NovelToon NovelToon
CERMIN (Sesuatu Yang Datang Dari Dalam Cermin)

CERMIN (Sesuatu Yang Datang Dari Dalam Cermin)

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Dua puluh tahun lalu sebuah praktek satanisme gagal. Ijah diringkus lalu dibakar hidup-hidup oleh masa sebab dianggap petaka.

Lima orang dipanggil kembali oleh satu sosok yang datang di dalam cermin. Mereka diberitahu untuk menuju ke salah satu tempat yang sempat mereka tinggali dahulu.

Tempat itu sudah lama ditutup. Huruf arab ditempelkan dibanyak pohon hutan sebelum menuju bangunan itu.

Huruf arab itu konon katanya adalah sebuah ayat sebagai penghalang apa yang ada dibangunan itu supaya tidak keluar dari dalam sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 022 : Ibu Ijah

"Hei, jangan tutup matamu, Farah!" seru bocah perempuan yang tadi bersamanya sebelum kedua matanya memutih.

Seruan itu membuat Farah membuka kedua matanya. Pada saat itu pemandangan di depannya tidak lagi belantara.

Hal itu membuatnya tersentak. Dia membulatkan kedua matanya. Selagi hal tak masuk akal terjadi. Farah merasakan sesuatu di tangan kanannya. Ketika dia menoleh.

"Kamu?!" seru Farah terkejut ketika tangannya digenggam oleh bocah perempuan itu. Bocah itu tidak menjawabnya. Dia hanya tersenyum.

"Mari kujelaskan, selagi aku masih bisa menjelaskan padamu. Perihal kalian, aku, dan dia!" katanya. Farah jujur saja tidak terlalu paham perihal apa yang dikatakan oleh bocah itu.

Tak ada hal lain rasanya yang bisa dia perbuat sekarang. Apalagi, dia berada di alam sebelah. Alam ghaib yang bukan dunianya manusia.

Saat itu, tangan Farah ditarik memasuki sebuah rumah. Rumah yang teramat sangat besar. Pundi-pundi kokoh menopang rumah itu. Rumah itu berdiri sangat megah dengan cat dominan putih menawan.

Di halamannya yang barusan Farah lewati. Dia bisa menyimpulkan bahwa pemilik rumah ini sangat menyukai bunga. Terbukti dengan banyaknya bunga segar nan cantik yang ditanam di sana.

"Itu mereka!" seru bocah perempuan yang menggenggam tangan Farah. Farah menoleh ke arah lima orang anak yang ditidurkan di atas kasur besar berwarna putih. Anak-anak itu nampak tidur dengan lelap di sana.

Dia memperhatikan kelima anak itu. Hingga tatapannya tertuju pada satu bocah perempuan. Farah memperhatikannya dengan cermat dan dalam. Dia teringat satu foto lama miliknya. Secara refleks, dia sadar bahwa bocah itu sangat mirip dengan foto masa kecilnya.

"Itu.." kata Farah.

"Ya, itu kamu!" kata bocah perempuan di sampingnya.

"Hah? Aku? Bagaimana bisa?" tanya Farah kebingungan. Bocah itu menoleh pada Farah.

"Karena kita satu inang, kamu kutubku!" kata bocah itu menjelaskan.

Farah masih tidak bisa mengerti di sini. Ditengah pertanyaan yang berkecamuk di dalam kepalanya. Perhatian Farah tersita ketika mendengar suara langkah kaki dari arah ambang pintu.

Dia melihat seorang wanita paru baya yang cukup cantik dengan rambut panjang hitam yang tergerai.

Bocah perempuan di sampingnya juga menoleh. Dia tersenyum, senyumnya lebar, matanya berbinar. Dia sangat menghormati wanita itu.

"Siapa dia?" tanya Farah pada bocah perempuan itu.

Sebelum jawaban atas pertanyaannya terjawab. Wanita paru baya itu menimang bayi perempuan satu-satunya yang tertidur di atas kasur itu. Dia mengambilnya, menggendongnya lalu menyusuinya.

"Anak wadonku!" katanya menyebutnya dengan penuh kasih.

(Anak perempuanku)

"Farah!" serunya lagi memanggil namanya. Mendengar itu, Farah terdiam. Sementara bocah perempuan di sampingnya tersenyum.

"Apa kamu ingat, kalau kamu adalah anak adopsi? Kenapa selama ini kamu tidak bertanya-tanya? Perihal orang tua kandungmu!" tutur bocah perempuan di sampingnya.

Farah merasa tertohok mendengar itu.

"Aku tidak ingat! Bahkan aku tahu itu juga baru-baru ini!" jawab Farah.

Bocah perempuan itu menoleh ke arah Farah. Pandangan mereka bertemu untuk pertama kalinya.

"Maka terimalah fakta barumu, bahwa kamu adalah anak dari wanita itu. Termasuk seluruh lelaki yang kamu jumpai di mimpimu yang berkala itu. Kamu, kalian semua adalah anak-anak Ijah yang dilindungi oleh, Ibu Ijah!" kata bocah perempuan itu.

Farah menelan ludahnya sendiri. Fakta-fakta yang datang secara spontan ini ada sedikit yang dia terima. Tetapi ada sedikit juga yang sedang dia cerna.

"Lalu kenapa, dia meninggalkan kami?" tanya Farah pada bocah perempuan di sampingnya.

Degggg

Farah tersentak tatkala melihat kedua bola mata bocah perempuan itu melotot ke arahnya setelah pertanyaan yang sudah dia lemparkan.

"Dia tidak bersalah! Kalian semua masih hidup, itu sebab dia! Maka akan kuberitahu perihal Rossa! Perempuan binatang itu!" kata bocah perempuan itu. Dia mengangkat tangannya yang satunya yang tidak sedang bergandengan dengan Farah.

Mengarahkan telapak tangannya ke arah wajah Farah lalu mengusapnya kembali. Setelah diusap, pemandangan kembali berubah.

Kali ini mereka berada di salah satu ruangan. Ruangannya hanya memiliki pencahayaannya dari lampu-lampu lilin. Ruangannya tidak besar.

Dan di ruangan itu, terduduk dua orang. Dengan meja kecil bertata kan dupa-dupa di atasnya. Dua orang itu, laki-laki dan perempuan. Satunya yang laki-laki sudah cukup sepuh. Sedangkan satu lagi, perempuan seusia Ijah.

"Dua orang itu, adalah Rossa dan dukunnya!" jelas bocah perempuan di sampingnya.

Farah hanya diam, dia mencermati dengan baik apa yang akan dilakukan oleh dua orang itu. Hingga dialog mulai terjadi antara mereka.

"Jadi, kamu mau suamimu balik lagi ke kamu? Melupakan istri keduanya?" tanya dukun pada Rossa.

Wanita bernama Rossa itu nampak menganggukkan kepalanya.

"Ya, Mbah! Aku gak peduli apapun dan gimana pun cara e! Pokok e, Parman punyaku. Aku ngerti aku gak Isok ngasih keturunan. Tapi, bercinta dengan Ijah sampai punya lima anak, Mbah! Aku rasa dia sudah lupa sama aku. Aku gak mau dilupakan, Mbah! Kalau bisa, buat saja Ijah menghilang juga mbah!" jelas Rossa menumpahkan seluruh keluh kesahnya.

Dia sangat kesal sungguh kepada Ijah. Memang awalnya, pernikahan mereka terjadi sebab Parman ingin memiliki anak. Dia orang kaya, tidak mungkin jika tidak memiliki keturunan. Akan dikemanakan hartanya nanti?

Awalnya, Parman sangat mencintai Rossa. Tetapi keinginan besar dalam hatinya untuk memiliki anak. Membuatnya pada akhirnya frustasi.

Dia meminang Ijah, selaku pembantu di rumahnya. Mereka menikah, tidur bersama dan memiliki lima orang anak.

Semakin hari, hampir tiap hari rasanya Parman selalu mengunjungi kamar Ijah dibandingkan kamar Rossa. Sungguh, Rossa benar-benar tak terima rasanya.

"Ada caranya!" jawab dukun itu pada Rossa. Rossa segera menatapnya serius.

"Apapun, berapapun biayanya! Aku bakalan lakuin itu, Mbah!" kata Rossa. Dukun itu merasa menang rasanya. Orang-orang yang gelap hati adalah incaran bagi para dukun untuk mencari nafkah.

"Kalau begitu, aku akan membuat kamu menjadi sangat cantik jelita. Tidak ada laki-laki manapun yang akan menolak kamu termasuk suamimu!" kata Dukun, Rossa langsung antusias.

"Aku bersedia, Mbah! Apapun itu! Cepat lakukan!" kata Rossa.

"Hahahahaha..." Dukun itu tertawa mendengar itu. Dia merasa semakin menang. Dukun itu mengambil sebilah keris. Dia lalu berdiri dari duduknya.

Dia beranjak dari sana menuju satu ruangan. Dari ruangan itu, dia mengambil kepala kambing hitam. Kepala itu sudah busuk. Sepertinya sudah berminggu-minggu ditaruh di dalam sana.

Ketika kepala itu diletakkan tepat di atas meja. Rossa sejenak membuang muka. Dia menahan mual akibat bau busuknya.

"Kene tanganmu!" kata Dukun, ketika dia kembali duduk berhadapan dengan Rossa.

(Sini tanganmu!)

Rossa tidak menjawabnya. Dia mengulurkan tangan kanannya. Ketika tangannya berada di atas telapak tangan sang dukun.

Sementara di bawahnya adalah kepala kambing busuk. Dukun itu, menggerakkan kerisnya. Menyayat telapak tangan Rossa saat itu juga.

"Awhhhhh..." pekik Rossa, ketika darah segar dari telapak tangannya mengalir. Darah itu mengalir jatuh tepat di atas kepala kambing mati itu.

Tessss

Tessss

Baik Farah, juga Rossa di sana terkejut ketika melihat kepala kambing itu kembali segar. Kepala kambing hitam yang tadinya rusak sebagian. Mendadak berbentuk semburan ketika darah Rossa diteteskan di sana.

"Mulai sekarang, iblis berkepala kambing bakalan bantu kamu! Kamu cukup kasih makan dia pakai nyawa manusia. Nyawa bayi, dan anak-anak di bawah umur. Akan semakin memperkuat kamu dan kekuatanmu. Tiap malam satu suro. Kamu harus menumbalkan nyawa anak-anak kecil! Semakin banyak nyawa yang dilahap olehnya. Semakin besar pula kekuatanmu!" jelas Dukun itu pada Rossa.

Saat itu Rossa yang menahan sakit di tangannya pun tersenyum. Dia tertawa puas. Tatapannya kini terfokus tepat di belakang punggung Dukun. Di sana dia bisa melihat dengan jelas. Rupa iblis yang akan membantunya.

"Aku akan membalas dendam pada, Ijah!" kata Rossa.

Kalimat terakhir itu, membuat bocah perempuan itu menundukkan kepalanya. Dia gemetar. Farah memperhatikan bocah perempuan di sampingnya itu.

"Kamu kenapa?" tanya Farah padanya. Bocah itu tidak menjawab. Dia masih gemetar bahkan tidak mengangkat kepalanya.

Bagaimana tidak, dia baru saja melihat iblis yang memangsanya.

"Aku, tidak bisa lama.." kata bocah itu gemetar.

Suaranya nampak mulai berat. Bocah itu melepas genggaman tangannya pada Farah. Dia lalu mundur, sementara Farah hanya memperhatikannya. Dia tidak tahu harus apa sekarang?

"Kamu kenapa?" tanya Farah lagi padanya.

"Arghhh!!" pekik bocah perempuan itu tiba-tiba saja mengerang. Dia menunjuk ke arah Farah sambil masih menundukkan kepalanya sehingga surai-surainya menutupi wajahnya.

"Inang kita, Ibu! Ibu kita berada di dalam gedung itu. Bawa keluar belulangnya dari dalam sana! Aku mohon, pergilah ke sana bersama.."

"Arghhhgg!!" teriak bocah perempuan itu lagi. Kulit dan bajunya yang tadinya enak dipandang. Perlahan mulai berubah. Kulitnya menjadi hitam. Suaranya bahkan terdengar berat dan menyeramkan.

Dengan susah payah, dia mencoba mendekati Farah. Seakan tubuhnya kini semakin berat. Tangannya terulur pada Farah. Sebelum telapak tangan itu mendorong Farah. Bocah perempuan itu berkata,

"Tolong aku, tolong Ibu! Kita, sedarah!" katanya.

Brukkkk

Ketika telapak tangannya berhasil mendorong Farah. Saat itu, Farah kembali dikejutkan pada dimensi yang mendadak berubah tempatnya. Dia kembali ke belantara. Dan di sana dia sendirian.

1
Teuing Saha🙃
Jawab iya, lho ya! awas aja sampe gak ngaku🤣🤣
Ela Jutek
ish malah salting kau Ar, yg kau suka lagi ilang itu
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
cieee yg malu2🤭🤭🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
iyaa gitu jawab Napa Ardin ...kisah nya seru banget ya 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
di Dunia nyata 2 hari di dunia sebelah 3 bulan ..luar biasa
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: /Facepalm/ Jauh banget kan kak perbandingan waktunya
total 1 replies
Teuing Saha🙃
Lama juga ternyata mereka hilang
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: /Shy/
total 1 replies
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
tuh kan bikin serem aja ini
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
enak ya Farah berasa seperti kayak punya kakak baru ini😁
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
siapa Desta ini ya🤔
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
hahaha berarti kita itu dekat sebenarnya 😁
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
jadi malu ini🤭🤭
ternyata dia lebih tua dari aku🤣
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
semoga secepatnya kalian bisa bertemu dan bisa memecahkan teka-teki yang menarik ini
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
bagaimana dengan yang lain apa tau juga kalo mereka bersaudara
Teuing Saha🙃
Semoga saja, Farah dapat memahami maksud bocah perempuan itu
Safitri Agus
artinya apa Thor
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: 🤣 iya kakak, cuma beda aja harokatnya... ntar di pasang ini, bunyi jadi gini, dipasang itu bunyi nya itu. 🤣🤣 bakalan panjang kak kalau di jabarin di sini
total 3 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aq pernah di ajarin kaya gini gak bisa2 ...kalo aksara Lampung bisa wkwk
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔: suku Jawa tapi lahir dan tinggal di Lampung
total 2 replies
Teuing Saha🙃
Dulu pernah diajarin sama Alm mamang tentang ini dan caranya, tp sekarang dah lupa/Facepalm/
Teuing Saha🙃: Disini masih ada, walaupun jarang🤭
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
cover baru thor, bagus🫶
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: 🤗 Dari editornya, ibundaa... hehehe
total 1 replies
Kang Dhani
ga kejatuhan?
Kang Dhani
Ngikutt 👀👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!