anak remaja laki laki yang kehidupannya dibilang tak normal, jika anak seusianya akan merasakan bahagia sedih kecewa atau luka dan lainnya, namun dia malah tak merasakan apapun pada dirinya, kadang dia bertanya pada dirinya sendiri 'kenapa aku tak bisa hidup seperti mereka', hingga ia mengalami kecelakaan dan hidup ditubuh orang lain lebih tepatnya didunia novel, dia yang tak dapat merasakan apapun mendapat sebuah teman untuk pertama kalinya, yaitu sebuah sistem yang akan membantunya hidup didunia novel tersebut, akankah dia mendapatkan hidup yang dia inginkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menyamar
disebuah ruangan terdapat seorang laki2 yang sedang duduk dikursi dengan keadaan kaki dan tangannya yang terikat
kriet...
Bunyi pintu kayu terdengar dan mengalihkan perhatian laki2 yang kini menatap nyalang kearah orang yang baru saja membuka pintu gudang, ya laki2 itu tengah disekap digudang belakang apartemen milik tanaka,
Tanaka mendekat dan berdiri tepat didepan laki2 itu
"apa kau bagian dari mereka?" tanya tanaka tanpa basa basi
"hehe...kau pikir aku akan mengatakannya?" ejek laki2 itu
tanaka tanpa basa basi menarik baju laki2 itu untuk memastikan apakah ada tato yang sama seperti yang ia lihat di tubuh orang2 itu, dan hasilnya tidak ada
"huh...meski pun kau membongkar isi perutku pun kau tidak akan menemukan jawaban dari pertanyaanmu itu" sinis laki2 itu lalu ia meludah kesamping
"aku tidak berniat untuk mendapatkan jawaban itu darimu" balas tanaka datar
Laki laki itu mengernyit "lalu darimana?" tanya lelaki itu bingung
"secara langsung" jawab tanaka yang semakin membuat lelaki itu mengernyit
"heh..kau tak berniat pergi ke tempat itu kan?" ejek lelaki itu
"jika harus kenapa tidak?" balas tanaka
Tanaka mendekat lalu memasukkan obat pelumpuh ke mulut laki laki itu secara paksa dan..
Glup...
Obat tertelan dan tak lama laki2 itu merasakan otot ototnya mulai melemas dan terasa sakit jika ia bergerak sedikitpun bahkan berbicara saja rasanya dia tidak sanggup
tanaka menyayat tipis bagian kulit wajah orang itu secara keseluruhan hingga lelaki itu mengerang kesakitan tapi hanya terdengar ringisan karna ia masih dibawah kendali obat pelumpuh sehingga meski ia teriak pun suara akan tetap kecil saking sakitnya ia saat ini
Lalu tanaka mengambil kulit wajah orang itu dan pergi dari sana, sedangkan lelaki itu sudah tak dikenali lagi saking hancurnya wajahnya belum lagi darah masih mengalir deras dari wajahnya
penampilannya saat ini terlihat seperti monster karna hanya menyisakan bibir hidung dua mata dan tanpa kulit
Disisi tanaka saat ini ia duduk disofa dengan kaki menyilang dengan masih menggenggam kulit wajah lelaki tadi, lalu tanaka menempelkan kulit wajah orang itu di wajah nya sendiri
layar hologram menampilkan zero dengan wujudnya yang masih berupa robot mini
"zero...jadikan kulit ini sebagai topeng" ucap tanaka pada sang sistem
"kenapa tidak pakai saja topeng kulit palsu tuan?" tanya zero
"supaya penyamaran lebih sempurna" balas tanaka
Karna jika topeng kulit palsu ada sedikit celah diujungnya, sedangkan kulit yang baru saja tanaka tempelkan diwajahnya adalah kulit manusia asli dan disayat sangat tipis sehingga tak akan terlihat aneh jika dipakai, belum lagi dengan bantuan sistemnya maka topeng itu akan merekat diwajah tanaka dan terlihat asli, apalagi yang akan ia hadapi adalah sebuah organisasi pasar gelap jadi harus totalitas dan penuh persiapan, contohnya bola mata laki2 tadi sempat tanaka congkel lalu menyuruh sang sistem agar dijadikan lensa mata praktis hingga jika dipasang dimata tanaka akan terlihat seperti mata asli
Tak lama kulit laki2 tadi yang tanaka tempelkan kini melekat sempurna di wajahnya dan terlihat sesuai dengan yang diinginkannya, lalu ditangan tanaka muncul dua lensa mata yang sudah zero perbaiki yang awalnya bola mata asli menjadi lensa mata, kini setelah tanaka memakai lensa itu terlihat seperti mata asli
tanaka berdiri dari duduknya dan menuju cermin besar yang terpampang di ruang tamu di ruang paling pojok
Dicermin itu menampilkan wajah baru tanaka, sungguh terlihat seperti asli seolah baru saja tanaka melakukan oplas agar wajahnya mirip dengan lelaki yang disekapnya
lalu tanaka berjalan keluar apart menuju luar kawasan elit itu, tanaka memesan taxi untuk menuju suatu tempat
Sedangkan ditempat lain seorang perempuan dan seorang lelaki tengah duduk diatas pembatas rooftop gedung sambil melihat pemandangan dari atas gedung, pemandangan yang tampak berkilau dikarenakan lampu lampu menyala dan juga lampu para pengendara kendaraan beroda empat dan dua
Ceklek...
dua orang itu mengalihkan perhatiannya pada seorang lelaki yang baru saja membuka dan menutup pintu rooftop lalu berjalan dengan santai dan duduk dipembatas rooftop itu didekat dua orang itu
"bagaimana berhasil?" tanya si perempuan
"gagal" balas laki2 itu datar
dua orang beda gender tadi saling tatap bingung
"gagal...bagaimana bisa gagal, tugasmu hanya membawa korban yang sudah terkulai karna ulah alisa saja kenapa bisa sampai gagal!!" seru seorang laki2 dengan kaca mata tebalnya
"ada orang yang menyerangku, mungkin mereka sudah menyelidiki kasus itu hingga langsung curiga, aku hanya suruhan sedangkan kalian anggota yang langsung diperintah dari atasan, jadi aku tidak bisa semakin bertindak gegabah dengan melawan orang itu, aku terpaksa merelakan wajahku terluka sehingga mereka percaya jika aku tak bisa apa2" jelas lelaki itu panjang lebar sambil menunjuk luka sayatan di wajahnya dan juga dilengannya
Dua orang tadi mengangguk paham "memang benar anak keluarga gentara itu mulai menyadari dan menyelidiki, tapi aku tidak menyangka dia akan sampai curiga padamu" kata seorang perempuan yang tadi disebut dengan alisa
"itu artinya mereka punya kepekaan tinggi terhadap sekitar, kali ini bergeraklah secara halus, dan kau alisa bagaimana dengan veroze itu?" tanya seorang lelaki yang tadi memakai kacamata tebal
"huh...masih belum, dua tua bangka itu masih belum luluh padaku, tapi muncul masalah baru" kata alisa kesal
"masalah apalagi?" tanya lelaki yang tadi menunjuk luka diwajahnya
"seorang anak haram merebut perhatian mereka sehingga aku kadang diacuhkan, meski terkadang anak itu dihukum karna ulahku tapi tetap saja anak haram itu masih bisa mengambil perhatian keluarga veroze" jelas alisa panjang lebar
"sebaiknya cepat disingkirkan, dan kita bisa melanjutkan rencana selanjutnya" ucap laki2 berkacamata tebal
Alisa mengangguk "baiklah, aku pulang dulu, takut ada yang curiga karna pergi terlalu lama, besok bos bilang ada rapat kau jangan lambat" lalu alisa pergi dari sana
tersisa dua laki2 tadi lalu lelaki berkaca mata lebar itu pun juga hendak pergi dari sana namun beberapa langkah tiba2 lelaki itu ambruk kelantai
Lelaki dengan bekas luka tadi mendekat lalu membawanya pergi dari sana
"zero ambilkan mobilku" kata tanaka sambil berjalan pergi dari gedung itu menuju tempat sepi yang sudah ada mobilnya terparkir
Tanaka memasukkan orang itu kemobil lalu ia masuk dan mengemudikan mobilnya melesat pergi untuk pulang
Yah, yang sedari tadi alisa dan laki2 berkacamata tebal itu ajak bicara adalah tanaka yang menyamar menjadi laki2 yang dua orang itu maksud, yang aslinya saat ini sudah terkulai lemas digudang dibelakang apartemen tanaka
sebelum tanaka membuka pintu rooftop dia sedikit mendengar pembicaraan mereka berdua sehingga tanaka bisa berbicara dengan lancar, dan juga ia mulai paham jika hanya anggota saja yang memiliki tato bunga mawar hitam ditubuh masing2 dan untuk yang tidak itu berarti hanya bawahan yang hanya akan dibunuh bila sudah tidak dibutuhkan lagi demi menutupi rahasia mereka
