NovelToon NovelToon
Mommy and Daddy (CLYDK 2)

Mommy and Daddy (CLYDK 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Anak Kembar / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dea Anggie

Mami mami,dimana papi?
mami mami, bawa kami kepada papi..
..
..
Melelahkan menjadi orangtua tunggal.
apalagi harus mengasuh dan merawat dua anak kembar.
mereka sudah tumbuh besar,aku harus siapkan banyak jawaban untuk mereka.
mereka selalu bertanya dimana papi? siapa papi? dan kenapa papi pergi?
sungguh aku bingung,mau jawab apa..
..
..
aku terkejut saat aku mendengar,anak anakku berdoa dan meminta agar papinya kembali kerumah hidup bersama sama dengan bahagia..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAD - CLYDK S2

RUMAH SANJAYA

☆Janice☆

Karena kami masih dalam suasana duka. Aku meminta ijin untuk anak anakku di disekolah. Pihak sekolah mengijinkan dan mengucapkan bela sungkawa.

Aku ada di kamar bersama Alberto dan anak anak. Aku melihat Alberto sedang berbicara hal menarik dengan anak anak.

Jane: sayang, mami ke bawah dulu ya. Mami akan masak makan malam, oke??

Alberto: oke, aku akan jaga anak anak.

Darren,Karren: ok mami.

Darren: jangan lupa salad sayur ku mami.

Jane: siap tuan muda.

Aku keluar kamar dan turun, aku memasak di dapur di bantu bibi Lin. Aku membuat makan malam.

☆Alberto☆

Aku sedang mendengarkan anak anakku bercerita tentang sekolahnya. Dan keinginan mereka. Aku memberi semangat dan dukungam pada anak anakku.

Jane ingin memasak di dapur, aku mengiyakan untuk menjaga si kembar. Jane keluar. Ini kesempatanku menginterogasi mereka tentang kejadian di kantor Han.

Alberto: papi boleh tanya sesuatu??

Darren: apa??

Karren: tentu boleh papi.

Alberto: langsung saja, papi tidak suka bertele tele. Apa kalian bekerja pada sebuah agen rahasia??

Aku melihat Darren dan Karren saling menatap dan mengkode dengan mata.

Alberto: tidak boleh bohong! Papi sudah tau semua. Papi hanya ingin kalian jujur. Papi tidak akan marah, dan tidak akan beritahu mami.

Darren dan Karren mengangguk bersama.

Alberto: tidak ada yang mau jelaskan pada papi??

Darren: oke, aku akan jelaskan.

Kami memang masuk agen rahasia, kami adalah tim khusus dan sudah mendapat lencana kelas 1. Kami melakukan beberapa misi, dan di tiap misi kami mendapat bayaran yang berbeda.

Karren: papi, papi tau jika kami agen rahasia dari mana??

Alberto: hmm.. apa kalian tau?? Papi juga pernah bergabung menjadi agen rahasia dan mendapat lencana kelas 1 seperti kalian.

Darren dan Karren kaget, mereka menatapku tajam. Aku hanya bisa tersenyum..

Alberto: tapi papi tidak bertahan lama di agen, papi harus mempelajari bisnis di usia muda. Maka dari itu Darren, Karren kalian juga harus mulai belajar. Oke??

Darren: kami? Masuk kantor??

Alberto: ya jika kalian libur sekolah, kalian bisa lihat papi bekerja. Dan belajar.

Karren: papi hebat, papiku keren..

Alberto: kalian lebih keren dari papi. Sistem retas papi saja bisa di block.

Darren: ah, papi kah itu?? Yang mengganggu ku saat di kantor cabang Han??

Alberto: ya, benar! Itu papi

Karren: wah Dao bakatmu berasal dari papi. (Memuji)

Alberto: kalau Karren?? Bagaimana bisa masuk jadi agen rahasia??

Darren: dia mahir menggunakan segala senjata papi. Istingnya tajam. Tak pernah meleset sekalipun.

Alberto: wah.. putri papi hebat ya? Papi bangga pada kalian..

Aku memeluk erat ke dua buah hatiku. Mereka sungguh luar biasa. Bakat bakat yang akan berguna dimasa depan. Mereka pasti tidak akan kesulitan bertahan dalam kondisi sulit.

