NovelToon NovelToon
Penyesalan Seorang Suami

Penyesalan Seorang Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Penyesalan selalu akan datang di akhir. Seperti yang sekarang aku rasakan. Awal nya setelah istri ku meninggal aku belum benar benar kehilangan nya. Bahkan saat dia meninggal dunia aku masih bisa tertawa dan merasa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22.

Renata benar benar dibuat tidak percaya, suaminya sekarang ini sedang menganti baju Reyhan anaknya.

Sungguh pertama kali Renata melihat suaminya itu melakukan hal itu pada anaknya.

Karena kemarin suaminya hanya sebatas menyuapi dan mengajak Reyhan bermain. Untuk urusan memandikan tetap dirinya yang memandikan Reyhan.

Renata tampak mengucek ngucek matanya berkali kali, untuk memastikan jika semua yang terjadi sekarang ini bukanlah sebuah mimpi.

Sebelum suaminya itu berubah seperti sekarang ini, Renata sampai kadang bingung. Bagaimana caranya mendekatkan anaknya Reyhan kepada ayah kandungnya. Karena selama ini Ivan seperti tidak suka kala menatap Reyhan, padahal wajah Reyhan begitu mirip dengan ayahnya.

"Dek, kok malah diam mematung dan hanya berdiri disitu sih!" tegur Ivan, kala dirinya menyadari jika istrinya itu sekarang ini malah berdiri mematung di dekat pintu kamar.

Seketika lamunan Renata pun akhirnya buyar. Lalu dia terlihat menatap suaminya seraya berkata, "Eh iya, maaf Mas."

Renata pun berjalan dengan langkah kaki pelan, ntah kenapa perutnya terasa sakit dan juga nyeri lagi? Tapi Renata memutuskan untuk tidak memberi tahu suaminya. Perihal penyakit yang dia derita sekarang ini.

Dia tidak ingin menambah beban pikiran untuk suaminya, karena bagi Renata. Menajdi sosok suami yang bertanggung jawab dengan mencari nafkah itu sudahlah sangat berat.

"Kamu pasti kaget lagi ya Dek, melihat Mas ganti bajunya Reyhan. Maaf ya Dek, Mas baru bisa berubah ke arah yang lebih baik sekarang! Mas baru menyadari betapa berharganya kalian berdua ini."

Renata pun memasang seulas senyum, seraya berkata, "Alhamdulillah Mas, yang penting Mas itu ada niat, tapi tolong jangan minta maaf terus, sudah ya Mas yang lalu biarlah berlalu. Sekarang kita mulai semuanya dari awal lagi, okey!"

"Ya udah Dek, makasih banyak ya. Tapi lebih baik sekarang kamu itu ganti baju, karena kemarin Mas udah membelikan daster baru yang bagus untukmu," ucap Ivan tanpa melihat ke arah istrinya, karena dia terlihat masih sibuk memasangkan kancing pada baju anaknya.

Kali ini Renata sampai tidak bisa berkata kata lagi, karena hal ini sungguh membahagiakan baginya. Dia terus menatap daster yang dibelikan oleh suaminya dengan perasaan yang sangat bahagia.

Sebuah daster dengan warna salem, warna yang memang dia sukai sejak masih remaja. Sungguh ini seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.

"Reyhan anak ayah udah ganteng, habis ini ayo kita pergi beli mie ayam kesukaan ibu," ujar Ivan pada anaknya.

Reyhan hanya menjawab ucapan ayahnya itu dengan suara yang terdengar tidak begitu jelas.

Renata memegang daster ditangannya, sembari menoleh ke arah suami dan juga anaknya. Dia benar benar merasa sangat bahagia dengan pemandangan yang ada di depan matanya saat ini.

Sungguh sangatlah sulit bagi Renata untuk menjelaskan perasaan bahagia yang sedang dia rasakan sekarang ini.

"Dek, ayo buruan dipakai! Nanti setelah kita selesai makan mie ayam, Mas mau ngajak kamu buat jalan jalan ke pantai," tutur Ivan lembut pada istrinya.

Renata memandang wajah suaminya itu dengan tatapan mata tidak percaya.

"Mas beneran kita mau pergi ke pantai, aku beneran gak bermimpi kan Mas?" tanya Renata sembari menepuk nepuk kedua pipinya dengan kedua tangannya.

Melihat istrinya itu malah menyakiti dirinya sendiri, hati Ivan sekarang merasa tergugah. Lantas Ivan pun memilih untuk berdiri dengan anaknya yang berada di gendongannya.

Dengan lembut Ivan pun menarik pergelangan tangan istrinya, agar istrinya itu tidak terus menepuk nepuk pipinya sendiri.

"Dek .. Tolong udah ya! Beneran kita mau pergi ke pantai, jangan sakiti dirimu sendiri seperti ini okey. Ya udah kalau begitu, Mas sama Reyhan nunggu kamu di depan ya, kamu buruan siap siapnya!"

Renata menjawab ucapan suaminya dengan mengangguk anggukkan kepalanya seraya tersenyum senang.

Renata terus memandang punggung suaminya yang sekarang ini sudah menghilang dari balik pintu.

Akhirnya Renata pun memilih untuk segera bersiap siap. Dia takut kalau suaminya itu nanti marah, karena jengkel menunggunya terlalu lama.

1
Uthie
Gak sabar terus mantau kelanjutan cerita yg penuh nguras emosi ini 👍👍😆
Uthie
dasar laki Lucknut 😡
gimana kalau nanti karma nya dia juga merasakan sakit yg sama kaya istrinya, kanker prostat 😏😆
Uthie
Nahhh lohhhhh.... 🤨
Uthie
Ada udang di balik batu kah itu 😏😏
Uthie
Ini masih POV ke belakang kan ya???
bukan nya menjalani hidup kali ke 2 Renata seperti harapannya dokter Leon?! 😁😁
Uthie
Yaaa ampun.... miris banget dan ikut sakit bacanya Thor 👍😭
Uthie
dasarnya wanita jahat 😡😤
Uthie
hmmmm... lucknut banget emangnya si Ivan😡😤
Uthie
makaya jangan jadi wanita bodoh dan malah menyakiti diri sendiri 😤
Uthie
istrinya terlalu pasrah dan lemah!
Uthie
suami lucknut 😡
Uthie
Duhhhh... terlalu lemah sihhhh tokoh utamanya 😤😤
Uthie
suami lucknut 😡😡😡😡
Uthie
Sukkkkaaa 👍👍
Uthie
Ada baiknya hati melihat kebaikan orang lain....
Uthie
Jangan terlalu percaya orang yg tidak pantas di percayai 👍😡
Uthie
Baru baca aja udah nyesek😭
dasar suami lucknut 😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!