NovelToon NovelToon
CINTA LUAR BIASA

CINTA LUAR BIASA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Khoirun Nisa

Askana sangat benci pada sosok pria yang sudah menodainya. Sampai pria bernama Rafan itu ingin bertanggung jawab atas perbuatannya, sayangnya Askana menolak karena terlalu benci.

Mampukah Rafan mengambil hati Askana? Dan Membuatnya jatuh cinta, akan seperti apa kisah cinta mereka yang diawali sebuah kebencian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khoirun Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22.

Doni dan Rafan akhirnya sampai di basement, terlihat sebuah Mobil Sport warna merah yang sudah terparkir tepat disampingnya. Ia segera menaiki lift menuju ke lantai lima tepat di mana apartemennya berada. Rafan melihat sang bunda yang sedang berdiri di depan pintu apartemen bersama Afandi yang menunggu kedatangannya.

Dengan segera sang bunda menghampiri Rafan dan memeluknya, mencurahkan kerinduannya kepada anak bungsunya itu. Rafan segera membuka pintu apartemennya menyuruh bunda dan Afandi masuk ke dalam.

"Lumayan gede juga apartemen milik si Rafan!" batin Afandi sambil melihat setiap sudut ruangan apartemen milik Rafan.

"Lama banget lo, Fan?" Afandi membuka percakapan.

"Gue tadi mampir dulu ke restoran milik bokap-nya Safira!"

"Jadi kamu sudah makan dong, Fan? Padahal bunda membawa banyak makanan untuk kita makan malam bersama di sini!"

"Tenang saja, Bunda! Ada aku yang akan menghabiskan makanan yang bunda bawa," ujar Doni.

"Memang dasar perut karet!" timpal Rafan sambil melirik kearah Doni.

"Perut Rafan juga belum terlalu kenyang, Bunda. Masih sanggup menampung makanan yang bunda bawa."

"Syukurlah! Kalau perut kalian masih muat untuk makanan yang bunda bawa, bunda jadi senang mendengarnya."

Sedangkan Afandi hanya diam saja, dia tak ikut bicara atau bercanda hanya fokus memainkan ponsel-nya saja.

"Tumben, Bang! Lo ada waktu luang?"

Belum sempat Afandi menjawab, Bunda sudah mendahuluinya.

"Tadi pagi waktu kamu pergi dari rumah, Bunda sangat sedih. Dan Afandi berjanji akan pulang cepat untuk mengantarkan bunda ke apartemenmu, Fan! Karena ayah sedang pergi lagi keluar kota untuk perjalanan bisnis, makanya bunda merasa sangat kesepian." jawabnya dengan wajah sendu.

"Maafkan kami, Bunda!" ujar Rafan dan Afandi bersamaan, kami akan sering meluangkan waktu untuk bunda."

Afandi dan Rafan memeluk Bunda bersamaan, Doni hanya berdiri mematung menyaksikan keharuan itu, Bunda Aulia pun melambaikan tangannya kepada Doni dan langsung memeluknya juga, akhirnya mereka berempat berpelukan bersama-sama.

"Kalian memang anak-anak bunda, yang sangat bunda cinta!"

"Sepertinya kalian bertiga harus segera membawa calon mantu untuk bunda!"

Mereka bertiga pun membelalakkan matanya. "Tidak secepat itu bunda untuk mencari calon mantu! Aku belum mendapatkan kriteria wanita yang aku idamkan," ucap Afandi.

"Kalau Doni tinggal nunggu ceweknya mau dinikahin aja, Bunda!" Sambil tertawa dan menggaruk kepalanya.

"Kok kamu diam saja, Fan! Katanya kamu mau ngenalin pacar kamu pada bunda, bunda sudah nunggu loh!"

"Sebentar lagi, Bunda! Sekarang masih tahap pencarian."

"Bunda tunggu janji kalian! Bunda harap kalian secepatnya membawa calon mantu untuk bunda."

Rafan, Afandi dan Doni hanya bisa mengiyakan keinginan bunda-nya, mereka bertiga pun menghembuskan nafas kasar karena terasa berat dengan permintaan bunda mereka.

"Kalian nggak usah bengong begitu, lebih baik kita makan malam bersama, walaupun jam makan malamnya sudah terlewat." Dengan segera bunda menata makanan yang ia bawa di meja makan. Merekapun makan bersama dengan penuh kebahagiaan.

Disela makan Bunda Aulia melirik tangan Rafan yang masih terbungkus perban, ia baru menyadari kalau ada luka ditangan putranya dan sedikit benjolan dikening Rafan.

"Tangan kamu kenapa, Fan? Terus kening kamu juga."

"Rafan jatuh dikamar mandi, Bun! Doni juga mengetahuinya karena Doni yang menolong Rafan, ia kan Don?"

"Ia, Bun! Rafan sedikit ceroboh, tapi bunda tenang saja Doni sudah mengobatinya dengan kasih sayang."

Bunda pun jadi tertawa mendengar perkataan Doni dan juga percaya dengan penjelasan yang Rafan sampaikan. Karena Rafan sudah mempersiapkan jawaban dari pertanyaan bunda-nya, seakan sudah tau kalau bunda-nya akan bertanya. Doni mengalihkan pembicaraan.

"Masakan bunda memang top banget!"

"Bilang saja kalau lo itu pengen sering-sering dibuatin makanan oleh bunda, Don!"

"Tahu aja lo, Fan!"

"Fan! Boleh nggak bunda malam ini menginap di apartemen kamu?"

"Tentu saja boleh, Bunda! Setiap hari juga boleh, malah Rafan merasa sangat senang, kalau bunda mau menginap.

"Tapi maaf nih, Bunda! Kayaknya malam ini Doni nggak bisa ikut nginap disini, kasihan kontrakan kesepian!" tutur Doni sambil cengengesan.

"Ada-ada saja kamu, Don! Masa ada kontrakan kesepian, palingan juga kamu yang kesepian gak punya pacar."

"Bunda tau saja!"

"Kamu juga mau nginep disinikan, Fandi?"

"Kayaknya nggak bisa deh, Bun! Soalnya Fandi masih harus menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai, jadi Fandy akan pulang saja, biar besok Fandi jemput bunda lagi ke sini."

"Nggak usah, Bang! Biar gue saja yang nganterin Bunda.

"Lo urus saja pekerjaan lo!" ujar Rafan sambil menatap Afandi dengan penuh arti.

Hati Afandi merasa tidak nyaman dengan tatapan Rafan. Seakan ia mengetahui prilakunya selama ini.

"Curiga gue sama tatapan si Rafan! Jangan-jangan dia tahu soal kegiatan gue diluar sana. Ah, bodo amat! lagian ayah juga gak akan berpihak padanya," batin Fandi.

Tiba-tiba saja ponsel milik Afandi berdering, ia menatap layar ponsel-nya namun ia tidak mengangkatnya, ia malah mematikanya.

"Kok nggak diangkat sih, Fandi! Siapa tau penting."

"Gak penting, Bun! Cuma teman biasa."

Ponsel milik Fandi kembali berdering dia pun segera mengangkatnya.

"Iya Pak! Nanti saya hubungi anda kembali," jawab Fandi sambil memutuskan pembicaraannya.

"Afandi pamit pulang dulu bunda! Karena harus segera menyelesaikan pekerjaan Fandi yang tertunda."

"Iya, Nak! Hati-hati diperjalanannya."

Afandi tergesa-gesa pergi meninggalkan apartemen milik Rafan, ada rasa curiga dalam fikiran Rafan melihat tingkah laku abangnya itu.

1
Enung Samsiah
hadeeehhh,,, baru pertama beli mobil mlh d curigai polisi disngka hsil nyuri wkwkwk
Enung Samsiah
ko nggk ada maskawin nya ya,, kasihn askana,, apa rapan nggk mmpu ya,,,
Enung Samsiah
jngn sampai rapan dan fandi sukanya sama askana lgi, ksihan fira
Enung Samsiah
iiiiihhh, sirafan knpa bisa sgl siiihh,,,,
anisah
ayolah Thor buat Doni SM Fira bersatu..
anisah
pasti Alex mencari info tentang terjadinya yg menimpah askana ..tunggu saja tgl mainya sofia
anisah
ayo usut masalah ini...cari Sofia bikin perhitungan..
anisah
Sofia tunggu pembalasan untukmu...
anisah
pemanasan aja dulu raf...ingat kata dokter ...sabar...ntar...aja..ya!!!
anisah
bagus Don,....km bisa sama Safira bebas wes ...tp tunggu Safira putus dr Fandi semoga cepat ketahuan belang nya si Fandi...
anisah
Doni klu SM Safira pasti heboh...ayolah Thor jodohin mereka kasihan Fira klu dpt Fandi yg suka celap celup di luar ...
anisah
tunggu saja masa apesmu tiba Fandi....pasti km ampin2
anisah
Thor...aku bacanya kayak orang sinting senyum2sendiri ngeliat kelakuan si Doni..yg lucu ..semoga aja Safira batal tunangan sama Fandi .dan jadian sama Doni .
anisah
Safira km jadian aja sama Doni dr PD Fandi yg suka celao-celup sana sini...LBH baik SM Doni yg gokil...
anisah
papa Safia memang panutan yg baik..selalu bijak ....semoga saja askana setuju dgn rencana rafan ..
anisah
nah....kan SDH plong ...sedikit beban ana....tinggal nunggu rafan ...ini...
anisah
kok aku punya firasat klu Fandi nanti cintanya sama askana..bukan SM Safira...🤔
anisah
ana knp sih ngk jujur aja....biar kalian nikah ...
anisah
nah ..gitu .donk curhat SM bunda biar plong....semoga cepet ketemu sama ana...
anisah
begitu judulnya Fandi...anak kebanggaan si ayah ...ntar dpt karma baru bilang khilaf
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!