Alberto: kalian ingatlah satu hal. Kalian saudara tidak boleh sekalipun saling membenci dan iri hati (melepas pelukan) kalian tumbuh dalam rahim mami bersama, tidur bersama saat kecil sampai tua pun kalian harus bisa saling menjaga. Bakat bakat kalian akan saling berguna jika kalian bekerja sama. Jika ada masalah selesaikan sampai ke akar. Kalian sudah besar, kalian pasti mengerti maksud papi.

Darren,Karren: kami mengerti papi.

Alberto: bagus!

Aku senang anakku selama ini selalu akur dan kompak. Semoga saat dewasa nanti mereka menjadi semakin akur sampai menua. Jangan mencontoh opa opa mereka. Akan sangat merepotkan jika mereka tidak akur.

DI DAPUR

Jane sudah selesai memasak. Jane menyiapkan makan di meja makan. Bibi Lin menata piring piring.

Jane: akhirnya selesai juga, bia rapikan dapur. Aku akan panggil papi dan mami.

Jane pergi kekamar papi dan maminya. Jane mengetuk pintu kamar dan masuk ke dalam kamar. Jane mendekati papi dan maminya.

Jane: papi, ayo makan dulu.. jane tau papi sedih. Jane juga sedih, tapi papi harus jaga kesehatan papi, jika papi sakit Jane akan sangat sedih.

Jane memeluk erat papinya.

Peter: maaf membuatmu sedih sayang \(melepas pelukan dan menyeka air mata\) ayo kita makan. Dimana cucu cucu ku??

Jane: bersama papi mereka.

Maudy: panggilah mereka turun. Mami dan papi akan menyusul.

Jane: oke, jane pergi panggil mereka turun. Cepatlah keluar papi mami, nanti makanannya dingin.

Jane keluar dari kamar papi dan maminya. Berjalan perlahan naik ke kamarnya. Jane membuka pintu dan masuk.

Jane: ayo ayo.. kalian turun dan makan.

Darren, Karren: oke!!

Darren, karren bergegas keluar dari kamar dan turun. Alberto memegang tangan Jane dan mencium punggung tangan Jane.

Alberto: apa ini sakit?\(melihat punggung tangan Jane yang merah\)

Jane: ah tidak terasa, aku tidak perhatikan jika tanganku terluka.

Alberto berdiri dan mengambil kotak obat. Alberto menarik tangan Jane agar duduk. Perlahan lahan Alberto mengoles obat pada tangan Jane dan meniupnya sesekali.

Alberto: jangan terluka lagi, atau aku akan marah!

Jane: benarkah? Lalu kau mau apa?

Alberto dengan cepat mencium lembut bibir Jane, Jane memeluk Alberto erat. Alberto melepas ciuman dan mencium kilas kening jane.

Alberto: aku akan menciummu.

Jane: Aku mencintaimu Alberto, kau juga jangan terluka oke??

Alberto: aku juga mencintaimu \(memeluk erat\)

Jane: kau jangan pulang ya, tidurlah disini. Bersamaku dan anak anak.

Alberto: kau tidak takut??

Jane: takut apa??

Alberto: Jika aku melakukan sesuatu yang gila bagaimna??

Jane: jangan nakal \(mencubit perut Alberto\)

Alberto: auuuhh.. \(memegang perutnya\) sakit sayang. Jangan cubit keras keras.

Jane: eh.. sakit ya.. maaf sayang \(mencium kilas bibir Alberto\) maaf ya..

Alberto: \(mengusap perutnya\) ayo kita turun dan makan.

Jane: ayo, aku masak makanan kesukaanmu.

Jane merangkul lengan Alberto. Mereka keluar dari dalam kamar dan keluar. Berjalan beriringan menuruni tangga.

Peter: ehem..\(berdehem\) kalian akan kenyang dengan berduaan dikamar??

Jane: \(melapas rangkulan\)hahaha.. papi, jangan bicara hal yang tidak tidak di depan anak anak.

Alberto: karren, makanlah perlahan sayang. \(Mengelus perlahan kepala Karren\)

Alberto duduk disamping Jane, Jane melayani Alberto, menyiapkan hidangan di piring Alberto.

Alberto: thankyou Honey\(berbisik\)

Jane tersenyum cantik.

Jane: sama sama sayang\(berbisik\)

Peter: aduh kalian ini, papi jadi kenyang..

Papi masuk dulu ya, kalian lanjutkan.

Sayang, ayo masuk..

Maudy: mami duluan ya.. Darren,Karren datanglah ke kamar oma dan opa ada sesuatu untuk kalian.

