NovelToon NovelToon
Jerat Tumbal Pesugihan

Jerat Tumbal Pesugihan

Status: tamat
Genre:Thriller / Iblis / Harem / Hantu / Roh Supernatural / Tumbal / Horor / Tamat
Popularitas:507.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Siti H

wanita bernama Ayu yang hidup dalam kemiskinan setelah menikah dengan suaminya yang bernama Sugi.

Sugi sang suami hanyalah pekerja serabutan yang penghasilannya tidak menentu, sehingga membuat Ayu mengambil jalan pintas dengan melakukan pesugihan yang mana mengorbankan anak atau anggota keluarganya.

Bagaimanakah kisah perjalanan Ayu, ikuti kisah selanjutnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kejanggalan

Pengakuan Yudi yang mengatakan jika Ayu melahirkan dan terbukti dengan perutnya yang mengempis, semakin membuat warga curiga dengan gelagat aneh wanita tersebut. Apa lagi dalam hitungan minggu ia sudah mampu membeli semua kemewahan yang ada, layaknya seorang sultini.

Yudi sudah tiba dikediaman bidan Andana. Ia ingin masuk ke dalam ruang praktek tapi sayangnya sang bidan sudah keluar terlebih dahulu dan mengunci pintu.

Pemuda itu bengong. "Lho, mau kemana, Bu?" tanya Yudi mulai kepo. Niatnya ingin berobat justru harus kecewa, sebab terlihat sang bidan ingin keluar. By Bidan, tunggulah sebentar, aku mau berobat, perutku sakit ini," ucap Yudi mencoba menahan langkah sang petugas kesehatan.

Andana tersentak kaget dengan kemunculan Yudi yang tiba-tiba. "Kamu ini mirip dengan jelangkung," omel gadis tersebut, lalu beranjak ke motornya.

"Tunggu bentar, Bu Andana, aku mau berobat," rengek pemuda itu.

"Aku lagi buru-buru,"

"Mau kemana?" tanya Yudi kesal.

"Mbak Ayu baru melahirkan, aku lupa untuk memberi antibiotik untuknya," sahut sang bidan sembari memakai helm.

Yudi terkekeh. "Buat apa coba dikasih antibiotik, dianya saja lagi happy dengan mobil baru dan motornya," ungkap Pemuda itu.

Andana terdiam, lalu menatap pada Yudi yang dianggapnya ngawur. "Kamu beneran?" tanya sang bidan dengan nada meyakinkan apa didengarnya.

"Iya, bener, kalau gak percaya lihat saja sendiri, tapi obati aku dulu," sahutnya dengan meringis.

"kamu sakit apa?" tanya Andana melunak.

"Perutku nyeri, mungkin kena asam lambung, karena minum jus jeruk malam tadi,"

Andan membuka tas sandang berwarna hitam berukuran besar yang berisi obat-obatan dan juga peralatan medis lainnya. "Sepertinya kamu terkena gred, nih, minum antasida dan omeprazole, aku akan ke rumah mbak Ayu, bagaimanapun ia tetap pasienku," Andana menjulurkan dua papan obat pada pemuda itu.

Yudi meraihnya. "Anak mbak ayu cowok apa cewek," tanya Yudi sembari meringis menahan sakit.

Seketika Andana tersentak. "Bahkan aku lupa dengan jenis kelaminnya, sebab setelah aku datang, bayinya sudah meninggal, dan bahkan dagingnya habis dimakan burung gagak debgan sadis.

"Yakin itu normal? Jika itu akal-akalannya saja gimana?" Yudi mulai meracuni fikiran sang bidan.

"Apakah kau memiliki fikiran yang sama denganku? Andana mulai menebak isi hati pemuda itu.

Yudi tersenyum nakal, "Maksudnya Bu Bidan juga menyukaiku, sama seperti aku menyukai bu Andana?" jawab Yudi sembari cengengesan dan juga nyengir menahan sakit diperut.

