NovelToon NovelToon
Love Is Rain

Love Is Rain

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Beverly gadis yatim piatu yang karena kepintarannya mendapat beasiswa di salah satu sekolah ternama khusus anak orang kaya.

Beverly memiliki dua orang sahabat Catherine dan Dimas.
Suatu hari sekolah mereka kedatangan murid baru yang bernama Keenan, anak pemilik sekolah.

Seiring berjalan waktu Keenan dan Beverly menjadi sepasang kekasih. Tanpa Beverly sadari Catherine sahabatnya juga mencintai Keenan.

Beverly yang mengetahui Catherine juga mencintai Keenan akhirnya mundur dan meminta Keenan menerima cinta Catherine.

Hingga malam perpisahan sekolah tiba, Keenan yang diberi obat perangsang oleh musuhnya, melakukan hubungan yang tak seharusnya dilakukan. Keenan merampas kesucian Beverly.

Sebulan setelah kejadian itu Beverly dinyatakan hamil. Saat ia akan mengatakan kebenaran pada Keenan, ia mendengar jika Catherine dan Keenan akan bertunangan karena perjodohan kedua orang tua mereka yang ternyata rekan bisnis.

Beverly akhirnya membatalkan niatnya untuk mengatakan kehamilannya pada Keenan.

Apakah yang terjadi selanjutnya?
Jangan lupa tekan favorit sebelum memulai membacanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Maafkan aku, Bunda.

Bunda mengetuk pintu kamar Bie. Mendengar pintu kamarnya di ketuk, Bie menghapus air matanya. Ia berjalan perlahan membukakan pintu.

"Bunda ...."

"Apa Bunda boleh masuk?"

"Tentu saja, Bunda. Masuklah!" ujar Bie membuka pintunya lebar agar Bunda bisa masuk.

"Duduklah di sini. Dekat Bunda," ucap Bunda menepuk kasur. Bunda mengajak Bie duduk di tepi ranjangnya.

"Ceritakan pada Bunda, apa yang sedang kamu alami saat ini."

"Aku tidak apa-apa, Bunda." Bie berucap sambil menunduk.

"Bunda, mau kamu katakan dengan jujur. Bunda tau saat ini kamu sedang berbohong. Kamu itu anak, Bunda. Dari umur satu tahun kamu udah Bunda rawat."

Bie turun dari ranjang dan bersimpuh di kaki bunda.

"Maafkan aku, Bunda," ucap Bie dengan air mata bercucuran.

"Apa yang kamu lakukan, kenapa minta maaf?"

"Bunda, aku telah melakukan kesalahan besar. Aku telah memalukan Bunda. Aku siap menanggung semuanya, Bunda boleh memarahiku, memukulku atau apa saja."

"Katakan dengan jelas. Bunda tak mengerti."

"Bunda, aku ... aku ...."

"Kamu kenapa, nak," ucap Bunda sambil mengusap punggung Bie yang bersimpuh.

"Aku,aku ... hamil, Bunda."

Bunda yang tangannya sedang mengelus punggung Bie sangat kaget. Ia menutup mulutnya agar tak bersuara keras.

"Apa yang kamu katakan ini, kamu bercanda."

"Aku nggak bercanda,Bunda."

"Siapa pria yang menghamilimu? Kenapa kamu bisa hamil? Bunda tak menyangka kamu bisa lakukan ini. Kamu anak kebanggaan Bunda yang diharapkan bisa memberi contoh untuk adik-adikmu. Kamu sangat mengecewakan, Bunda," ucap Bunda tak bisa menahan air matanya.

"Bunda, aku mengaku salah. Tapi aku juga tak pernah menginginkan ini terjadi. Semua di luar kendaliku, Bunda."

"Siapa ayah anakmu, Bie?"

"Keenan ...." ucap Bie lirih.

"Apa ...? Keenan. Bagaimana bisa kamu lakukan ini, nak. Kamu tau ini dosa."

"Aku tau, Bunda. Maafkan aku."

"Sekarang kamu hubungi Keenan, Bunda mau bicara. Kalian harus menikah secepatnya sebelum perutmu makin membesar."

"Aku tak bisa, Bunda."

"Kenapa?"

"Keenan akan bertunangan dengan Cath."

"Apa maksudmu, Nak?"

Bie menjelaskan semua kejadiannya dengan. terbata pada Bunda. Ia mengatakan tentang malam perpisahan itu. Bie juga tak lupa minta maaf karena telah membohongi Bunda.

"Sekarang apa yang akan kamu lakukan. Keenan seharusnya bertanggung jawab dengan kehamilanmu ini."

