NovelToon NovelToon
Happy & Sad

Happy & Sad

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Romansa-Teen school / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:108.6k
Nilai: 5
Nama Author: Haridwan _

Fajar adalah seorang anak brokenhome yang sangat membenci ayahnya. ia merupakan anak kelas 3 SMA. Di semester awal sekolah, ia bertemu dengan Andini yang merupakan seorang siswi baru disekolahnya. Fajar mecintainya pada pandangan pertama. Tapi saat berusaha mendekatinya, Fajar selalu diacuhkan. Sikap Andini yang dingin membuat Fajar harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan hatinya. apakah ia berhasil? apakah Andini akan menerimanya? baca terus ceritanya😄

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haridwan _, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah Saatnya (Fajar)

"Fajar putra satria!." Bu Rina selaku wali kelas Fajar memanggil nama Fajar untuk diambil rapornya. Bang Ipan datang dan duduk di kursi, di hadapan Bu Rina.

"Bapak siapanya Fajar?."

"Saya.... pamannya. Iya saya pamannya."

"Oh iya. Fajar nilainya saat ini mulai meningkat, kehadirannya juga bagus, tapi sikapnya disekolah kadang sering membuat guru-guru jengkel!." Jelas Bu rina.

"Aduh maaf soal kelakuan keponakan saya bu. Dia emang gitu, apalagi akhir-akhir ini dia mengalami masalah di rumahnya. Jadi dia sangat cuek terhadap lingkungannya."

"Iya pak. Tapi kalau bisa, buat Fajar merubah sikapnya, jangan sering membuat guruguru kesal karena sikapnya."

"Baik Bu." Bang Ipan mengambil rapor dan lekas pergi keluar ruangan.

"Gimana bang?." Tanya Fajar penasaran.

"Nilai bagus, kehadiran juga bagus, kelakuan tuh benerin!!." Tegas Bang Ipan.

"Yaelah bang, kelakuan Fajar kan emang

gini!."

"Iya. Benerin makannya!!."

"Iya deh iya. Om!!. Ha ha."

"Uncle dong panggilnya!."

"Uncle ipan. Ha ha. Si abang ini. Udah pulang!."

"Yo.."

Malam-malam, Fajar mengajak kawan kawannya untuk pergi jalan-jalan. Lewat pesan yang ia kirim, ia mengajak mereka semua ke taman braga. Semuanya mengiyakan ajakan Fajar. Lewat chat pribadi dengan Rendy, Fajar mengatakan maksud dan tujuannya.

"Ren, Gue itu sebenernya mau nembak Andini!. Jadi nanti Lo tunggu aja di kafe deket braga. Gue jalan-jalan sama Andini. Tapi enggak apa-apa juga sih kalau Lo mau jalan-jalan. Tapi terpisah aja!."

"Oke. Gue ngerti. Tenang aja."

Mereka semua mulai berjalan ke sana dengan menaiki mobil Rendy.

"Eh eh eh. Baju kita kok samaan?. Ha ha." Tanya Rendy.

"Iya nih keren banget!." Ucap Refina.

Karena perjalanan dari tempat mereka menuju braga cukup lama, mereka menyalakan radio agar tidak jenuh.

"Eh, eh tunggu. Jangan dipindahin salurannya. Ini lagu kesukaan Gue!." Ucap

Andini. Yang terputar adalah lagu dari maliq & D'essentials - untitled.

"Ih lagunya udah lama banget nih dari maliq & D'essentials." Ucap Fajar.

"Biarin. Yang penting enak."

"Adakah kusinggah di hatimu

Mungkinkah kau Rindukan adaku

Adakah kusedikit di hatimu

Bila kah kumengganggu harimu

Mungkin kau Tak inginkan adaku

Akankah kusedikit di hatimu" Andini

menyanyikan sebait lirik dilagu itu.

Ya ampun, itu lirik Gue banget. Gumam Fajar dalam hati.

Belum sampai di braga, Rendy memberhentikan mobilnya di salah satu kafe. Andini keheranan kenapa mereka harus berhenti di kafe. Rendy hanya berkata jika ia lapar, lalu mengajak Refina masuk. Fajar menggunakan kesempatan ini untuk berjalan berdua dengan Andini.

"Ayo an, kita jalan-jalan aja!."

"Tapi itu Rendy sama Refina."

“Enggak apa-apa. Nanti juga mereka

nyusul."

"Oh ya udah ayo."

Suasana malam di Bandung begitu menenangkan, tidak terlalu banyak kendaraan yang berlalu lalang, lampu-lampu yang menyala di setiap bangunan, apalagi ditambah dengan bulan purnama yang begitu terang.

"Aku baru tahu kalau di Bandung ada

jalanan sekeren ini."

