"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"
~~Ares Reindart Darmaji~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22.
“ngapain kita disini?” tanya Flo saat mobil Ares berhenti di Lokasi militer. Lebih tepatnya di Kodam mobil itu berhenti.
“Saya mau laporan dulu, kau kalau mau turun, turun saja terus pulang” ucap Ares sebelum turun dari mobil.
“Aku nggak akan turun, aku bakal tetap disini. Ya udah sana jangan lama-lama” pungkas Flo lalu memalingkan wajahnya. Ares sendiri langsung keluar dari dalam mobil, dia akan menemui komandannya dulu untuk ijin sekaligus memberikan undangan. Sebenarnya ia malas tapi disuruh papanya untuk mengundang Pangdam.
Saat Ares sudah berjalan pergi, Flo melihat dalam mobil milik Ares. Dia melihat tas pria itu yang ada di belakang.
“Tasnya bukan tas militer, tas mahal itu. Dia boros juga dengan diri sendiri” cibir Flo melihat tas ransel milik Ares yang memang tas mahal.
Lalu ia melihat ke depan lagi, Dimana ia melihat para tentara yang berlalu Lalang di luar,
“Kalau gue memang jodoh sama dia, gimana kehidupan gue ya. Hidup di lingkungan militer, gue bisa atau nggak ya? Nggak bisa glamor.” Flo tiba-tiba kepikiran itu. Kalau ia menikah dengan Ares yang notabennya hanya seorang tentara sedangkan ia dari keluarga kaya. Flo mulai risau dengan kesenjangan hidup mereka,
“gue pasti bisa, kalau hidup nyaman, dia perduli denganku kenapa nggak bisa. Persetan dengan harta,” ucapnya yakin, dia menepis risaunya itu. Dia tak perduli kalau hidup sederhana yang penting ia hidup dengan orang yang penuh kasih sayang. Ia sudah muak hidup tanpa kasih sayang.
Flo lalu membuka dashboar mobil Ares, dia suntuk harus apa di Tengah sunyi saat ini. Saat ia membukanya tanpa di duga ia menemukan sesuatu dari dalam situ. Ia menemukan secarik foto Perempuan. Perlahan Flo mengambilnya, dia menatap datar foto itu.
“Dia..” gumam Flo lirih, matanya melebar sedikit berkedut melihat foto yang kini ia pegang. Foto yang sudah ia lihat jelas,.
Wajah Flo terlihat memerah, perlahan ia mulai mencengkram foto tersebut. Meremasnya cukup kuat dengan penuh kebencian.
“Kau..kau tidak akan ku biarkan mendapatkan kebahagianmu” Flo semakin kuat meremas foto tersebut. Matanya memerah seperti memendam benci yang teramat.
Setelah foto itu teremas tak berbentuk, Flo membuka ranselnya yang ada di belakang lalu ia memasukkan foto itu kedalam tasnya.
Flo diam termenung mengingat foto yang barusan ia temukan itu,
“nggak mungkin, nggak aku biarkan Ares menjadi milik orang lain apalagi Perempuan itu yang memilikinya” gumam Flo penuh tekad.
Tak lama kemudian Ares sudah kembali ke mobil ia melihat Flo yang masih diam merenung, ia menatap heran Perempuan yang duduk di sebelahnya.
“kau masih saja disini, kenapa nggak pulang saja” ucap Ares tak ingin terlihat perduli dengan Flo.
Flo yang tadi sedikit melamun, melihat sekilas kearah Ares tanpa bicara. Dia hanya menatap diam pria itu yang sudah ada di sampingnya.
Ares heran dengan tatapan Flo padanya,
“kau kenapa? Kenapa menatap saya begitu?” tanya Ares penasaran.
Flo diam sejenak, lalu ia tersenyum.
“Nggak pa-pa, memang nggak boleh natap kamu.” Ucapnya sambil tersenyum,
“urusanmu sudah selesai? Ayo jalan, aku nggak sabar ketemu dengan calon mertua” ucap Flo lagi dengan antusias.
“Calon mertua apa? Mereka bukan mertuamu dan kau tidak akan menjadi istriku” tegas Ares mematahkan ucapan Flo.
Flo langsung menatap kearah Ares,
“Yakin aku tidak akan pernah menjadi istrimu, kalau sampai aku menjadi istrimu bagaimana? Kau akan memberiku apa?” ucap Flo menantang.
“terserah kau saja,” Ares mengalah, dia tak melanjutkan lagi. Ares langsung menjalankan mobilnya pergi dari tempat itu.
………………
Setelah perjalanan kurang lebih dua jam, kini mobil Ares berhenti di sebuah rumah mewah di Kawasan komplek elit rumah berwarna putih berlantai dua itu terlihat mewah dari luar. Flo yang masih di dalam mobil terdiam, dial alu melihat kearah Ares yang mengambil ransel dari kursi belakang.