beberapa menit kemudian tanaka akhirnya sampai diapartemen dan mengeluarkan orang yang tadi dia buat tidak sadarkan diri dan tanaka menyeret lelaki berkaca mata tebal itu diseret menuju gudang lalu tanaka mendudukkan lelaki itu dikursi dan mulai mengikat kaki dan tangannya
sebelum tanaka pergi dari gudang tanaka sempat menyuntikkan sesuatu pada tubuh lelaki berkaca mata tebal itu lalu ia pergi dari sana dan menuju kamar untuk beristirahat karna besok sudah mulai masuk sekolah
keesokan harinya tanaka berangkat kesekolah sepeti biasanya, di sma try satya masih ada gosip tapi agak tenang karna tak seheboh sebelumnya
Pulang sekolah tanaka langsung pulang ke apart dan berganti pakaian dengan keseluruhan warna hitam laĺu tanaka pergi menuju gudang belakang apartemennya
Sedangkan satu orang yang sedari tadi mencoba melepaskan diri meski sangat susah kini mengalihkan perhatiannya pada pintu kayu yang dibuka oleh seseorang
Tanaka masuk dan mulai melakukan apa yang sebelumnya ia lakukan pada laki2 yang kemarin ditangkapnya
Lalu tanaka juga mulai melakukan penyamaran tapi dengan wajah yang berbeda, tanaka memakai kacamata milik lelaki yang baru saja tanaka ambil kulitnya
Tak lupa tanaka memakai stiker tato bunga mawar hitam di bagian lehernya, lalu tanaka pergi dari apartemennya dan mulai berjalan keluar dari kawasan elit itu
Tanaka berhenti di dekat hutan, lalu ia berjalan menelusuri hutan itu dan sampailah ia didepan sebuah gerbang berkarat dan ia ditahan dan diperiksa sesuai prosedur yang ada tapi berkat sang sistem tanaka lolos dan ia digiring menuju bangunan tua
Saat tanaka masuk didalam sudah ada beberapa orang termasuk alisa tapi yang jadi perhatian tanaka adalah keberadaan dua orang yang dikenalinya juga sedang menyamar dan menyusup diantara beberapa orang itu
"tuan sepertinya bos dari kelompok mereka yang asli tidak ada disini"
"iya..kelompok ini kelompok paling luar dan yang paling lemah jadi hal sekecil ini mereka tak akan turun tangan secara langsung, kecuali ada informasi yang dibocorkan maka mereka akan turun tangan untuk membungkam dengan membunuh mereka yang berkhianat" jelas tanaka
"tuan tahu?"
"sudah ku retas tadi malam, organisasi ini memiliki tiga tingkatan untuk bawahan, kelompok luar bertato bunga mawar hitam dan yang paling lemah, kelompok dalam bertato bunga mawar hitam dililit duri dengan kekuatan netral, tidak kuat juga tidak lemah, dan kelompok inti bertato bunga mawar merah tertusuk pedang dengan kekuatan paling tinggi dan menjadi bawahan kaki tangan ketua organisasi bunga malam, itulah simbol setiap bawahan" jelas tanaka dengan wajah datarnya
"organisasi bunga malam, misi kita berkaitan dengan pasar gelap dunia bawah, tuan berhati hatilah setelah ini, tampaknya ada yang sedang mengawasi kita"
"mereka juga sepertiku yaitu sedang melakukan penyamaran"
"tuan tahu siapa dua orang itu?"
"iya"
tak lama seorang laki2 berbadan besar datang dan duduk dikursi paling besar pertanda jika dia adalah ketua yang akan memimpin rapat kali ini