Darren,Karren: oke.

Peter dan Maudy masuk dalam kamar. Darren dan Karren juga pergi menguti oma dan opanya.

Jane dan Alberto saling menatap.

Alberto: ada apa dengan mereka??

Jane: \(mengangkat bahunya\) mana aku tau, mereka ansh dari kita turun tadi. Sudah lah, kau makan saja.

Jane dan Alberto makan bersama.

Alberto mendekatkan sendok berisi sayur ke mulut Jane. Jane melahap dan bergantian menyuapi Alberto. Mereka saling tertawa.

DIKAMAR PETER DAN MAUDY

Darren, Karren mengintip papi dan maminya dari celah pintu.

Maudy: bagaimana?? Apa yang papi dan mami kalian lakukan??

Darren: mereka saling menyuapi,dan tertawa.

Karren: sekarang saling memegang tangan.

Darren: oppss..(menutup pintu pelan)

Peter: ada apa??

Darren dan Karren mentap oma dan opa dan memanyunkan bibir.

Maudy: astaga kalian kemarilah. Jangan mengintip lagi.

Darren dan Karren mendekati oma dan opa. Mereka duduk di sofa.

Darren: oma, kami boleh tidak tidur di ruang tamu??

Karren: iya, mana seru tidur dengan mami dan papi.

Maudy: iya, nanti oma suruh pelayan bersihkan kamar untuk kalian ya..

Peter: lebih baik jika kalian tidur terpisah dengan papi dan mami kalian.

RUANG MAKAN

Jane dan Alberto selesai makan. Jane meringkas piring piring kotor. Alberto memeluk erat Jane dari belakang.

Alberto: berikan padaku, aku akan membantumu.

Jane: iya, lepaskan tanganmu dulu. Jangan aneh aneh.

Alberto: \(melepas pelukan\) oke oke.. pergilah, aku akan bereskan meja makan.

Jane ke dapur dan mencuci piring kotor. Alberto membersihkan meja makan dan menaruh piring kotor di meja samping Jane. Jane mentap Alberto dengan senyuman.

Jane: sayangku, aku mencintaimu\(dalam hati\)

Alberto selesai membersihkan meja, dan berjalan ke dapur dan beberapa kali mengusap matanya.

Alberto: sayang, lihatlah mataku. Apa ada debu??

Jane: tunggu, jangan kau sentuh. Aku cuci tangan dulu \(jane mencuci tangan dan mengeringkan tangan dengan lap bersih\) mana biar aku lihat \(Jane menjinjit,karena Alberto terlalu tinggi\)

Alberto mengangkat Jane ke atas meja, agar Jane tidak kesulitan lagi. Jane melihat mata Alberto. Matanya berair, Jane meniup perlahan.

Jane: kau pegang apa? Matamu berair. Kau baik baik saja?? \(Panik\)

Alberto: cium saja mataku, pasti akan sembuh. \(Menggoda\)

Jane: oh sayangku \(mencium ke dua mata Alberto\) apa sudah membaik??

Alberto menecium kilas bibi Jane.

Alberto: Ayo kita menikah bulan depan sayang, di hari ulang tahun anak anak..

Jane: kau sungguh sungguh??

Alberto: tentu saja \(mengedipkan satu matanya\)

Jane: kau sekarang sedang melamarku? Di dapur? \(Tertawa kecil\)

Alberto: ya.. ini tempat romantis bukan?? Ayo kita lanjutan mencuci piring lalu tidur.

Oh tidak, aku saja yang cuci piring. Kau ajak anak anak ke kamar.

Jane: oke.. \(turun dari meja\)

Jane masuk mengetuk pintu kamar papi dan maminya, Maudy membuka pintu.

Jane: anak anak mana mi? Aku mau ajak mereka tidur.

Maudy: anak anak sudah tidur di ruang tamu sayang. Jangan ganggu mereka.

Jane:ah.. baik lah, selamat tidur mami

\(Mencium pipi Maudy\)

Maudy: malam sayang. Kau dan Alberto tidurlah juga \(tersenyum pada Jane dan menutup pintu\)

Jane berjalan ke ruang tamu. Jane membuka pintu dan melihat anak anak sudah tertidur lelap. Jane membetulkan selimut dan mencium kening Darren dan Karren.

Jane: selamat tidur sayang.

Jane keluar kamar dan menutup pintu. Alberto menghampiri Jane.

Alberto: mana anak anak?

Jane: sudah tidur di ruang tamu.

Alberto: oh, benarkah?? Aku akan lihat.

Jane: sudah, kita juga harus tidur.

Jane menarik Alberto. Alberto menurut dan mengikuti Jane berjalan menyusuri tangga. Jane membuka pintu kamar dan masuk diikuti Alberto. Alberto menutup pintu.

Jane dan Alberto naik ke atas ranjang, mereka merebahkan badan mereka masing masing. Alberto menarik Jane dalam pelukannya. Jane memendamkan wajahnya dalam pelukan Alberto. Alberto menarik selimut menutupi separuh wajah Jane.

Alberto: selamat malam sayang, selamat tidur..\(mencium kepala Jane\)

Jane: malam, mimpi indah..

♡♡♡♡

RUMAH DOMINIC

Dominic menghubungi Alberto.

Alberto: hmm.. hallo? \(Suara serak bangun tidur\)

Dominic: hallo.. kau masih tidur?? Apa kau bekerja keras semalaman teman??

Alberto: ya bekerja keras mencuci piring dan membersihkan meja makan. Ada apa Dom??

Dominic: ayo kita ke arena latihan. Ajak lah si kembar juga. Aku akan ajak anakku.

Alberto: ahh oke, pukul berapa??

Dominic: pukul 8. Baiklah aku tunggu.

Alberto: oke..\(memutus panggilan\)

Dominic menemui Deric di kamarnya.

Dominic: Deric..

Deric: ya pa?

Dominic: kau sedang apa?? Ayo mandi dan bersiaplah, papa akan ajak kau menemui teman papa dan anak anaknya.

Kalian seusia, pasti akan cepat akrab.

Deric: laki laki atau perempuan??

Dominic: keduanya. Karena mereka kembar.

Deric: oh baiklah, aku akan mandi dan bersiap.

Dominic: ok, papa juga akan bersiap.

Dominic pergi meninggalkan Deric.

♡♡♡♡

Alberto bangun dari tidurnya dan bersandar di bantal. Alberto merenggangkan otot ototnya. Jane sudah tidak ada disampingnya. Alberto memeriksa beberapa pesan di ponselnya.

Pintu kamar mandi terbuka. Jane keluar dari kamar mandi dengan menggunkan handuk. Dia melupakan kimono handuknya. Alberto menatap tajam ke arah Jane.

Alberto: ehemm.. \(berdehem\) kau memancing sianga yang lapar sayang.

Jane: bangun dan cepat mandi, aku sudah siapkan sarapan. Jangan menggodaku terus.

Alberto: kau bukan gadis lagi Jane, jagalah sikapmu! Bagaimna jika anak anak melihat?

Jane: yayaya.. cerewet! Aku lupa, pintu juga terkunci. Tenanglah.

Alberto berdiri dan merapikan tempat tidur. Dia berjalan ke arah Jane yang sedang berganti di depan lemari. Alberto perlahan mendekat, dan semakin dekat.

Jane: eh mau apa?? \(Panik\)

Alberto meraih kimono handuk dalam lemari.

Alberto: aku mencari ini sayang\(menunjukan kimono handuk\)

Jane: astaga, aku kira apa..\(tersenyum\)

Alberto: aku tidak akan menggodamu. Hanya akan memakanmu jika aku lapar.

Alberto berjalan menuju kamar mandi.

Jane menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan Alberto.

Jane duduk di meja rias dan melihat Alberto keluar dari kamar mandi dari cermin.

Alberto: aku akan pergi dengan anak anak.

Jane: kemana??

Alberto: arena latihan.

Jane: Ya pergilah, kalian hati hati ya.

Aku juga hal penting, ingin bertemu teman.

Alberto: siapa??

Jane: Olivia, dia ada di Inggris dengan suaminya. Kami akan bertemu Yohana, temanku saat SMA.

Alberto: pakailah baju yang tertutup.

Jangan ada kulitmu yang terlihat \(berganti pakaian\)

Jane: astaga, dia ingin aku seperti orang jaman dulu?? Memakai baju panjang?? \(Dalam hati\)

Jane: kau pilihkan baju yang aku pakai.

Alberto: \(membuka lemari baju dan memilah\) pakai ini saja \(meletakkan di ranjang.

Jane: oke..

Alberto: ayo kita turun sarapan.

Jane dan Alberto turun untuk sarapan.

RUANG MAKAN

Alberto: Pagi kesayangan papi..

