NovelToon NovelToon
GODDESS AGAINST FATE

GODDESS AGAINST FATE

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:271
Nilai: 5
Nama Author: XING YI

​Tiga puluh ribu tahun peperangan berakhir dengan kehancuran Alam Dewa. Lin XingYu, sang Dewa Primordial terakhir, harus mengorbankan 99% basis kultivasinya demi memukul mundur sembilan Iblis Agung. Di ambang kematian, ia melintasi dimensi untuk mencari penerus dan menemukan Ling Xinyue—seorang gadis bumi berusia 16 tahun yang tengah menghitung detik terakhir hidupnya akibat kanker otak.

​Kini, dengan jiwa manusia yang rapuh dalam raga dewi tercantik di jagat raya, Xinyue harus memulai perjalanan mustahil sejauh 50.000 mil menuju Pulau Warisan. Bersama Lian Yue, sang Merak Bulan Es, ia harus belajar menguasai kekuatan yang sanggup mengguncang semesta sebelum para Iblis Agung bangkit kembali. Ini bukan lagi tentang bertahan hidup dari penyakit, ini tentang menaklukkan takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XING YI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22:6 Sosok Kuat Birth Soul

Malam telah mencapai puncaknya yang paling pekat, di mana sang waktu seolah-olah membeku dalam keheningan yang absolut.

Di dalam keheningan yang mencengkeram itu, angin malam berembus membawa hawa dingin yang menusuk tulang, menyelinap dengan tenang melalui celah jendela kediaman Chen Lin yang sedikit terbuka.

Tirai sutra yang tergantung lemas tiba-tiba bergelombang bagaikan ombak hitam di lautan malam, menyingkap sesosok pemuda yang tengah bersila dalam keheningan terdalam.

​Chen Lin duduk mematung di atas lantai dingin di samping tempat tidurnya. Tubuhnya tegak, namun napasnya mengalir halus, seringan helai bulu yang jatuh ke permukaan air.

Ia sedang mengunci kesadarannya dalam meditasi, menelusuri aliran energi spiritual yang mengalir di dalam pembuluh darahnya. Namun, hembusan angin malam yang membawa aroma tanah basah itu menyentuh kulitnya, memaksa kelopak matanya yang sedari tadi terpejam untuk terbuka secara perlahan.

​Manik matanya yang sehitam obsidian memancarkan kilatan cahaya yang jernih. Chen Lin mengembuskan napas panjang, melepaskan sisa-sisa hawa keruh dari dalam dadanya, lalu bangkit berdiri. Langkah kakinya tanpa suara saat ia mendekati ambang jendela.

​"Angin malam ini... kenapa rasanya berbeda?" gumam Chen Lin pelan, matanya menyipit menatap kegelapan di luar.

"Ada riak energi yang aneh di udara. Atmosfer ini terlalu menekan untuk sekadar malam yang dingin."

​Untuk sesaat Chen Lin beristirahat menenangkan pikirannya. Rasa penasaran dan kewaspadaan yang bergejolak di dalam dada membuatnya tidak bisa melanjutkan meditasi.

Ia memutuskan untuk melangkah keluar, mencari tahu asal dari kegelisahan samar yang mengusik ketenangannya. Ia berjalan menyusuri halaman luar kediamannya dengan langkah yang lambat, membiarkan jubahnya menyapu rerumputan yang mulai berembun.

Sinar rembulan yang jatuh di atas pundaknya terasa bagaikan jubah perak yang dingin, menemani kesendiriannya di bawah langit malam yang sunyi. ​Namun, kedamaian itu hanyalah ilusi yang berumur pendek.

​Wush—!

​Tanpa ada peringatan apa pun, atmosfer di sekitar tempat itu tiba-tiba memberat secara drastis. Di kejauhan, melampaui batas halaman dan hutan yang mengelilingi kediamannya, langit malam yang gelap mendadak terkoyak oleh kilatan cahaya yang saling berbenturan.

Dua gelombang energi yang teramat masif dan mengerikan meledak, menciptakan riak gelombang kejut yang menyapu dedaunan kering hingga hancur menjadi debu.

​"Birth Soul!"

