NovelToon NovelToon
Jina Si Gadis Bodoh

Jina Si Gadis Bodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Petualangan / Contest / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.6
Nama Author: oppusunggu

Seorang gadis dari desa kecil menjalani hidupnya dengan banyak harapan. Sejak kecil dia selalu menderita dan tertekan. Hingga dirinya beranjak remaja, tekanan dan kesulitan ekonomi selalu ada dan erat bersamanya.

Hingga suatu hari, tanpa menyelesaikan sekolah, atau berbekal pendidikan yang terbatas, dia memberanikan diri pergi merantau ke tempat yang jauh. Tempat yang belum pernah dia kunjungi sebelumnya. Dia berharap, suatu saat hidupnya bisa berubah menjadi lebih baik.

Tapi yang ada hanyalah kekecewaan dan sakit hati. Semua kerja kerasnya tak pernah dipandang.
Sampai suatu ketika, kekecewaan terbesar datang dari teman dekatnya sendiri. Teman dekat yang dia sudah anggap seperti saudara, tega meninggalkannya dengan semua kerugian yang harus dia tanggung sendiri.


Seperti apa kisah selanjutnya?
Silahkan baca cerita, dan jika suka, jangan lupa vote yah teman-teman
😆😆😆
Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oppusunggu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22. Kisah Cinta

Ketika mereka sudah tiba di salah satu pusat perbelanjaan, Doni tanpa rasa ragu mengambil beberapa potong pakaian yang dia sukai dan dia rasa pas untuk kekasihnya. Lalu dia memberikannya pada Jina untuk dia pakai.

"Coba pakai ini. Kau pasti cantik." Ujarnya yakin.

"Tapi ini pasti mahal. Aku tidak punya uang untuk membayar semua ini."

Jina membalasnya dengan ragu dan kedua alisnya mengerut seperti memberi isyarat, tidak usah beli.

"Hei, aku yang akan membayarnya. Aku yang mengajakmu belanja. Hal yang wajar jika seorang pria membelikan pakaian untuk kekasihnya kan?"

"Iya. Tapi pilih dua atau tiga pakaian saja. Tak perlu sebanyak ini."

"Kau ini bagaimana sih. Biasanya wanita akan minta ini dan itu. Dan lebih banyak. Mereka senang jika dibelanjakan. Tapi kau malah menguranginya. Kau kan calon istriku. Ini hal yang umum. Lagipula ini pertama kalinya aku membelanjakan uangku pada seorang gadis seumur hidupku. Jadi ikuti saja. Oke?"

Gadis itu pun hanya menganggukkan kepalanya. Maka tanpa membalas perkataannya lagi, gadis itu segera mengambil pakaian-pakaian itu dari tangan Doni dan mencobanya satu persatu lalu memperlihatkannya padanya. Doni melihat semua pakaian yang dicobanya itu pas dan sangat cocok di tubuh ramping kekasihnya. Maka dia membeli semua pakaian itu juga beberapa accessories.

Sementara pegawai toko mengemas pakaian-pakaian itu, Doni menarik tangan Jina dan bergeser sedikit menjauh lalu bicara lembut padanya,

"Jina, kau harus tampil cantik di depan ibuku nanti."

"Jadi hari ini kita akan bertemu ibumu? Tapi aku belum siap. Aku belum tahu harus mengatakan apa."

"Ah... kau cemas yah? Tenang saja. Kita akan pergi besok. Malam ini kau bisa latihan berbicara dulu. Tidak perlu tegang seperti itu. Bicara saja dengan bahasa yang sederhana dan sopan."

"Tapi aku sangat cemas."

"Tenanglah. Aku akan membantumu." Ujarnya sambil menerima tas belanja itu dari pegawai toko.

Lalu mereka singgah di salah satu cafe dan makan di sana. Melihat semua kebaikan yang Doni lakukan padanya, airmata Jina pun jatuh tak terasa. Hatinya sangat tersentuh. Bagaimana tidak, seumur hidupnya dia belum pernah merasakan kebaikan hati dari seorang pria.

Doni menatap sedih wajah kekasihnya. Lalu dia mengangkat tangannya dan menyentuh lembut wajah kekasihnya seolah menyeka airmatanya yang jatuh. Lalu dengan nada yang ramah dia bertanya,

"Kenapa kau mendadak menangis? Apa tiba-tiba kau mengingat sesuatu yang sedih?"

"Tidak. Aku hanya terharu dengan semua kebaikanmu. Baru kali ini aku melihat ada seorang pria yang sangat baik seumur hidupku. Pria yang tidak memandang status dan latar belakang. Aku bukan siapa-siapa. Tapi kau memperlakukan ku dengan baik dan penuh respek."

Doni kemudian mengingat semua yang pernah Andi katakan tentang Jina. Betapa sulitnya kehidupannya dulu, tanpa kasih sayang dan perhatian. Pandangan sinis dan remeh pun sudah biasa dia rasakan. Dan perasaan kecil hati sudah tentu membuatnya terkadang frustasi. Maka pastilah semua hal yang kini dia dapatkan adalah hal terbesar dalam hidupnya.

Doni hanya melemparkan senyuman hangat untuk menghibur kekasihnya. Lalu dia menambahkan makanan yang lebih banyak di piring Jina dan menyuruhnya makan.

"Kau harus makan yang banyak agar tubuhmu kuat dan sehat. Memikirkan apa yang akan terjadi besok, pasti sangat menguras tenaga."