"Tapi aku tak mau merusak kebahagiaan Cath, Bunda. Mami Cath begitu bahagia saat mengatakan Cath yang akan bertunangan dengan Keenan."

"Tapi ini bukan persoalan kecil. Jika kamu menyembunyikan ini dari Keen, apakah kamu siap menanggung aib dan beban ini seorang diri."

"Aku siap Bunda."

"Apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu bisa membesarkan anak seorang diri dengan usia kamu yang sangat muda ini?"

"Aku pasti bisa, Bunda."

"Kenapa kamu hanya memikirkan kebahagiaan orang lain. Dirimu sendiri tidak kamu pikirkan."

"Bunda, jika aku mengatakan semua kebenaran tentang kehamilanku pada Keenan, apakah orang tuanya bisa terima? Bagaimana jika nanti orang tuanya Keenan tak menginginkan anak ini? Hubunganku dengan keluarga Cath sudah pasti memburuk karena aku telah menggagalkan bertunangan Keen dengan Cath. Aku juga belum pasti bisa menikah dengan Keen. Semuanya batal, dan berantakan. Lebih baik aku membiarkan pertunangan Keen dan Cath. Aku pasti bisa membesarkan bayi ini. Aku hanya butuh dukungan dari, Bunda."

"Lalu apa rencana kamu selanjutnya. Kamu pasti tidak bisa melanjutkan pendidikan karena kehamilanmu."

"Aku ingin memulai hidup di tempat lain. Aku akan mencoba membuka usaha kecil-kecilan dari uang simpanan. Nanti setelah anak ini lahir, aku akan melanjutkan kuliah."

"Bunda tidak bisa melakukan apa-apa. Hang doa yang bisa Bunda berikan. Apapun itu yang akan kamu lakukan, semoga semuanya berjalan sesuai rencana."

"Terima kasih, Bunda."

Bunda meminta Bie kembali duduk di sampingnya. Bunda meminta Bie untuk memulai hidup di kota tempat kelahiran Bunda. Di sana Bunda masih ada kenalan. Bunda akan mengantar Bie ke kota itu.

Setelah itu Bunda keluar dari kamar. Ia meminta Bie istirahat dan menjaga kesehatan dirinya dan bayi dalam kandungan.

Keesokan harinya, Bie mulai menyusun semua barang-barang yang akan ia bawa pergi. Saat ia sedang mengemas barang ke dalam kardus, salah seorang adiknya di panti mengatakan jika Dimas ingin bertemu.

Bie meninggalkan dulu kesibukannya. Ia menemui Dimas yang menunggu di bawah pohon depan panti.

"Selamat sore, Dim."

"Selamat sore. Tumben ucapin salam."

"Emang tak boleh," ujar Bie.

"Lo sibuk."

"Kenapa?"

"Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan juga."

"Jadi gue harus ngomong apa?"

"Kita ke kafe sebentar."

"Gue ganti baju sebenar ya."

"Oke, gue selalu siap menunggu Lo sampai kapanpun. Tak akan pernah gue pergi."

"Gombal. Gue bukan pacar Lo. Tak perlu digombalin. Gue sebentar aja ganti bajunya."

Bie masuk ke panti dan pamit dengan Bunda. Bie memang ingin ketemu Dimas juga sebelum ia pergi dari kota ini.

Setelah Bie mengganti pakaiannya, ia menemui Dimas. Dimas membawa Bie ke salah satu kafe favoritnya.

"Apa yang ingin Lo katakan?"

"Gue tak tau harus memulai dari mana?"

"Apaan sih, Dim. Katanya mau ngomong."

"Hhhmmm, Bie ... sebelum gue memulai bicara, gue mau Lo tetap jadi Bie yang gue kenal. Bie yang ceria."

"Aduh, Dim. Lo mau ngomong apa sih?"

"Keen dan Cath akan bertunangan," gumam Dimas.

"Oh ...." ucap Bie datar.

"Lo nggak kaget. Lo udah tau?"

"Aku sudah tau dari maminya Cath."

"Kapan Lo tau? Kenapa Lo nggak ngomong?"

"Kemarin. Gue lupa ngomong sama Lo."

"Lo nggak apa-apa,Bie."

"Jadi gue harus bagaimana menurut Lo. Gue harus menangis dan berteriak. Gue harus membatalkan pertunangan mereka. Gue harus katakan pada semua jika gue ini terluka." Tangis Bie akhirnya pecah.

Dimas merapatkan tubuhnya dan membawa Bie ke dalam pelukannya.

