NovelToon NovelToon
-

-

Status: tamat
Genre:Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:129.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sobat Van



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobat Van, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Malam Harinya

Mifta yang sibuk membicarakan skripsinya bersama Nisa lewat telepon, dikejutkan dengan kedatangan Affan dengan raut wajah kesal. Dengan cepat Mifta langsung memutuskan telepon itu dan bertanya kepada Affan.

"Cari apa fan?" tanya Mifta.

"Laptop." jawabnya.

"Mau buat skripsi ya?"

"Bukan urusanmu!" ucap Affan yang membuat Mifta menghela napasnya.

"Tuh ada di atas meja," Ucap Mifta mengerucutkan bibirnya.

"Ohh thanks." Jawabnya yang langsung mengambil laptop itu dan duduk di kasurnya.

"fan, kenapa kamu bisa tau kalau ibu tiriku akan pergi ke Mall itu?" tanya Mifta yang ikut duduk di samping Affan.

"Oiya dan kenapa ayah bisa langsung ada di sana?"

Affan pun menutup laptopnya dan langsung menatap datar Miftah. Dia pun menjelaskan bahwa ketika mereka menghampiri Intan, Affan melihat ibunya Mifta pergi menuju tangga atas, karena penasaran dia pun mengikutinya.

"lalu apa yang terjadi?" tanya Mifta penasaran.

"Di sana … dia membuka kardus yang berisi benda kotak yang ternyata itu adalah bom."

"jadi saat kamu menghilang, kamu sedang mengikuti ibu. dan kamu berpikir ibu akan datang lagi ke tempat itu karena bom itu?" Ucapannya langsung di jawab anggukan Affan.

"Kalau ayah?" Ia kembali bertanya mengenai ayahnya yang tiba-tiba datang padahal hari itu ayahnya tengah bekerja.

"Aku langsung menghubunginya dan memintanya untuk datang ke atap Mall itu di waktu yang telah ku tentukan." jawabnya.

"hmm… gitu."

Melihat ekspresi Mifta berubah, ia langsung meletakkan laptopnya dan memegang tangan kanan Mifta.

"Mifta. apakah kau akan marah?" Tanya Affan.

"Marah kenapa? karena ibuku masuk penjara?"

Di sisi lain Lia sedang menemui ibunya di kantor polisi. Lia yang tak percaya dengan keadaan ibunya yang kini tinggal di balik jeruji besi.

"Ibu, kenapa bisa gini?" Lia yang memegang kedua tangan ibunya.

"Ini semua gara-gara Affan! awas aja dia. Lia ikuti permintaan ibu" ucapnya dengan sorot mata tajam.

"Ibu ingin balas dendam, tapi bagaimana?" tanya Lia. Dan ibunya pun membisikan rencananya untuk membalas Affan.

"Itu mudah ibu, serahkan pada putrimu ini." ucapnya dengan senyuman jahat.

Pagi Harinya

Suara dering telepon membangunkan Mifta yang masih terlelap tidur. Dia mencoba meraih ponselnya dengan mata yang masih terpejam.

"Siapa sih pagi-pagi gini udah ada yang nelpon?" Batinnya yang langsung mengangkat telepon tersebut.

"Ya, ada apa?"

"Emm … Mifta, nenek ku sakit dan harus dirawat tapi. aku tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit," ucap Nisa.

"Duh gimana ya, aku juga belum ada uang." balas Mifta.

"hmm gitu."

"Eh tapi nanti aku coba bilang sama Affan ya, semoga aja dia mau meminjamkan uang."

"Terima kasih Mifta … kamu memang terbaik." ucapnya dan telepon pun terputus.

Setelah bersih-bersih dan sarapan pagi, ia langsung bersiap untuk ke tempat kerjanya.

"Fan."

"Hmm?"

"A-aku boleh pinjam uangmu untuk membantu Nisa, soalnya neneknya sakit dan–"

"Ya." potonganya.

"Aku belum selesai bicara loh." Kesal Mifta.

"Hmm … terus?"

"terserah." ketusnya yang dari tadi kesal dengan jawaban Affan.

"Uangku adalah uangmu." Bisiknya yang membuat Mifta terdiam.

Setelah mengantarkan Mifta ke rumah sakit Affan pergi menuju perusahaannya. Dan ia langsung menelpon sopir pribadinya untuk menjemput Mifta setelah selesai dengan urusannya.

Sesampainya di perusahaan ia melihat ayahnya yang sudah menunggunya. Dan dihari itu pula perusahaan SU diambil alih oleh Affan.

