NovelToon NovelToon
Sword Wanderer Live'S Stream

Sword Wanderer Live'S Stream

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Anak Genius
Popularitas:177
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Satu... dua... tiga..."

​Gua merem, terus ngebuka mata lagi. Angka yang ada di layar hologram tablet lipat di depan gua masih sama. Gak berubah, gak berkurang nolnya, dan tetep bikin mual.

​[Harga Eceran Resmi: 120.000.000 KRW (Termasuk Pajak)]

​"Seratus dua puluh juta won..." Gua ngegandeng dagu pakai kedua tangan, natap angka itu kayak lagi natap musuh bebuyutan di kehidupan lalu. "Ini mah bukan sekadar mahal, tapi udah gak ngotak buat kantong orang kayak gua."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23-24.Eater

"Ji! Lu sebelah mana?! Gua denger suara ledakan di atas!" Suara Jinho di komunikator makin panik, kedengeran napasnya ngos-ngosan kayak abis dikejar setan.

"Gua aman. Barusan abis dapet 'uang jajan' dari level 3," sahut gua santai sambil ngebersihin sisa darah hijau *Scythe-Stalker* yang nempel di jubah gua. Gua ngeliat ke arah koordinat hologram yang dikirim Jinho. Lokasinya ada di bawah reruntuhan teater tua, sekitar dua ratus meter dari posisi gua sekarang.

Gua melangkah cepat, ngelewatin gang-gang sempit yang diapit bangunan runtuh. Di dunia baru ini, suasana sunyi justru lebih serem daripada suara ledakan. Sunyi artinya para predator lagi ngintip dari kegelapan, nunggu momen pas lu lengah.

Begitu nyampe di lokasi, gua nyari pintu masuknya. Di balik sisa-sisa panggung teater yang hancur, ada sebilah pintu besi tebal bersimbol tengkorak dengan tulisan pudar: **[Bunker 404]**.

*Tok. Tok. Tok.*

Gua ngetuk pake ritme khusus. "Jinho, buka. Ini gua."

*SREEEKKK.*

Pintu besi itu kebuka sedikit, nampilin muka Jinho yang pucat mampus dengan kacamata antiradiasi yang udah retak sebelah. Begitu liat gua, dia langsung narik jaket gua kenceng-ceng, nyuruh masuk, terus ngunci pintunya rapat-rapat pake palang besi raksasa.

*BRAK!*

"Ji... sumpah, gua kira lu udah mati," Jinho lemes, langsung duduk nyender ke pintu besi. "Tempat ini gila. Ini bukan game lagi. Tadi ada notifikasi global di otak gua, katanya jumlah manusia yang tewas dalam satu jam pertama udah nembus sepuluh persen!"

Gua ngedarin pandangan ke dalem bunker. Ruangannya lumayan luas tapi berantakan, dipenuhin sama monitor-monitor tabung tua yang kedap-kedip nampilin grafik eror. Di tengah ruangan, ada sebuah mesin generator mini yang batrenya sisa 15%.

"Wajar. Banyak orang yang panik dan gak siap mental," ucap gua sambil naruh **[Bilah Tulang Stalker]** yang baru gua dapet ke atas meja besi. "Bagi mereka yang biasa main aman di belakang zirah *pay-to-win*, dunia tanpa sistem proteksi pemula ini adalah neraka. Tapi buat gua... ini cuma medan perang biasa."

Jinho natap bilah tulang di atas meja dengan mata terbelalak. "Anjir... ini kan bahan *crafting* Tier 1 yang punya efek korosi asam?! Lu dapet dari mana, Ji?"

"Bonus dari monster level 3 tadi," gua nyengir. "Lu kan bagian logistik gua. Sekarang coba liat, di tempat ini ada konsol *crafting* yang bisa dipake gak? Pedang besi standar gua dari game kemarin udah gak ada. Gua butuh senjata yang beneran sebelum fajar tiba."

Jinho langsung profesional pas denger kata 'logistik'. Ketakutannya mendadak ketutup sama insting mekanik game-nya. Dia bangkit, nyamperin sebuah meja komputer kuno yang terhubung sama mesin pres baja di pojok bunker.

"Ada! Ini konsol *Crafting Inventaris* peninggalan militer kuno," Jinho ngetik cepet di keyboard yang debuan. "Sistem Gaia ngeintegrasiin alat ini ke interface kita. Coba liat nih."

Sebuah layar hologram semi-transparan muncul di atas mesin pres.

### **[KONSOL CRAFTING WASTELAND - TIER 1]**

* **Bahan Tersedia:** [Bilah Tulang Stalker] x1, [Pipa Besi Tebal] x1 (dari rongsokan bunker), [Kabel Tembaga] x2.

* **Resep Tersedia:**

**[Bone Bone-Dagger (Pisau Tulang)]** - Peluang Sukses: 95%

**[Scythe-Sword: Prototype (Pedang Sabit)]** - Peluang Sukses: 40% (Butuh Stat Dex > 15)

"Ji, opsi nomor dua judi banget, peluang suksesnya cuma 40%!" Jinho ngingetin. "Kalau gagal, bahan tulang level 3 lu bakal hancur jadi abu!"

Gua jalan ke depan konsol, lalu ngalokasin 5 poin stat yang gua dapet dari naik ke Level 2 tadi. Tanpa ragu, gua masukin semuanya ke **Dexterity (Dex)**, ngebuat angka Dex gua melonjak ke angka 18. Efeknya langsung kerasa, jari-jari tangan gua mendadak kerasa jauh lebih ringan dan responsif.

"Peluang 40% itu buat gamer normal, Jinho," gua menekan tombol eksekusi resep nomor dua di layar hologram. "Di tangan seorang *Sword God*, variasi getaran mesin pres ini bisa gua kendaliin secara manual lewat sinkronisasi saraf."

Gua megang tuas kontrol mesin pres, mejamin mata, dan ngerasain denyut energi mekanis yang dialirin sama Sistem Gaia. Pas mesinnya mulai bergetar hebat dan ngeluarin percikan api tanda kegagalan (*failing sequence*), gua langsung nahan tuasnya, ngegeser poros cetakannya sebesar tiga milimeter ke kanan demi nyesuaiin serat alami dari tulang monster.

*BUMMM!*

Uap putih pekat keluar dari mesin pres, disusul sama bunyi bel nyaring di dalem otak kami.

*Ting!*

**[Sistem: Crafting Berhasil Melampaui Batas (Overclock)!]**

**[Anda berhasil menciptakan: [Bone-Eater: Scythe-Sword (Tier 1 - Rare)]!]**

## Chapter 24

Uap putih perlahan pudar, nampilin sebilah pedang dengan desain yang bener-bener eksotis dan intimidatif di atas tatakan mesin.

Panjangnya sekitar 1,2 meter. Bilahnya terbuat dari perpaduan baja hitam bunker dan tulang putih tajam milik *Scythe-Stalker*. Desain ujungnya agak melengkung ke dalam mirip sabit, persis kayak bentuk senjata yang biasa digunain buat nge-parry serangan berat. Di sepanjang gagangnya, ada lilitan kabel tembaga yang ngeluarin pendaran cahaya hijau tipis.

Gua ngangkat pedang itu. Bobotnya pas banget, gak terlalu enteng tapi punya daya tebas yang solid.

> **[Senjata: Bone-Eater (Tier 1 - Rare)]**

> * **Serangan:** 25 - 38

> * **Durabilitas:** 50/50

> * **Efek Khusus [Acid Bite]:** Setiap tebasan sukses memiliki peluang 15% untuk melelehkan 5 poin zirah (*Armor*) musuh selama 10 detik.

> * *Deskripsi: Pedang hasil rekayasa nekat yang memanfaatkan anatomi predator malam. Senjata ini haus akan darah.*

>

"G-Gila... Tier 1 Rare?!" Jinho melongo sampai kacamatanya hampir merosot lagi. "Lu bener-bener ngerusak hukum probabilitas sistem, Ji! Orang lain paling mentok dapet item Common karatan di hari pertama!"

Gua nyoba ngayunin *Bone-Eater* ke udara. *WUSH!* Suara tebasannya kedengaran garing dan tajam, memotong densitas udara malam yang pekat. "Mesin *Sovereign Edition* di dunia nyata bener-bener ngebantu gua. Sinkronisasi saraf gua tetep stabil di angka 100%, jadi gua bisa ngerasain kecacatan material pas proses pres tadi."

Tiba-tiba, lampu merah di dalem bunker kedap-kedip brutal. Suara sirine berdengung low-pitch dari arah luar teater tua.

*Uuuuunggg... Uuuuunggg...*

**[PENGUMUMAN GLOBAL – SISTEM GAIA]**

**[Fase Malam Pertama: 'Jam Makan Malam' Telah Dimulai.]**

**[Efek: Seluruh monster di zona reruntuhan mendapatkan buff 'Bloodlust' (+30% Kecepatan Gerak). Pintu perlindungan bunker non-resmi akan diserang secara acak.]**

*BRAK! BRAK! BRAK!*

Pintu besi tebal Bunker 404 mendadak dihantam keras dari luar. Palang besi penguncinya langsung melengkung ke dalem, nimbulin suara deritan besi yang bikin ngilu.

"Ji! P-Pintunya gak bakal tahan lama!" Jinho buru-buru sembunyi di balik meja konsol sambil meluk laptopnya yang sekarang berfungsi sebagai radar penjelajah. "Ada tiga tanda merah besar di luar pintu! Level mereka... semuanya Level 4!"

Gua masang posisi kuda-kuda depan, nggenggam gagang *Bone-Eater* erat-erat dengan tangan kanan gua. Aura pedang hijau tipis mulai menyelimuti bilah tulangnya, merespons gairah bertarung gua yang kembali bangkit.

"Bagus deh," gua senyum sinis, matanya emas gua berkilat di balik kegelapan bunker. "Gua emang butuh target uji coba buat nyoba ketajaman pedang baru ini. Jinho, siap-siap catat datanya. Jam makan malam mereka... bakal gua ubah jadi tempat pembantaian."

Mau lanjut liat gimana Jin-woo ngebabat monster Level 4 pake pedang barunya, atau mau lompat ke chapter di mana mereka mulai ketemu faksi manusia lain yang nyoba ngejarah bunker mereka?

1
EAGLE EZ
mungkin nanggung
SecretivePlotter
sama pembesar otong
SecretivePlotter
kek manhwa itu inimah
EAGLE EZ: benar cuman ide nya di ambil dari novel misal coverbook nya cuy
total 1 replies
SecretivePlotter
pinjol
SecretivePlotter
ya gak usah beli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!