Raihanun Park, Aspen Al Jordan dan saudara kembarnya Alaska Al Jordan, dikirim oleh keluarga mereka untuk masuk asrama di Swiss Karena kelakuan bar-bar mereka.
Raihanun yang biasa dipanggil Nyunyun, bertemu dengan Jonathan Chen, putra Sky Chen, triad Hongkong sahabat keluarga Pratomo. Jonathan benci sikap Gesrek Nyunyun tapi keduanya tidak bisa terpisahkan karena suatu hal.
Akito Shinoda, dokter keluarga Bianchi, jatuh cinta dengan Alaska Al Jordan. Namun gadis itu masih galau menerima dokter dingin itu atau tidak.
Aspen Al Jordan jatuh cinta dengan keponakan Raja Belanda. Gadis yang jago anggar bernama Mahira itu suka pada Aspen namun Aspen tahu diri bahwa latar belakangnya tidak cocok di kerajaan. Bagaimana Aspen menghadapi Mahira?
Generasi ke 7 klan Pratomo
Jangan plagiat karena jiwa Gesrek kita jauh chuy
follow my IG @hana_reeves_nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antara Lapar, Doyan Makan dan Tidak Tahu Malu
Apartemen Raihanun di Swiss
Raihanun menatap judes ke Jonathan yang memasang wajah tidak bersalahnya karena sudah menghabiskan dua hidangan yang sudah dia siapkan. Iya benar aku buatkan buat guide tembok China tapi ya nggak dihabiskan juga !
"Kamu... belum makan?" tanya Jonathan dengan wajah tidak enak. Tapi makanan buatan cewek Absurd ini enak banget !
"Chen-ge, kamu itu antara doyan atau lapar atau memang Maruk?" Raihanun menyipitkan matanya.
"Sorry, Nyun tapi makanan buatan kamu memang enak ..." senyum Jonathan.
"Ya nggak dihabiskan juga papan setrikaan !" gerutu Raihanun yang kemudian menuju kulkas lalu mengeluarkan mantau, nugget, sosis, mashed potatoes siap jadi, kimchi, mayonaise, tomat dan lettuce.
"Kamu mau buat apa ?" tanya Jonathan bingung.
"Mantou burger."
"Maaf ya Nyun..."
Raihanun hanya mengangguk meskipun bibirnya maju lima senti. Gadis itu mengukus mantau, menggoreng nugget dan sosis, lalu mulai menyusun burger ala dirinya. Jonathan mengakui gadis ini sangat cekatan di dapur meskipun masakannya yang tergolong mudah, tapi kalau tidak biasa di dapur pasti akan bingung.
"Nyun, bisa masak apa aja?" tanya Jonathan.
"Yang jelas, aku tidak bisa buat dimsum."
"Itu butuh latihan, Nyun."
Tak lama mantou burger ala Raihanun jadi. "Chen-ge hanya boleh makan satu !" ucap Raihanun galak.
"Iya ... Iya..." jawab Jonathan sambil mengambil mantou burger itu.
"Chen-ge memang tadi belum makan apa?" tanya Raihanun sambil menggigit mantounya.
"Belum. Aku habis nge-gym, mandi langsung kesini ..."
"Pantas nggragas ..." gumam Raihanun.
"Hah? Apa itu?" tanya Jonathan bingung dengan kata aneh di telinganya.
"Nggragas itu bahasa Jawa, Artinya congok atau rakus ... Jangan kaget kalau aku campur aduk bahasanya karena ibuku orang Jawa Tengah meskipun campuran Jepang sih..." jawab Raihanun.
"Ini enak Nyun..."
Raihanun menatap wajah Jonathan yang sangat menikmati mantou buatannya. "Fix, ini mah tamu yang pertama sangat lapar, kedua doyan makan, ketiga tidak tahu malu !"
Jonathan terbahak mendengar komentar pedas gadis itu.
***
Jonathan membantu Raihanun membersihkan semua peralatan memasaknya sebagai ungkapan rasa bersalahnya menghabiskan makanan yang dibuatnya tanpa menunggu tuan rumah hingga gadis itu harus memasak lagi.
"Jadi benar kamu tidak tertarik dengan Leon?" tanya Jonathan sambil mencuci tangannya.
"Kok bisa papan setrikaan ketawa ya ?" balas Raihanun yang membuat Jonathan gemas.
Aku tanya apa jawabnya apa.
"Nyun !"
"Nggak tertarik Chen-ge. Kan aku sudah bilang aku tidak suka cowok flexing apalagi stretching..."
Jonathan menggelengkan kepalanya. "Tidak nyambung itu Nyun !"
"Ah, disambungkan pakai tali rafia juga nyambung..." balas Raihanun kalem. "Ngomong-ngomong mumpung Chen-ge disini..." Mata Raihan mengerjap-ngerjap sok imut.
