Nayra, siswi SMA yang cerewet, polos, dan sedikit konyol, tak pernah menyangka kalau hidupnya akan jadi seribet ini. Semua gara-gara ia jatuh hati pada kakak dari sahabatnya sendiri, Sersan Arga. Seorang Tentara muda yang dingin, cuek, dan hampir tak pernah tersenyum. Hari-hari selalu membayangkan betapa tampannya seorang Arga Arfian.
Nayra selalu mencari cara agar bisa bertemu dan menyapa sang Sersan. Banyak rintangan yang ia lalu, namun itu tak menyurutkan semangat nya untuk memiliki Sersan Arga.
___
"Hallo, Mas Sersan"
Akan menjadi teman bacamu lebih menyenangkan... Yuk Baca selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naylest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Persiapan Kegiatan.
Jam pulang pun sudah tiba. Para siswa segera mengemasi peralatan sekolah ke dalam tas mereka dan bersiap untuk pulang. Dan seperti biasa, Nayra, Dinda, dan Sari keluar bersamaan dari kelas. Dan tak lupa obrolan random Mereka pun keluar dari bibir ketiganya, hingga sampai di parkiran Sekolah.
"Nay, nanti aku ke rumah kamu dulu. Kita kumpul di rumah kamu jam 02.00 dan kita berangkat bareng kesekolahan." Kata Dinda.
"Boleh. Oh ya, kita kan lama nih nginepnya di sekolah. Supaya bawaan kita tidak banyak, Bagaimana kalau keperluan bersama kita bagi saja. Misalnya sabun mandi, shampo dan peralatan lainnya. Kalau baju sih pasti masing-masing ya kan?" Kata Nayra.
"Bagus juga ide kamu, Nay. Soalnya kalau kita mau pulang, jaraknya juga lumayan jauh kan?" Jawab Sari.
"Oh ya, Din. Nanti tanya sama Kak Arga, kita kan sekolah, apa setelah jam pulang kita diizinkan pulang atau langsung menginap di sekolah tanpa pulang terlebih dahulu? Tadi aku nggak terlalu fokus dengerin kak Arga sama Pak kepsek bicara." Ujar Nayra sambil menyengir kecil.
"Kayaknya nggak sempet deh, kalau mau pulang dulu. Kita pulang aja jam 15:00, 15:30 atau kurang lebih jam 04.00 kita sudah mulai kegiatan." Jawab Dinda.
"Berarti, banyak dong barang-barang yang harus kita bawa? Terus makan sama minumnya gimana? Kita tidur di mana? Kalau tidur di halaman pakai tenda, kayaknya ribet deh. Soalnya kan bangun pagi kita sudah membereskan tenda itu lagi, nggak mungkin kan kita biarkan begitu saja? Halaman kan juga dipakai buat olahraga dan kegiatan lainnya." Ucap Nayra.
"Iya, yah. Kok aku baru kepikiran sekarang? Tidur sama makan kita gimana? Terus, hari ini kita bawa apa? Kalau kita bawa beras dan lauk pauknya, masaknya gimana? Ihhh kok jadi pusing sih?" Wajah Sari tampak frustasi memikirkan hal itu.
"Iya deh, nanti aku tanya ke Arga lagi. Aku juga bingung nih." Jawab Dinda.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju parkiran motor. Dan tak sengaja Sari melihat Arga dan Diki berjalan di koridor sekolah.
"Eh-eh, itu kan kakak kamu Din." Tunjuknya ke arah Arga dan Diki.
Nayra dan Dinda pun langsung menoleh. "Iya, itu kak Arga." Jawab Nayra.
"Samperin yuk, kita tanyain masalah tadi." Ajak Sari.
"Ayo-ayo!"
Ketiganya berlari menghampiri Arga dan juga Diki.
"Kak," panggil Dinda membuat Arga menoleh ke arahnya.
"Belum pulang?"
"Ini mau pulang! Tapi kita mau tanya dulu kak, boleh gak?"
"Apa itu?" Tanya Arga.
"Kita kan disuruh nginep di sekolah. Untuk makan, minum dan tidurnya kita gimana?"
"Untuk makan dan minum sudah disediakan oleh panitia dari TNI dan untuk tidur, kalian tidur di kelas masing-masing. Tapi laki-laki dan perempuan dipisah." Jawab Arga.
"Ooohhh," jawab ketiganya sambil mangut-mangut.
"Kalau keperluan yang kita gunakan gimana Kak?" Katanya Nayra.
"Keperluan seperti apa?"
"Pakaian atau apa gitu?"
"Ya. Kalian memang harus membawa pakaian dari rumah dan saya juga ingin memberitahu kalian bahwa acara ini akan dilaksanakan selama satu bulan. Tapi, hanya dua minggu saja yang kegiatannya bermalam di sekolah. Setelah itu kita hanya berlatih di jam pulang sekolah sampai jam 17.30. juga, nanti kita akan turun ke lapangan, ke masyarakat dan kehutan-hutan, untuk melengkapi kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Apa kalian paham?"
"Paham sih, kok tadi nggak dibahas?" Tanya Nayra memberanikan diri.
"Ya, kami dan kepala sekolah membicarakan hal ini lagi. Karena masih ada beberapa yang kurang dari pembahasan tadi pagi. Salah satunya apa yang kalian tanyakan ini, itulah yang kami bahas. Nanti kepala sekolah akan mengirim di grup sekolah untuk memberitahu yang lainnya." Jawab Diki yang ikut bersuara.
"Oh gitu," baru lah ketiga gadis itu faham.
"Berarti kita gak pulang ke rumah lagi ya, selama dua Minggu?" Tanya Sari.
"Sabtu Minggu kan libur, jadi kegiatan di mulai dari jam 07:30 sampai jam 11. Setelah itu, kalian pulang ke rumah. Jadi, untuk kegiatan dari Senin sampai Juma'at full." Jawab Diki.
"Kenapa gak Sabtu Minggu aja kegiatan ini di laksanakan, Kak? Kenapa milih di saat kita sibuk belajar?" Tanya Sari.
"Karena Sabtu Minggu kita ada kegiatan di Bataliyon. Jadi, tidak semua hari kita free. Kalian bisa istirahat di jam 11:00 sampai pagi jam 07:00. Beda sama kita, kita tidak ada waktu untuk istirahat di waktu yang cukup lama."
Ketiganya mangut-mangut faham. Dan sudah mengerti dengan apa yang di sampaikan oleh Arga dan Diki.
Mereka pun akhirnya memilih pulang, karena sore nanti mereka harus kembali ke Sekolah.
***************