Gadis itu membolakan matanya. "Kampreet, Lu..., orang lagi serius, dianya bercanda," jawab Andana dengan memanyunkan bibirnya, lalu menghidupkan mesin motornya.

"Eh..! Bentar, Bu, yang tadi Aku serius, dan ini lebih serius lagi, "Yudi menahan stang motor Andana, " Maksud Bu Bidan anaknya mbak Ayu ditumbal kan?" ucapnya dengan nada tinggi.

Seketika Andana menutup mulut pemuda itu dengan telapak tangannya, lalu melihat kesekelilingnya. "Huus, kalau ngomong pelanin dikit," ucap sang bidan dengan nada penekanan. Ia takut ada orang lain yang mendengarnya.

Pemuda itu mengangguk cepat, sebab ia sudah megap dengan ditutup mulutnya dan tentunya tangan sang bida berbau aroma obat-obatan.

"Hah, hah," Yudi tersengal. "Ia aku yakin mebak Ayu pakai pesugihan, apalagi dirumahnya ada wanita mengerikan dengan punggung berlubang," pemuda itu nyerocos sembari menurunkan nada bicaranya.

"Kamu melihat sosok itu juga?" tanya Andana penuh selidik.

Yudi menganggukkan kepalanya, kali ini nafasnya mulai teratur kembali. "Iya, beneran,"

Andana semakin meyakini jika ada yang janggal dalam kehidupan Ayu saat ini. Ia menepiskan tangan Yudi dari motornya, lalu bergegas pergi.

"Heii, tunggu aku," teriak Yudi yang saat ini merasa bingung, sebab perutnya semakin memulas, dan sang bidan sudah pergi jauh, dan motornya menghilang ditikungan.

Sementara itu, Ayu terlihat megap dengan semua yang didapatnya hari ini. Ia tidur di sofa nan empuk yang mana harganya mencapai tiga puluh juta dalam satu setnya.

"Oh, empuk sekali sofa ini, dan ini baru pertama kalinya aku tidur disini," Ayu berbaring dan menggerakkan tangan kanannya ke atas dan ke bawah, sembari menikmati busa sofa yang begitu empuk dan lembut.

Laila bingung dengan semua yang ada. "Bu, apa ini semua? Darimana uang ibu dapat membeli ini semua?" tanya gadis nan polos sembari menggendong Meli yang sedari tadi menangis terus.

Ayu beranjak dari tidurnya dan duduk dengan sembarangan. "Eh, Laila, kamu itu masih kecil dan jangan ikut campur urusan orangtua, semua ini demi kebahagiaan kita semua!" sergah wanita itu dengan nada bicara yang meninggi.

Laila terbungkam mendengar amarah dari sang ibu. Ia merasa jika ibunya sudah sangat semakin berbeda. Selain bersikap arogan, juga bersikap angkuh.

"Pergi kamu, masak yang enak!" titahnya tak dapat dibantah. Gadis kecil itu bergegas pergi meninggalkan sang ibu yang tampak penuh amarah. Lalu ia beranjak dan memasak sembari mengasuh Meli.

Andana memasuki halaman rumah. Ia tampak tercengang dengan apa yang dilihatnya. Dua mobil mewah sekaligus terparkir didepan rumah dan tiga buah motor matic yang tampak mahal dan keluaran terkini.

"Gila. Aku yang kerja keras saja gak gitu juga dapat kaya secara mendadak," ujar Andana dalam hatinya.

Ia memasuki teras rumah, tetapi langkahnya terhenti saat mendengar suara pekikan dari burung gagak yang berputar-putar diatap rumah Ayu semari terpekik memekakkan telinga.

"Pertanda apa lagi ini?" Andana berguman lirih. Ia sudah berdiri diambang pintu yang terbuka.

"Assalammualaikum," ucao Andini dengan sesopan mungkin.

