NovelToon NovelToon
My Crazy Boss

My Crazy Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini IR

"Bos gila ku" maksudnya adalah gila dalam artian benar-benar membuat Thifa stress. Bagaimana tidak? status Thifa yang merupakan sekretaris orang gila itu harus membuatnya menahan amarah.

"Selain bos ku, untungnya kau juga suami ku. kalau tidak, sudah ku gedik habis kau ini." Geram Thifa mengepalkan kedua tangannya.

Bagaimana kisah Arfen dan Thifa selanjutnya? yuk simak kekesalan Thifa bekerja di sana!

~Sequel dari My Special Boyfriend~ Diharap mampir dulu kesana baru ke sini yah^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Mahkluk tak di undang

***

Plakkkk

Shiren melayangkan satu sendal kesayangannya untuk orang yang mengganggu ketenangan hidupnya pagi ini.

Gadis itu keluar rumah masih menggunakan piama tidurnya.

"Astaghfirullah, cantik doang mandi nya jarang." celetuk pria itu tak berdosa.

"Ganteng doang, jemput cewek depan gerbang."

"Yang penting udah mandi, udah wangi, dan selalu ganteng." Tambahnya menyisir rambutnya dengan tiga jari andalannya.

Shiren memakai kembali sendalnya, menatap pria yang duduk dengan gaya di atas motor vario putihnya.

"Ngapain? Ngemis? Masih pagi loh ini, mending ntaran pas siang."

Cowok itu menghela napasnya. "Pagi-pagi pengen jemput calon nyonya Bryan lah."

"Skip deh Bry, Gue pergi ntar di anter sama papa mending lo pulang gih."

"Shiren, pesan gua kemarin kok cuma di read doang? Udah berani?"

"Gue, Shiren Arkasa. Siapa lo berani ngatur gue?"

"Songong bet anjirrr, harta bokap jangan sok keras. Udahlah, lu mandi sana, udah bau nih. Buru pake seragam kita ke sekolah bareng, gua nunggu di dalem rumah." Cowok itu, Bryan namanya mengelus pipi mulus Shiren, sedikit menarik rambut gadis itu. Lalu dengan santai tanpa dosa berjalan melewatinya.

Bryan dengan santai masuk ke dalam rumah keluarga Arkasa itu, bahkan saat Shiren sendiri tak mengizinkannya.

Shiren mengernyitkan dahinya tak habis pikir. Apa kata papa dan mamanya jika mereka tau Shiren bawa lelaki asing ke sini?

Pura-pura ga kenal aja deh, iya oke anggap aja dia orang asing.

Shiren mengikuti langkah Bryan masuk. Namun, sekali lagi Bryan membuat Shiren sesak napas saat mendengar kalimat itu.

"Iya om, saya pacarnya Shiren. Dia ngambek hari ini, jadi harus saya jemput dulu, masuk di dalam rumah loh, gak di gang." katanya santai, menyalami tangan Nathan yang tengah duduk membaca koran.

Nathan menaikkan sebelah alisnya heran, bocah laki-laki itu terasa begitu familiar, apa karna sifat mereka?

"Apa kelebihan kamu berani memacari anak saya? Kamu tau kan? Dia itu putrinya siapa?" Nathan meminum kopi yang tersedia di depannya.

"Tau kok om, putri bungsu Nathan Arkasa,"

"Kamu punya apa berani dekat anak saya?"

"Punya Vario putih om, rangking satu umum, ketua OSIS, dan yang paling penting saya tampan dan menawan." tambahnya tanpa ragu. Bahkan saat dia tau dia berbicara pada presdir besar.

Tukhhhh

Sudah sedari tadi Shiren menggulung koran itu, akhirnya geramnya bisa tersampaikan melalui pukulan sederhana itu.

"Jangan ngada-ngada deh, jangankan pacaran, satu meter deket lo aja gue mau muntah." Celetuk gadis itu blak-blakan,

"Gak sopan gitu tau, di depan orang tua itu harus punya tata krama, walau di luar jadi preman." Bryan menarik tangan Shiren untuk duduk di sebelahnya.

"Jauhin Gue Bry!" Shiren meronta.

"Sadar diri bisa ga sih? Di sini lu tau yang bau, belum mandi." Lontar Bryan ada benarnya.

Dari kejauhan Sheryl sudah melangkah dengan tawa manis di wajahnya. Ah, andai dia menjadi guru di SMA itu, mungkin dia akan melihat kisah asam manis anaknya itu.

"Eh tante, kenalin saya Bryan, calon mantu tante, suami masa depannya Shiren." Bryan, menyalami tangan Sheryl sopan. Sedikit ingat, Sheryl merasa pose ini adalah pose di mana Nathan dulu mencuri hati mamahnya.

Kayaknya aku ngalamin apa yang mama alamin deh, ketertarikan kepada anak ini. Restu kok restuu.

Sheryl tersenyum ramah. "Bryan udah sarapan belum? Mau sarapan bareng?"

"Sebenarnya dari rumah udah sarapan, eh sampe sini laper lagi. Sarapan yuk tante."

Shiren menatap benci pria ini, berharap pria itu tertusuk dengan tatapannya.

"Udah udah, mandi dulu sana. Kalo dia ganggu kamu, kan ada papa. Selama papa hidup, Shiren mah bebas." Nathan menepuk kepala putrinya itu.