​Sebuah suara yang berat, penuh dengan wibawa kuno dan ketegasan, tiba-tiba bergema langsung di dalam lubuk pikiran Chen Lin. Itu adalah suara Lin XingYu, sosok yang bersemayam di dalam kalung Giok yang dikenakan Chen Lin.

​"Chen Lin, cepat mundur!" seru Lin XingYu dengan nada mendesak yang jarang sekali ia tunjukkan.

"Jangan mendekat ke arah sana! Dua orang yang sedang bertarung di depan telah menyentuh batas ranah Birth Soul. Benturan energi mereka bukan sesuatu yang bisa ditahan oleh tubuhmu. Sedikit saja kau terkena benturan energinya, tubuhmu bisa terkena luka berat!"

​Jantung Chen Lin berdegup kencang, merasakan tekanan yang mulai mengalir dari arah pertempuran. Namun, matanya tetap terpaku pada pusaran energi di kejauhan.

Alih-alih langsung berlari dengan panik, ia justru mengendap-endap dengan sangat hati-hati, memanfaatkan bayang-bayang pohon tua dan batuan besar untuk menyembunyikan eksistensinya.

​"Aku mengerti, Senior. Aku tidak akan konyol dengan mendekati mereka," bisik Chen Lin dalam hati, mencoba menenangkan Lin XingYu sekaligus meyakinkan dirinya sendiri.

"Tapi pertarungan tingkat ini... aku harus melihatnya dari jarak aman. Ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk pemahamanku sendiri."

​Dari balik keremangan malam, mata tajam Chen Lin mulai dapat menangkap siluet dari kedua sosok yang sedang bertarung dengan sengit di udara.

Salah satu dari mereka adalah seorang pria yang mengenakan pakaian dengan corak yang sangat dikenali di dunia kultivasi wilayah ini. Jubahnya yang tebal dihiasi dengan simbol-simbol kuno pemburu roh, dan ia berdiri dengan gagah di atas punggung seekor burung roh raksasa yang bermata merah darah.

​"Jubah hitam pemburu binatang, mengendalikan burung roh pemakan bangkai..." Chen Lin menajamkan pandangannya dari balik semak-semak.

"Itu metode bertarung Sekte Shao Hun. Siapa yang berani memicu kemarahan mereka di wilayah ini?"

​Sementara itu, lawan tandingnya adalah sesosok wanita yang penampilannya berbanding terbalik, namun tidak kalah mematikan. Wanita itu mengenakan gaun sutra berwarna ungu dengan gradasi merah muda yang tampak sangat kontras di bawah siraman cahaya bulan.

Gaunnya sangat tipis dan terbuka, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah saat bergerak gemulai membelah angin malam.

​"Gaya pakaian vulgar yang berani seperti itu... dan aroma mawar yang memabukkan... tidak salah lagi, dia pasti dari Sekte Xiannu Gu," gumam Chen Lin menyimpulkan dengan dahi berkerut.

​"Zhi Cai! Berhentilah berlari seperti tikus!" sebuah teriakan yang penuh akan amarah dan rasa kesal yang mendalam menggelegar di angkasa. Pria dari Sekte Shao Hun itu menggeram, wajahnya memerah menatap wanita di hadapannya.

"Kau pikir kau bisa lolos setelah meracuni adik seperguruanku dan mencuri inti monster itu? Serahkan barangnya sekarang, atau aku akan memastikan jiwamu tidak akan bisa bereinkarnasi!"

​Zhi Cai, nama wanita dari Sekte Xiannu Gu itu, hanya membalas dengan tawa cekikikan yang merdu namun beracun. Suaranya terdengar seperti gemerincing lonceng perak yang mengalun di tengah malam, mencoba membuai kesadaran lawannya.

​"Kakak Senior dari Shao Hun, bicaramu kasar sekali," balas Zhi Cai dengan nada manja yang dibuat-buat, sambil melayangkan jemari lentiknya di udara, melepaskan kabut merah muda yang harum semerbak.

"Adik perguruanmu itu yang terlalu lemah. Hanya karena aku tersenyum padanya, dia langsung memberikan inti monster itu dengan sukarela. Kenapa sekarang kau yang repot-repot mengejarku? Bagaimana kalau kita lupakan urusan itu, dan kau menemaniku malam ini?"

