NovelToon NovelToon
Pengantin Dalam Kegelapan

Pengantin Dalam Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Pengantin Pengganti / Perjodohan / Roman-Angst Mafia / Mafia
Popularitas:606
Nilai: 5
Nama Author: Ladies_kocak

Bagi Celeste Delacroix, sinar matahari adalah vonis mati. Mengidap penyakit langka, hidupnya terkurung dalam kegelapan dan selalu dibanding-bandingkan dengan kembarannya, Caelia, yang dipuja bagai dewi.

Ketika Caelia menolak dijodohkan dengan Lucian St. Claire, milyarder dingin yang bisu akibat trauma, keluarga Delacroix secara licik menumbalkan Celeste untuk menggantikan posisinya di altar pernikahan.

Di balik gaun pengantin dan rahasia besar penyakitnya, Celeste masuk ke kediaman St. Claire. Namun, Lucian yang tak bersuara justru menjadi satu-satunya orang yang mampu memahami bahasa luka Celeste. Di tengah kebohongan yang rapi, akankah cinta mereka bertahan saat kebenaran akhirnya terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ladies_kocak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perlindungan di balik bayang-bayang

Di dalam kabin belakang mobil mewah yang kedap suara, suasana terasa begitu sunyi dan pekat. Sahabat Celeste, Roxy, sudah lebih dulu melesat pulang dengan motor gedenya setelah melihat ekspresi mengerikan dari sang suami.

Celeste duduk dengan tegang di sudut jok kulit. Sesekali, ia melirik ke arah suaminya yang duduk di sampingnya. Lucian bergeming dalam ketenangan yang luar biasa. Wajah tampan itu datar, tanpa ekspresi, membuat Celeste benar-benar kesulitan menebak apa yang sedang berkecamuk di dalam kepala pria tersebut.

Begitu Lucian menoleh, Celeste refleks ikut menoleh, menanti suaminya membuka suara atau melemparkan amarah. Namun, pria itu tetap membisu. Lucian hanya menepuk-nepuk pahanya sendiri beberapa kali dengan telapak tangannya.

Celeste mengerutkan kening, sama sekali tidak paham dengan maksud isyarat itu.

Melihat kebingungan di wajah istrinya, Lucian mendengus pelan. Tanpa aba-aba, tangan kokoh pria itu merengkuh pinggang Celeste, lalu dalam satu gerakan mudah, ia mengangkat dan mendudukkan tubuh istrinya tepat di atas pangkuannya.

"Ah!" pekik Celeste tertahan. Ia reflek menahan tubuhnya dengan mencengkeram kedua bahu bidang Lucian. Bulu kuduknya meremang kaku ketika jemari besar Lucian menyelinap masuk perlahan ke dalam bajunya, meraba dan mengusap kulit punggungnya dengan pola yang sangat beraturan.

"L-Lucian, jangan..." cicit Celeste dengan napas tertahan. "Badanku penuh keringat setelah bertanding..."

"Memangnya aku peduli hm?" Lucian mengabaikannya sepenuhnya. Gerakan tangannya tidak berhenti. Dengan suara baritonnya yang serak dan rendah, pria itu berbisik tepat di telinganya, "Aku sedang memikirkan hukuman yang paling cocok untukmu, Este-ku."

Celeste mendelik tak terima, meski jantungnya berdegup kencang karena posisi intim mereka. "Memangnya... apa salahku?!"

Lucian mendadak tertegun. Gerakan tangannya di punggung Celeste terhenti. Pria itu mengerjap pelan, baru sadar bahwa ia memang belum sempat mencari tahu kesalahan apa yang diperbuat istrinya. Benar juga... apa kesalahan Celeste? Hanya karena hobi lamanya?

Lucian mengubah taktik, menatap manik mata istrinya lekat-lekat. "Kalau begitu, katakan. Apa lagi rahasia dan hobi yang kau sembunyikan dariku?"