"Bie, Lo harus sabar dan kuat." Bie melepaskan pelukan Dimas.

"Dim, ini semua bukan kesalahan Keen atau Cath. Bukankah gue yang meminta Keen menerima Cath. Jadi gue tak boleh menyesalinya. Gue.harus bisa menerimanya. Gue ini kuat. Lo sering katakan itu, bukan?"

"Bie, gue tak tau harus berkata apa. Gue tau saat ini hati Lo terluka. Walaupun Lo katakan telah ikhlas melepaskan Keen, tapi dari dalam hati Lo pasti tetap ada luka. Karena Lo melepaskan Keen bukan karena sudah tak cinta lagi, tapi semua itu terpaksa hanya demi persahabatan. Lo berharap dengan melepaskan cinta, tali persahabatan akan tetap terjalin. Tapi kenyataan yang terjadi, cinta Lo hilang dan persahabatan usai. Semua di luar dugaan Lo."

"Dim, gue akuin hati ini sakit dan terluka saat melepaskan Keen. Tapi luka yang gue rasakan lebih perih lagi saat Cath memutuskan untuk mengakhiri persahabatan kami."

"Suatu saat Cath pasti akan menyesal karena melepaskan sahabat seperti Lo."

Bie hanya tersenyum getir mendengar ucapan Dimas.

Kehilangan sosok sahabat, bagai kehilangan separuh kaki untuk berjalan. Rasa sesal kehilangan sahabat tidak akan bisa digambarkan dengan apapun.

Bersambung.

Apakah Bie akan jujur pada Dimas tentang kehamilannya? Nantikan terus ya kelanjutan novel ini. Terima kasih.

1
Marlina Prasasty
akh,cinta dlm diam Dimas sungguh sakit🤧🤧
Marlina Prasasty
👍🏻👍🏻👍🏻 betul betul betul
Marlina Prasasty
👍🏻👍🏻👍🏻
Siti Maulidah
ceritanya menarik
3sna
kan udah ditanya lahiran udh apa blm,knp ini ditanyain lg lahiran lo masih seminggu lagi,gimn sich thor
3sna
td kamu skrng kau
Qaisaa Nazarudin
Kan ku bilang juga apa.. Sekarang siapa yg memohon? Siapa yg gak punya Muka?? Apalagi nanti saat tau kalo Bie itu adek nya Chat,Tau kalo Bie itu juga anak orang kaya..Waahh makin gak punya malu aja tuh ngaku2 Bie dan Barra Cucu dan Mantu nya..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Karena Keen juga gak mau pisah dari kamu dan Barra..makanya dia sadar..
Qaisaa Nazarudin
Aelah yang ada ntar kau yg gak tau malu ngaku2 Bara itu cucu kamu..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Yeezzzz aku suka KETEGASAN Ken 👍👍👍💪💪
Katherina Ajawaila
biasa nya anak. orkai mainannya obat perangsang, di buat mainan.
Ernawati💕
luar biasa
Bahari Sandra Puspita
wah, keren banget mam..
sesuai dg temanya "teen", kisah ini bener2 cerita tentang cinta remaja yg beranjak dewasa..
jadi ingat masa2 SMA dulu, wkwkwk..


ternyata dugaanku bener kalo benernya Cath itu cinta ma Dimas..
tapi sejak kemunculan Bie, perhatian Dimas teralihkan..
Akhirnya Cath cemburu dan gelap mata..
saat tahu Keen san Bie saling suka, Cath jadi memanfaatkan keadaan..
tapi syukurlah, semua bisa berakhir bahagia..
semua tokoh finally happy ending..

makasih ya mam buat ceritanya yg keren, walopun bonchap pernikahan Cath dan Dimas tidak terwujud, it's okay..
semoga sehat selalu dan tetap semangat untuk berkarya..
semoga sukses selalu baik di dunia nyata maupun di dunia halu ya mam..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ~Ꮢнιєz ~💘༄⃞⃟⚡
cath bukan ga tau soal keenan n bie, tapi dy tutup mata n ga mau tau😏
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ~Ꮢнιєz ~💘༄⃞⃟⚡
anggap aja c keen waktu jaman sekolah, nilai biologi nya jeblog.. jadi ga ngerti ada penyatuan pasti bakal terjadi pembuahan, n menghasilkan anak😏
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ~Ꮢнιєz ~💘༄⃞⃟⚡
sampe disini pun, c bie masih mempertahankan kebungkaman nya ttg ayah dari cabay nya😓
bunda DF 💞
💜💜
💞my heart💞
Luar biasa
💞my heart💞
Lumayan
Verawati Khaira
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!