Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perjalanan ke sektor luar
Pagi berikutnya, Rian, Maya, dan Evan sepakat untuk melapor kepada Dewan Sipil Neo-Veridia. Di balai kota yang baru dibangun dari material kayu dan kaca daur ulang, para pemimpin masyarakat mendengarkan penjelasan Rian dengan raut wajah cemas. Beberapa anggota dewan mengusulkan untuk mengerahkan alat berat dan menghancurkan seluruh sisa-sisa saluran kabel bawah tanah menggunakan bahan peledak.
"Itu tindakan gegabah," sanggah Rian tegas dalam forum tersebut. "Saluran air bersih dan jalur listrik baru yang mengaliri rumah-rumah warga dibangun persis berhimpitan dengan lorong utilitas lama. Jika kalian mengebomnya, setengah dari Distrik 4 akan kehilangan pasokan air bersih di tengah musim semi ini."
"Lalu apa solusinya, Rian?" tanya salah seorang perwakilan warga. "Kami baru saja merasakan kedamaian selama beberapa bulan. Kami tidak ingin hidup dalam ketakutan bahwa 'mesin' itu akan mengambil alih pikiran kami lagi!"
"Sinyal ini tidak memiliki kapasitas untuk mengendalikan pikiran seperti Proyek Oblivion dulu," jelas Rian menenangkan suasana. "Kapasitas pemrosesannya sangat terbatas. Ia hanya berusaha mempertahankan eksistensinya dengan mencari sumber energi baru. Kita tidak perlu menghancurkannya dengan kekerasan, melainkan mengisolasi dan mengubah tujuannya."
Maya berdiri di samping Rian, menatap para perwakilan warga dengan penuh keyakinan. "Kami yang menanam pohon itu, dan kami yang akan menyelesaikan masalah ini. Berikan kami waktu tiga hari untuk melacak stasiun penerima di Sektor Luar sebelum kalian mengambil keputusan drastis."
Dewan Sipil akhirnya menyetujui permintaan tersebut, tetapi memberikan syarat ketat: jika dalam tiga hari sinyal misterius itu mulai mengganggu sistem publik, tindakan pemutusan paksa akan segera dilakukan
Dengan menggunakan kendaraan jelajah bertenaga surya milik kedai, Rian, Maya, dan Evan melintasi gerbang utama Neo-Veridia menuju Sektor Luar. Pemandangan di luar benteng beton lama sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Bukit-bukit yang dulunya tandus kini mulai diselimuti padang rumput hijau, dan pepohonan liar tumbuh subur di sepanjang bekas jalan tol yang telah retak.
Namun, di tengah keindahan alam yang mulai pulih tersebut, jejak-jejak peradaban lama masih menyisakan ancaman. Di kejauhan, menara-menara pemancar radio berkarat berdiri seperti raksasa besi yang tertidur.
"Pemindai menunjukkan puncaknya berada di Menara Transmisi 7," ujar Evan yang duduk di kursi penumpang depan sambil mengamati indikator sinyal. "Itu menara komunikasi tua yang dulu digunakan untuk menyiarkan propaganda Archivia ke wilayah pinggiran."
Saat kendaraan mereka mendekati area menara, mereka menemukan sebuah pemukiman kecil yang dihuni oleh sekitar lima puluh keluarga pengungsi. Rumah-rumah sederhana yang terbuat dari papan kayu dan terpal berdiri rapi di sekitar dasar menara. Warga setempat tampak hidup tenang, memanfaatkan panel surya kecil untuk kebutuhan sehari-hari.
Rian dan Maya turun dari kendaraan, disambut oleh seorang pria tua bernama Herman yang merupakan ketua komunitas setempat. Herman menyapa mereka dengan ramah, menawarkan air minum dingin dari sumur artesis yang baru mereka gali.
"Kalian datang dari kota pusat?" tanya Herman memperhatikan peralatan elektronik yang dibawa Evan. "Ada masalah apa sampai membawa alat-alat berat begitu?"
"Pak Herman, kami melacak adanya arus sinyal terenkripsi yang masuk ke sistem daya menara ini," jelas Rian dengan jujur. "Apakah belakangan ini ada anomali pada pasokan listrik atau peralatan elektronik warga di sini?"
Herman mengerutkan dahi, lalu mengelus janggut putihnya. "Anomali? Tidak ada yang rusak. Tapi... memang ada hal aneh sejak dua minggu lalu. Listrik dari panel surya kami mendadak dua kali lebih efisien. Baterai penyimpan daya yang biasanya habis di tengah malam, kini bisa bertahan sampai pagi tanpa pernah drop."
Maya dan Rian saling berpandangan. *Residuum* ternyata tidak merusak; entitas itu justru mengoptimalkan aliran energi di pemukiman ini agar sistemnya sendiri bisa menumpang hidup tanpa terdeteksi.