Celeste menelan ludah kelat. Menyadari suaminya tidak akan melepaskannya sebelum ia jujur, Celeste akhirnya menyerah. "A-aku punya beberapa hobi... Tinju seperti yang kamu lihat tadi, di mana aku dijuluki Viper. Aku juga suka balap mobil dan motor liar, sampai orang-orang mengenalku sebagai Queen. Dan... jadwal rutin latihan bela diriku setiap hari Rabu malam."

Lucian mengapit dagu lancip Celeste dengan ibu jari dan telunjuknya, memaksa gadis itu mendongak menatap lurus ke dalam matanya yang kelam.

"Sungguh liar istriku ini..." bisik Lucian, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum miring yang berbahaya. "...tapi aku menyukai sisi liar itu."

Jempol Lucian mengusap lembut bibir bawah Celeste. "Apa kau tidak takut? Dunia taruhan dan jalanan itu sangat berbahaya untuk seorang perempuan."

"Awalnya menakutkan," jawab Celeste jujur, menatap suaminya dengan berani. "Tapi nyatanya, tidak pernah terjadi apa-apa padaku selama aku di sana.

Lucian menggeleng pelan, sorot matanya menyipit penuh arti. "Bukan karena tidak terjadi apa-apa... tapi karena seseorang selalu melindungimu dari bayang-bayang."

Perkataan itu sukses membuat Celeste tersentak kaget. Jantungnya bergemuruh hebat di antara kebingungan dan rasa penasaran yang mendalam. "Maksudmu...? Siapa yang melindungiku?"

Lucian kini paham. Orang itu bergerak begitu rapi di belakang Celeste hingga wanita ini sendiri tidak menyadarinya. Lucian mendekatkan wajahnya, mendorong kepala Celeste sedikit ke depan, lalu membisikkan satu nama yang membuat seluruh darah di tubuh Celeste mendadak mendingin.

"Julian..."

Deg!

Mata hazel Celeste membelalak lebar. Tubuhnya menegang kaku. Julian? Abangnya yang selama ini dikenal paling cuek, dingin, dan salah satu orang yang tidak pernah mempedulikannya di rumah keluarga Delacroix? Siapa sangka pria yang selalu tampak masa bodoh itu adalah orang pertama yang diam-diam memasang badan untuk melindunginya di dunia malam yang kejam?

Melihat wajah syok dan tak percaya di hadapannya, Lucian sengaja mengalihkan topik pembicaraan. "Sekarang... aku sudah menemukan hukuman yang paling cocok untukmu."

Fokus Celeste seketika kembali pada suaminya. Ia menatap Lucian dengan was-was. Namun, matanya langsung membelalak panik ketika merasakan pengait bra di balik bajunya tiba-tiba terbuka oleh gesitnya jari sang suami.

"L-Lucian!" bisik Celeste histeris, wajahnya memerah padam. "Apa yang mau kamu lakukan di dalam mobil?! Ada Nathan di depan!"

Seolah mendengar kepanikannya, kaca pembatas transparan antara kursi depan dan belakang tiba-tiba bergeser naik secara otomatis, menutupi pandangan sepenuhnya. Kini, mereka benar-benar terisolasi dari dunia luar.

Celeste juga melihat Lucian baru saja meletakkan ponsel di telinganya tanpa mengalihkan pandangan tajam dari dirinya.

"Nathan," ucap Lucian datar lewat sambungan telepon internal. "Menepilah ke tempat yang lebih sepi."

Perasaan ngeri dan tak enak langsung menghantam dada Celeste. Ia mendadak teringat pada peringatan sang ibu mertua bahwa di balik sosok tenangnya, Lucian adalah pria yang sangat mesum, dominan, dan egois jika sudah menginginkan sesuatu.

Lucian menunduk, merapatkan bibirnya ke daun telinga Celeste, membisikkan kalimat penutup yang meruntuhkan seluruh pertahanan gadis itu.

"Puaskan aku di dalam mobil ini, dear..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!