“Kenapa kau diam saja, ayo turun” ucap Ares sebelum dia turun dan menatap Flo yang menatap padanya.
“Kau sebenarnya siapa?” tanya Flo dengan datar.
“Saya manusialah, memang siapa?”
“bukan itu maksudku, mulai jago ngelawak kamu” ucap Flo meninggikan suaranya.
“Kau anak orang kaya?” tanya Flo lagi.
“Mau turun atau nggak, kalau nggak ya sudah” ucap Ares lalu keluar dari dalam mobilnya.
Buru-buru Flo mengambil tasnya lalu menyusul keluar. Dia langsung menahan Ares yang akan menaiki tangga kecil menuju keteras.
“kenapa? Mau pulang silahkan” ucap Ares sambil melihat kearah Flo.
Flo mengepalkan tangannya, mengangkat ke udara hendak memukul Ares. Ia geram dengan pria itu yang dari tadi terus menyuruhnya pulang.
“Gue..maksudnya aku mau tanya, kau siapa? Kau anak orang kaya? Ini rumah siapa?” tanya Flo sambil melihat sekitar Dimana rumah ares yang besar meskipun tak bisa seperti rumahnya.
“saya bukan siapa-siapa, saya hanya prajurit biasa” ucapnya lalu berjalan lebih dulu menuju pintu rumah Dimana sudah di bukakan seorang pelayan.
“Nggak mungkin kalau kau bukan orang berpengaruh, rumah mu saja rumah orang kaya. Meskipun masih besar rumahku” ucap Flo yang berjalan masuk kedalam rumah Ares. Ares tak memperdulikan Flo yang terus bicara.
“Ares, akhirnya kamu pulang” seorang Perempuan paruh baya dengan rambut yang di gulung rapi menuruni tangga. Bahkan pakaian Perempuan itu tampak elegan.
Ares berhenti berjalan dan melihatnya, begitu Flo yang ikut berhenti. Dia mengamati Perempuan paruh baya tersebut.
“Mama kangen sama kamu res,” ucap Perempuan itu memeluk Ares penuh kerinduan.
“Iya, aku juga kangen sama mama” jawab Ares membalas pelukan mamanya.
“Bohong, kalau kamu kangen nggak mungkin kamu nggak pernah angkat telpon mama” Perempuan itu melepaskan pelukannya menatap putra bungsunya tersebut.
“Sibuk? Kamu sibuk apa Res. Sampai nggak bisa angkat telpon dari mama. Kamu marah sama mama karena nggak setuju nikah duluan dengan pacarmu.”
Flo menatap serius saat mendengar itu, ia juga melihat kearah Ares yang seperti malas melihat sang mama.
“Oh tante nggak setuju dengan pacarnya, kalau denganku tante setuju atau tidak? Kenalkan aku Flo tan pacar baru Ares” ucap Flo yang mulai bicara, ia mengulurkan tangannya pada Perempuan yang paruh baya di depannya.
Mendengar itu Ares kaget, begitu juga dengan mamanya. Mama Ares, Maya. Maya tadi tak terlalu memperhatikan teman yang dibawa anaknya kini langsung melihat kearah Flo.
“yaampun maafin tante, tante baru sadar Ares bawa teman. Ta..tadi kamu bilang apa? Kamu pacar baru Ares?”
“Ya aku pa..”
“Bukan, dia bukan siapa-siapa ku ma. Dia orang yang aku kawal, selain itu bukan siapa-siapaku” potong Ares penuh penekanan.
Flo tersenyum sinis,
“Aku benar pacar barunya kok, dia aja nggak mau ngaku tan. Salam kenal aku Florencia Hapsari Dinata” ucap Flo tak perduli.
Maya memperhatikan penampilan Flo, lalu dia membalas jabat tangan Flo.
“Iya salam kenal, selamat datang dirumah tante Flo”
“kau berurusan denganku nanti” kesal Ares sambil menunjuk Flo, lalu dia menaiki tangga di rumahnya.
Flo sendiri tak perduli, dia menjulurkan lidahnya mengejek. Tapi ia langsung senyum saat Maya memperhatikannya.
“heheh maaf tan” ucap Flo sambil nyengir saat di perhatikan terus oleh Maya.
“Iya nggak pa-pa, ka..kamu istirahat dulu di kamar tamu. Nanti kita bicara lagi” ucap Maya sedikit canggung lalu dia pergi menyuruh asisten rumah tangganya untuk membersihkan kamar tamu.
Flo melihat Maya yang pergi, lalu dia bukannya mengikuti malah menaiki tangga menyusul Ares.
***
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
😄😄😄
hehehehhe...
lanjut ya
hahhahaha
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
lanjut lagi donk....
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