"Waalaikum salam," sahut Laila dari arah dapur, lalu melihat ke depan.

"Ada apa, Bu?" tanya Laila.

"Mau periksa kondisi ibumu," sahut Andana.

Laila tersenyum dengan ramah, "Oh masuklah, Bu Bidan, Ibu saya ada diruang tengah dibagian sofa," sahut Laila mempersilahkan.

Andana tersenyum, lalu memasuki rumah dan merasa hawa panas sangat menyengat didalam ruangan rumah tersebut, meskipun sudah menggunakan pendingin ruangan.

Wuuuuuss...

Sekelebat bayangan melintas dari arah belakangnya dan itu mmebuatnya terkejut.

"Hah, apa itu?" gumannya dalam hati, sebab ia melihat dengan jelas.

Saat bersamaan, ia melihat Ayu sedang tiduran di atas sofa dengan begitu santainya.

"Astaghfirullah," ucap sang bidan yang melihat Ayu duduk sembarangan, bahka tak menyadari jika cairan kental berwarna merah telah mebasahi daster bagian bawahnya.

Ayu tersentak kaget dengan kedatangan bidan Andana. "Mau apa kamu kemari!" hardik Ayu dengan kasar.

1
Rika Yudesni
🤣🤣🤣🤣
henidiyanpuspitosarilistianingrum tembem
segoblok goblok nya seorg suami.. trnyata gak segoblok suami ny ayu ini.. meski dia sdah mengetahui banyak kejanggalan yg trjadi sejak istriny melakukan ritual pesugihan..
henidiyanpuspitosarilistianingrum tembem
baru diawal mnjalani pesugihan.. lngsng beli rumah n motor pdhal sblm ny khidupannya miskin serba kkurangan.. itu namanya sengaja bikin curiga orang2 trlebih anak2 nya mati satu prsatu.. Dimana2 yg namany pesugihan di tutup2in.. bukan lngsng di umbar beli kemewahan..
Pelangi Senja
sebenarnya ceritanya TK beralur...tp drpd gabut ya baca aja🤣🤣🤣
Um Andri
banyak pelajaran yang bisa d petik
syska
Luar biasa
Febby Sadin
hi mampir yuk di novelku Mega J, Tafsir Mimpi Sang Inspirator, Doris Hart dan Vyren.
untuk yang Mega J episode nya gak banyak jadi enak untuk dibaca
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: @⍣⃝ꉣꉣAndini Andana @Ai Emy Ningrum bisa bawa pasukan ke novel kakaknya🙏
total 1 replies
Rahima Nurlaela
Luarrr Biasaaa
A Aa
Luar biasa
Ree Prasetya
cakep
pelajaran apa gess?? ya benar ustad
Aprillia Novianti
aduh thor jadi bingung
sampe baca 2x
Roewina
senengnya Sugi dapet rumah gratis,😀 Thor dimana ada rumah gratis mau dong Thor🤭🙏🙏
Ridho Widodo
kisah nyata yg harus dijauhkan dr man7sia beriman
Sri Keren Mutamimah
Luar biasa
Wahyu Kasep
pelajaran apa benar nya


oh aku ingat pelajaran Sugi yang cinta mati pada istrinya walaupun sudah tahu akan sipat nya

hidup Sugi
Wahyu Kasep: hihihi hihihi hihihi
total 2 replies
Wahyu Kasep
harusnya Sugi mati
Wahyu Kasep
biasa aja
baru kali ini ana baca novel gini amat

Akhy Sugi kayaknya yang akan mendapatkan piala Oscar 2030 mendatang
Wahyu Kasep
semoga Sugi selamat dan menyalahkan semua orang termasuk bagas insyaallah
Wahyu Kasep
Sugi pintar
Sugi genius
Sugi prosesor
Sugi
Sugi
Sugi
sugi.sugi
Sugi
Sugi cerdas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!