​Itu adalah teknik pesona tingkat tinggi, sebuah ilusi terencana yang mengincar celah mental musuh. Namun, pria dari Sekte Shao Hun itu bukanlah kultivator kemarin sore yang mudah goyah oleh keindahan fisik.

​"Trik murahan! Mati kau dengan khayalanmu!" raung pria itu. Ia menghentakkan kakinya ke punggung burung rohnya. Gelombang energi hitam pekat berbau busuk meledak dari tubuhnya, mencabik-cabik kabut merah muda itu hingga hancur berantakan sebelum sempat mendekatinya.

​"Tsk, dasar pria tidak tahu diuntung. Membosankan sekali," desah Zhi Cai. Nada suaranya berubah dingin seketika, dan sorot matanya menajam, penuh kewaspadaan setelah menyadari bahwa teknik pesonanya sama sekali tidak berpengaruh.

​Dari tempat persembunyiannya yang jauh, Chen Lin menyaksikan setiap detail pergerakan mereka dengan napas tertahan.

​"Dendam di antara mereka sudah tidak bisa didamaikan lagi," analisis Chen Lin dalam hati. Ini bukan lagi sekadar perebutan sumber daya biasa.

​Boom! Boom! Boom!

​Pertarungan di udara berlanjut dengan intensitas yang semakin mengerikan. Keduanya memancarkan aura Birth Soul tingkat 3 yang sesungguhnya. Benturan demi benturan melepaskan gelombang kejut yang merontokkan ranting-ranting pohon di sekitar hutan tempat Chen Lin bersembunyi.

Namun, seiring berjalannya waktu, keseimbangan pertarungan yang semula tampak setara mulai bergeser secara signifikan. Pertarungan ini telah berlangsung terlalu lama, menguras energi spiritual dalam jumlah yang sangat besar dari tubuh mereka.

​Pria dari Sekte Shao Hun memiliki keunggulan dalam hal ketahanan fisik. Ditambah lagi, ia dibantu oleh burung roh raksasanya yang terus-menerus melakukan manuver berbahaya, mencakar dan menyemburkan api yin dari sudut-sudut yang tidak terduga.

Sementara Zhi Cai yang mengandalkan kelincahan dan serangan spiritual kini mulai kehabisan energi spiritualnya dan napasnya terengah-engah.

Gerakannya melambat, jubah ungunya robek di beberapa tempat, dan darah segar mulai menetes dari sudut bibirnya. Ia terus terdesak, terpaksa mundur ke arah tebing curam di antara kedua celah gunung.

​Melihat musuhnya telah kehabisan ruang untuk bermanuver, kultivator Sekte Shao Hun itu tertawa sinis. Seringai kejam mengembang di wajahnya yang penuh bekas luka.

​"Selesai sudah, Zhi Cai! Serahkan nyawamu!" raungnya membelah malam. "Teknik Rahasia Shao Hun Tombak Pemutus Jiwa!"

​Ia mengangkat kedua tangannya ke atas. Energi spiritual yang pekat terkumpul di ujung jarinya, membentuk sebilah tombak raksasa yang diselimuti oleh api yang membara.

Dengan satu sentakan, tombak itu melesat cepat, mengarah tepat ke dada Zhi Cai yang sudah tersudut di dinding tebing.

​Dalam detik-detik yang krusial antara hidup dan mati itu, Zhi Cai mengertakkan giginya hingga berdarah.

"Jangan pikir kau bisa menang semudah ini, keparat!" pekiknya dengan suara melengking, penuh keputusasaan.

​Dengan napas tersendak dan wajah yang memucat, ia nekat membakar setetes darah intinya demi mendapatkan lonjakan kecepatan instan. Tubuhnya melesat ke samping secara paksa, meninggalkan bayangan ungu yang kabur tepat sebelum serangan itu tiba.

​BOOM—!!!

​Tombak energi hitam itu menghantam celah gunung dengan kekuatan yang menghancurkan bumi.

Ledakan dahsyat itu meruntuhkan dinding tebing batu, memicu tanah longsor berskala besar yang mengirimkan berton-ton batu runtuh ke dasar jurang.

Debu tebal dan asap hitam membubung tinggi, mengaburkan seluruh pandangan di celah gunung tersebut.