"Jangan bilang kamu minta dibantuin tugas lagi..."
"Lha, kan Chen-ge sudah aku kasih makan... Harus simbiosis mutualisme dong... "
"Tapi nanti makan siang kamu masak lagi ya..."
"Eh sorry ya Chen-ge... Dikira masak itu kagak capek apa?! Kita order saja... Chen-ge bayarin !"
"Yah Nyun, makanan kamu enak Nyun..." keluh Jonathan.
"Iiiihhh... Pesan aja ! Kan aku juga harus berpikir soal tugas dong ... Otakku lagi berfungsi separuh ..."
"Lha yang separuh?"
"Istirohat !" jawab Raihanun cuek.
"Haaaahhh?! Mana ada sepraruh otak istirahat Nyun..."
"Ada. Otaknya Nyunyun !" balas Raihanun dengan mendongakkan wajahnya.
Jonathan menggelengkan kepalanya. "Susah debat sama kamu !"
***
Jonathan akhirnya menuruti permintaan Raihanun dengan memesan makan siang karena dia kalah adu argumen dengan gadis Absurd itu.
Sambil menikmati pizza, Mac and cheese serta minuman bersoda, Jonathan Mengajari Raihanun di atas meja kopi dengan beralasan karpet tebal. Jonathan tahu Raihanun cerdas namun terkadang pola pikirnya terlalu out of the box hingga sering over prediksi. Padahal dalam ilmu sipil semuanya harus persisi dan jaminan bangunan itu bisa tahan sesuai dengan perhitungan diatas kertas.
Usai mengerjakan tugas, Raihanun mengajak Jonathan nonton film Stargate di channel berbayarnya dan Jonathan tidak heran jika gadis itu menganggap alien yang membangun Piramida sebab film tersebut menceritakan seperti itu.
"Kok bisa sih kamu kepikiran alien yang bangun Piramida?" tanya Jonathan sambil nonton.
"Sekarang dinalar, Chen-ge. Kenapa sekarang bangsa Mesir modern tidak bisa membangun Piramida macam leluhurnya padahal teknologi jauuuuuhhh lebih maju jika dibandingkan jaman dulu? Kenapa coba?" balas Raihanun.
"Kenapa ?"
"Karena teknologi kita sekarang pun masih kalah dengan bangsa Namec atau bangsa Asgard..."
Jonathan melongo. "Seriously Nyun ... Makin ngaco aja deh kamu ! Apakah kamu pernah berpikir siapa tahu bangsa Mesir kuno mendapatkan formula kekuatan dari dukun Panoramix yang kebetulan datang ke Mesir bersama Asterix dan Obelix?"
Giliran Raihanun yang bengong. "Chen-ge... Kamu lebih ngaco lagi !"
"Kamu duluan yang ngaco Nyun, aku hanya mengimbangi..." balas Jonathan cuek.
"Dasar papan setrikaan !"
"Dasar cewek Absurd !"
***
New York, Gedung PRC Group Manhattan
Brinda mendatangi kantor ayahnya karena hendak makan siang bersama di cafetaria milik perusahaan. Hari ini dia hanya ada kuliah hingga jam sebelas siang dan ayahnya menyetujui untuk makan siang bersama putrinya di kantor milik keluarga klan Pratomo.
Gadis itu langsung masuk lift khusus keluarga dan tamu spesial lalu menuju lantai 11 tempat ayahnya bekerja. Sesampainya disana, hanya ada Ollie, asisten ayahnya.
"Miss Brinda, Mr Radeva tidak ada di tempat..." ucap Ollie.
"Lho kemana Daddy?" tanya Brinda bingung.
"Kd lantai 15 tempat Mr O'Grady. Katanya ada tamu dari Seoul dan mereka berbicara bisnis disana."
Brinda mengangguk. "Thanks Ollie."
"Anytime miss Brinda."
Brinda pun masuk lift lagi dan menuju lantai tempat Bayu bekerja. Tamu dari Seoul? Kalau Daddy sampai ke tempat Oom Bayu, berarti tamunya adalah sahabat atau keluarga. Siapa ya?
Brinda keluar dari lift dan melihat Hunter disana tanpa Doogie. "Oom Hunter ..." panggil Brinda.
"Hai Brinda. Cari Daddymu? Masih di dalam bersama dengan Bayu dan keluarga Lee" jawab Hunter.
"Keluarga Lee?" beo Brinda. "Siapa?"
Tak lama pintu ruang kerja Bayu pun terbuka dan Brinda melongo melihat siapa yang keluar.
"Oppa Lee Yoo Joon?"
Lee Yoo Joon terkejut melihat Brinda di hadapannya. "Lho? Brinda ?"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂💕