Kehidupan Zhen Yuan yang mendapatkan tadir bersama dengan Xiao, dewa pengetahuan agung yang mendapat berkah dari surga sekaligus kutukan pembawa kehidupan roda kelahiran kembali...
update tiap hari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Nurwahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 22
Dihadapkan dengan situasi canggung seperti ini, Zhen Yuan
tidak menarik sikap sombong, ia lebih memilih untuk menjadi lebih rendah hati.
Sebab itu ia tersenyum tulus menanggapi sikap hormat dari keduanya.
“Tuan muda, kalau boleh saya tahu ada masalah apa yang
membawa anda kemari?” tetua penjaga itu tidak dapat menahan pertanyaan
dibenaknya ketika ia membawa Zhen Yuan memasuki kediaman keluarga Zhen.
“Hm.. ada sedikit keperluan yang diberi oleh Patriak untuk
mengurusnya. Sebab itu saya sebagai salah satu anggota keluarga Zhen harus
turut membantu.” Zhen Yuan menjawab ala kadarnya. Sebab jika ia mengatakan bahwa
ayahnya, Zhen Shi menaruh akomodasi untuknya menjadi patriak sementara keluarga
maka mungkin tetua penjaga akan bersujud kembali dihadapannya.
“Keperluan? Oh
baiklah kalau begitu. Apakah tuan muda akan membutuhkan waktu yang lama?”
sebagai tetua Penjaga yang bertugas untuk menjaga dan mengawasi setiap anggota
keluarga yang keluar dan masuk dalam kediaman membuatnya harus menanyakan
kepada siapapun walaupun itu tuan mudanya. Hanya para tetua dari jajaran
sepuluh tetua hebat, grand elder dan patriak yang tidak perlu ditanyakan.
Zhen Yuan mengangguk sebagai jawaban. Ia memang membutuhkan
waktu yang lama, setidaknya sekurang- kurangnya 7 sampai 8 bulan kedepan. Sebab
itu setelah selesai mengonfirmasikan beberapa hal pada tetua penjaga dan tetua
administrasi, Zhen Yuan berangkat menuju kediaman utama Patriak.
Salah satu hak dan fasilitas yang dapat ia nikmati selaku
tuan muda keluarga adalah ia mendapati izin untuk tinggal di dalam kediaman
utama yang biasanya diisi oleh sang patriak keluarga. Di sebelah kediaman
tersebut telah terbagi beberapa halaman dan rumah yang cukup luas sebagai
tempat tinggal dari para tetua dan grand elder.
“Saya akan beristirahat untuk beberapa hari kedepan. Setelah
itu, saya akan menghubungi sepuluh tetua utama dan kalau memungkinkan saya akan
mengundar grand elder Zhen Li untuk bergabung. Jika saya berhasil mendapatkan
persetujuan mereka maka jabatan patriak sementara akan lebih mudah untuk
dikelola dengan baik.”
Sejauh ini yang dikhawatirkan oleh Zhen Yuan adalah ketidak
setujuan dari para sepuluh tetua utama keluarga Zhen. Terlebih untuk tetua
pertama yang sekarang menjabat sebagai wakil yang memiliki kelola penuh setelah
patriak pada keluarga Zhen. Jabatannya tidak kalah penting dengan Grand Elder
Zhen Li.
Adapun tugas dan hal- hal yang perlu dituntaskan selagi
menjadi patriak keluarga Zhen tidak menjadi pikiran untuk Zhen Yuan. Menurutnya
tidak ada tugas atauapun sesuatu yang sulit untuk dipecahkan untuknya dalam
keluarga kecil ini.
Pada kehidupan lalunya sebagai seorang dewa pengetahuan yang
juga dikenal karena kebijaksanaannya yang tinggi membuat tidak jarang para dewa
besar lainnya berkunjung untuknya. Mereka akan menanyakan masalah- masalah
besar mereka kepadanya lalu ia akan memberikan solusi yang terbaik untuk memecahkan
masalah.
Untuknya tugas dan masalah yang akan dihadapi oleh patriak
dari desa kecil ini yang bahkan tidak memiliki seorang kultivator ranah Qi
sejati tinggi hanyalah sepotong kue baginya yang menunggu waktu untuk dimakan.
Segera Zhen Yuan berkemas untuk menyegarkan dirinya lalu
mulai duduk bersilah. Ia menutup matanya mencoba untuk melakukan ketenangan
mental sebelum ia mula kembali berkultivasi.
Zhen Yuan masih dapat merasakan efek yang sangat besar
setelah menyerap bagian kecil dalam energi yang terkandung pil Drawing Qi. Walaupun
ia berhasil mencapai terobosan akibat energi dari pil namun karena terobosannya
hanya pada ranah Qi sejati Rendah ke Qi Sejati Tengah membuat Zhen Yuan hanya
berhasil menyerap sekitar 5% dari total energi yang terkandung.
Energi sisa masih berada di dalam tubuh Zhen Yuan atau lebih
tepatnya berada di dalam dantiannya menunggu bocah itu untuk kembali perlahan
menyerap energi dari pil yang tersisa.
“Saya masih butuh pendorong agar energi yang dapat diserap
dari dalam pil dapat dalam jumlah besar dikeluarkan untuk mendorong terobosan
saya menuju Qi sejati atas. Tapi untuk mendapatkan dorongan seperti itu sangat
mustahil untuk saat ini, mengingat kinerja pil yang cukup lambat.”
Zhen Yuan hanya menggeleng pelan setelah melihat kinerja pil
yang cukup lambat akibat kurangnya pendorong. Ia memperkirakan dirinya akan
kembali menerobos ke ranah selanjutnya dalam waktu dua sampai tiga tahun sesuai
kecepatan kultivasinya kali ini.
Jika saja orang lain mengetahui pemikiran Zhen Yuan seperti
itu maka mungkin orang itu akan marah sampai ketulang. Jelas untuk membuat
terobosan pada umumnya membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun jika kepadatan
roh Qi seperti desa Cenglou. Namun Zhen Yuan sudah cukup tidak puas dan
menganggap lambat hal itu.
Ini dikarenakan Zhen Yuan mengetahui efek dari pil Drawing
Qi lebih luas. Di dalam ingatannya sebagai seorang dewa pengetahuan yang
mendapatkan berkah dari surga, pil Drawing Qi adalah salah satu jenis obat yang
masuk ke dalam obat papan atas.
Eksistensinya dalam alam surga dan dewa mampu melebihi pil
regenerasi sekalipun. Mengingat khasiatnya yang sangat besar serta menggantung
dalam efek jangka panjang. Dikatakan bahwa sekali minum pil tersebut maka
bahkan untuk para kultivator yang baru menginjakkan kakinya pada ranah Qi
sejati rendah akan mampu membuat terobosan dalam waktu singkat menuju ranah Qi
Master Tengah sampai Atas dalam sekali jalan.
Inilah yang membuat eksistensi dari pil Drawing Qi sangat
hebat, jika saja pil tersebut dapat juga digunakan untuk para kultivator ranah
lainnya tanpa mengurangi efek dan kinerja obat maka dapat dipastikan pil
Drawing Qi menjadii pil nomor satu.
“Karena saya meminum pil sewaktu ranah Qi sejati rendah maka
dengan bakat bawaan yang dimiliki tubuh ini maka mungkin bukan mustahil untuk
mencapai ranah Qi Master Atas.” Zhen Yuan tersenyum senang menghayalkan
imajinasinya yang mulai liar.
Ia segera kembali tersadar setelah puas berhayal seharian
penuh dan melanjutkan kultivasi selama tiga hari tiga malam.