Mengisahkan tentang seorang wanita yang rela melepaskan suaminya untuk wanita lain. Meski kini dia harus menghadapi semuanya sendiri menjadi orang tua tunggal buat ke empat anak-anaknya namun dia tetap semangat .Tidaklah mudah perjalanan hidup yang dia lewati . Dalam keadaan hamil muda dia harus berpisah dengan suami hingga dia membesarkan anak-anaknya. Namun dia beruntung memiliki Ibu dan adik yang selalu mendukungnya.Apakah dia akan bahagia setelah berpisah dengan suaminya ? Apakah Dia bisa merawat dan membesarkan keempat anaknya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Aunankia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MALAM TAKZIAH TERAKHIR
Setiba di rumah mama mertua, aku melihat tamu sudah mulai berdatangan.Aku buru-buru masuk kedalam rumah untuk mencari Mama mertua yang kata orang-orang didepan beliau tadi tidak sadarkan diri.Aku dan mas Anis masuk ke kamar mama. Aku melihat ada dokter di sana tengah memeriksa mama.sedangkan mama masih belum membuka kedua matanya.
"Dok ...bagaimana keadaan mama mertua saya ?? " Tanyaku dengan sangat khawatir
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan Bu... beliau cuman butuh istirahat karena tekanan darahnya naik jadi beliau tidak boleh banyak berfikir " ucap pak Dokter muda
"Astagfirullah ...tolong sembuhkan mama mertua saya pak dokter "
"Insya Allah saya berusaha semaksimal mungkin ...saya akan memberikan obat dan vitamin...tolong usahakan beliau makan dan istirahat yang cukup serta meminum obatnya tepat waktu " ucap dokter dengan sabar
"Baik Dok...terimakasih banyak " ucapku dan mendekati tubuh mama mertuaku
"Kalau begitu saya pamit pulang dulu bu "ucap pak Dokter
"Baik Dok ... terima kasih banyak ya atas bantuannya "
"Sama-sama bu ..."
"Mari Dok saya antar ke depan " ucap Mas Anis
Mereka pun berjalan meninggalkan kamar mama.Aku menatap tubuh wanita yang tubuhnya nampak terbaring lemah.Aku mengusap kepalanya lembut.Aku memegang keningnya terasa panas namun kaki beliau dingin. Aku menggosok kedua telapak kakinya balsem dan mengusap ke seluruh tubuhnya agar terasa hangat.Dia nampaknya sudah mulai sadar dan membuka matanya.
"Nak ... mama haus " ucap mama Nurbaya lirih.
Bergegas aku memberinya air minum. Dan mas Anis masuk ke kamar .
"Mi...masak kan dulu Mama bubur supaya mama bisa minum obatnya " ucap Anis
Aku hanya mengangguk dan menuju dapur . Berdegas aku membuatkannya bubur lalu menyuapi ke mama dengan telaten sampe bubur habis.
"Alhamdulillah ... sekarang mama minum obatnya ya "
Aku membantunya meminum obatnya...Mas anis tertidur di samping mama.Aku mendengar diluar sudah begitu rame .Malam ini Takziah terakhir Bapak ,jadi pasti akan lebih ramai ketimbang malam sebelumnya.
"Sekarang Mama istirahat dulu ya Ma...Aku tinggal mandi dulu ya ma... aku cepat kembali "
"Iyya Nak , Mami dan adek kamu mana nak ?"
"Ohh tadi mereka ke rumah pamanku Ma , tapi besok pagi sudah kembali karena kebetulan hari ini pamanku ada acara syukuran Ma dirumahnya "
"Oh iya Nak "
"Ya udah ...aku tinggal ya mama" ucapku dengan lembut.
Aku pun segera bergegas ke kamar untuk mandi dan bersiap untuk ikut acara Takziah nya bapak.Ketika aku sedang mandi , pintu kamar mandi diketuk seseorang .
Tok...tok...tok....
"Siapa ...bentar aku sudah mau selesai " ucapku
"Cepat Mami ...banyak tamu yang tanya mami " Ucap Aulia anakku
"Oh iyya nak ...bilangin dulu mami lagi siap-siap"
"Iyya mami "
Aku pun bergegas melanjutkan mandi dan segera bersiap-siap.Malam ini aku mengenakan gamis syari berwarna hijau daun .Setelah merasa dandananku pantas aku pun keluar dari kamar . Aku begitu terheran rumah mama penuh orang dan di halamanpun penuh.
"Subhanallah ... begitu banyak yang menyayangi bapak jadi begitu banyak yang ingin mendoakannya " batinku
Aku mendengar ceramah dari ustad pun telah dimulai.Dengan berjongkok dan permisi aku melewati orang-orang yang tengah duduk.Mereka ada yang menegurku dan ada juga yang cuman tersenyum padaku.Aku menuju kamar mama tapi aku tidak melihat mama di kamarnya. kemana mama , bukankah beliau lagi sakit tidak lah baik jika dia berjalan-jalan meninggalkan tempat tidurnya.
Aku pun tidak melihat Mas Anis yang saat ku tinggal sedang tertidur.Apakah Dia yang membawa mama.Aku pun mencari mama dan menanyakan pada orang-orang ...ternyata mereka bilang mama berbaring di ranjang depan .Mama memaksa untuk ikut mendengar ceramah .Tapi karena orang-orang ramai aku tidak bisa ke mama.Aku pun memilih duduk di depan pintu kamar.Aku menyuruh Aulia untuk menjaga adek-adeknya di dalam kamar dan tidak berisik.
Aku melihat orang-orang tersebut tersenyum mendengar ceramah dari ustad tetapi diriku hanya bengong, karena aku tidak begitu paham arti dari kata-kata ustad yang diucapkan dalam bahasa daerah . Jadi aku saat ini tengah berada dalam keramaian namun aku merasa sendiri.Aku pun tenggelam dalam kesedihanku...Aku bersedih karena bapak begitu cepat pergi dan itupun dengan sangat tiba-tiba .
Aku masuk ke kamar ketika mendengar Anakku Azkia menangis dan teriak memanggilku.Ternyata dia mengantuk dan aku mengeloninya.Aku pun melarang anak-anak ribut .
"Bobok ya nak " ucapku seraya memberinya susu
"Iyya Mami ..."
"Anak mami pintar banget "
Azkia pun meminum susunya ,aku mengusap-usap rambutnya dengan lembut . Entah aku pun merasa sangat lelah dan mengantuk.Aku melihat Aulia masih bermain hp.
"Nak ...kalau sudah selesai ceramahnya bangunin mami yaa "
"Iyya mam " ucap Aulia
"Mami mau liat keadaannya nenek nak " sambungku
Aku yang sudah merasa tidak kuat lagi untuk membuka kedua mataku ini pun langsung tertidur.Dan seketika aku terbang ke alam mimpi.Samar-samar Ku mendengar Mas Anis mencari dan memanggilku namun ketika melihatku tertidur dia keluar lagi dari kamar.
NB. Mohon kritik dan saran
bukan pelakor
dasar aja bucin n gatal Krn lama ngga disentuh suami
percuma dan jgn bucin dg dalih anak
sdh bisa cari uang kok msh mau dg suami spt itu
perseteruan sampah dan tong sampah
gantilah no hp...
benci aku ..jadi istri kok bodoh amat
istri polisi lagi..kan kamu bisa visum bude...
bucin emang bikin bodoh