"Kenapa Affan yang menggantikannya, harusnya gue bukan dia. " ucap seseorang di pojok ruangan yang tak lain adalah Pak Fardi.

Pagi pun berganti siang. Affan pergi ke rumah sakit untuk menjemput Mifta karena asistennya tidak bisa datang.

"Merepotkan!"

Sesampainya di rumah sakit. Dia melihat Nisa yang sedang menyuapi makan pada neneknya. Namun sosok yang ia cari tidak ada di sana.

"Kau sendiri, mana Mifta?" tanya Affan.

"Dia lagi keluar cari makan, katanya lapar." jawabnya.

"Ohh."

Dia langsung pergi mencari Mifta dan terlihat Mifta yang sedang mengantri di warung nasi goreng. Ia pun mendekati warung itu dan langsung memanggil Mifta.

"Ya. eh Affan kamu di sini?"

"Ngapain di sini?" tanya Affan.

"Ya makan lah ngapain lagi." jawabnya.

Walaupun mengantri Mifta tetap memaksakan ingin makan nasgor itu karena sudah lama tidak mencicipinya. setelah memesan mereka pun mencari tempat duduk dan menunggu pesanannya datang.

"Kamu gak ikut makan?" Tanya Mifta.

"Gak." jawabnya yang mengutak-atik ponselnya. pesanan pun datang dan Mifta langsung melahapnya.

"Yakin gak mau?" tanyanya.

"Iya."

"Hmm… enak loh nasgor nya," ucap Mifta namun tak direspons oleh Affan.

"Aku gak lapar," Kata Affan yang masih fokus dengan ponselnya.

"Cobain dulu." Mifta yang menyodorkan sendok kepada Affan. Karena terus memaksa akhirnya ia memakan sesendok nasgor yang masih hangat.

"Gak terlalu buruk." batinnya.

"Gimana ... enak, kan?"

"Biasa aja." jawabnya

"Masaaa."

"Iya," ucap Affan yang makan sesendok nasgor.

"Itu makan lagi." kata Mifta tertawa.

"Tadi gak kerasa."

"Doyan apa laper ... hmm?" ucapnya tersenyum.

Di saat yang sama

"Ini uangnya dan lo harus ikut rencana gue!" pinta seorang perempuan cantik yang tak lain adalah Lia.

"Baik bos, tapi apa rencana anda?" tanyanya.

"Gue akan menjebak saudara tiri gue." ucap Lia tersenyum jahat.

"Bukankah anda ingin membalas dendam pada pemimpin perusahaan Su?" Tanya anak buahnya.

"Iya memang benar. tapi melewati Mifta aku bisa membalasnya pada Affan." ucap Lia tersenyum licik.

"Kapan rencananya akan dilaksanakan?"

"Dalam waktu dekat. entah itu sekarang, besok atau besok lusa." jawabnya.

"Apakah hanya kita berdua yang menjalankan rencananya bos?" tanyanya.

"Tidak. Ren!" ucap Lia dan datanglah seorang laki-laki berpakaian rapi layaknya orang kantoran.

1
M⃠☀𝖄𝖚𝖑𝖎𝖆🐝⃞⃟
ish nambah trs yg jahat...
M⃠☀𝖄𝖚𝖑𝖎𝖆🐝⃞⃟
cantik nisa 🏃🏃🏃
M⃠☀𝖄𝖚𝖑𝖎𝖆🐝⃞⃟
bnyak yg jahat sih,,, bikin gemes aja
Nayla Apriliani (-"-;)♡
andai ada season 2 thor 🙁
sad ending ya😢
🍾⃝🦊 Tasya
kak follow aku ini tasya
Teu: done️️️
total 1 replies
🐞 Dian
aku kembali hadir author 😁
semangat yah....
jangan lupa mampir balik🙏
lima like kak
@BUMI_06
udah ku pavoritkan KK.mari Sling dukung
Raraa:)
5 like,rate5 udh mendarat
Lenkzher Thea
Lanjut thor, 5 bom 👍like sudah mendarat di episod yang tertinggal
Lenkzher Thea
Mantap 👍like
Lenkzher Thea
Lagi 👍like
Lenkzher Thea
👍like lagi
Lenkzher Thea
Semangat kaka thor 👍like
nazaruddin thamrin
10 Like mendarat di bab tertinggal. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Martina Alfarizqi
6 like
sariz07
cieh mulai ada rasa
sariz07
ada aja idenya 🤣

salam
Pasangan Terbaikku 😁
Teu: Siap mampir
total 1 replies
sariz07
jangan2 tunangannya
sariz07
moga baik jodohny mifta
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
nanti kubaca dengan sliow ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!