NovelToon NovelToon
Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Nikahmuda
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.

Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?

Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 22.

Begitu Stephen melangkah pergi membawa Clarissa dan Aurora, tamu yang berada dalam jamuan itu saling berbisik memperbincangkan, perseteruan Stephen dengan keluarga Ayahnya.

Robert dan Audrey melihat tamu yang saling berbisik menggosip kan keluarganya, hanya bisa diam saja.

Di luar apartemen menuju lift, kaki Stephen melangkah dengan cepat menarik Clarissa dan Aurora, pada genggaman ke dua tangannya dengan wajah yang terlihat marah.

"Stephen, pelan jalannya! aku tidak bisa mengimbangi jalanmu!" jar Clarissa yang mulai kelelahan berjalan dengan cepat.

Stephen menghentikan langkahnya, lalu melihat kaki Clarissa yang memakai sepatu bertumit tinggi.

"Maaf!" ucapnya.

"Harusnya aku yang minta maaf, aku sudah bicara kasar pada Papamu!" Clarissa meralat ucapan maaf Stephen padanya.

"Aku tidak tahan bicara seperti begitu padamu dan Aurora, jadi.. aku bicara sembarangan saja!" sambung dengan nada menyesal.

"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu meminta maaf, lagi pula itu bukan rumahku lagi!" jawab Stephen meredakan perasaan menyesal Clarissa.

Clarissa menatap Stephen dengan lekat mendengar jawaban Stephen, ada perasaan yang sangat tersentuh dalam hatinya, mengingat bagaimana kehidupan Stephen sejak Ibu kandung Stephen mati bunuh diri.

Mereka saling menatap beberapa detik.

Tangan Clarissa kemudian perlahan meraih tangan Stephen, dan menggenggam tangan Stephen.

Stephen melihat ke arah tangan Clarissa yang menggenggam tangannya.

"Rumah kita adalah rumah mu!" Clarissa tersenyum hangat saat mengatakannya, sembari menggenggam dengan erat tangan Stephen.

Bibir Stephen perlahan bergerak mendengar apa yang dikatakan Clarissa, dan pun tersenyum sembari membalas genggaman tangan Clarissa.

Melihat ke dua orang tuanya saling bergenggaman tangan, dan tampak sudah akur satu sama lain, Aurora melangkah ke arah tangan orang tuanya saling menggenggam.

Aurora meletakkan tangannya ke atas tangan Stephen dan Clarissa, lalu menengadah sembari tersenyum senang memandang wajah ke dua orang tuanya silih berganti.

Clarissa dan Stephen sontak menunduk melihat Aurora.

Melihat Aurora terlihat senang, senyum Stephen semakin lebar melihat putrinya yang tersenyum.

Lalu ia kemudian memandang ke arah Clarissa yang tersenyum begitu manisnya, membuat senyumnya perlahan memudar, dan berganti dengan wajahnya yang malu-malu untuk menatap Clarissa.

Setelah sampai di kediaman mereka, satu jam kemudian di tempat tidur Aurora.

Clarissa dan Stephen telah selesai membacakan buku cerita sebelum tidur untuk Aurora, seperti biasanya dilakukan Stephen kepada putrinya itu.

"Sudah waktunya tidur!" kata Stephen mengambil buku beberapa cerita dari atas tempat tidur Aurora.

"Mari, nak! waktunya tidur!" Clarissa melepaskan gendongan tangan Aurora yang terluka, lalu meletakkannya ke atas meja.

Stephen melihat cara Clarissa yang lembut pada putrinya, terlihat seperti Clarissa di usia delapan belas tahun.

Clarissa membenarkan selimut Aurora, tangannya berhenti saat tangan kecil Aurora memegang tangannya.

Clarissa memandang putrinya, yang seperti ingin mengatakan sesuatu padanya.

Ia meletakkan tubuhnya duduk di tepi tempat tidur.

Ia melihat Aurora memajukan bibirnya ke depan, sepertinya Aurora ingin ciuman selamat tidur darinya.

Aurora kemudian menoleh ke arah Ayahnya, lalu jari telunjuknya menunjuk pipinya kepada Stephen.

Clarissa dan Stephen saling memandang.

Mereka pun tahu, kalau putri mereka menginginkan ciuman selamat tidur dari mereka berdua.

Clarissa tersenyum simpul memandang Stephen, dan Stephen juga tersenyum, lalu perlahan mendekati Aurora untuk mencium pipi putrinya.

Clarissa juga mendekat untuk mencium pipi Aurora.

Aurora diam-diam tersenyum penuh arti.

Perlahan ia menjauhkan wajahnya ke belakang, saat wajah Clarissa dan Stephen mendekati wajahnya.

Duk!

Kening Clarissa dan Stephen saling menempel, dan mereka nyaris berciuman, begitu Aurora menarik dirinya mundur ke belakang.

Seketika mereka saling menatap dengan jarak yang begitu dekat.

Stephen tanpa sadar menatap bibir Clarissa, tapi kemudian ia mengedipkan matanya, dan dengan cepat mundur ke belakang.

Aurora tersenyum melihat ke dua orang tuanya yang tersipu.

Bersambung........

1
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
tu kan salah paham lagi....
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
wahh Clarissa kamu dibohongin.
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...
Dilla Fadilla
lanjut thor up yg bnyk
kymlove...
bagus Clarissa dan Stephen.. bila perlu hancurkan keluarga anak nakal itu!!
kymlove...
Stephen mana weee
Guest
crazy up thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!