Garis besar cerita ini kelanjutan dari novel Aku mencintai istri kontrak ku 2, kedua anak Antonio dan Isabella sudah dewasa.
Awal cerita Isabella harus kembali terjun ke dunia mafia bersama dengan Antonio, hal itu mau tidak mau membuat Dua anak Isabella harus mengikuti jejak kedua orang tuanya.
Apalagi ditambah dengan Putra Paman Ridwan yang terjerumus pada lembah kegelapan karena dijebak oleh seorang wanita, cinta romansa ketiga orang itu membuat Isabella dan Antonio harus menghadapi begitu banyak permasalahan dengan dunia bawah tanah atau bisnis gelap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hallo... dia adalah milikku
Ricardo langsung mendatangi Aselia, terlihat sekali kalau Gabriela sudah terjungkal di lantai perusahaan. orang-orang yang ada di perusahaan Antonio benar-benar tidak mengira kalau dia akan melakukan hal itu. dia benar-benar mempertahankan miliknya.
"Dengar ya wanita tua, jangan berani kau mengakui milikku. Halo.. dia adalah milikku, dia adalah calon suamiku, jangan berani kau kemari dan mengakui dia sebagai calon suamimu. Jika kau berani melakukan hal itu dan wanita manapun yang berani melakukan hal itu. maka akan kukirim kalian ke neraka!" seru Aselia yang kemudian mendekati wanita itu.
Gabriela tidak akan pernah mengira kalau Ricardo akan diam saja saat ada orang lain yang melukainya. Kalau dulu...Memang Ricardo akan menghabisi orang yang melukai Gabriela, namun sekarang yang terlihat Ricardo hanya menggelengkan kepalanya kemudian menggenggam tangan Aselia dan mengajaknya keluar, agar gadis pujaan hatinya itu tidak akan lebih marah yang akan mengakibatkan kemarahan itu berbalik kepada Ricardo.
"Kau mau ngajak ku ke mana, Apakah kau mau membuatku pergi darinya. agar aku tidak perlu menyakitinya!" seru Aselia.
"Bukan seperti itu." jawab Ricardo.
"Lalu?" tanya Aselia kembali.
"Kalau kau marah terlalu lama bisa-bisa kemarahanmu itu akan tertuju padaku, bahkan kecemburuanmu itu langsung mengarah padaku." ucap Ricardo yang membuat Aselia menganggukkan kepalanya.
"Lalu di mana Paman Bobby?" tanya Aselia.
"Aku memberikannya pekerjaan untuk mengurus salah satu tempat yang kemarin kita datangi." jawab Ricardo.
"Memangnya kapan pusat perbelanjaan itu akan dibuka?" tanya Aselia.
"Dua hari lagi, karena ditempat itu akan menjadi tempat pesta pernikahan kita." jawab Ricardo.
Aselia menatap Ricardo,
"Pernikahan?" tanya Aselia.
Ricardo menganggukkan kepalanya.
"Apa maksudmu, kau ingin menikahiku dalam 2 hari ini. Apakah kau gila! Lalu bagaimana dengan Papaku dan Mamaku!" seru Aselia.
"Mereka sudah ada di rumah, maka dari itu aku ingin mengajakmu pulang dan menemui mereka." jawab Ricardo.
Aselia sangat terkejut, pasti pria itu sudah merencanakan semua ini dan membuat Aselia tidak tahu apa-apa.
"Awas kalau kau berbohong padaku!" seru Aselia yang kemudian melipat kedua tangannya di dada. Ricardo melajukan mobilnya dengan begitu kencang dan menuju ke kediamannya, sebuah kediaman yang begitu mewah dengan nuansa klasik Moskow.
Beberapa saat kemudian akhirnya Aselia dan Ricardo sudah sampai di kediaman Mereka. terlihat di sana para pembantu Ricardo sedang berbincang-bincang dengan seseorang, Aselia berlari, langkah kakinya terus berjalan hingga ke ruang tamu tempat Ricardo. tidak ada orang di sana, namun terdengar suara canda tawa dari taman belakang rumah itu. dengan segera Aselia melanjutkan langkahnya.
