Marsha harus dihadapkan dengan kenyataan pahit, di usia yang masih sangat muda harus menikah dengan gurunya sendiri. Bukan karena sebuah perjodohan tetapi karena kejadian satu malam yang tidak sengaja mereka lakukan.
Apakah Bastian akan benar benar mencintai Marsha? atau hanya rasa bertanggungjawab saja dan terpaksa menikahi Marsha? sementara Bastian masih mencintai mantan calon istri nya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak
Hingga akhirnya Bastian dan keluarganya menuju ke rumah tentu saja setelah mencari tahu dimana keberadaan rumah Marsha. Bastian pastinya tahu persis di mana kompleks perumahan Marsha berada saat ini.
Beruntung sekali kedua orang tua Marsha yang dikabarkan sedang berada di luar negeri saat itu telah kembali dan pas kebetulan kedua orang tua Marsha itu baru masuk gerbang dan disusul belakangnya adalah mobil milik Bastian dan kedua orang tuanya.
"Wira...."
Ucap Papah Arman ketika beliau melihat mobil Papahnya Marsha masuk ke dalam dan melihat Papahnya Marsha turun dari mobil itu, tentu saja Papah Arman tahu siapa laki-laki yang ada di depannya itu.
"Jadi kamu yang telah menghancurkan masa depan anaknya Wira? benar-benar kamu ya?"
Sungguh Papah Arman geram sekali melihat Bastian saat ini di mana Bastian hanya menganggukkan kepalanya, Bastian juga bingung harus berkata apa-apa lagi yang jelas ia tahu siapa Marsha sebenarnya dan pastinya Bastian juga yakin jika Papah Arman itu mengenal kedua orang tua Marsha karena Papa Marsha juga merupakan pebisnis handal di kota ini dan mempunyai perusahaan yang besar sama seperti perusahaan yang dimiliki oleh Papah Arman.
"Sudah Pah, Tian sudah mau bertanggung jawab, lebih baik kita segera turun dan menemui Pak Wira tentunya kita akan menjelaskannya dan Bastian harus menikahi Marsha hari ini juga."
Ya sepanjang perjalanan tadi baik Mama Tina maupun Papa Arman sudah membicarakan tentang pernikahan Bastian dengan Marsha, bahkan Papa Arman sudah mengutus anak buahnya itu untuk mengurusi semuanya termasuk ke KUA, tinggal nanti menunggu dokumen dan data-data penting dari Marsha saja dan semuanya pasti beres hingga akhirnya kedua orang tua Bastian memutuskan jika pernikahan akan diadakan hari ini tentu saja tidak masalah jika pernikahan itu harus dilaksanakan di rumah sakit, yang jelas Bastian dan Marsha harus menikah secepatnya dan Bastian harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukannya.
Bastian dan kedua orang tuanya sudah turun dari mobil kemudian mereka langsung saja masuk ke dalam rumah yang pastinya itu membuat Papa Wira dan juga Mama Dinda bingung dengan kedatangan rekan kerjanya.
Ya tentu saja baik Papa Arman maupun Papa Wira saling mengenal bukan karena mereka berteman baik atau bersahabat sejak sekolah tetapi memang bisnis mereka yang dalam bidang yang sama dan tentu saja perusahaan-perusahaan besar yang saling bekerja sama maka baik Papa Wira maupun Papah Arman saling mengenal.
Begitupun dengan Mama Dinda dan juga Mama Tina yang mereka ternyata satu kelompok arisan sungguh kebetulan macam apa ini yang membuat Marsha dan Bastian harus terjebak dalam sebuah pernikahan konyol yang mereka sendiri sebenarnya tidak inginkan.
"Boleh aku masuk ke dalam, nanti aku akan menceritakan semuanya."
Ujar Papa Arman yang memang sedari tadi ingin menceritakan semuanya sekaligus melamar Marsha detik ini juga.
Papa Wira pun menganggukkan kepalanya kemudian meminta Papah Arman dan juga mama Tina serta Bastian untuk masuk ke dalam rumah meskipun beliau bertanya-tanya, Ada apa sebenarnya rekan bisnisnya itu datang ke sini.
