NovelToon NovelToon
Lian'S Story

Lian'S Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:86.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: YoejaLove

Lian Az Zahra putri

Gadis mungil lulusan akuntansi universitas negeri ternama mulai meniti kariernya di ibukota seorang diri. Mempunyai karier yang cemerlang, ia menduduki jabatan penting di usia muda.

Keberhasilan kariernya tak membuatnya lepas begitu saja dari belenggu masa lalu. Trauma menjalin kasih dengan perbedaan status sosial membuatnya berada di situasi terendah dalam hidupnya.

Dapatkah Lian bangkit dari ujian yang datang bertubi-tubi di tengah kariernya yang menjulang tinggi.

Novel perdana saya, menceritakan kehidupan seorang Lian di ibukota. Karier dan kehidupan cintanya merubah banyak hal dalam dirinya.

Follow juga akun media sosial

FB : YoejaLove
Instagram : YoejaLove

Happy reading guys 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoejaLove, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rendy & The Gank

Jam pulang kantor pun tiba, Lian memutuskan untuk segera pulang. Dia pulang sendiri naik taxi karena Wati ada keperluan ke tempat WO.

"Alhamdulillah segerrrr. Kayaknya aku hubungi dulu orang ini, kasian juga pasti nyariin dompetnya." Selesai mandi dia mengingat dompet orang asing itu belum dia kembalikan.

"Hallo, selamat malam. Maaf apa ini benar dengan bapak Rendy?"

"Iya betul saya Rendy."

"Bapak, saya Lian. Kebetulan saya yang menemukan dompet bapak kemaren malam di supermarket YY. Ini bagaimana ya pak? Kalau tidak keberatan bapak bisa datang ke tempat saya?"

"Ohh, boleh mbak. Bisa kirim alamatnya. Kebetulan saya baru mau keluar kantor bisa sekalian pulang."

-- 1 Jam kemudian --

"Maaf nunggu lama ya." Rendy datang ke cafetaria di komplek apartemen. Lian sengaja mengambil tempat ini agar dia tidak keluar jauh. Sebenarnya jika tidak ingat dompet ini, dia memilih tidur dikamarnya.

"Baru turun pak. Silahkan pak." Lian.

"Ahh, terima kasih sebelumnya mbak, saya pusing nyariin dompet saya. Beruntung yang menemukan mbak bukan tukang copet." Akting Rendy kali ini benar-benar mengecoh Lian yang tidak tahu apa-apa.

"Sama-sama pak." Lian menyerahkan dompet Rendy.

"Baiklah, eh sepertinya usia kita tidak terlalu jauh. Jangan panggil pak donk." Rendy sok akrab.

"Saya panggil kakak ya." Lian menawarkan.

"Setidaknya lebih baik dari sebelumnya." Rendy terkekeh.

Oiya, Lian kerja dimana?"

"Di perusahaan Express Internasional kak."

"Oiya, Winata Group punya yah."

"Betul kak."

Tampak akrab mereka ngobrol kemana- mana. "Oke, lain waktu kita sambung lagi yah, kamu tinggal disini Khan?" Rendy pura-pura bertanya.

"Iya kak, baiklah. Hati-hati dijalan." Lian melambaikan tangan tanda perpisahan.

Sekembalinya Lian di apartemennya ternyata Wati belum juga kembali, dia memutuskan untuk mengirim pesan singkat ke wati.

"Mbak, apa belum selesai ?"

"Sebentar lagi dek, kamu kalau capek duluan saja tidur yah. Mbak agak lama ini."

"Baiklah, Lian tidur duluan."

Tanpa Lian sadari ternyata ada orang yang memperhatikannya ketika bertemu dengan Rendy. Dimas benar - benar mengawasi siapa saja yang berhubungan dengan Lian.

"Siap boss, saya meluncur." Salah satu tim keamanan yang dibayar oleh Winata Group menghubungi Dimas.

☀️Di kantor Winata Group ☀️

Dimas yang baru saja kembali dari butik WO sengaja kembali ke kantor bersama dengan Wati. Di ruangan dimas, Wati panasaran bertanya ada apa tiba-tiba Dimas mengajaknya kembali ke kantor padahal sebelumnya dia akan mengantarkan Wati pulang.

