[NAMA KARAKTER DALAM NOVEL INI SEDANG DALAM TAHAP REVISI, HARAP MEMAKLUMI NAMA NYELENEH DAN TERKESAN TIDAK BAGUS INI, TERIMAKASIH]
"Gue yang diperkodok, kok Om yang takut sih? Tapi gapapa Om gue seneng dan merasa tersanjung kok, soalnya Om bilang punya gue enak," ujar Nanas frontal.
"Kamu gila yah!" jawab Anthony meringkuk dengan menutupi badannya dengan selimut.
Hanya Sefruit kisah yang dialami oleh Nanas, karena sebuah tantangan konyol dengan iming-iming Aston Martin, Nanas harus tidur didalam kamar hotel selama dua puluh empat jam, tanpa mengunci pintunya.
Namun siapa sangka, kejadian taruhan itu benar-benar menjungkirbalikkan hidup Nanas dalam satu malam.
ANTHONY GILBERT CHOW x NANAS AMANDA AFDARIANTO
WARNING INI ADALAH AREA BEBAS TERTAWA😂
#SEFRUIT KISAH 01
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23 | Minions Milik Nanas
Happy Reading!
•
•
Setelah selesai makan malam dengan Aarin dan Brayen, Nanas dan Anthony memilih untuk kembali ke hotel, begitupun dengan Aarin dan Brayen.
Entah kapan lagi Nanas bisa bertemu teman sekelasnya itu nanti, yang terpenting kini Anthony dan Brayen bisa bernapas lega, pasalnya Nanas dan Aarin adalah perpaduan luar biasa yang hampir menghilangkan nyawa suaminya karena insiden kelaparan.
"Mau langsung ke hotel? Atau mau jalan-jalan?" tanya Anthony menggenggam tangan Nanas.
"Ke balkon kamar aja yuk Om, capek jalan-jalan mulu, lagian udah jam berapa ini." jawab Nanas mengambil tangan Anthony untuk melihat jam di arlojinya. "Nah udah jam sepuluhan."
Anthony mengangguk setuju, mereka berdua bergegas masuk kedalam hotel dan naik ke lantai tiga dimana kamar mereka berada, Anthony bersyukur karena kamar dihotel tersebut dilengkapi balkon yang bisa membuat ia dan Nanas melihat kondisi luar.
Saat melewati kamar Melon dan Terasi, masih terdengar dengkuran panjang dari kedua manusia itu yang menandakan mereka masih tepar di diranjang mereka.
Sesampainya didalam kamar, Anthony segera membuka kemejanya dan memilih bertelanjang dada, ia kemudian memeluk Nanas dari belakang yang sedang sibuk bercermin.
"Kamu tahu? Kapan terakhir kali kita dihotel?" tanya Anthony pada Nanas.
"Tau, saat itu ada taruhan konyol dan seorang duda mabuk yang nyasar dikamar seorang perawan, dan buruknya si perawan itu menyerahkan keperawanannya hanya karena duda itu tampan." jawab Nanas.
Anthony tersenyum kemudian mengecup pipi Nanas yang membuat sang empu-nya geli karena brewok dari suaminya yang lumayan banyak.
"Bagaimana kalau kita ke balkon, sekarang." ajak Anthony yang disambut anggukan oleh Nanas.
Anthony kemudian menggendong Nanas dan berjalan menuju balkon, Anthony mendudukkan Nanas di tepian pagar balkon yang membuat Nanas sedikit bergidik.
"Aduh, Om, nanti aku jatoh gimana?" ujar Nanas meminta diturunkan oleh Anthony namun tidak digubris oleh Anthony.
"Gak mungkin, aku biarin kamu jatuh." jawab Anthony menggenggam erat punggung Nanas dengan tangan kiri dan tangan kanannya meraih pipi Nanas dan memaksanya menatap ke arahnya. "Aku punya sesuatu."