Mereka berlima sudah duduk di sofa dan tentu saja tidak ada Aditya di sini karena memang kepulangan kedua orang tua Marsha itu begitu mendadak bukan karena mendengar kabar kalau Marsha kecelakaan tetapi memang urusan bisnis mereka sudah selesai sehingga mereka juga tidak mengabarkan kepada anak-anaknya jika pulang hari ini juga berikut dengan Aditya yang tidak mau tahu menahu tentang kedua orang tuanya yang sudah berada di rumah.
Sejenak mereka berlima terdiam tetapi Papa Wira melirik sekelas ke arah Bastian, laki-laki tampan yang juga baru ia kenal karena Papa Arman baru memperkenalkan Bastian kepada Papa Wira saat ini juga meskipun Papa Wira tahu, jika laki laki yang ada di depannya itu adalah putra tunggal dari Papah Wira.
Akhirnya Papah Arman mengatakan maksud kedatangannya beliau bersama dengan istri dan juga Bastian, beliau juga menceritakan apa yang sudah ia dengar dari Bastian yang mungkin saja ini menjadi awal pembukaan beliau untuk mengutarakan maksudnya, nanti penjelasannya lebih lanjut Bastian yang menceritakan secara lengkapnya.
"Astagfirullah Marsha...."
Ucap Mama Dinda yang sedikit kaget ketika mendengar jika Marsha kecelakaan terlebih lagi mendengar cerita dari Papah Arman jika 1 bulan yang lalu Marsha dan Bastian telah melakukan yang mereka sendiri tidak tahu.
Yang pastinya hati orang tua mana yang tidak hancur mendengar kenyataan seperti ini apalagi Marsha yang tidak menceritakan semua nya kepada Mama Dinda hingga membuat perempuan yang masih nampak cantik itu sok dan juga meneteskan air matanya.
"Marsha keadaan sudah baik-baik saja jeng, maafkan Bastian dan Bastian akan bertanggung jawab atas semuanya."
Tentu saja saat ini yang berperan penting adalah Mama Tina beliau sama-sama perempuan seperti halnya Mama Dinda yang sok dan juga kaget ketika mendapat kan berita seperti ini dan tentu saja mama Tina berusaha untuk menenangkan Mama Dinda yang meneteskan air mata juga khawatir tentang bagaimana Marsha.
Sementara Papa Wira tidak tahu harus berbuat apa apa ia menatap tajam ke arah Bastian, ingin rasanya ia memukul laki-laki yang sudah menghancurkan masa depan putrinya itu tetapi melihat ekspresi wajah Bastian yang merasa bersalah dan juga sudah banyak lebam di pipi dan sudut bibir Bastian, membuat Papah Wira hanya diam saja meskipun laki-laki itu sebenarnya geram dan ingin memukul wajah tampan Bastian.
"Maafkan Tian Om, dan Tian akan bertanggung jawab semuanya, Tian ingin menikahi Marsha hari ini juga."
Akhirnya melihat kekecewaan dari Papa Wira dan juga mama Dinda, Tian beranjak dari kursinya ... laki-laki Tampan itu merangkak dan memegang kaki Papah Wira, tentu saja meminta maaf tentang apa yang sudah dilakukannya.
Dian kali ini pasrah pernikahannya dengan Nadia sudah batal dan tentu saja tidak mungkin jika dia akan kembali merajut cinta dan menikahi perempuan yang masih ada di dalam hatinya itu yang dia pikirkan saat ini adalah bagaimana dengan masa depan Marsha dan juga tentang keluarganya dan juga keluarga manusia karena yang tidak boleh egois dan harus memikirkan semuanya.
Yang terpenting saat ini Bastian akan bertanggung jawa semuanya, supaya nama baik keluarganya dan juga keluarga Marsha tetap aman.
"Tidak, Adit tidak setuju jika laki-laki itu menikahi Marsha!!"
Teriakan Aditya membuat semua orang yang ada di sana itu bergegas menoleh ke belakang tentu saja baik Papa Wira maupun Mama Dinda terkejut mendengar teriakan Aditya yang tiba-tiba pulang ke rumah.
"Adit tdak akan membiarkan dia menikahi Masha,.mau jadi apa pernikahannya nanti? papa dan mama tahu jika Bastian baru saja membatalkan pernikahannya dan pastinya Bastian tidak mencintai Marsha, maka tidak akan ada pernikahan antara Bastian dengan Marsha!!"
mampir thor..🙋
hebat pengarangnya mengerti dgn keinginan pembacanya
the best👍
lanjut
kebeneran deh
betul2 harus d tertibkan
ha ha
lanjut