"Siap bos!"

Bryan menatap Shiren dengan ekor matanya, Shiren tau itu, pria itu tersenyum miring demi menunjukkan bahwa dia menang.

Entah kenapa di saat kayak gini butuh kak Arfen biar kepala si Galaksi di jitak tuh.

***

Di sisi lain Arfen tengah menatap kosong layar laptopnya. Arfen memang ingin tahu apa mimpi Thifa kemarin, namun rasa percaya yang kurang itu telah merobek sedikit hatinya.

Apa? Kenapa? Dia mimpi aku selingkuh? Kita bangkrut? Mimpi buruk apa yang paling mengerikan?

Arfen bersandar di kursi kekuasaannya, tangannya tak diam menggoyangkan pulpen itu. Pikirannya menjalar mencari kemungkinan paling baik.

"Tuan muda. Maaf mengganggu lamunan anda. Satu jam lagi kita ada rapat dengan Wera group, silahkan anda bersiap." Kata Alan sopan,  tentu dengan kepala menunduk.

Arfen tersadar seketika. "Oke aku mengerti, siapkan segalanya, dan mobilnya pakai mobil hitam kesayangan ku." Entah kenapa, hatinya hari ini ingin memakai mobil itu.

Namun,  ada rasa yang aneh di hati Arfen ketika dia berdiri. Entah apa sebabnya, langkahnya menjadi gemetar dan ragu. Hatinya ingin tetap tinggal dan tak bergerak.

Gara-gara Thifa nih jadi pengen ngelamun aja, terus ga kerja. Arghh, binik ku kenapa ga ceritaaaa!!!

Arfen mengaruk kepalanya frustasi. Namun,  ia tetap melangkah maju.

***

"Ma, hari ini Thifa mau periksa kandungan," celetuk Thifa turun dari tangga,  dengan baju yang sudah rapi. Kali ini dia memakai rok hitam panjang,  juga sweater oversize. Ah, bodoamat soal style, yang penting nyaman.

"Oh ya? Ya udah kamu tunggu  mama, mama mau ikut. Kan gak ada Arfen yang nemenin." Sheryl menghentikan kegiatan memotong kentang itu, ia mencuci tangannya lalu segera bersiap.

"Oke ma, Thifa tunggu di sofa. Papa mana ma?" Thifa duduk santai di sofa itu.

"Biasa, adik ipar kamu nurun kakak laki-lakinya, si Shiren dapat surat panggilan, jadi papa ke sana deh."

"Loh, emang Shiren buat salah apa ma?"

"Gak tau, coba ntar kamu tanyain deh."

Thifa mengangguk mengerti. Yah, tidak heran, Thifa hanya berharap kelak anaknya di jauhkan dari sifat-sifat nakal ayahnya maupun bibinya.

Suasana di ruang tengah itu hening, membuat Thifa lagi-lagi teringat mimpi menyebalkan itu. Jantungnya berdegub lebih cepat dari biasanya, ketika ia sadar bahwa ia akan melangkah keluar.

Tunggu-tunggu, ini cuma bunga tidur kan? Ini gak nyata kan? Gak mungkin. Oke aku pasti bakal baik-baik aja, kan perginya naik mobil,  sama mama juga bukan sama Arfen. Oke, oke,  aku bakal baik-baik aja ya kan?

Batin Shiren beradu argumen dengan hatinya sendiri. Mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa tidak akan ada yang tejadi, semuanya akan baik-baik aja.

Sheryl sudah datang dengan pakaian yang rapi,  rambut yang di tata manis.

"Ayo, pak Bud udah nunggu di mobil."

Thifa bangkit berdiri, namun harus ia akui ia sangat ketakutan. Langkah kakinya gemetar, perasaannya tak enak.

***

1
Aik Unique
Luar biasa
Vitamincyu
👍👍👍
RithaMartinE
luar biass
RithaMartinE
semoga hamil nya Thifa 🤗🤗🤗
dw granny
Karya kedua mu yg aku BC thor setelah my hidden detective ... mksh othor kuh utk karya2 mu 👍🏻
dw granny
waahh keisengan arfen ini pasti , ngerjain bpk nya lbh parah nih
Vitamincyu
...
Vitamincyu
..
Kenzi Kenzi
keren nih ceritanya
Yullie Kasih
Aωαℓ вαcα ∂αн ηgαкαк, ѕєrυ кαуαηуα ηιє cєrιтα
Retno Isusiloningtyas
hehehe
IPA dan IPS besanan
Rafanda 2018
istri keluar rumah tanpa izin suami kaya authorrr
Rafanda 2018
najis
Rafanda 2018
orang kaya ga punya pengawal,,,masa tifa doang yg jagain,,mama sabpapanya jg ga pernah jenguk...hhh
Rafanda 2018
bukanya ga di kasih no tlp ya,,apa authorr yg kasih
Aini Sabila
alhamdulillah... akhirnya keturunan nathan ada yg waras juga🤣🤣
gshsjoanabsbns
thifa goblokkk ahhh kpn kebongkar nya
Anonim
😆😆 gk tw mau koment apa..tpi yg pasti keren abis sih sih arfen..
Melani Salsabila
kak..my mine?
Zaira Kritika
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!