NovelToon NovelToon
PEMAKSAAN BERUJUNG CINTA

PEMAKSAAN BERUJUNG CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Lari Saat Hamil
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Sir Leonardo, Komandan Militer Inggris, memburu pemberontak yang membunuh orang tuanya. Setelah berhasil menemukan si pemberontak dan membunuhnya beserta istri tapi menyisakan putri mereka. Balas dendam Leo tidak berhenti hanya dengan kematian pembunuh kedua oran tuanya, namun menjadikan putri si pemberontak sebagai pelampiasan amarah, nafsu, gairah dan perasaan lainnya. Apa yang terjadi dengan putri si pemberontak kemudian? Apakah dia akan bertahan atau menyerang balik seorang Leonardo?

Cerita lainnya :
1. Putri Jenderal bersama Mafia (Haile & Antonio)
2. Putri Duke bersama Bos Wine (Katy & Terios)
3. Cinta saudara Tiri (Eliza & Zane)

Mana cerita pemaksaan cinta yang paling kalian sukai? Jangan lupa dukung author yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIUSIR

Makan siang bersama di kediaman Jenderal Michel terlihat nyaman dan semuanya lahap.

Namun ada 1 orang yang terlihat gelisah. Thur mengaruk lehernya yang mulai gatal dan panas.

"Astaga! Pasti ini ulah Haile! Siapa disini yang tau aku alergi udang selain dia?" batinnya.

"Kamu kenapa Thur? Ada yang salah dengan makanannya?" tanya salah satu penjaga rumah.

"Hmm..tidak apa apa..hanya saja makanan ini ternyata ada udangnya..dan aku..alergi udang" jawab jujur Thur.

Thur langsung berdiri dan berlari menuju kamarnya di rumah khusus para pegawai di belakang kediaman Jenderal.

"Aish! Tidak mungkin penyamaranku secepat ini ketahuan. Bagaimana Haile bisa melakukan ini?" lirih Thur sambil berlari semampunya saat tubuhnya mulai lemas karena efek alergi udang sudah terasa sampai seluruh tubuh.

Ceklek.

Saat sudah sampai di kamarnya, ia melihat Haile sudah duduk di tepi ranjang miliknya dengan kedua tangan dilipat di dada lalu menatap tajam kearah Thur.

"No..Nona.." panggil Thur cukup terkejut.

"Apa yang kamu lakukan disini, Antonio?" langsung saja Haile menebak tanpa basa basi.

"Antonio? Si..siapa dia?" tanya balik Thur mencoba menutupi samarannya.

"Jangan bersandiwara lagi! Aku tau kamu Antonio!" jawab Haile.

Keringat dingin Thur semakin bercucuran menahan sakit ditubuhnya.

"A..aku..aku akan menje..laskan...tapi biarkan..biarkan aku meminum obat terlebih dahulu untuk..alergi ini" mohon Thur dengan kata terbata bata.

"Ini kan obatmu? Aku istrimu selama 3 tahun, aku yang menyiapkan semua obat yang kamu konsumsi" balas Haile sambil memegang botol kecil berisi obat alergi.

"Mana berikan, Haile. Aku mohon.." mohon Thur lagi sampai di bertekuk lutut dihadapan wanita itu.

"Akan aku berikan, tapi kamu harus pergi dari sini hari ini" balas Haile.

"Ti..tidak..aku tidak mau...aku akan menemanimu dan melin..melindungi mu" sahut Thur.

"Baiklah, lebih baik mati saja kamu disini karena alergi. Aku tidak peduli" ujar Haile lalu berniat berjalan melewati Thur kearah pintu kamar untuk keluar.

Namun tangannya dicekal.

Haile bisa merasakan tangan Thur basah berkeringat dan bergetar.

"Jika kamu membiarkanku mati sekarang, maka kamu membiarkan...membiarkan anak kita lahir tanpa ayahnya" ucap Thur disisa tenaganya.

Deg!

Haile terkejut saat mendengar kalimat 'anak kita' dari mulut suami brengsek seperti Antonio yang menyamar menjadi supirnya.

"Hahaha..aku rasa dia akan tumbuh menjadi anak yang bahagia tanpa kehadiranmu" balas Haile.

"Please..aku mohon..berikan aku obatnya, Haile.." minta Thur lagi dengan kesadaran yang sudah diujung tanduk.

"Pergi dari sini lalu aku akan memberikan obatnya" tawar Haile.

"Ba..baiklah...aku akan pergi dari kediaman ini" sahut Thur.

Haile melempar obat itu ke lantai. Untung saja botol obatnya plastik.

Thur melepaskan cekalannya di tangan Haile dan mengambil obat itu lalu langsung meminumnya 3 biji sekaligus.

Tak lama kemudian, tubuhnya ambruk di lantai alias pingsan.

Haile melihat Thur tak berdaya tapi tetap saja keluar kamar tanpa peduli.

Wanita itu menyuruh 2 pengawal dirumahnya alias tentara yang berjaga di rumah jenderal membawa Thur yang sudah pingsan ke rumah sakit.

"Katakan padanya ketika sudah sadar, jangan datang ke kediaman jenderal" pesan Haile.

"Siap, Nona" sahut kedua pengawal itu.

