Kila gadis yang cantik, baik dan memiliki sifat keibuan. menikah dengan seorang pria yang memiliki 3 orang anak
"saat ini kau memang istriku tapi jangan pernah berharap dan berfikir aku bisa mencintaimu karena cinta ku hanya untuk istriku sinta! " Richo
" aku tau kamu takkan bisa mencintaiku tapi aku mencintaimu dengan tulus , aku janji aku akan selalu ada di sampingmu hingga menutup mata." Kila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NN sy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1.23
" oh ya bibi tolong hubungi om Mex siapa tau dia mengetahui dimana keberadaannya nyonya dan tuan"
" kenapa harus tuan Mex dan kenapa tidak menghubungi nyonya atau tuan saja langsung" tanya bibi Siti mengerutkan keningnya.
" tadi Kila sudah menghubungi nyonya dan tuan tapi hp mereka tidak aktif"
" baiklah kalau begitu bibi akan menghubungi tuan Mex.
bibi Siti pun mengambil hpnya didalam saku bajunya dan sedikit menjauh dari Kila. setelah itu bibi Siti menekan nomor hp Mex dan menanyakan keberadaan sang majikan tapi sayang Mex juga tidak mengetahuinya . akhirnya bibi Siti hanya menceritakan jika anak-anak rewel dan menanyakan keberadaan kedua orang tuanya.
" bibi apakah om Mex tau dimana keberadaannya nyonya dan tuan? tanya Kila mendekati bibi Siti saat melihat bibi Siti sudah mengakhiri panggilannya.
" tuan Mex tidak tau Kila dan sekarang beliau sedang mencarinya. " kini wajah bibi Siti berubah sedikit cemas .
Kila bertambah cemas saat Mex juga tidak tau dimana keberadaannya Richo dan Sinta ." kalau begitu kita tunggu saja kabar dari om Mex bibi"
" ya , kamu urus saja mereka , bibi akan mengurusi pekerjaan bibi dulu nanti kalau ada apa-apa dan butuh sesuatu panggilah bibi"
" baik bibi"
bibi Siti menepuk pundak Kila kemudian ia keluar dari kamar kembali melanjutkan pekerjaannya.
********
deretttt deretttt deretttt
Mex yang sedang bersantai Sambil menikmati coklat hangat didalam kamar apartemennya tiba tiba mendengar hpnya berbunyi pertanda jika ada seseorang yang menelponnya.
Mex segera mengangkat panggilan itu karena yang menelpon teryata bibi Siti asiten rumah tangga Richo dan ia menanyakan keberadaan Richo dan Sinta karena sampai saat ini mereka belum sampai di rumah dan anak anaknya sudah mulai rewel ingin bertemu dengan kedua orang tuanya.
setelah panggilan telepon berakhir Mex segera mengambil jaket dan kunci mobilnya ia keluar apartemen dan segera melajukan mobil sportnya membelah keramaian malam ditengah ibukota.
Mex merasa gelisah dan khawatir karena tadi sebelum Mex pulang dari mengantar Kila dan anak anak Richo sempat menghubunginya jika dia akan sampai rumah sebelum jam 6 sore tapi kenapa sekarang malah belum sampai. kemana sebenarnya Richo dan Sinta pergi dan apa sebenarnya yang terjadi. itu lah yang jadi pikiran Mex saat ini.
Mex sudah mencari Richo dan Sinta di beberapa tempat tapi hasilnya nol mereka tidak ada dimana pun bahkan Mex sudah menyuruh orang orang kepercayaannya untuk mencari Richo namun sampai sekarang belom juga ada kabar.
" ah sial kenapa tidak ada petunjuk sama sekali" Mex memukul setir mobilnya frustasi.
" ini semua salahku kenapa aku tidak memberinya pengawal secara tersembunyi seperti biasanya." gumam Mex
deretttt deretttt deretttt
hp Mex berbunyi tapi kali ini bukan bibi Siti yang menghubunginya melainkan nomor baru .
Mex segera mengangkat panggilan itu siapa tau itu sebuah petunjuk yang bisa membawanya bertemu dengan Richo dan Sinta.
betapa kagetnya Mex saat ia menerima panggilan itu ternyata seorang pegawai rumasakit yang telah memberitau jika Richo dan Sinta mengalami kecelakaan dan saat ini mereka berada di rumasakit Jakarta hospital.
setelah mendapat kabar dari rumasakit Mex segera melajukan mobil sportnya dengan kencang .
