fadli seorang siswa penyendiri yang di panggil ke dunia lain bersama teman sekelas nya. namun ia justru tidak memiliki, skil, sihir mau pun kekuatan. setelah itu ia di buly oleh semua teman sekelas nya. akhirnya raja membuang dia ke hutan. saat fadli pasrah di hutan dan menunggu kematian teringat kembali hinaan yang di lontarkan teman- teman nya. ia pun memilih untuk tidak menyerah, ia mulai berpetulang dan mendapatkan skil, sihir dan kekuatan sedikit demi sedikit. sampai akhirnya ia menjadi yang terkuat di dunia itu. bagaimana kisah fadli? silakan di baca sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hilman padli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 10 tantangan dari kerajaan
Setelah berjam- jam berjalan kembali ke kota. Fadli memutuskan untuk istirahat karena ia benar- benar kelelahan. Ia makan sambil melihat status nya.
"Hp ku, 6000, manaku 10.000. Skil penguatku naik level jadi level 20. Skil penilaiku jadi level 10. Tapi apa ini? Panah air?" Kata fadli dalam hati nya bingung.
Kei.." ijin menjelaskan, panah air adalah skil yang di dapat dari pengalaman bertarung,"
Fadli bingung mendengar itu ia lalu mengarahkan lengan nya ke pohon, "panah air," seketika wos.. panah air melesat namun tidak melukai pohon nya sama sekali. "Gila... itu artinya sekarang aku punya kekuatan air,"
Kei.." ijin menjelasan, tidak kamu tidak memiliki skil air, kamu hanya meminjam skil panah air dari tongkat sihir,"
Mendengar itu fadli terlihat kecewa namun ia juga senang karena bisa menggunakan skil tanpa alat. Ia pun segera menyelesaikan makan nya dan lanjut berjalan pulang.
Beberapa jam kemudian. "Hah.. perjalanan pulang membutuhkan waktu yang sangat lama. Mungkin besok aku baru bisa sampai," kata jya dalam hati dengan nada kesal.
Kei.." lapor ada sesuatu mendekat,"
Mendengar laporan itu fadli segera bersiap, ia mendengar suata keras dan cepat menuju ke arah nya. Tiba- tiba muncul seekor ular raksaksa yang sangat besar, fadli terkejut ia mengeluarkan pedang karat nya dan langsung menebas ular itu dengan mudah.
"Astaga, kenapa hanya satu tebasan saja?" Tanya fadli menatap bingung.
Kei.." lapor mana terkuras 1000,"
"Hah.. 1000? Jangan- jangan pedang ini bertambah kuat?" Tanya fadli.
Kei.." ya pedang nya menjadi lebih kuat, tapi hati- hati saat menggunakan nya. Lebih di sarankan menggunakan pedang kuning saja,"
Fadli mengangguk ia lalu memasukan ular itu ke tas sihir milik nya. Setelah selesai ia pun melanjutkan perjalanan pulang ke kota. Setelah tidur di hutan selama satu malam akhirnya di ke esokan hari nya Fadli baru tiba di kota.
"Ah.. aku ngantuk sekali," kata fadli sambil masuk ke serikat.
" dengan ini kaka dia pasti sudah mati," kata salah satu petualang dari party yang mengantar fadli.
"Mungkin saja," ucap yang lain menanggapi.
"Astaga mereka mengkhawatirkan aku? Haha dasar," kata fadli dalam hati nya sambil berjalan menuju ke resepsionis.
Fadli memberikan kertas misi ia lalu berkata, "misi selesai,"
Melihat fadli yang kembali dengan cepat resepsionis terkejut. Ia lalu membawa fadli untuk menemui ketua serikat.
"Eh.. kenapa harus bertemu dengan dia, lebih baik tanda tangani ini. Aku mau pulang lelah mau tidur," jelas fadli.
"Tidak bisa, aneh sekali kamu sudah pulang. Kamu benarkan sudah menghancurkan desa moster goblin itu?" Tanya resepsionis memasukan.
"Ya sudah sih, bukti nya juga ada kok," jelas fadli.
Tidak lama kemudian ketua serikat datang. Ia menghampiri fadli dan berkata, "mari kita bicara di ruangan saya," fadli pun tidak punya pilihan lain selain ikut.
Di ruangan ketua serikat fadli terlihat menikmati minuman hangat yang di buatkan. Sementara ketua serikat sedang memengang salah satu telinga goblin.
"Hem.... ini memang benar telinga goblin tapi jumlah nya sangat banyak," kata ketua serikat itu.
"Benar banyak sekali. Total nya ada 3500 goblin," jelas fadli.
"Aku tidak akan curiga jika rangking kamu adalah B atau A tapi untuk rangking F melawan 3,5 ribu goblin sendirian itu mustahil di lakukan," kata ketua serikat itu.
"Ya, terserah kamu saja mau percaya atau tidak juga. Tapi aku memang melakukan nya," jelas fadli.
"Hah.. baiklah berikan hadian nya, 20 keping emas," perintah ketua serikat pada resepsionis.
"Anu.. tolong pakai kepingan perak saja," jelas fadli meminta.