Darren, Karren: pagi papi..

Jane: oma opa kemana??

Darren: pergi, berkunjung ke rumah teman.

Jane: oma opa sudah sarapan?

Karren: sudah mami, mami duduklah dan sarapan.

Alberto: Darren, Karren setelah sarapan kalian bersiap ya. Papi akan ajan kalian ke tempat seru.

Darren,Karren: oke..

♡♡♡♡

ARENA LATIHAN.

Dominic sudah sampai bersama Deric. Dominic menunggu di ruang tunggu. Pintu ruang tunggu terbuka, Dominic melihat Alberto sudah datang dengan dua anaknya.

Alberto dan si kembar menghampiri Dominic.

Alberto: Darren, Karren ini teman papi, paman Dominic dan ini anaknya, Deric.

Darren,Karren: Hai paman, Hai Deric

Dominic: Hai.. paman senang bertemu kalian.

Deric: Hai juga Darren, Karren.

Dominic: Deric, ini paman Alberto.

Deric: Hai paman.

Alberto: Hai sayang(tersenyum)

Dominic, alberto, Darren, Karren dan Deric masuk ke dalam aren latihan.

Karren terlihat bersemangat.

Karren: wuah... keren!! (kagum)

Darren: tempat kesuakaanmu Kao.

Karren: Kau benar. aku sangat suka. papi papi, aku boleh coba tidak??

Alberto: tentu cobalah apa yang kau bisa. Hati hati jangan terluka.

Karren dengam cepat menuju arena tembak. Dia mengambil pistol dan mulai membidik. Karren menutup satu matanya. Dia mulai beraksi.

Dor.. Dor.. Dor.. Dor..

Dor.. Dor.. Dor.. Dor..

Karren meniup ujung pistolnya,

Karren berjalan ke arena petaruangan. karren dan darren saling menguji diri dengan bertarung.

Saat Alberto dan Domimic lewat, langkah kaki mereka terhenti. Mereka melihat kemapuan Darren dan Karren yang mengusai bela diri dengan baik.

Dominic: kau melatih anak anakmu dengan baik.

Alberto: aku tidak melatih merena, aku saja baru tau sekarang mereka bisa bela diri.

Dominic: mereka sangat berbakat. Kau sangat beruntung. Alberto.

Alberto: tromakasih. Anakmu pasti juga orang yang berbakat sepertimu.

Dominic: Tentu saja.

Mereka kembali berjalan jalan. Alberto dan Dominic pergi ke arena penembakan dan memulai aksi mereka.

(Selamat Membaca😉)

1
Kartika wulandari
/Smile//Smile/
Almahyra
cerita yg bagus
Yismanida
siip 🥰👍
Yismanida
terus 👍
Yismanida
ok 👍
Shifa Burhan
untuk alberto emang ndak wanita lain, cari wanita yang mau berjuang bersama dengan mu jangan kayak Jane yang mau enak saja tapi tidak mau berjuang sama sekali

novelnya bagus tapi yang kurang lagi2 susah benar buat pemeran utama wanita yang berjuang untuk dapat maaf dan kesempatan pada pemeran utama dalam pria

kebanyak novel pemeran utama pria dibuat kayak karakter bodoh ditolak dan disakiti tapi terus saja kejar pemwran utama wanita kayak tidak ada wanita lain saja
Wulan Dari Ulan
season ke 3 tidak ada kak??
Dea Anggie: ada kak.. judulnya Karren and Darren (perjalanan cinta) bisa klik profil saya dan dicari kak.. terima kasih☺️
total 1 replies
🌷💞$@¥R@💗🐯🔥
😍😍😍
Tas No
Lanjut
Roce Mawar Ginting
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Nisma HDjaraman
alur cepat yah Thor
zakiya moriuchi 🇯🇵
ditunggu S3'y Thor....
zakiya moriuchi 🇯🇵
kok bisa tau sih bapaknya si Grace klo Alberto cari dia
Adelia
......
tina ros
emang tidak ada yah nama Grace itu baik pasti selalu jahat di dunia novel😂😂😂🤣
Rialzha
waw
Hayati Nufus
ceritanya bagus cuma kecewa masa iya ninggalin anak istri hanya karena misi
Erni Fitriana
jejak
Creslivia 💫
Ada aja drama baru
Creslivia 💫
Semoga Alberto segera di temukan dengan keadaan masih hidup. Please perjuangannya berat banget. Astaga tega banget 😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!