40 menit kemudian Mex sudah berada di depan pintu ruang IGD . ia berdiri didepan pintu ruang IGD sambil bersendekap dada sedangkan matanya menatap tajam kearah pintu tersebut.
ceklek
pintu IGD terbuka para suster keluar terlebih dahulu kemudian disusul oleh empat dokter pria dan juga wanita dan salah satu dari dokter pria itu Mex sudah mengenalnya dan dia adalah dokter Sefan .
dokter Sefan merupakan dokter spesialis bedah berusia 25 tahun yang menjadi salah satu dokter bedah termuda yang ada di rumasakit Jakarta hospital sekaligus menjadi dokter pribadi keluarga Richo Adijaya menggantikan almarhum sang ayah.
Mex sudah tidak sabar ingin mengetahui keadaan Richo dan Sinta . saat Mex tau dokter Sefan keluar dari ruang IGD bersama dengan dokter yang lain ia pun segera menghampiri dan menanyakan keadaan Richo dan Sinta. " dokter Sefan bagaimana dengan keadaan tuan Richo dan istrinya?"
dokter Sefan terdiam sejenak kemudian ia menghembuskan nafas panjang dan kembali terdiam menundukkan kepalanya.
melihat kediaman dan kesedihan dokter Sefan Mex yakin jika sesuatu yang buruk terjadi didalam ruang IGD.
" dokter Sefan kenapa anda diam saja katakanlah apa sebenarnya yang terjadi dengan mereka!" bentak Mex dengan mata yang tajam.
" maaf kan saya tuan Mex_"
" maksud dokter apa! " lagi lagi Mex membentak dokter Sefan.
"maaf tuan Mex saat ini tuan Richo dalam keadaan koma sedangkan nyonya Sinta meninggal dunia karena mengalami pendarahan yang sangat hebat di kepalanya. maafkan saya tuan saya menyesal karena tidak bisa menyelamatkan nyonya Sinta." jelas dokter Sefan dengan nada sedih.
mendengar penjelasan dari dokter Sefan membuat Mex emosi dan menarik jas kedokteran yang dipakai oleh dokter Sefan.
" jaga ucapan anda dokter Sefan nyonya Sinta tidak mungkin meninggal! bentak Mex hendak melayangkan bogem mentahnya .
" om jangan....!!" triak seorang wanita yang berada tak jauh dari mereka .
Mex pun menoleh kearah suara itu dan dengan reflek menurunkan tangannya yang sudah terayun keudara siap mendarat diwajah doktor Sefan saat ia mendengar teriakan seorang wanita yang sangat ia kenal.
" Kila" gumam Mex
" om tampan bagaimana keadaannya nyonya dan tuan ? apa mereka baik baik saja? tanya Kila dengan cemas " dan kenapa om mau memukul dokter ini?"
Mex langsung memeluk Kila dengan erat numpahkan kesedihannya kedalam pelukan Kila , Kila pun membalas pelukan Mex dan mengusap punggung Mex dengan lembut.
wanita ini benar-benar luar biasa ia bisa menjinakkan singa yang lagi marah menjadi anak anjing yang lucu. siapa wanita ini? apa dia kekasihnya ? ah entahlah kenapa aku jadi kepo lebih baik aku pergi saja dari pada menjadi sasaran singa yang kelaparan. hi..." kata dokter Sefan dalam hati kemudian ia melangkah meninggalkan mereka berdua yang masih berpelukan.
" Kila nyonya Sinta sudah tiada dan tua Richo koma ." lirih Mex semakin mengeratkan pelukannya.
deg
jantung Kila seakan berhenti berdetak mendengar ucapan Mex dan ia pun melepaskan pelukan Mex . " maksud om apa? nyonya tidak mungkin meninggal! " trial Kila dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya.
" tapi begitu lah kenyataannya Kila . " Mex mengusap wajahnya dengan kasar .
" lalu bagaimana dengan anak anak dan tuan nanti jika mereka tau kalau nyonya sudah tiada? tanya Kila lirih masih dengan terisak
"aku juga bingung harus bilang apa pada tuan Kila . jika tuan sadar dari komanya ia pasti akan menanyakan keadaan istrinya ." ucap Mex menatap Kila dengan tatapan sendu kemudian menghapus air mata Kila yang terus menerus membanjiri wajah cantiknya.
bersambung.......
jangan lupa
like
komen
dan juga votenya
terimakasih.......
untuk semuanya,dukung novel saya dong please,biar makin semangat.🙏🙏🙏