Thur benar benar ambruk tak berdaya saat alerginya muncul. Satu satunya kelemahan yang Haile tau.

Haile masuk kamarnya dan merebahkan diri lalu menghembuskan nafas panjang.

"Kamu meminta maaf padaku pun aku tidak akan semudah itu memaafkanmu, Antonio. 3 tahun sudah aku bertahan dan kamu tidak berubah. Saat aku pergi, baru kamu mencariku. Sungguh ironis" gumamnya.

Setetes air mata turun melalui matanya dan buru buru ia seka.

Sudah tidak boleh ada tangis karena suaminya, pria yang sudah menyia-nyiakannya.

Hari sudah gelap, sekitar jam 7 malam dirumah sakit, Thur siuman.

Ia tau dari aroma dan sekelilingnya jika berada dirumah sakit.

Pria itu masih sudah dimasukkan di sebuah kamar kecil untuk 1 orang.

Tak lama saat dirinya baru siuman, pintu kamar rawat inapnya terbuka.

"Kamu sudah sadar, Thur" sapa seseorang memakai seragam pengawal.

"Hmm..aku ada dirumah sakit, Hans" lirihnya.

"Benar. Nona Haile memerintahkan aku dan Fero untuk membawamu kesini serta menyampaikan pesan dari Nona Haile" ujar pengawal yang bernama Hans tersebut.

Pengawal lainnya masuk.

"Ini tas tas mu serta perlengkapan milik mu di kediaman Jenderal" timpal pengawal yang bernama Fero.

Kening Thur berkerut.

"Nona Haile menyampaikan pesan bahwa mulai detik ini kamu sudah bukan supir di kediaman jenderal dan tidak bekerja disana" ucap Hans.

"Pengawal, Supir, maupun pegawai di kediaman jenderal tidak boleh memiliki alergi karena suatu kelemahan, itu yang dikatakn Nona" tambah Fero.

"Jadi, kami mengantarkan mu sampai disini" lanjutnya.

Thur menatap tajam keduanya, tapi tak lama kemudian ia rubah pandangannya itu menjadi lebih santai dan menerima.

"Baiklah jika memang semua ini perintah dari Nona Haile" ucapnya.

"Tapi bolehkah aku menitip sebuah surat?" tanya Thur.

"Boleh. Tuliskan saja" sahut Hans.

"Bisa beri aku kertas dan alat tulis?" minta Thur.

"Ya, tunggu sebentar. Aku pinjamkan bagian administrasi dulu" ujar Fero lalu keluar ruangan.

Kini tinggal Hans dan Thur.

Hans duduk di samping brankar.

"Apa yang telah kau perbuat kepada Nona, Bro? Kita semua tau bahwa Nona Haile adalah wanita bangsawan yang sangat lembut dan baik. Mana bisa mengusirmu begitu saja karena alergi" tanya Hans penasaran.

Ia sudah mengenal Thur dengan baik selama 2 minggu ini, tidak menemukan kecurigaan apapun.

"Entahlah, mungkin aku bukan supir yang baik untuknya" sahut Thur mengarang, padahal dia tau alasan sesungguhnya.

"Ck..mencari supir di kediaman jenderal begitu susah. Kamu tau sendiri 3 hari kamu diuji seakan akan diuji militer juga. Mungkin nanti jenderal akan memerintahkan anah buahnya di kantor untuk bekerja menjadi driver sang putri jenderal" ujar Hans.

Tiba tiba Thur memiliki ide.

"Hans, apakah kamu mau menolongku? Jika mau, aku akan membuka rahasia untukmu tapi kamu janji akan menjadi mata mata ku untuk menjaga Nona Haile" ucapnya.

Hans mulai menaruh curiga dan penasaran dengan rahasia Thur.

"Apakah ini melanggar hukum?" tanyanya.

"Tidak tidak. Sama sekali tidak melanggar hukum malah jika kamu mau membantuku, aku akan memberikan apapun yang kamu mau" jawab Thur.

Hans semakin penasaran.

"Kamu tidak mungkin pemberontak kan?" tebaknya.

"Bukan bukan" sahut Thur.

Hans memandang dengan pandangan curiga.

"Jawab, apakah kamu mau membantuku dan jika mau katakan apa yang kamu inginkan? Jangan meragukan ku" balas Thur.

Hans terdiam sesaat untuk memikirkan jawaban.

"Baiklah, aku mau. Aku akan menyimpan rahasiamu selama tidak melanggar hukum dan membantuku akan sesuatu" ujarnya.

Thur tersenyum.

"Katakan sesuatu yang ingin kamu selesaikan itu dengan bantuanku" minta Thur.

Tapi belum juga Hans mengeluarkan suara, Fero datang.

Thur memberikan kode Hans untuk menahan obrolan mereka.

"Ini kertas dan alat tulisnya. Tulis lah" ucap Fero dan Thur menerimanya.

"Terima kasih banyak, Ro" balas Thur.

Thur menuliskan pesan untuk Haile yang akan ia titipkan kepada kedua pengawal kediaman jenderal tersebut.

1
Mia Camelia
aduh leo kau kejam😂
Mia Camelia
semangat thor😄
cerita nya seru👍
SariRani: Terima kasih kakak 🙏🏻 mohon dukungannya biar semangat berimajinasi hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!