NovelToon NovelToon
Heartbreak Hotel

Heartbreak Hotel

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bulan Yasinta 95

Apa yang akan terjadi jika seseorang yang tidak percaya dengan cinta bertemu dengan seseorang yang sangat suka mempermainkan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bulan Yasinta 95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Setelah saling mengungkapkan perasaan, Luke dan Isa akhirnya memutuskan untuk menghabiskan seluruh waktu mereka pada hari ini secara bersama – sama.

Awalnya, Luke ingin membawa Isa ke sebuah sungai yang sangat terkenal keindahannya di Annecy, karena Luke tau bahwa Isa sangat menyukai sungai. Namun, karena keinginan Isa yang sangat ingin pergi ke gereja, akhirnya Luke mengurungkan niatnya.

“Luke… apa kau pernah pergi bergereja di Eglise Saint Francois Xavier itu?” tanya Isa sambil menatap Luke yang sedang mengemudikan mobil.

“Belum pernah”

“Yang benar saja? Kau belum pernah bergereja disana?” tanya Isa terkejut.

“Ya, aku tidak pernah bergereja disana”

“Jadi… dimana kau bergereja?” tanya Isa penasaran sambil menatap Luke dengan lamat – lamat

“Aku jarang sekali bergereja” jawab Luke dengan jujur.

“Kapan terakhir kali kau beregereja?” tanya Isa penasaran.

“3 tahun yang lalu”

“3 tahun lalu? Are you crazy?” tanya Isa yang diselingi dengan sebuah tawa paksaan.

“Dulu, aku sangat sering bergereja. Namun… karena suatu masalah, akhirnya aku memutuskan untuk berhenti bergereja” terang Luke

“Apakah masalah itu sangat berat? Hingga kau menyalahkan Tuhan dan berhenti bergereja?” tebak Isa sambil menatap Luke yang sedang menghembuskan napasnya dengan kasar.

“Kurang lebih seperti itu” ucap Luke sambil membasahi bibirnya yang sudah kering dengan lidahnya.

“Tapi… jika kau bersamaku, aku yakin… kalau aku akan selalu bergereja setiap minggu” lanjut Luke sambil tersenyum tulus.

Dengan salah satu tangannya, Luke meraih tangan Isa yang berada di atas pangkuan paha Isa. Luke menggengam tangan Isa dan mencium punggung tangan Isa.

“Aku ingin menjadi ayah yang baik untuk anak – anak kita nanti” ucap Luke sambil tersenyum lebar

Tentu saja, ucapan Luke itu berhasil membuat rona merah muncul di kedua pipi Isa. Bahkan, Isa merasa bahwa punggungnya terasa sangat panas. Ya, panas karena akibat terbakar rasa malu dan senang disaat yang bersamaan.

“Kenapa kau selalu membicarakan anak? Apakah kau sebegitu inginnya memiliki anak?”

“Aku pikir, memiliki anak itu menyenangkan. Dan perlu kau tau, sebenarnya aku tidak terlalu menginginkan anak. Tapi, jika kau adalah calon Ibu dari anak – anak itu, aku tidak akan pernah berpikir dua kali untuk memiliki anak”

Selama diperjalanan menuju gereja, Luke dan Isa tak henti – hentinya berbicara tentang anak. Seperti, nama yang ingin mereka berikan saat mereka memiliki anak nanti, dan lainnya.

Hingga akhirnya, mereka sampai di gereja. Mereka menjalani kebaktian di gereja itu dengan seksama. Bagi Luke, mengikuti kebaktian adalah hal yang membosankan. Apalagi dibagian saat Pastor membacakan renungannya kepada umat. Namun, entah kenapa, hari ini Luke tidak merasakan rasa kebosanan itu menghampirinya. Dengan hanya melihat wajah fokus milik Isa, rasa bosan Luke langsung hilang entah kemana.

Dan… Luke sangat menyukai wajah Isa saat Isa sedang berdoa.

“Luke… kenapa sedari tadi kau melihatku? Apa kau sudah selesai berdoa?” tanya Isa binggung sambil menyikut pelan perut Luke.

