NovelToon NovelToon
Billionaire Bride

Billionaire Bride

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:11.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: RR Maesa

Damian adalah seorang pria muda tampan pewaris perusahaan besar yang kaya raya. Suatu hari dalam perjalanan bisnisnya dia memberi tumpangan pada seorang pengantin wanita yang kabur dihari pernikahannya.

Kesalahfahamanpun terjadi, keluarga besar, teman dan koleganya mengira Damian sudah melangsungkan pernikahan.

Karena jadwal yang padat, Damian terpaksa membawa pengantin wanita itu dalam perjalanan bisnisnya keliling Eropa.

Bagaimana kisah selanjutnya? Siapakah wanita itu? Kenapa dia kabur dihari pernikahannya?

Apakah akhirnya mereka akan saling jatuh cinta?

Follow IG@rr_maesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-22 Finalti yang Impas

Hanna merasakan sesak didadanya, dia merasa dia sulit bernafas.

“Puih! Puih!” Hanna meniupkan bibirnya karena serasa ada yang menempel.

“Puih! Puih!” Lagi-lagi dia meniupkan bibirnya. Dadanya kini terasa berat dan semakin sesak. Tangannya meraih sesuatu di bibirnya, dan membuangnya, tapi lagi-lagi benda itu menempel di bibirnya seakan tidak habis habisnya.

“Puih!Puih!” Dia kembali meniupkan bibirnya. Dengan terpaksa dia membuka matanya yang sangat berat. Perlahan lahan dibuka, matanya langsung terbelalak kaget. Rambut ada di depan wajahnya. Kepala berambut itu ada di atas dadanya.

“Wuaaaa!” Hanna berteriak kaget dan langsung bangun dari tidurnya. Si pemilik rambut itu tampak juga bangun dengan malas dan masih mengantuk.

“Apa yang kau lakukan?” teriak Hanna sambil turun dari tempat tidurnya, kedua tangannya menutupi dadanya.

“Ada apa? Kau membuatku kaget!” tanya pemilik rambut itu, siapa lagi kalau bukan Damian.

“Apa yang kau lakukan di dadaku?” teriak Hanna.

“Aku? Di Dadamu? Apa?” tanya Damian kebingungan.

“Iya. Kau tidur memelukku, dan kepalamu ada diatas dadaku! Apa yang kau lakukan? Kau melakukan sesuatu?” tanya Hanna, kedua tangannya masih melipat menutupi dadanya.

Damian mulai mengerti sekarang, rupanya semalam dia memeluk wanita itu dan tidak terasa kepalanya menyandar di dadanya.

“Aku tidak merasa tidur di dadamu,” ucap Damian.

“Aku bangun, kepalamu ada di dadaku, rambutmu masuk ke mulutku! Puih!Puih! Rambutmu masih menempel di bibirku!” teriak Hanna lagi sambil meniup niupkan lagi bibirnya.

“Benarkah? Aku tidur diatas dadamu? Aku tidak percaya,” Damian menggelengkan kepalanya.

“Kau fikir aku bohong?” bentak Hanna. Damian mengerutkan kening.

“Aku ko tidak merasa itu dadamu ya? Ko tipis sekali!” ucapnya spontan. Hanna yang mendengarnya langsung marah, dia mengambil bantal dikasur dan dipukul-pukulkan pada Damian.

“Lagi-lagi kau mengejekku! Terus saja mengejekku!” teriak Hanna. Damian menahan pukulan bantal itu dengan kedua tangannya.

“Hentikan atau ku tarik bantalmu dan kau jatuh ke pelukanku!” teriak Damian, membuat Hanna terdiam. Dia teringat tarikan tangan Damian ke bantalnya tempo hari malah membuatnya jatuh ke pelukan pria itu, akhirnya Hanna menghentikannya.

“Kau kena finalti!” ucap Hanna.

“Finalti apa?” tanya Damian, menatap wanita itu yang wajahnya sangat merah. Apa wanita itu sedang malu?

“Kau memelukku pada bagian yang terlarang!” ucap Hanna.

