakan seluruh tubuhnya terhisap ketika putranya mulai menyedot air susunya.
Boy : “Nak, jangan dihabiskan, sisakan untuk ayah ya.”
Joya mencubit pinggang Boy yang mulai genit, Boy tertawa senang melihat Joya kembali ceria.Ia sangat bersyukur karena istri dan putranya bisa selamat.
Kembali ke meja makan,
Joya masih menggendong Alvin, mereka memberi nama Alvin pada bayi pertama mereka. Selama setahun ini Joya merawat Alvin sendiri, ia tidak mau menyewa pengasuh karena merasa bisa merawat Alvin sendiri. Pada awalnya Boy merasa senang mendengar keputusan Joya, tapi lama kelamaan Boy mulai merasa dirinya kurang
diperhatikan Joya. Ia menganggap Joya terlalu sibuk dengan putranya sampai mengabaikan Boy.
Sebenarnya Joya selalu berusaha melaksanakan tugasnya sebagai istri pada Boy, ia selalu menyiapkan makanan, pakaian kerja Boy, dan segala keperluan Boy. Tapi Boy masih mengeluhkan Joya yang mengabaikannya. Joya tahu maksud Boy dengan mengabaikan, ia mengenal Boy yang tidak bisa menahan hasratnya. Beberapa kali mereka
berhubungan selalu berakhir tidak tuntas karena Alvin tiba-tiba terbangun.
Akhirnya Boy mengambil segala kesempatan yang ada termasuk melakukannya sebelum makan siang tadi. Bahkan mereka pernah melakukannya di pagi hari sebelum Boy berangkat ke kantor.
Boy : “Aku kangen kamu sayang.”
Bisik Boy sambil memeluk Joya yang sedang bermain dengan Alvin di ruang tengah. Alvin masih bersemangat melempar bola ke arah Joya, tiba-tiba Alvin diam menatap Boy dan Joya yang sedang berpelukan. Wajahnya yang tadi ceria, mulai cemberut, membuat pipinya yang gembul semakin terlihat menggemaskan. Cepat-cepat Alvin merangkak mendekati ibunya, dan merangkak ke dada ibunya. Buk! Tangan mungil Alvin memukul wajah Boy yang menempel pada wajah ibunya.
Joya : “Sayang, kenapa Alvin pukul ayah?”
Boy : “Sepertinya dia cemburu, sayang. Coba ya…”
Boy kembali memeluk Joya, melihat itu Alvin menjambak rambut Boy, mencakar tangan Boy yang melingkar di pinggang ibunya. Joya tertawa melihat Boy menjerit pura-pura kesakitan. Ia mengangkat Alvin dan mencium pipinya gemas. Alvin tertawa keras melihat ayahnya kesakitan.
Nyonya Besar yang melihat kejadian itu teringat saat Boy kecil, ia juga melakukan hal yang sama seperti Alvin saat ini. Nama Alvin diambil Boy dari nama ayahnya yang sudah lama meninggal. Nyonya Besar teringat lagi saat-saat bersama suaminya, ia merindukan suaminya, sehingga mengunjungi pemakaman tadi pagi.
-------
Terima kasih sudah membaca novel author, kisah Joya dan Boy masih akan berlanjut, jadi ditunggu kelanjutannya ya.
Jangan lupa like, fav, kritik dan saran sangat ditunggu author.
Baca juga novel author yang lain dengan judul “Perempuan IDOL”, “Jebakan Cinta” , dan "Duren Manis" dengan cerita yang gak kalah seru.
Jangan lupa vote juga ya.
---------
mohon ijin promot karya novel aku ya kak..
silahkan mampir ya kakak kakak semua di karya aku
"I Love You Nurse" &
"Aku Bukan Bidadari Surgamu"
Bantu like, komen dan vote nya ya kak
Trimaksh kak🙏🏻
ketua mafia qo ya lugu bangeeettt....
wong MP qo cuma lari muter muter....kejar kejaran.....po dolanan tho yoooo.....????
othor yaa gitu......bikin cerita qo menurunkan harkat martabak para MAfia ato gangster ywng sangar n cerdik.....🙈🙈🙊
lhaaa.....neng cerito iki.....ketua mafia qo OON bin BLOON.....malam pertama qo ngejar ngejaran .....harus e kan jaran jaranan......
wkwkwkwk ngakaaaakkk......😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
jempol se kecamatan dah buat othor..... timpuk an sd RT buat Nanda.....kejaaaaarrr teruusss....bu Ana.....sampe gemppoooorrrr....
😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀
j
reques menantu yang miskin dan si cewe dari keluarga kaya tapi ternyata si mennatu itu kaya cuma pura2 miskin/terkena penyakit lalu sembuh and diam2 bantu si istri kaya crita si denny wang dan friska ye (menantu hebat) atau si alex(menantu hebat seperti dewa) atau si dennis wu dan angel xia(menantu bodoh)