Terlihat di sana ternyata orang tua Aselia benar-benar berada di sana. wanita itu langsung berlari mendekati kedua orang tuanya, Isabella menoleh saat mendengar langkah kaki dari seseorang.
"Mama! Papa!" seru Aselia terlihat kedua orangnya orang tuanya sudah datang bersama dengan kakek Carlos dan nenek Maria.
"Halo Sayang!" seru keempat orang itu. Aselia langsung berlari memeluk keempat orang yang begitu dia sayangi.
Tatapan matanya menatap Mamanya sambil mencari keberadaan saudara kembarnya itu.
"Di mana Aska?" tanya Aselia.
"Dia berada di Jepang, kami sembunyikan bersama para Yakuza." jawab Isabella.
"Ngapain Ma?" tanya Aselia. Isabella dan Antonio menghela nafasnya begitu kasar, sesaat kemudian mereka mengajak Aselia untuk duduk bersama dengan Ricardo.
"Dua hari lagi apakah kau jadi menikahi Putri ku?" tanya Antonio.
Ricardo menganggukkan kepalanya.
"Apakah kau sudah berpindah agama?" tanya Antonio.
Ricardo juga menganggukkan kepalanya.
"Sudah Tuan perfect." jawab Ricardo.
"Mengapa kau masih memanggilnya, Tuan. panggil dia Papa dan panggil dia Mama!" seru Kakek kepada Ricardo.
Tentu saja pria itu langsung tersipu malu saat mendengar perkataan dari Pria tua yang menjadi Ayah angkat dari Nyonya mafia.
"Karena hal itu kami menyempatkan kemari, karena jika kau tidak segera menikahi Aselia.. kami akan membawanya Meksiko." jawab Nyonya Maria.
Tentu saja Ricardo tidak akan memperbolehkan Aselia lepas dari tangannya.
"Aku tidak akan membiarkan calon istriku kemana-mana, karena dia akan kujadikan istri dan tidak akan kubiarkan pergi kemanapun." jawab Ricardo.
"Baguslah kalau begitu." ucap Antonio yang kemudian mengajak putrinya untuk duduk bersama. sedangkan Isabella mengajak Ricardo untuk ke suatu tempat karena membicarakan segala sesuatu yang begitu rahasia.
"Sebaiknya Nyonya mafia membicarakan hal itu di depan Aselia. dengan begitu dia tidak akan mencurigai sesuatu." ucap Ricardo yang membuat Isabella menganggukkan kepalanya.
"Kau benar bocah ingusan, jika kita menutupi segala sesuatu dari putriku itu aku yakin dia akan membuat kita tidak bisa bergerak sama sekali." jawab Isabella.
Akhirnya Isabella kembali ke tempat mereka berada,
"Bagaimana sayang?" tanya Antonio.
"Sebaiknya kita membicarakan hal itu di depan Putri kita." jawab Isabella.
"Apakah kau yakin?" tanya Antonio. Isabella menganggukkan kepalanya.
Setelah mengatakan hal itu, akhirnya Isabella menceritakan segala sesuatu mengenai keadaan mereka,
Dua hari kemudian akhirnya acara pernikahan Ricardo dan Aselia dilaksanakan. Isabella memperingatkan Ricardo untuk tidak mengadakan acara yang terlalu besar karena hal itu akan membuat seluruh musuh-musuh Ricardo akan keluar dari tempatnya dan membahayakan seluruh orang-orang yang ada di dekat pria itu.
Ricardo menikahi Aselia secara sah, secara agama Islam. surat-surat pernikahan negara pun telah selesai mereka tandatangani. setelah hari itu Isabella dan Antonio memutuskan untuk segera pergi, karena mereka harus memencar musuh-musuh mereka agar tidak mendekati Putri mereka dan Putra mereka yang ada di Jepang.
"Kalian harus hati-hati, kalau ada sesuatu telepon Aselia!" seru Aselia yang telah mengantar orang tuanya untuk menaiki pesawat pribadi mereka.
** bersambung **