“Jadi kau harus mengganti rugi 2x lipat. 80M!” ucap Hanna.

Damian terdiam sebentar.

“Tunggu, tunggu, apa yang menyentuh dadamu?Bagaimana posisiku? Aku tidak ingat,” tanya Damian.

“Kau memelukku, dan kepalamu ada di dadaku,” jawab Hanna, kini mukanya semakin memerah, membuat Damian merasa lucu melihatnya, wanita itu benar-benar sedang merasa malu.

“Benarkah? Jadi aku tidak memegang dadamu kan?” tanya Damian, sambil menatap dadanya Hanna, membuat Hanna menoleh ke dadanya.

“Apa kau melihat dadaku?” teriaknya, sambil mengambil bantal dan melemparnya pada Damian yang masih duduk di tempat tidur dan langsung menangkapnya.

“Dadamu sangat tipis, apa yang bisa aku pegang?” tanyanya sok merasa tidak bersalah.

“Damiaaaan!” Hanna berteriak dan melempar bantal lagi pada Damian yang kembali ditangkap Damian.

“Pokoknya kau kena finalti! Kau melanggar perjanjian kita!” ucap Hanna, masih dengan nada tinggi, emosi pada sikap Damian.

“Aku tidak mau! Aku tidak merasa memegang dadamu!” ucap Damian.

“Apa? Kau melanggar aturan! Kau harus membayar 2x lipat!” seru Hanna.

“Tidak, aku tidak merasa memegang dadamu,” elak Damian.

“Kepalamu ada diatasku! Kau melanggar aturan!” seru Hanna dengan kesal.

“Tunggu! Tunggu! Yang diatas dadamu kepalaku kan?” tanya Damian.

Hanna mengangguk.

“Tanganku dimana?” tanya Damian lagi.

“Memelukku,” jawab Hanna.

“Berarti aku tidak memegang dadamu, jadi aku tidak melanggar aturan!” ucap Damian.

“Apa? Tapi kau..” Hanna tidak melanjutkan bicaranya. Damian memang benar, dia tidak memegang dadanya. Dia hanya memelukknya dan kepalanya ada diatas dadanya. Berarti dia tidak memegang bagian yang terlarang. Berarti dia tidak melanggar aturan.

“Tidak bisa! Kau tetap harus ganti rugi! Kau kena finalti!” kata Hanna, bersikeras.

“Aku tidak mau! Aku merasa tidak bersalah. Lagipula  sebenarnya kau yang harus kenal finalti,” ucap Damian, menatap Hanna, yang wajahnya masih memerah.

“Ko jadi aku?” tanya Hanna.

“Karena kau semalam tidak memelukku, kau tidur dibahuku, kau tidur dipangkuanku! Aku yang menggajimu, kenapa aku yang menungguimu tidur?” jawab Damian.

“Aku..aku tidak sengaja, aku ketiduran!” jawab Hanna.

“Kau selalu bilang begitu, berapa kali kau melangggar perjanjian. Aku juga bisa memegang dadamu dan bilang tidak sengaja,” kata Damian.

“Apa? Jadi kau memegang dadaku?” tanya Hanna, membelalakkan matanya.

“Tidak! Aku tidak merasa memegang dadamu!” jawab Damian.

Hanna cemberut.

“Jadi siapa yang seharusnya kena finalti? Kau!” kata Damian.

“Tapi kan kau memelukku, kau juga tidak mengigau,” jawab Hanna.

“Tapi kan seharusnya kau menungguiku tidur,” ucap Damian tidak mau kalah.

“Aku tidak mau kena finalti. Aku tidak sengaja, aku ketiduran, aku tidak mau uangku hilang, aku mau membeli rumah dipantai,” ucap Hanna.

“Jadi…” Damian tidak melanjutkan bicaranya.

“Jadi apa?” tanya Hanna, menatap Damian.

“Jadi kita impas. Jadi tidak usah bahas ini lagi, oke?” jawab Damian.

Hanna terdiam. Dia memang salah, kenapa dia selalu ketiduran, bukankah tugasnya menunggui Damian tidur? Mememluknya jika mengigau? Kenapa dia merasa selalu mengantuk dan melupakan tugasnya?

