"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.
"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.
DOR!
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.
Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lebih suka tidak mengenakan apapun
"Anda tidak boleh gegabah, Tuan! Anda tidak tahu seperti apa Tuan Nero!" salah satu anak buah Nick mengingatkan ketika Nick mengatakan ingin menghabisi Nero malam ini juga. "Tetap pada rencana awal, Tuan, jika Anda tetap nekat maka nyawa Anda jadi taruhannya! Pelan tapi pasti, Anda pasti bisa menghancurkan Tuan Nero!" tegasnya lagi seraya menyeringai tipis saat Nick memunggunginya.
Nick mengepalkan kedua tangannya kuat. Ia sudah tidak sabar melenyapkan Nero dengan tangannya sendiri, balas dendam atas kematian kedua orang tuanya beberapa tahun yang lalu.
"Baiklah, kita jalankan rencana secara pelan demi mencapai misi," kata Nick setuju dengan saran anak buahnya.
*
Di sisi lain. Nero saat ini sedang menemani Elle berbelanja di butik ternama di Kota tersebut.
Ele sangat cantik mengenakan dress selutut, kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya, serta rambut hitamnya yang bergelombang dibiarkan terurai.
"Nero, apa ini cocok untukku?" tanya Ele seraya menunjukkan dress yang akan ia beli pada Nero.
"Cocok." Nero menjawab singkat dan padat dengan ekspresi datar.
"Ck!" Ele berdecak kesal karena sejak tadi Nero memberikan respon yang sama. Ia kembali meletakkan dress tersebut ke tempatnya, tidak jadi beli.
Melihat Ele kesal, Nero pun mendekat, merengkuh pinggang ramping gadis itu. "Kau cocok memakai pakaian apapun, tapi aku lebih suka kalau kau tidak mengenakan apapun," bisiknya nakal lalu mengecup pelipis Ele dengan gemas.
"Mesum!" Ele yang tadinya kesal ini jadi gemas pada Nero. Ia memukul pelan dada bidang pria itu yang di balut kemeja putih.
Nero terkekeh, sangat suka sekali melihat kedua pipi Ele merona seperti ini.
Mood Ele untuk berbelanja kembali berkobar. Ia mengambil semua pakaian keluaran terbaru dari brand ternama dunia.
Nero tidak masalah, uangnya tidak akan habis kalau cuma untuk membeli semua pakaian itu. Dirinya kaya raya tujuh turunan, tujuh tanjakan. 😅
Dua bodyguard yang mengikuti pasangan itu terlihat kesusahan membawa barang belanjaan Ele.
"Tuan Nero!" Tiba-Tiba ada seorang wanita berpakaian sexy memanggil Nero dengan penuh percaya diri.
Nero dan Ele yang tengah menyelesaikan pembayaran langsung menoleh ke sumber suara.
"Tuan Nero, akhirnya kita bertemu lagi." Wanita sexy itu tersenyum bahagia, tapi wajahnya berubah masam saat menyadari disebelah pria itu ada seorang gadis cantik.
"Selingkuhanmu?!" tuduh Ele menatap tajam Nero.
"Ti-Tidak!" Nero menggeleng keras. "Dia adalah anak dari manager di perusahaanku." Nero memberikan penjelasan agar Ele tidak salah paham.
"Kau siapa!?" Wanita itu menunjuk Ele dengan nada tidak suka.
Nero segera memperkenalkan Ele pada wanita itu, "dia kekasihku, calon istriku." Nero berkata tegas dan penuh penekanan.
"A-Apa?" Wanita itu sangat syok mendengarnya. "Bagaimana bisa? Kata Daddy-ku, kau jomblo." Padahal dia sudah siap mendekati Nero, tapi melihat kenyataan ini hatinya terpotek seperti ranting kayu.
Ele menghembuskan nafas kasar mendengar ucapan wanita itu. "Selesaikan urusan kalian!" Ele melirik tajam Nero, lalu bergegas pergi dari sana dengan perasaan kesal dan diikuti dua bodyguard.
Nero gelagapan saat melihat Ele pergi. Sebelum mengejar Ele, ia melayangkan tatapan tajam dan mengerikan pada wanita itu.
"Gara-Gara kau, kekasihku marah! Kita tidak pernah dekat, jadi berhenti mengejarku jika tidak ingin ayahmu kehilangan pekerjaan!" sentak Nero penuh emosi.
Wanita itu seketika ciut dan ketakutan melihat tatapan tajam dan mengerikan itu.
Cammora tidak peduli dengan aturan Botak untuk Berta. Camorra mengajak Berta bersenang-senang. Cammora menggenggam erat tangan Berta menuju mobilnya.
Cammora membawa Berta ke salon kecantikan.
Cammora ingin pegawai salon merubah penampilan Berta menjadi cantik, sampai membuatnya pangling.
Elle senang tersenyum puas menikmati kegalauan Botak.
Cammora pria yang bisa membuat Berta bisa tersenyum. Berta merasa di hargai, di inginkan, dan di perhatikan.
Berta hatinya tersentuh dengan perhatian-perhatian kecil dari Cammora.
Apalagi Cammora memberikan Berta semangat dan dukungan moril, juga memberi nasehat.
Berta tumbuh dengan rasa ketakutan, tidak percaya diri, dan terasingkan.
Kini ada pria yang mengatakan Berta berharga. Jangan pernah lagi merasa rendah diri. Berta gadis hebat dan kuat.
Berta dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terima kasih pada Cammora.
Berta tersentuh, terharu dengan apa yang dikatakan Cammora.
Cammora bertanya pada Berta - Botak yang menjawab.
Cammora tak terima pada Botak yang ikut campur urusannya dengan Berta.
Elle datang - menyelamatkan Berta dari aturan Botak yang seenaknya sendiri.
Botak kalau suka sama Berta bicara terus terang. Sok meremehkan Berta. Nyatanya cemburu Berta didekati Cammora.
Rasain Batak. Suka memarahi Berta - mana bilang bukan hanya wajah Berta yang jelek, tapi cara kerjanya juga jelek.
Lihat tuh si jelek disukai Cammora yang kaya raya. Botak tak ada apa-apanya dibanding Cammora.
Cammora memanfaatkan waktunya untuk mendekati Berta.
Bahkan kemanapun Berta pergi, Cammora mengikuti.
Berta sampai protes pada Cammora.
Berta menyebut nama sekalian nama panggilannya.
Elle dan Nero berada di kamar menatap mereka.
Nero tak terima istrinya memuji Cammora yang gentelman.
Meronalah kedua pipi Berta mendengar tamu majikannya mengatakan - berliannya Berta.
Di kasih waktu satu minggu oleh Nero.
Nero mengancam Cammora akan kehilangan kepalanya kalau melakukan hal bahaya atau melukai penghuni rumah Nero.
Elle memperbolehkan Cammora menginap - biar Botak cemburu dan sakit hati.
Elle syok mendengar penuturan Nero - Botak tidak pernah mau menikah. Mungkin Botak tidak tertarik pada wanita.
Sepertinya Botak tidak mau menikah bukan karena gay, Elle.
🥰🥰🥰🥰
biar nti pulang paman botak pangling dan lupa ngasih hukuman 🤣🤣🤣