“Aku tidak berdoa” jawab Luke pendek

Isa melemparkan tatapan aneh yang disertai dengan sebuah kernyitan di dahinya. Seolah – olah, Isa sedang bertanya apa penyebab Luke tidak berdoa.

“Aku tidak berdoa, karena aku yakin kalau kau sudah mendoakanku di dalam doamu” ucap Luke sambil tersenyum

“Kenapa kau percaya diri begitu? Aku bahkan tidak mengingatmu di dalam doaku” ucap Isa sambil tersenyum kecil, seolah – olah dia sedang meremehkan Luke.

“Ka---

“Apakah kalian ingin melakukan doa bersama khusus untuk pasangan?” sebuah pertanyaan dari Pastor yang tiba – tiba menghampiri Isa dan Luke membuat percakapan Isa dan Luke terhenti.

“Ti—

Baru saja Luke hendak menolak tawaran Pastor tersebut, namun Isa langsung memotong ucapan Luke.

“Ya, tentu saja Pastor” potong Isa dengan sopan sambil tersenyum semanis mungkin kepada Pastor tersebut.

Setelah Pastor tersebut menjauhi Isa dan Luke, Isa langsung mencubit lengan Luke dengan kuat.

“Kenapa tadi kau hendak menolak tawaran Pastor itu? Kau sungguh aneh!” rutuk Isa sambil mengerucutkan bibirnya

“Aku pikir… hal itu akan membuang – buang waktu kita dengan percuma. Padahal, banyak hal lain yang belum kita lakukan hari ini”

Isa hanya menggelengkan kepalanya dengan gerakan yang sangat halus. Kemudian Isa bangkit berdiri dan menarik tangan Luke agar Luke mengikutinya berjalan.

Kini, suasana di dalam gereja tidak seramai tadi. Seluruh umat sudah meninggalkan gereja karena ibadat telah selesai dilaksanakan. Di dalam gereja hanya ada beberapa pasangan muda sampai pasangan lanjut usia yang kini sedang duduk di bagian paling depan.

Luke hanya bisa pasrah untuk melangkahkan kakinya karena tangannya sudah ditarik sangat keras oleh Isa. Setelah berhasil mendapatkan tempat duduk, mereka menunggu kedatangan Pastor.

Setelah beberapa menit, akhirnya Pastor tersebut datang dan mulai memimpin acara doa singkat tersebut. Pastor meminta kepada setiap pasangan untuk mendoakan pasangannya masing – masing dan mendoakan hubungan mereka sendiri.

Isa sangat antusias saat mendengar instruksi dari Pastor tersebut. Tanpa menunggu lama, Isa langsung melipat kedua tangannya, menutup matanya dan berdoa. Begitu juga dengan Luke, meskipun Luke tidak terlalu antusias, tapi Luke juga ingin mendoakan hubungan mereka.

“Aku harap, aku dapat menghabiskan seluruh waktu di hidupku bersama dengan wanita yang berada di sampingku saat ini. Aku ingin memiliki keturunan darinya, aku ingin membagi setiap suka dan dukaku kepadanya. Tak banyak yang kuinginkan, ku harap KAU dapat mengabulkannya” ucap Luke dengan lantang di  dalam doanya.

Disaat setiap orang berdoa di dalam hati mereka masing – masing, namun berbeda dengan Luke. Luke berdoa dengan suara yang keras dan lantang, hingga membuat seluruh orang yang disana merasa heran dan kagum dengan keberanian Luke.

Masih dalam kondisi mata tertutup, Luke menarik tangan wanita yang sedang berada di sampingnya dan mengecup punggung tangan wanita itu. Luke dapat merasakan tangan wanita itu sangat dingin, berkeringat dan begetar. Luke rasa, itu bukan-----

“Luke… kau salah orang” ucap Isa dengan suara jahil.

Mendengar Isa yang berbicara seperti itu, Luke langsung membuka matanya. Betapa terkejutnya Luke saat melihat wanita yang disampingnya bukanlah Isa, melainkan wanita lain yang sedang menundukkan kepalanya.

“How…? How it can be….?” Tanya Luke dengan suara binggung sambil menatap Isa.