"Apa?" tanya Nanas pada Anthony.
Anthony merogoh celananya dan mengambil tiga buah permen dari sana. "Mau permen?"
"Mau, Om beli dimana?" tanya Nanas pada Anthony.
"Gak beli, ini kembalian indojanuari sewaktu kita singgah membeli cemilan sebelum ke bandara tadi pagi." jawab Anthony yang membuat ekspresi Nanas berubah.
"Sangat-sangat tidak bermodal." batin Nanas.
Anthony kemudian membuka satu bungkus permen yang membuat Nanas bingung dan segera menanyakannya kepada Anthony. "Kok cuma satu?"
"Satu-satu dong, kita ngabisinnya." jawab Anthony mengode Nanas untuk membuka mulutnya.
Nanas yang masih tidak paham segera membuka mulutnya yang membuat Anthony segera memasukkan permen tersebut ke mulutnya.
Nanas kembali mengatup bibirnya saat permen itu masuk dan dengan cepat Anthony mencium bibirnya yang membuat mereka berdua berbagi permen yang sama, Nanas membulatkan mata sempurna dan mempererat pegangannya pada bahu Anthony.
Anthony mencium Nanas dengan sangat pelan dan penuh cinta yang membuat jantung Nanas berdebar tak karuan dibuatnya, Anthony mengigit bibir bawah Nanas membuat Nanas mengerang kecil sebelum mulai saling ******* sampai permen itu benar-benar habis.
"Beb! Kak Thony! Aku pinjam Charge-" ujar Melon langsung masuk ke kamar yang tidak dikunci. "Astagfirullah!"
Melon berteriak kencang yang membuat hapenya terjatuh dan membuat Nanas serta Anthony menghentikan aksinya kemudian menatap ke arah Melon.
"M-Maaf, Maaf lanjutin aja." Melon segera berlari keluar dari kamar Anthony dan Nanas.
Melihat itu Anthony dan Nanas hanya saling melempar tatapan dan tertawa kecil melihat keterkejutan Melon.
"Om! Minions Om, bangun yah?" tanya Nanas pada Anthony yang membuat Anthony menautkan alisnya.
"Minions?" tanya Anthony bingung.
"Iya." Nanas menjawab kemudian melirik daerah bawah Anthony yang memang sedang melakukan lancang depan.
Anthony tertawa. "Kenapa Minions?"
"Gapapa, sayang aja rudal om gak dikasih panggilan sayang." jawab Nanas mengalungkan tangannya ke leher Anthony.
"Kalau begitu, Minions bisa kan mendapatkan jatahnya?" ujar Anthony kembali menggendong tubuh Nanas dan membawanya masuk ke kamar.
Anthony kemudian berjalan mengunci pintu agar kejadian seperti tadi tidak terulang. "Minions siap mengunjungi Baby A."
•
•
"Nanas? Kamu mau naik balon udara?" tawar Anthony pada Nanas yang sedang berkumpul dengan Melon dan Terasi menikmati keindahan tempat yang dipenuhi balon udara tersebut.
"Hmmm, aku takut tapi Om." jawab Nanas pada Anthony.
"Gausah takut, ada aku." ujar Anthony menarik Nanas berdiri dan membawa ke salah satu balon udara yang siap dinaiki.
"Nanas aja nih Om?" tanya Tsrasi.
"Kak Thony pilih kasih." timpal Melon yang membuat Anthony menatap mereka berdua malas.
"Kan sudah ku bilang, gausah ikut, yaudah kalian naik bertiga aja, nanti kalian bertiga marah-marah dengan alasan kami grup rujak gemesh, tidak bisa dipisahkan."
Melon dan Terasi bersorak semangat kemudian berlari ke balon udara yang sudah disiapkan Anthony, rencananya Anthony ingin bermesraan bersama Nanas saja, namun kedua bahan dapur berjalan itu terus saja mengganggunya.
"Kak Thony duduk aja disini, nih jagain tas kami, gini-gini aku dulu sering mainan ini pas di oxford dulu." ujar Melon menyerahkan tasnya pada kakaknya itu.
"Lo sekolah di oxford bestie?" tanya Terasi.
"Gak."
"Lah terus?"
"Gue cuma kekunci ditoiletnya pas sesak berak." kekeh Melon cengengesan.
Nanas dan Terasi hanya saling melempar pandangan kemudian berjalan menuju balon udara yang siap mereka berdua naiki, memang hanya Melon yang paham cara menaiki benda ini jadi Terasi dan Nanas tidak perlu cukup khawatir.
"Kalian naik duluan aja, gue nyusul." ujar Melon membantu Nanas dan Terasi naik. "Tuh nyalain tuh yang diatas lo."
Setelahnya Melon hendak ikut naik, namun tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang pria dewasa khas turki yang seperti sugar daddy dalam impian Melon, Melon yang terpincut menatap berbinar pria tersebut.
"Bang? Godain adek dong." ujar Melon menggoda pria tersebut dan tanpa sadar melepas pemberat balon udara yang tengah dinaiki Nanas dan Terasi.
Balon udara tersebut mulai naik keatas, sementara Melon masih belum menyerah pada pria tersebut apalagi pria tersebut tersenyum ke arah Melon.
"Aduhai, cakep kali ah abang ini, ke kamar yuk bang. Adek gak kuat." ujar Melon melempar kiss bye kepada pria tersebut.
"Melon!" teriak Nanas dan Terasi.
Melon yang sadar langsung menengok tempat balon udara tadi dan Nanas beserta Terasi dan balonnya sudah raib. "Lah kok hilang?"
"Weeeh! Gue disini!" teriak Nanas yang membuat Melon membulatkan mata sempurna.
Melihat itu Melon langsung histeris. "Kak Thony!!!!!! Balonnya terbang!"
"Eh balon emang terbang kan?" pikir Melon.
"Kak Thony!! Nanas sama Terasi gak bisa turun!" teriak Melon sekali lagi.
Mendengar suara teriakan Melon dan melihat bahwa Nanas dan Terasi tidak bisa mengendalikan balon udara tersebut, membuat Anthony panik dan mengejar Nanas bersama Balon udaranya.
"Aduh! Kenapa dikejar, Kakak kan gak bisa terbang!" teriak Melon hendak menyusul Anthony namun terhenti saat melihat seorang lagi pria dewasa yang mengalihkan perhatiannya.
"Abang? Abang, Kurrr, Kurrr." goda Melon tidak memperdulikan Anthony yang sedang panik bagaimana menyelamatkan Nanas dan Terasi karena ulahnya.
•
•
TBC
Waduh gimana turunnya tuh? Wkwkwkw
Maaf yah Author lagi kurang fitt jadi update cuma satu, insya allah besok update lebih banyak.
Jangan lupa like dan komentar agar menjadi moodbooster Author.
Visual Melon
Visual Terasi
Nanas dan Anthony
iya gk seehhh....???
kok iso yooo....😩😩😩
Mau nikahin seorang cowo yg belok? anjirrlah, (ga TW yah bisa atau ga berubahnnya) TPI kek dia udah pernah menikmati rasanya jadi Pria yg Aihh sudahlah. Intinya dia ga normal anjirrr emng bisa berubah TPI cowo yg prnah ga normal itu teruss tiba² berubah normal, itu kek ibaratnya gini (cowo kan harga dirinya tinggi apalagi soal kejantanan, dis udah prnah jdi pria ga normal aja kek aib ga sih+ga tau malu juga) masa jodohnya melon serandom ini sih😭 kenapa ga sama cowo bule Turki itu aja deh😭
THORRR KULIAH LOH INI, GA DI DROP OUT MAHASISWI MODELAN KEK GINI NIHP😭