​Kultivator Sekte Shao Hun itu terengah-engah di atas burung rohnya, wajahnya tampak lelah dan pucat karena telah menguras sisa energinya untuk serangan pamungkas tadi.

"Hmph, terkena hantaman langsung dari jarak dekat seperti itu... dia pasti sudah hancur menjadi serpihan daging," gumamnya dengan nada puas.

Mengira bahwa pertarungan sudah selesai, ia memerintahkan burung rohnya untuk terbang mendekat, berniat memeriksa reruntuhan demi mencari cincin ruang penyimpanan Zhi Cai.

​Namun, dugaannya meleset total. Tanah di bawah mereka tiba-tiba bergetar dengan frekuensi yang jauh lebih mengerikan dari ledakan sebelumnya.

​Tanpa ada peringatan apa pun, sebuah semburan Aura Spiritual yang teramat kuat dan murni meledak dari kedalaman celah gunung yang baru saja hancur berantakan itu.

Pilar cahaya raksasa berwarna putih keperakan bercampur emas melesat lurus menghantam langit malam, merobek awan-awan tertinggi.

Radius dari pancaran aura ini begitu besar dan masif, memancarkan gelombang energi kuno yang langsung menyebar luas dan dirasakan oleh 6 ketua sekte di negara Bai Xue yang berada ratusan mil dari sana.

​"Sial! Energi apa ini?!" teriak orang dari sekte Shao Hun itu dengan panik.

​Ia tidak memiliki waktu untuk menghindar. Gelombang aura murni yang meledak itu langsung menghantamnya bagaikan dinding raksasa tak kasat mata.

Pria itu terhempas cukup jauh karena dampak dari pancaran aura spiritual itu, memuntahkan darah segar di udara sebelum jatuh berguling-guling di tanah dengan tulang yang patah, sementara burung rohnya menjerit kesakitan dan jatuh tak berdaya.

​Di sisi lain reruntuhan tebing, Zhi Cai yang berhasil lolos dari maut merangkak keluar dari balik batu dengan tubuh gemetar. Matanya terbelalak menatap pilar cahaya yang menembus langit.

​"Tekanan ini... ini bukan tingkat Birth Soul. Ini terlalu kuno, terlalu berbahaya!" ucapnya dengan suara bergetar karena ngeri.

Melihat situasi yang sama sekali tidak menguntungkan dan luka-lukanya yang parah, dia tidak terlalu menganggap hal itu sebagai peluang saat ini.

"Pusaka ini bukan sesuatu yang bisa kusentuh sekarang. Aku harus pergi!"

Dengan sisa tenaganya, dia segera berbalik dan melarikan diri dari wilayah itu, menghilang ke dalam kegelapan.

​Di tempat lain, kultivator Sekte Shao Hun yang terluka parah berhasil menyeret tubuhnya kembali ke atas burung rohnya yang sekarat. Wajahnya dipenuhi ketakutan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Fluktuasi energi ini... ini bisa mengguncang seluruh struktur negara. Aku harus segera kembali untuk melapor ke atasanku sebelum terlambat!"

perintahnya pada burung rohnya yang langsung mengepakkan sayap dengan lemah, terbang menjauh dari tempat terkutuk itu.

​Sementara kedua orang itu melarikan diri dengan panik, fenomena langit aneh itu terus menyebar tanpa henti hingga sejauh mata memandang. Langit malam yang semula gelap kini dipenuhi oleh riak-riak cahaya spiritual yang megah, mengubah malam menjadi benderang bagaikan fajar.

​Chen Lin menyaksikan seluruh kejadian itu dari tempat persembunyiannya dengan napas tertahan. Ia bisa merasakan energi di dalam tubuhnya ikut bergejolak hebat hanya karena menghirup udara yang terkontaminasi aura murni tersebut.

​"Senior Lin... apa yang sebenarnya terjadi di bawah sana? Tekanan ini membuat jiwaku gemetar," tanya Chen Lin lewat transmisi suara internal, meminta penjelasan.

​Di dalam pikiran Chen Lin, suara Lin XingYu terdengar sangat serius, namun ada nada kegembiraan yang tertahan di dalamnya.

"Tenang, Chen Lin. Tarik napasmu perlahan dan stabilkan aliran energimu. Kemungkinan besar, hantaman bodoh dari bocah Shao Hun tadi telah merusak formasi pelindung luar yang menyembunyikan tempat ini. Ini adalah gua warisan dari orang kuat di masa lalu di alam bawah, yang sengaja ditinggalkan olehnya sebelum dia berhasil menembus batas dan naik ke alam atas."​ Mendengar konfirmasi tersebut, jantung Chen Lin berdentang keras.

"Gua warisan dari seseorang yang naik ke alam atas?! Senior, jika itu benar, bukankah ini kesempatan emas? Haruskah kita bergerak sekarang sebelum kultivator lain berdatangan?"

​"Jangan gegabah, anak muda," potong Lin XingYu dengan tegas, meredam ambisi Chen Lin.

"Buka matamu lebih lebar dan perhatikan baik-baik dasar jurang itu sebelum kau mengambil langkah bodoh."

​Sementara Chen Lin mendengar peringatan itu, ia segera menajamkan pandangannya ke arah pusat pilar cahaya. Dan benar saja, setelah mengamati dengan saksama, dia tidak terburu-buru lagi.

Di dasar celah gunung yang hancur, di balik kilauan cahaya murni yang memukau, masih ada lapisan segel pelindung utama berupa simbol-simbol kuno yang berputar dengan rapat, menghalangi jalan masuk ke dasar gua.

Segel itu masih utuh dan sangat kokoh, siapa pun yang mencoba menerobosnya sekarang secara paksa pasti akan hancur menjadi abu oleh serangan balik formasi.

​"Kau benar, Senior. Formasi pelindungnya masih aktif sepenuhnya," kata Chen Lin, mengembuskan napas panjang untuk menenangkan diri.

"Jika aku melompat ke sana sekarang, aku hanya akan bunuh diri."

​Dan dia menunggu cukup lama di balik batu besar tempatnya bersembunyi. Waktu berlalu dalam keheningan yang menegangkan, hingga beberapa saat kemudian, udara di langit atas mereka kembali berderit keras, seolah-olah runtuh oleh beban yang teramat berat.

​"Mereka sudah tiba," ucap Lin XingYu tiba-tiba, suaranya berubah menjadi bisikan yang sangat rendah di dalam kepala Chen Lin.

"Benar saja, 6 aura orang kuat dari ranah Birth Soul segera menuju ke arah itu. Mereka bergerak lebih cepat dari yang kukira. Chen Lin, jangan bergerak, jangan bernapas terlalu keras, dan kunci seluruh pusat energimu sekarang!"

​"Baik, Senior," jawab Chen Lin ringkas, langsung mematuhi instruksi tersebut tanpa bantahan.

​Dan dengan Lin XingYu membantu menutupi aura Chen Lin menggunakan sisa kekuatan spiritual jiwanya yang agung, sebuah lapisan pelindung tak kasat mata menyelimuti tubuh Chen Lin.

Seluruh tanda-tanda kehidupannya ditekan hingga titik terendah, membuat keberadaannya benar-benar menyatu dengan batu dan tanah di sekitarnya, sehingga tidak diketahui oleh persepsi tajam dari ke 6 orang di ranah Birth Soul yang baru saja mendarat di puncak-puncak tebing.

​Keenam sosok misterius itu berdiri di posisi masing-masing, mengelilingi pilar cahaya spiritual dengan ekspresi yang sangat waspada.

Chen Lin mengintip dari celah batu kecil, matanya membelalak saat mengenali identitas para raksasa yang menguasai Negara Bai Xue ini.

​Dua di antara mereka berada di tingkat 7 Birth Soul, memancarkan tekanan tirani yang membuat makhluk hidup di sekitar hutan berlutut ketakutan.

Salah satunya adalah seorang wanita yang mengenakan jubah panjang berwarna biru putih. Udara di sekitarnya terus-menerus memadat menjadi butiran es kecil yang jatuh ke tanah.

​"Hawa dingin yang bisa membekukan jiwa..." gumam Chen Lin dalam hati dengan sangat hati-hati.

"Seingat Chen Lin dari catatan wilayah, namanya adalah Su Liang. Dia adalah ketua sekte dari Sekte Bing Si."

​Tepat di tebing yang berseberangan dengan Su Liang, berdiri seorang pria tua berambut perak dengan pakaian khas berwarna coklat keemasan.

Ia berdiri tegak dengan kedua tangan di belakang punggung, namun di sekeliling tubuhnya, riak-riak energi berbentuk pedang kecil terus berkelebat, memotong udara hingga memunculkan suara mendesing yang tajam.

​"Niat pedang yang sudah menyatu dengan alam... dia pasti Ketua Sekte dari Sekte Qian Jian," analisis Chen Lin, merasa ngeri dengan ketajaman aura pria itu.

​Kemudian, perhatian Chen Lin teralih pada 2 orang lagi yang berada di tingkat 6 Birth Soul, berdiri sedikit lebih rendah dari dua kultivator tingkat 7 sebelumnya.

Salah satunya adalah seorang pria yang mengenakan jubah hitam pekat dengan gradasi biru tua di helaian kain tangannya. Yang paling mencolok adalah wajahnya yang ditutupi oleh setengah topeng putih, hanya menyisakan mata kirinya yang menatap dingin ke dasar jurang.

​"Gaya berpakaian yang menyembunyikan identitas, jubah pembunuh bayaran... kemungkinan besar dia adalah ketua sekte An Yu," pikir Chen Lin menduga-duga dalam keheningan batinnya.

​Tidak jauh dari Ketua Sekte An Yu, di atas tebing batu yang menonjol, berdiri seorang pria berbadan kekar luar biasa. Tingginya hampir dua kali lipat manusia biasa, mengenakan pakaian barbar yang terbuat dari kulit dan diselimuti bulu binatang buas yang masih menyisakan aroma darah segar.

​"Aura yang brutal ini... tidak salah lagi, dia adalah Ketua Sekte dari Sekte Shao Hun, penguasa dari pria yang bertarung tadi," gumam Chen Lin, merasakan otot-ototnya menegang karena tekanan fisik yang dipancarkan pria barbar itu.

​Dan terakhir adalah kedua wanita yang berada di ranah Birth Soul Tingkat 5. Meskipun tingkat mereka paling rendah di antara kelompok ini, mereka tetaplah penguasa yang tidak bisa diremehkan.

Salah satu dari mereka menggunakan pakaian putih rapi dan sangat sopan, memancarkan gelombang energi spiritual murni yang terasa hangat dan menenangkan, seolah-olah mampu menyembuhkan segala penyakit.

​"Aura cahaya murni yang penuh kebajikan... dia kemungkinan adalah ketua sekte Sheng Yao," batin Chen Lin menebak.

​Sementara yang terakhir adalah seorang wanita yang berdiri di tebing paling timur. Penampilannya sangat kontras dengan Ketua Sekte Sheng Yao. Ia menggunakan gaun sutra berwarna merah muda yang cukup ketat dan sangat terbuka di bagian dada dan paha, memamerkan keindahan tubuhnya tanpa rasa malu di hadapan para penguasa lainnya.

​"Dan wanita penggoda itu... Ketua Sekte Xiannu Gu. Cukup terlihat jelas dari pakaiannya yang merah muda dan cukup terbuka, mirip dengan Zhi Cai namun dengan tekanan aura yang jauh lebih mengerikan," pikir Chen Lin menutup analisanya.

​Keenam pemimpin sekte besar itu berdiri membisu di atas puncak tebing masing-masing. Di antara mereka, tidak ada satu pun kata yang terucap, tidak ada sapaan formal maupun basa-basi diplomatik.

Namun, atmosfer di atas celah gunung itu terasa sangat berat dan mencekam, dipenuhi oleh benturan kehendak batin dan perebutan dominasi wilayah yang tak kasat mata.

Mereka semua tahu bahwa segel di dasar jurang sedang melemah perlahan, dan begitu formasi kuno itu terbuka, keheningan ini akan langsung pecah menjadi pertempuran berdarah yang akan menentukan masa depan Negara Bai Xue.

Chen Lin hanya bisa menahan napas dalam persembunyiannya, mengunci rapat kehadirannya, dan bersiap menjadi penonton sekaligus pengintai di balik badai yang siap meledak ini.

1
Milk Lk
udh nabung 2 minggu lebih gas momentum walau cuman 20 chapter, semangat terus thor up nya
Milk Lk
Wah bagus sih ini, gas next chpter tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!