"Terima kasih." Ucapnya lembut sambil tertunduk haru.

Seusai dari cafe, Doni megajak Jina singgah ke toko perhiasan. Lalu dia memilih sebuah cincin dan memakaikannya di jari manis kekasihnya. Lalu dengan lembut, bibirnya mencium punggung tangan kekasihnya tanpa perasaan malu di depan pegawai toko itu. Namun tidak dengan Jina. Dia begitu malu hingga wajahnya memerah dan tak berani menatap ke sekitar. Sampai Doni harus mengangkat dagu kekasihnya itu untuk bisa melihat reaksinya.

"Cincin ini bagus sejakali." Ucap Jina gugup.

"Dan lebih indah lagi setelah menempel di jari manismu. Jina aku sudah tidak sabar ingin segera menikahimu. Tapi masih ada proses yang harus kita lalui. Semua itu memaksaku untuk terus menunggu."

"Setelah ini, kita pergi kemana lagi?" Tanya Jina.

"Tidak ada. Kita akan pulang."

"Baguslah. Aku sangat lelah. Berbelanja membuatku sangat lelah."

"Bukan berbelanja. Tapi kau terus memikirkan tentang besok. Terkadang yang dikhawatirkan belum tentu terjadi. Sejak tadi kau sangat tegang seperti akan menghadapi ujian nasional."

"Kau sudah menghabiskan banyak uang untukku. Bagaimana aku akan membayarnya?"

"Tenang saja." Dia tersenyum kecil. "Bayar saja dengan cinta. Itu sudah cukup."

Gadis polos ini pun semakin malu menyadari kekasihnya ternyata cukup pintar menggombal meski sudah bertahun-tahun menjomblo.

Sepulang dari sana bahkan setelah sampai di rumah, Doni memperlakukan gadisnya dengan penuh respek. Walau tindakannya terkadang membuat gadis itu merasa canggung, namun dia tidak peduli dan terus melemparkan rayuan gombalnya seolah menunjukkan sifat aslinya yang sesungguhnya.

Untuk pertama kalinya gadis itu akhirnya luluh dan mengalah pada rayuan Doni. Sehingga akhirnya dia mau duduk sangat dekat di samping Doni saat mereka tengah menonton TV. Pertama kalinya seorang pria menyandarkan kepalanya di pangkuannya sehingga dia bisa melihat wajah pria itu dengan sangat dekat. Jantungnya pun semakin berdebar kencang ketika Doni berbaring manja di pangkuannya seperti seorang anak kecil yang bermanja di pangkuan ibunya.

"Seperti inikah ternyata rasanya punya kekasih? Begitu hangat. Rasanya bahagia sekali karena dicintai. Seumur hidupku, tanganku tidak pernah membelai lembut kepala seorang pria dan aku belum pernah merasakan seperti apa rasanya dicium. Hati ku sangat bergetar ketika wajahnya begitu dekat dan bibirnya menyentuh bibirku." Jina larut dalam lamunannya sambil bicara dalam hatinya.

Doni telah berhasil mengambil ciuman pertamanya sebelum dia berbaring manja di pangkuan kekasihnya. Jina si gadis lugu dan polos itu tak kuasa menahan diri lagi. Dia hanya mengikuti irama ciuman yang Doni lakukan.

Dia begitu ahli melakukannya seperti sudah berpengalaman. Namun dia mendapatkan itu semua dari beberapa film yang dia lihat. Bahkan kini tengah mereka saksikan. Naluri lelakinya keluar ketika mereka menyaksikan adegan itu di layar TV.

1
Becky D'lafonte
kerasnya hidup jina
Shinta Dewiana
hhh...🤔😐😠
Shinta Dewiana
kejamnya....
Kiki Emil: terima kasih udah baca novelnya. semoga bersedia baca yang lainnya juga yah😀😀😀
total 1 replies
Shinta Dewiana
hmmmm
Shinta Dewiana
aduh ngerinya....
Kiki Emil: terima kasih yah sudah baca novelnya dan komen. 😀😀😀
total 1 replies
Shinta Dewiana
emang cinta itu buta ya thor....he..he..he..
Kiki Emil: yah.... kadang2 begitulah
total 1 replies
Shinta Dewiana
sedih banget ya ampun....
ROSIDAH
aku juga suka sama novelnya mba🙂
Kiki Emil
makasih yah udah komen😬😬😬😬
Jenna Joni
gw pikir cuma gw yg ngerasa gak nyambung....ternyata bnyak wkwkwkwk
Kiki Emil: makasih yah udah bersedia komen😬😬😬🙂🙂🙂
total 1 replies
Dita
smngat jina
Dita
smngat jina
Dita
yg sbr y.jina
Elvipangau
jaan hidup tiap orang memang berbeda, tapi jika kita mendapat bagian yg sulit artinya kita diberikan ALLAH kemampuan yg lebih
Elvipangau
bingung masih bingung ceritra apa ini
lanjut
Sahmiran
wkkkk
Harlina Sb
ceritanya bgs nggak EA. 😄
Kiki Emil: selamat baca.
jangan lupa baca karya yang lainnya juga yah.
terima kasih🙂🙂🙂
total 1 replies
Joemiati
kok jd ngeri2 sedap bgni ya alur cetanya
Kiki Emil: terima kasih yah udah komen
total 1 replies
Qurniadi Syah Putra Putra
terus lah berjuang
Qurniadi Syah Putra Putra
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!