"Ada yang mau mas kasih tahu ke kamu, biar kamu dengar sendiri. Sebentar lagi datang kok sayang." Dimas menjelaskan ketika melihat ekspresi calon istrinya penuh tanya.

"Baiklah." Wati menyenderkan tubuhnya ke sofa di sudut ruangan Dimas

"Pak Alvino sudah pulang, kalau benar dugaanku besok mas kasih tahu dia sayang."

"Betul mas, setidaknya perusahaan menjamin keamanannya."

"Permisi boss." Seorang pria berbadan tegap seperti tentara mengetuk pintu ruangan dimas yang sedikit terbuka.

"Masuk dan tutup pintunya. Bagaimana pak, ada informasi apa lagi?" Dimas tidak sabar.

"Begini bos, tadi sekitar jam 7 an saya lihat mbak Lian bertemu dengan orang asing. Saya sudah pastikan dia bukan orang Winata Group tapi saya sedikit curiga dengan orang itu."

"Siapa yaa ?" Dimas agak bingung karena menurutnya lingkungan pergaulan Lian masih sebatas orang-orang Winata Group.

"Astagaa, mungkin orang yang dompetnya jatuh waktu kita belanja ke supermarket mas." Wati teringat dompet orang asing itu ada kartu nama bertuliskan nama Rendy.

"Kamu kenal sayang?"

"Enggak mas, dia gak sengaja nabrak Lian waktu di supermarket."

"Lalu apa yang bapak curigai ?" Dimas bertanya lagi.

"Sepertinya niatnya tidak baik boss, ini masih analisa saya. Bisa jadi dia orang suruhan. Kalau memang diperlukan, saya lanjutkan." Lelaki berkulit hitam itu menunjukkan video hasil intaiannya sebagai bukti.

"Lanjutkan saja pak. Saya ingin tahu." Dimas mulai mencemaskan keamanan Lian.

"Akhirnya yang aku takutkan terjadi mas, Lian banyak musuhnya." Wati mulai panik.

"Baiklah, bapak boleh istirahat." Dimas menyudahi pembicaraan dengan orang kepercayaan Winata Group.

"Baiklah bos, permisi." Lelaki itu meninggalkan ruangan Dimas.

"Sudah mas antisipasi sayang. Kamu jangan khawatir ya. Lebih baik kita pulang. Sudah malam, kamu pasti capek." Dimas menggandeng Wati keluar dari ruangan itu menuju lobby parkiran mobilnya.

Sementara itu yang menjadi topik pembicaraan, Lian sudah terlelap tidur karena kecapekan. Dia tidak mengetahui bahkan mungkin tidak berfikir sejauh Dimas. Ada komplotan orang yang mengincar dirinya.

-- Di cafe milik Rendy --

"Aku sudah bertemu anak kampung itu. Ciihh, kalian bilang anak itu pintar dan merepotkan. Benarkah itu?" Rendy meneguk minumnya kesal karena mendapat tugas yang dianggapnya konyol.

"Jangan kau cuma lihat fisiknya Ren. Bocah kampung itu otaknya pintar kali." Aska menambahkan, dia teringat bagaimana Lian menekan Candra dan Wawan dengan data yang dimilikinya pada saat meeting.

"Kau belum melihat tatapannya yang dingin seakan berkata, sudahlah anda ketahuan!! Siiaalll!!!" Candra masih emosi tak terima perlakuan Lian di meeting waktu itu.

"Jadi kita hanya bisa berharap sama kau Ren, kau bukan orang Winata Group. Si Dimas kunyuukkk itu tidak akan curiga sama kau." Aska meyakinkan Rendy untuk melanjutkan misinya.

"Lalu apa rencana kalian?" Rendy menghabiskan minuman dingin yang dipegangnya.

"Kau dekati anak itu sampai dia benar-benar cinta sama kau. Dengan begitu aku rasa anak itu akan nurut sama kau. Informasi apapun bisa kau dapat dengan mudah daripada kalau kalian hanya berteman, akan sedikit sulit." Aska memberi ide.