"Perkenalkan nama saya, Kenici, aku adalah ketua serikat ini, aku dulu nya adalah petualang kesal S, atau setara pahlawan yang di panggil dari dunia lain," jelas kenici pada fadli.
"Aku fadli petualang penyendiri," jawab fadli.
"Besok aku akan mengantar kamu ke istana kerajaan. Peringkat kamu harus di perbaiki, mana mungkin peringkat F," jelas kenici dengan tegas.
Mendengar itu fadli langsung menolak," tidak mau," kata nya dengan tegas, "diam ini perintah, atau mau aku cabut kartu kamu dari serikat, kamu tidak akan bisa masuk ke dungeon atau mengambil misi lagi, " bentak kenici dengan tegas. "Hah.. baiklah, tidak ada pilihan lain," ucap fadli setuju.
Tidak lama kemudian resepsionis datang ia memberikan 20 ribu keping perak kepada fadli.
Kei.." lapor keungan kita meningkat, menjadi 51.890 keping perak,"
Resepsionis memberikan kertas yang harus di tanda tangani," silakan ini adalah kertas pembayaran telah di lalukan. Tolong segera di tanda tangani," kata nya terseyum.
Fadli pun menandatangani kertas itu, ia lalu bertanya, "kenapa misi ini bayaran nya lebih kecil dari pada hasil buruan di dungeon?"
Ketua serikat menjelaskan, "dungeon itu berbeda, semua batu sihir bisa di ubah jadi senjata atau hal lain nya. Tapi lihat ini kamu pikir telinga ini bisa di pakai? Tidak..."
Mendengar penjelasan itu fadli mengangguk, "benar juga, sekarang aku mau pamit dulu, besok aku harus datang ke sini jam berapa?" Tanya fadli memastikan.
"Jam 9 pagi saja," jawab kenici.
Fadli pun pergi dari serikat dan langsung pulang ke penginapan nya. Ia pun segera tidur, istirahat untuk memulihkan diri nya.
Ke esokan hari nya tiba. Di jam 9 pagi fadli dan kenici sedang berjalan menuju istana raja.
"Kenapa kamu memakai topeng segala?" Tanya kenici kesal.
"Itu karena aku ingin melindungi wajahku," jelas fadli.
"Astaga bukan itu maksud aku, sudahlah berdebat dengan kamu sama aja jadi orang gila," kata kenici dengan kesal.
Setelah beberapa menit jalan mereka sampai di istana raja. Fadli di bawa masuk ke sebuah rungan oleh kenici dan pelayan kerajaan.
"Silakan letakan tangan anda di bila kristal ini," perintah pelayan kerajaan itu.
"Untung nya tidak ada teman- temanku," kata fadli dalam hati nya.
Ia pun meletakan lengan nya di bola kristal itu. Bola kristal itu pun langsung pecah dengan mudah nya. Melihat itu kenici terlihat biasa saja.
"Begitu ya, kamu lebih dari peringkat c," kata kenici tiba- tiba.
"Eh... entahlah aku tidak tau," jawab fadli.
pelayan itu meletakan bola kristal lain. Fadli kembali di suruh untuk meletakan tangan nya. Ia pun hanya menurut dan meletakan tangan nya lagi di bola kristal itu. Bola kristal itu bersinar, retak dan pecah berhamburan. Melihat itu kali ini kenici benar- benar terkejut.
"Kamu berati lebih dari peringkat A, itu artinya peringkat s," kata kenici dengan terkejut.
"Mustahil, ini sudah setara dengan pahlawan kerajaan," jelas pelayan itu.
"Kalau begitu bawa dia menemui raja," jelas pelayan lain.
Mendengar itu fadli berusaha menolak. Namun ia tetap di bawa menemui raja. Di hadapan sang raja fadli dan kenici diam. Mereka di kelilingi oleh orang dunia lain, Yang tidak lain adalah teman- teman fadli.
"Gawat.. aku tidak boleh sampai ketahuan," kata fadli dalam hati nya.
Raja," pecah katamu? Oleh petualang ini? Dia peringkat s tidak mungkin,"
Mendengar itu fadli pun diam saja. Namun penasehat raja tiba- tiba berkata, "bagaimana kalau kita suruh dia melawan pahlawan, jika setara itu artinya dia memang peringkat s,"
Mendengar itu fadli berbisik, "kenici memang nya peringkat s itu bagus ya,"
"Tentu saja bagus," jawab kenici.
Gergio yang teman fadli dan pahlawan. Tiba- tiba berada di belakang fadli. Ia memengang pundak fadli dan berkata, "aku siap melawan mu," fadli hanya diam saja ia tidak menjawab. Raja lalu berkata, "siapan arena di taman kerajaan, kamu petualang harus mau melawan pahlawan kerajaan. Ya tidak akan sampai meninggal juga," fadli menatap ke arah kenci dengan kesal.
"Maaf, aku tidak tau ini akan terjadi," jelas kenici.
Fadli pun mengangguk dan menyetujui duel itu. Ia lalu di suruh untuk masuk ke sebuah kamar dan istirahat sementara pelayan kerajaan menyiapkan arena.