Arthur, mantan mafia yang tampan dan keren, masih terjebak dalam kenangan bersama Rose, pacarnya di kelompok mafia yang sama. Setelah putus, Arthur tidak bisa move on dan menjadi dingin terhadap perempuan lain. Namun, pelayan kakaknya, Esme, diam-diam menyukai Arthur dan berharap suatu hari bisa mendapatkan hatinya.
Kehidupan Arthur berubah ketika ia bertemu dengan Maureen, seorang perempuan yang ceria dan penuh semangat. Maureen tidak tahu latar belakang Arthur sebagai mantan mafia, dan Arthur tidak ingin memberitahunya. Apakah Arthur bisa melupakan Rose dan jatuh cinta dengan Maureen? Atau apakah Esme akan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan hati Arthur?
Apakah Arthur akan mengikuti hatinya atau tetap terjebak dalam masa lalu? 🤔😊
Novel baru othor menceritakan tentang Arthur adiknya Adelle dari novel 'transmigrasi menjadi ibu muda yang tangguh'.
Jangan lupa mampir dan kasih dukungan ya teman-teman..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke tempat Esme
Arthur dan Maureen sudah mulai bekerja kembali. Tidak ada bulan madu karena keduanya sedang sibuk. Meskipun begitu, setiap malam Arthur berkerja keras untuk menyenangkan istrinya.
Hubungan mereka juga setiap hari semakin membaik. Di pagi hari, Arthur akan menyiapkan sarapan untuk mereka berdua lalu malam harinya Maureen yang belajar memasak demi menyenangkan Arthur.
Arthur begitu mengapresiasi usaha Maureen. Apapun yang Maureen masak akan ia makan tanpa protes.
Hari ini Adelle mengajak Maureen untuk pergi ke toko kue milik Esme yang sudah buka sejak dua minggu yang lalu setelah pernikahan Arthur dan Maureen.
Esme menyambut kedatangan dua orang penting itu dengan senyum merekah. Adelle dan Maureen memeluknya bergantian dan Esme senang sekali.
Kini, melihat Maureen bukanlah sebuah rasa sakit bagi Esme karena akhirnya ia berhasil melepaskan Arthur dalam hatinya. Esme sendiri tidak menyangka ia begitu mudah melupakan Arthur.
Memang ia mencintai sepihak, jadi tidak ada kenangan yang susah terhapus kecuali kebaikan Arthur yang sering membantunya dan memberinya hadiah.
"Aku membelikan mu gaun. Semoga kau suka," kata Maureen menyerahkan sebuah paperbag pada Esme.
"Ah, Nona. Kau tidak perlu repot begitu," ujar Esme sungkan namun tetap ia terima pemberian itu.
"Tidak repot. Aku memang senang berbagi," balas Maureen dengan nada bercanda.
"Kau memang baik, Nona. Aku selalu mendoakan kebahagiaan mu dan Tuan Arthur," ucap Esme tulus.
Adelle tersenyum kecil melihat Esme yang lebih ceria dari terakhir kali ia datang. Adelle mengira mungkin Esme benar-benar sudah rela jika Arthur menikah dengan Maureen. Dan mengenai perasaan Esme, biarlah hanya ia dan David yang tau.
"Esme, berikan kue yang menjadi andalan disini," kata Adelle.
"Hem baik, Nyonya. Tunggu sebentar," kata Esme antusias. Ia mengambilkan beberapa kue cokelat dan stroberi yang terlihat menggugah selera.
"Maureen, apa kau bahagia menikah dengan Arthur ?" tanya Adelle saat melihat Esme masuk ke dalam.
"Iya, Kak. Aku bahagia " jawab Maureen dengan senyumnya. Adelle mengangguk dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
"Ini, Nyonya pesanan kalian. Kali ini tidak perlu membayar. Kalau kalian suka kalian bisa datang lagi. Aku benar-benar senang jika kalian menyukai kue buatan ku," ucap Esme.
"Hem kau bisa saja. Baiklah, kali ini kami tidak akan membayar," kata Adelle. Setelah berbincang-bincang sebentar akhirnya keduanya pergi karena toko kue Esme sedang ramai pembeli dan ia hanya memiliki satu orang teman yang membantunya.
"Maureen, apa kau berencana segera hamil atau menundanya dulu ?" tanya Adelle saat keduanya duduk di taman sembari menikmati kue dari Esme.
"Heem kami belum membahasnya. Tapi jika memang Tuhan berkehendak mengizinkan aku hamil dalam waktu dekat maka aku akan senang dan menerimanya," jawab Maureen riang. Tidak ada kesedihan yang ia tampakkan sejak tadi dan Adelle senang akan hal itu.
"Iya, menurutku jangan ditunda. Aku yakin kalau kalian memiliki anak pasti akan cantik dan tampan," goda Adelle. Maureen hanya tersenyum kecil sembari membayangkan akan seperti apa kira-kira anak mereka nantinya.
...
Arthur sibuk dengan setumpuk berkas yang diletakkan oleh Bastien di meja kerjanya.
Asisten pribadinya itu memang tidak takut pada Arthur. Ia menyerahkan berkas sekaligus bertanya tentang Esme yang mencuri perhatiannya sejak pertama kali bertemu.
"Aku tidak tau tentangnya. Dia sudah tidak bekerja di rumah kakakku," jawab Arthur tanpa memperdulikan wajah Bastien yang sudah ditekuk.
"Jadi dia tidak mengantarkan makan siang untukmu lagi ya," gumamnya namun Arthur masih bisa mendengar.
"Dia membuka toko kue di depan jalan kota. Nanti aku akan menanyakan dimana alamatnya agar kau bisa menemuinya," kata Arthur dengan sedikit senyum.
"Benarkah, Tuan ? Wah kau baik sekali," puji Bastien tapi Arthur tidak menunjukkan reaksi apa-apa.
Tidak berapa lama kemudian pintu ruangan Arthur diketuk dari luar dan masuklah Maureen dengan wajah ceria seperti biasanya.
"Hai, apa aku mengganggu kalian ?" tanya Maureen saat melihat keberadaan Bastien.
"Tidak, Maureen. Kau tidak mengganggu," kata Arthur. Ia berdiri menyambut Maureen lalu mencium pipinya di depan Bastien. Bastien yang menyaksikan kemesraan mereka hanya melengos dengan wajah kesalnya.
"Oyah, sayang aku dan Kak Adelle baru saja dari toko kue Esme. Kami ingin membeli tapi Esme melarang kami untuk membayar. Jadi nanti kalau aku kembali kesana aku ingin memberinya hadiah saja," kata Maureen sembari mengeluarkan dua kotak kue dari paperbag yang dibawanya.
"Esme ? Wah kebetulan sekali. Bastien ingin pergi kesana," kata Arthur.
"Ah iya, Nyonya. Berikan alamat toko Esme padaku," kata Bastian segera menghampiri Arthur dan Maureen.
Maureen melihat Bastien yang begitu semangat membicarakan Esme. Ia melirik Arthur seolah menanyakan sesuatu dan Arthur mengangguk sembari tersenyum kecil.
"Baiklah, kau bisa pergi ke alamat ini" kata Maureen mencatat tempat toko kue Esme pada secarik kertas yang ada di meja Arthur.
"Terima kasih, Nyonya. Aku pergi dulu, Tuan. Aku tidak mau mengganggu kalian," kata Bastien buru-buru keluar.
Setelah Bastien pergi, Arthur menarik kursi untuk Maureen dan Maureen mengucapkan terima kasih.
"Aku lupa memberikan kue ini pada Asisten mu. Tadi diluar sekretaris mu juga tidak ada," kata Maureen.
"Biarkan saja, nanti dia akan kembali lagi. Kau dari mana saja dengan Kak Adelle ?" tanya Arthur. Ia pun duduk kursi sebelah Maureen.
"Aku hanya membeli kue di toko Esme kemudian duduk sebentar di kamar. Pelayan Kak Adelle menelfon dan mengatakan jika Elodie sedang rewel jadi kami memutuskan untuk kembali," cerita Maureen. Tangannya sibuk memotong kue kemudian menyuapkan nya pada Arthur.
Arthur menerimanya dengan senang hati. Lalu melakukan hal yang sama pada Maureen.
Sampai hari ini, Maureen tidak pernah bertanya apa Arthur sudah mencintainya atau belum. Baginya, Arthur bersikap manis dan baik selama ini juga sudah cukup.
Apalagi ia melihat jika kotak di bawah ranjang yang pernah ia lihat dulu sudah tidak ada.
Kalau perasaan Maureen, tidak perlu ditanya seberapa besar ia mencintai Arthur. Setiap hari ia mengatakan selamat pagi cinta ku dan diakhiri dengan selamat malam sayang.
"Maureen, aku ingin mengajakmu makan malam diluar nanti malam. Tapi kau pulanglah dulu tidak perlu menunggu ku karena aku ada rapat," kata Arthur yang kemudian menerbitkan senyum manis di bibir Maureen.
"Tumben sekali kau mengajakku keluar. Ada apa ?" goda Maureen.
"Tidak ada. Hanya ingin menghabiskan waktu dengan istriku yang cantik. Sekaligus ada hal penting yang ingin ku sampaikan padamu," kata Arthur.
Mendengar hal yang penting, dada Maureen langsung berdebar hebat. Sepenting apa itu. Apa itu tentang orang lain atau tentang mereka sendiri.
"Tidak perlu tegang begitu. Apa yang aku sampaikan nanti pasti akan membuatmu bahagia. Aku jamin," kata Arthur sembari menatap hangat kedua mata Maureen.
Maureen yang ditatap seperti itu rasanya tidak sanggup untuk tidak meleleh. Ia merasa dicintai oleh Arthur hanya karena sebuah tatapan mata.
...
😍💪💪👍👍🙏
kerennn
kejutan besar..
pantesan moses langsung ngeklik saat ngurus enzźoo
😍😍👍👍💪
🤣😍😍🙏💪
😍😍🙏💪💪
❤❤❤💪💪😍😍😍
😍😍❤❤💪💪
yg mau ketemu istri ...
😄😄😍😍❤❤💪💪
gak usah ketemulah irang masih ada anak mantan
😍😍❤💪💪💪💪
😄😄😍❤❤💪