Tok tok tok!

Terdengar suara pintu kamar diketuk. Hanna menoleh pada Damian, yang langsung bangun dari tidurnya. Dibukanya pintu kamarnya, ibu tirinya sudah ada dipintu.

“Apa lagi?” tanya Damian dengan ketus, menatap Ibu tirinya itu.

 Ny.Sofia memberikan secarik kertas kecil.

“Aku sudah memesankan cincin pernikahan kalian. Jadi kau tinggal mengambilnya siang ini. Ini alamat tokonya,” kata Ny,Sofia.

Damian mengambil kertas itu lalu menutup pintu kamarnya, seperti biasa padahal Ny.Sofia masih berdiri disitu.

Damian mendekati Hanna memberikan secarik kertas itu.

“Hari ini aku sibuk sekali. Kau saja yang mengambilkan cincin itu,” kata Damian.

“Apa ini?” tanya Hanna, menerima kertas itu dan membacanya.

“Alamat  toko perhiasan. Ibu tiriku sudah memesan cincin pernikahan kita,” jawab Damian.

“Kau tidak mengantarku mengambilnya?” tanya Hanna.

“Tidak, aku sibuk, kau saja,” jawab Damian, sambil berjalan menuju kamar mandi. Sebelum masuk, dia menengok ke arah Hanna.

“Kau juga saharusnya mengganti cincinku yang hilang!” seru Damian.

“Uangku akan habis kalau aku menggantinya dan aku tidak jadi membeli rumah itu!” balas Hanna.

Damian tidak menjawab lagi, dia masuk ke kamar mandi, pintupun ditutupnya. Kini hanya suara kran air yang terdengar.

Hanna membaca lagi kertas itu, alamat toko perhiasan, dan memo tulisan sepasang cincin pernikahan, dibawahnya tertulis lagi Ny.Sofia. Dia akan memakai taxi saja ke toko itu.

****************

Di toko perhiasan…

Seorang pelayan toko menghampirinya, Hanna memberikan secarik kertas itu.

“Iya tunggu sebentar,” jawab pelayan toko. Tidak berapa lama seseorang datang dari ruangan lain di toko itu, sepertinya pemilik toko. Seorang pria yang tidak terlalu tua, ditangannya memegang sebuah kotak berwarna merah.

“Ini pesanan Ny.Sofia,” kata pemilik toko itu, sambil membuka kotak itu. Hanna melihatnya dan matanya terbelalak. Sepasang cincin yang indah, diapun langsung tersenyum senang melihatnya.

“Indah sekali,” gumamnya.

“Ini berlian asli,” jawab pemilik toko.

Hanna mengambil cincin wanita dan dicobanya, ternyata cukup. Ada rasa haru dihatinya, mimpi apa dia memakan cincin semahal ini? Andai saja, ya andai saja, pernikahan ini pernikahan sesungguhnya dan yang memberikan cincin ini adalah kekasihnya, pria yang dicintainya juga mencintainya, dia pasti sangat bahagia. Ya andai saja, andai saja, cukup andai saja, karena kenyataannya pemilik cincin ini bukan suami yang sebenarnya.

Hanna kembali menyimpan cincin itu, lalu menoleh pada pemilik toko, saat pria itu bertanya.

“Pengantin prianya tidak ikut?” tanya pemilik toko.

“Tidak, dia sedang sibuk,” jawan Hanna. Kini dia menatap cincin pria.

“Bagaimana dengan cincin pria? Perlu dicoba cukup atau tidak,” kata pemilik toko.

“Kau benar,” Hanna tampak berfikir sebentar.

Seorang pria ber jaket hijau masuk ke dalam toko dan membawa sebuah kotak bingkisan.

“Aku mengantarkan ini,” kata pria itu, sambil memberikan kotak itu pada pemilik toko, yang langsung membacanya dan memberikan kotak itu pada pelayannya.