Sedangkan wanita yang berada di samping Luke tersebut langsung menarik tangannya dari genggaman Luke.

“Maaf, maaf… Aku tidak sengaja. Kukira kau adalah kekasihku” ucap Luke sambil menyatukan kedua tangannya untuk memberikan postur meminta maaf kepada wanita itu.

“Tak apa” jawab wanita itu.

Di telinga Luke, suara wanita itu sangatlah familiar. Suara wanita itu mampu membangkitkan rasa sakit hati yang luar biasa di dalam hati Luke.

“Luke!!! Apa kau melamun…?” tanya Isa yang kini sudah berdiri di hadapan Luke.

“Aku hanya terkejut saja. Kenapa kau bisa berpindah tempat?” tanya Luke spontan.

Setiap orang yang berada di gereja tersebut lantas langsung tertawa geli saat mendengar pertanyaan spontan Luke.

“Tentu saja aku berpindah karena aku memiliki kaki. Sekarang, ayo kita meminta berkat dari pastor” ucap Isa sambil melangkah melenggang pergi.

Tanpa mengatakan sepatah katapun, Luke mengikuti Isa yang sedang berjalan ke arah Pastor.

“Pastor, kami ingin meminta berkat” pinta Isa sambil tersenyum manis.

“Baiklah…” ucap Pastor tersebut dengan senang hati.

Dengan cepat, Pastor tersebut memberikan tanda salib di kening Luke dan Isa.

“Kalian adalah pasangan yang serasi. Akan banyak masalah yang datang menghampiri kalian dalam beberapa hari kedepan, yang kalian perlukan dalam menghadapi masalah – masalah itu hanya rasa kasih sayang dan kejujuran” ucap Pastor tersebut sambil menatap Luke dan Isa secara bergantian.

“Terimakasih Pastor untuk nasihat yang telah kau berikan. Kami akan selalu mengingatnya” ucap Isa

.

.

.

.

.

Maafkan daku yang selalu ngaret untuk update cerita tak berbobot ini :(

 

 

1
Katherina Ajawaila
awal cerita yg seru, bocor habis
Violet
Yeayyy akhirnya inilah yg Isa tunggu jwbannya kluar sndiri dr jujurnya Lukas 👏🏻👏🏻 Biarpun sakit tp stdknya Lukas mau terbuka dgn beban & sedihnya. Semoga ada lg jujur yg lainnya biar Isa bisa lbh waspada & semoga jg Isa bisa sembuhin luka hatinya Lukas 🤗🥰
Violet
Entah baik atau jahat karakter Emily ini tp stdknya Isa tdk trlalu buta dgn masa lalu Luke. Andaikan Isa goyah ya wajar, bkn karna dikomporin oleh org lain tp karna Lukas pro player yg blom trlalu terbuka dgn masa lalunya. Stiap org pny masa kelam tp stdknya Lukas bisa sdkit jujur biar Isa ga kaget lg kalo ada gangguan dihari kedepannya mengingat Lukas itu pro bgt.
Reni Ajja Dech
Ryan,kamu sendiri yg bunuh anakmu.
Deasy Dahlan
isa... Luke... semoga samawa
Deasy Dahlan
Thor... Thor... sukanya... bercanda aa...
Deasy Dahlan
semakin tegang.... nihh
Deasy Dahlan
lucu bgt kamu isa...
Deasy Dahlan
Sean.. Sean.. gk punya malu...
Deasy Dahlan
posesif.. bucin... Luke..
Deasy Dahlan
congratulations luke
Deasy Dahlan
sangking polos ya isa... jadi gk sadar...
Deasy Dahlan
riweh... Ada Debbie dan Austin...
Deasy Dahlan
feeling Debby begitu kuat...
Deasy Dahlan
pelakor datang
Deasy Dahlan
ya ampun... mereka..... membuat diriku iri...
Deasy Dahlan
selamat isa.... baby like otw...
Deasy Dahlan
mungkin isa.. lg hamil... jadi bawaannya... sensitif.. penakut...
Deasy Dahlan
bener tuhh.. Luke.... biar keluarga seamith... merasakan... apa yang telah mereka lakukan...
Deasy Dahlan
lanjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!