"Astaagaaa kalian gak salah, bini gue gimana??" Rendy protes.

"Irene urusan gue." Mellisa menenangkan Rendy yang gusar dengan ide teman-temannya.

"Kalian harus hati-hati, ini Winata Group lhoo. Kalau ketahuan bisa tamat riwayat kita." Rendy mengingatkan.

"Makanya kamu yang deketin bro, kalau gue udah di blacklist sama Lian. Dia tahu perceraian gue." Aska menjelaskan.

"Begitu ya, kalau begitu gue setuju asal Irene juga kalian yakinkan. Terus bagian gue gimana?" Rendy tertarik dengan kerjasama yang ditawarkan Aska dan lainnya.

"Bagian kau memang lumayan karena tugasmu agak riskan. Makanya sengaja gue buatkan kartu nama dengan nomor lain selain nomor pribadi kau." Aska berbicara mengingat kartu nama yang sengaja diselipkan di dompet itu.

"Ingat! Jangan bawa mobil kantor atau mobil Irene kalau ketemu Lian. Pakai mobil yang tadi kau pakai ketemu dia. Jangan sampai lupa, bisa fatal akibatnya." Mellisa yang tadi hanya menyimak ikut menambahkan.

"Sekecil apapun informasi yang kau dapat itu penting, apalagi kalau bocah kampung itu benar-benar menduduki jabatan Stella. Malah sekarang departemenku di gabung sama FA. Artinya, kalian tahu bukan?" Aska menambahkan.

"Artinya, posisi kau dibawah bocah itu?" Rendy memastikan apa yang dimaksud oleh Aska.

"Betul." Mellisa.

"Astagaa." Candra dan Wawan yang sejak tadi terdiam tak percaya dengan apa yang diucapkan Aska.

"Intinya Ren, semakin dekat kau sama Lian akan mempermudah kau mendapatkan informasi yang dibutuhkan." Candra.

"Oke, gue paham sekarang." Rendy menyudahi pembicaraan itu.

1
Sultan Fairel
lanjut thor bagus ceritAnya
nazaruddin thamrin
3 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Indraqilasyamil
berasa kembali kedunia kerja ...
Indraqilasyamil
hai kak yoeja ...
Cut SNY@"GranyCUT"
Menarik ceritanya... mulai baca..
Narti Darsono
inovel si ada thoor tapi yang lain tidak ada
YoejaLove23: sayangnya ini di n*velm* kakak
total 1 replies
✨Adinda
Semangat kak. Mampir kembali, jangan lupa feedbacknya ya🤗
Alisya Putri
semangat up nya Thor 👍😄💪

a world full of zombies hadir lagi menceritakan tentang, Teen, Romantis, dan petualangan 👍😆
HeniNurr (IG_heninurr88)
😍😍Lanjutkan
Narti Darsono
lama tidak up ni
YoejaLove23: hai kak Narti
iyaa maap yaa..
total 1 replies
💖T¡T¡N AD€€VA 💖
3...jejak dulu
S Anonymous
Nyicil 10 like Kak

Salam kenal dari (Calon Istri vs Mantan Istri) 👋

Semangat terus yaa💪
Alisya Putri
semangat up nya Thor 👍😄💪

salam sukses selalu buat thornya dari a world full of zombies hadir lagi 💚🙂
ig : skavivi_selfish
enak gak ini? musuh dlm selimut
YoejaLove23: gak enak kak

enakan Jani sama kay🤭🤭🤭
total 1 replies
Lakewood
Semangat upnya kak! ❤️
Jangan lupa mampir juga ya di ceritaku 😉
Like sama favorit juga biar bisa saling like tiap update baru 🙂
Lesta Lestari
semangat kak, like mendarat❤
HeniNurr (IG_heninurr88)
Lanjut 😍😍
Husen Dipa
àkhirnyaaaaaaaaaaaa
꧁⚜Melva TÂMVĂNzuͬͭͬͬͬͬͥͭltan⚜꧂
Mampir, jgn lupa feedback😉
Narti Darsono
lama tidak up thoor ,?
YoejaLove23: Hai kak Narti, iya maaf ya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!