"Baru tahu?. Berarti aku orang pertama di hidup kamu yang bikin kamu tahu jalanan keren!."

"Apaan sih enggak jelas banget. Ha ha."

"An, seandainya kamu enggak pindah ke Bandung, kamu bakal jalan-jalan sama aku kayak sekarang atau enggak ya?."

"Mmmm. Kenapa kamu tiba-tiba nanya

gitu?."

"Ya nanya aja."

"Kalau menurut aku, meski aku enggak pindah pun. Kita akan tetep ketemu. Pertemuan kita itu takdir jar. Takdir akan selalu menemukan jalan untuk mempertemukan siapa pun meski mereka berada di dua tempat yang jaraknya jauuuuuuuuh banget." Jelas Andini sambil melebarkan tangannya yang membuat Fajar tersenyum.

Sambil terus berjalan, Fajar mengeluarkan HP dan earphonenya. Ia memainkan musik di HP-nya. Seblemu itu, Andini merebut HP Fajar.

"Eh jar pinjem, kita belum pernah foto bareng tahu~. Ayo Foto!." Ajak Andini.

Mereka mulai bergaya di depan kamera, menunjukkan ekspresi-ekspresi yang kadang membuat mereka berdua tertawa.

"Udah ah. Ayo mainin lagu aja." Ucap

Fajar. Ia memberikan sebelah earphonenya pada Andini dan mulai memainkan lagu secara random. Mulai dari lagu galau, EDM, hingga lagu dangdut yang membuat mereka menari nari dipinggir jalan. Mereka lalu duduk di sebuah kursi. Lagu dari maliq & D'essentials terputar lagi. Fajar lekas memberhentikan lagunya karena ia tak ingin tersindir lagi. Ia melepas earphone di telinga Andini dan memasukkan HP-nya ke dalam kantong.

"Eh kok diberhentiin sih?."

Fajar menatap Andini dalam dalam dan memegang tangan Andini. Lalu ia mulai mengatakan perasaannya dengan jujur dan serius.

"An. Aku pengen ngomong yang sejujurnya sama kamu. Huuuuuh.." Fajar menghela napas panjang. "Dari awal aku selalu bilang kalau aku itu sayang sama kamu. Aku suka sama kamu. Aku nyaman deket sama kamu." Lanjutnya.

"Jadi..."

"Jadi.... kamu mau enggak jadi seseorang yang lebih berharga dihidup aku. Jadi pasangan aku gitu."

"Kenapa kamu pengen aku kayak gitu?."

"Karena ya aku sayang sama kamu. Dan yang paling penting adalah karena kamu selalu ada buat aku terutama dimasa masa sulit aku."

Andini terdiam dan tak langsung menjawab ucapan Fajar. Ia menarik nafas panjang lalu mulai mencoba mengatakan jawabannya.

"Maaf jar, aku enggak bisa!." Tegas Andini yang langsung berdiri dari kursinya, melepaskan genggaman tangan Fajar pada tangannya. Jawaban itu sontak membuat suasana menjadi hening. Fajar tersentak kaget karena ia tidak menyangka bahwa jawaban Andini adalah tidak.

"Kenapa?." Fajar berdiri di hadapan Andini dengan sebuah tanya.

"Kamu enggak perlu tahu alesannya sekarang. Intinya aku enggak mau hubungan kita lebih dari yang sekarang!." Andini lalu berjalan menjauh dari tempat itu.

"Andini!. Adakah kusinggah di hatimu?." Tanya Fajar menggunakan lirik dari lagu favorit Andini itu. Andini memberhentikan langkahnya dan melirik ke belakang.

"Mungkinkah kau Rindukan adaku?. Adakah kusedikit di hatimu?. Bila kah kumengganggu harimu

Mungkin kau Tak inginkan adaku

Akankah kusedikit di hatimu?." Lanjut Fajar.

“Tidak sekarang jar.” Jelas Andini, Ia tetap terus berjalan menjauhi tempat itu tak tahu akan ke mana. Air matanya perlahan jatuh menetes melewati pipinya. Begitu juga dengan Fajar, ia merasa terhempas jatuh oleh sebuah kata “tidak” yang terlontar dari seseorang yang paling ia damba. Harapan yang ia peluk kini hanya akan berubah menjadi sampah yang membusuk.

Apa alasannya menolak?. Kenapa ia tak mau memberitahu?. Haruskah aku ditinggal pergi dengan rasa penasaran terhadap penolakan yang tidak diketahui penyebabnya?. Fajar terduduk diam dan memikul banyak tanya dikepalanya.

"Ren, anter Andini pulang, kasian dia sendirian. Dia lagi jalan ke arah sana!." Pinta Fajar pada Rendy melalui whatssapp

"Lo enggak pulang?."

"Nanti aja. Anter dulu Andini."

Fajar duduk sendiri di kursi itu. Mengingat setiap kenangannya bersama Andini. Mengingat setiap tawa yang tercipta saat mereka sedang berdua. Mengingat apa-apa saja yang sering mereka lakukan. Mengingat saat-saat di mana mereka berhadapan di antara sebuah papan catur, bersepeda sepulang sekolah, dan pergi bersama ke tempat yang menyenangkan.

Hmmm. Itu hanya kenangan. Ucap Fajar.

Ternyata seseorang yang sering kita buat bahagia dan sering membuat kita bahagia belum tentu berperasaan sama dengan kita.

***

"Andini kenapa?." Tanya Rendy saat ia sedang menyetir mobil. Ia melihat Andini hanya diam dan melamun.

“Enggak. Fokus jalan aja ren!." Ucapan Andini itu membuat obrolan di antara mereka berhenti. Refina menatap Andini khawatir dan kembali memfokuskan pandangannya ke depan.

Fajar pulang dengan membawa perasaan sedih dan kecewanya. Berjalan menyusuri jalanan dengan sebuah ojek online yang sudah ia pesan.

"Masnya kenapa duduk sendiri tadi?."

Tanya sang sopir untuk menghangatkan suasana.

"Saya ditolak sama cewek yang saya suka pak!."

Sang sopir hanya mengangguk saat Fajar mengatakan hal itu.

"Emang kenapa mas ditolak?."

"Eh. Iya he he." Teriak Fajar karena tidak mengerti dengan ucapan sang sopir akibat memakai helm.

Sesampainya di depan kafe, Fajar turun dan sang sopir berkata padanya.

"Mas, tenang aja. Kalau ditolak mah itu hal yang biasa, mungkin dia nolak itu karena pengen liat perjuangan mas. Jadi coba deh mas

perjuangin dia lagi."

"Kalau dia enggak suka sama saya

gimana?."

"Emang mas tahu kalau dia enggak suka?."

“Enggak juga sih. Makasih ya pak. Nanti saya kasih bintang lima deh!."

"Oke... makasih juga mas!."

"Andini, kamu kenapa?."

"Apa alasan kamu nolak aku?."

"Kasih tahu aku."

"Jika mungkin ini karena sikapku, baik aku berubah."

"Tapi jika keputusanmu tetep kayak gitu. Tetep menolak aku. Tolong jangan pergi, tolong jangan tinggalin aku meskipun kita enggak bisa bersatu."

"Aku masih membutuhkan kamu di hidup aku."

Fajar mengirim pesan pesan itu pada Andini. Tapi Andini tak merespon pesannya sedikit pun.

"Gimana jar?. Diterima?."

“Enggak bang. Dia nolak saya."

"Kenapa?."

“Enggak tahu tuh."

"Kalau dia enggak ngasih tahu, perjuangin lagi deh. Mungkin dia sebenernya punya perasaan yang sama, tapi dia punya alesan tertentu gitu."

"Abang omongannya sama kayak tukang ojek online tadi. Jangan-jangan ade kakak nih."

"Oh sama?. Jangan-jangan kita jo....."

"Jomblo!!. Udah ah, Fajar pusing!!."

Enggak semua harapan terwujud, enggak semua khayalan jadi kenyataan, enggak semua perasaan terbalas dan enggak semua cinta berakhir dengan BERSAMA. – Fajar.

1
Anugrah
mantap
fanilia
nasibnya sama bangett
Kipi
Kek nya seru
Mugiya
👍👍👍👍👍👍👍
nyyy
pasangan terbengek uhuhuuu😢😭
nyyy
buset😭
nyyy
huhuuu😢
nyyy
niat dia baik lo
nyyy
galak amat mba
nyyy
huhuuuu
nyyy
sinis amat parah, nanya nama doang d bilang kepo ckck
Ahmad Haidir
tidaaakkkk,,,
Ahmad Haidir
nahhh sering terjadi
yang donorin ginjal kamu si fajar andini...duh kak mataku kena bawang ini
witing tresna jalaran saka kulina....
adanya cinta karena terbiasa..
* terbiasa bertemu
*terbiasa berantem
* terbiasa jalan bareng
* terbiasa ngobrol
* dan terbiasa2 lainnya
suka dengan karyamu thor.
a cup of coffe for you ,Jar
Putri
ihh mewweeek jd nya...
hiks..hiks...
Usagi
sedih endingnya
Why_Wan
dari sekian banyak novel yg aku baca, hampir rata2 happy ending,, tapi ini bikin nyesek..!! auto mewek jadinya😭😭😭😭
Putri Kheisya
Kaka lanjut episodes nya dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!