Hanna menoleh pada tangan si pria berjaket hijau itu. Sepertinya dia tukang ojek onlen atau pengantar paket, fikirnya. Lalu menoleh pada wajah si pria itu. Tukang Ojeg yang sangat tampan! Kulitnya juga putih, badannya bagus, tinggi, sekilas seperti sosok Damian.  Hanna langsung membayangkan si milyarder itu menjadi tukang ojek online, diapun tersenyum tidak kuasa membayangkan si milyarder memakai jaket ijo ijo begitu.

Lamunannya buyar saat tukang ojek itu menoleh ke arahnya.

“Kenapa kau menatapku?” tanya tukang ojek itu.

“Mmm boleh aku melihat tanganmu?” Tanya Hanna, menatap pria yang kini menghadapnya. Hemm dia terlihat sangat tampan dari depan. Sangat tidak cocok jadi tukang ojek, harusnya dia menjadi model iklan atau pemain film, fikirnya.

“Kenapa dengan tanganku?” tanya tukang ojek itu lagi.

Hanna langsung meraih tangan pria itu, dilihatnya di bolak balik, ternyata tidak jauh berbeda dengan tangan Damian. Dia ingat jari Damian saat merebut cincin di jari Damian itu sampai cincin itu terjatuh.

Diambilnya cincin di kotak itu dan dicobanya, ternyata cukup.

“Cukup,” ucap Hanna, lalu melepas cincin itu dan menyimpan kembali di kotak.

“Buat calon suamimu?” tanya tukang ojek itu

“Suami,” jawab Hanna.

“Kau sudah menikah?” tanya ojek itu lagi.

“Ya. Kami akan mengadakan resepsi, suamiku tidak sempat datang kesini,” jawab Hanna lagi.

“Kau tukang ojek onlen kan? Bagaimana kalau kau mengantarku ke salon? Tidak jauh tempatnya dari sini,” kata Hanna. Pria itu tampak terdiam.

Hanna menoleh pada pemilik toko. Setelah basa basi, diambilnya kotak itu yang sudah dikemas lagi sama pemilik toko. Lalu menoleh pada ojol itu.

“Ayo, aku buru-buru,” ajak Hanna, sambil keluar dari toko itu diikuti si ojol.

*************

Jangan lupa like dan komennya…juga vote...

Baca juga “My secretary” season 2(Love Story in London)

1
USWA ,
kenapa jadi "Lorena" wah ketuker ini ama yg sebelah thor...🤣🤣🤣
USWA ,
setelah sekian purnama ,aku datng lagi kangen dgn HANA dan DAMIAN
Dewa Dewi
wowww
Wardani Lestari
Luar biasa
Parih Tiambun
saya sudah 2 kali baca tapi tetap aja seru, novel nya gak buat bosan🥰
Juragan Jengqol
siapa tau ibunya yang selingkuh....
Juragan Jengqol
solisinya, buat kebohongan itu jadi nyata. alias nikah beneran 🤭
Juragan Jengqol
kalau modelnya gitu ga bakal pernah cukup. punya 20 pengen beli yg 10. punya 40 pengen beli yg 20. maruk itu namanya....
Juragan Jengqol
untung ga ada yg kepikiran ngecek ke kantor catatan sipil 😁
Juragan Jengqol
mending cari rumah yang di bawah 1 M. bisa sih beli rumah mewah yg 10 M, tapi sanggup ga buat biaya bulanannya 😅
Yanto Yanto
Kecewa
Yanto Yanto
Buruk
selir jansen༻
🤣🤣🤣 Mak batuk oek oek
selir jansen༻
🤣🤣🤣🤣
Rik Yulianti Kalisik
bagus
Mamah Anisah
seru ceritanya
Neng Alifa
Hanna adalah saya,cuan cuan cuan😄😄😄
Siti Mujimah
di butuhkan perjuangan untuk mendapatkan restu. gpp biasa itu..nmnya mengambil anak gadis orang
Siti Mujimah
akhirnya setelah sekian lama baru keluar kata aq mencintaimu...sweet bingitz sih😘😘😍😍😍
Siti Mujimah
bener2 y si Hana bikin orang kezel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!