NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pak Dosen

Jerat Cinta Pak Dosen

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Duda / Romansa / Tamat
Popularitas:480.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: AYi

Shaila gadis cantik berusia 18 tahun, baru saja menjalani aktivitasnya sebagai seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta di Jogjakarta. Hari-harinya selama di bangku kuliah selalu dibuat kesal oleh salah satu dosen di kelasnya.

Arshaka, 23 tahun, dosen muda yang tampan dengan status duda beranak satu, merasa tertarik pada mahasiswanya. Dia melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian si mahasiswa. Mulai dari memberikan tugas yang berlebih hingga perhatian yang tidak wajar.

Akankah Arshaka bisa mendapatkan Shaila dengan mudah? Ikuti ceritanya hanya di Jerat Cinta Pak Dosen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Ayah! Bubun! Kenapa pintanya dikunci? Azka mau masuk," jerit bocah umur tiga tahun itu.

Anak laki-laki itu terus menggedor pintu kamar orang tuanya karena tidak kunjung dibuka dan tidak juga ada sahutan. Seingatnya tadi sang ibu sambung pamit hendak mandi, tetapi sampai dia menghabiskan beberapa potong cake sang ibu belum juga keluar dari kamar. Kini, kamar orang tuanya malah terkunci.

Sementara itu, Arshaka langsung bangun melepaskan kungkungannya pada sang istri. Laki-laki itu langsung mengambil baju dan memakainya, lalu memakai celana. Shaila sendiri mengambil dan memakai bathrobe-nya, lalu berlari ke kamar mandi.

Azka terus menggedor pintu tidak peduli dengan Mbak Rina yang melarangnya. Bocah kecil itu malah menjerit kesal.

"Pokoknya Azka gak mau berhenti sebelum ayah dan bubun keluar kamar!" Tangan kecil itu sampai memerah karena memukuli pintu.

Shaka menyimpan bajunya yang berserakan di lantai terlebih dahulu sebelum membuka pintu. Laki-laki itu membuka pintu dengan wajah dibuat selesu mungkin agar terlihat lelah dan beristirahat.

"Kamu ini kenapa? Ayah mau tidur, capek banget!" kata Shaka sambil bersandar di gawang pintu, pura-pura menguap.

"Ihh, ayah ini! Mau Maghrib mana boleh tidur, bubunnya mana?"

"Ayah cuma mau baring bentar doang, yaelahh! Bubun di kamar mandi, mau apa cariin bubun?"

Azka langsung menyerobot masuk ke kamar orang tuanya begitu saja. Dia menelisik seluruh ruangan itu seakan tak percaya dengan sang ayah. Pandangan mata bocah itu tertuju pada pintu kamar mandi.

Shaila keluar dari kamar mandi setelah mandi wajib kilat. Rambutnya yang basah diusap menggunakan handuk kecil. Gadis itu masih menggunakan bathrobe saat keluar dari kamar mandi.

"Bubun mandi apa tidur sih? Lama banget!" celetuk Azka begitu melihat sang ibu sambung keluar dari kamar mandi.

"Maaf, Sayang. Tadi Bubun sakit perut, jadi lama di kamar mandi. Nungguin ya?" jawab Shaila sambil duduk dengan bertumpu lutut, untuk mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan sang anak.

"Iya. Tapi Bubun lama, jadi cake coklatnya tinggal dikit," ucap bocah kecil itu, kemudian menutup matanya.

"Jangan banyak makan kue manis! Nanti sakit lagi. Boleh makan tapi dikit saja, lambung kamu tidak bisa menerima makanan yang menggunakan pemanis," nasehat Shaila penuh kesabaran.

"Sekarang Azka keluar dulu sama Mbak Rina, Bubun mau ganti baju. Ayah juga mau mandi, sebentar lagi Maghrib."

Bocah umur tiga tahun itu menurut, langsung keluar dari kamar orang tuanya mencari sang pengasuh. Anak yang belum tahu apa-apa itu dengan patuh menuruti semua perintah ibu sambungnya. Baginya Shaila adalah seorang ibu yang dia impikan selama ini.

Shaka ingin kembali meminta haknya pada sang istri, tetapi urung begitu mendengar suara mengaji dari mesjid kompleks. Dia harus menidurkan sendiri tongkat saktinya. Untuk itu dia mengguyur tubuhnya dengan air hangat usai mandi wajib, agar pikirannya bisa rileks.

Dua minggu berlalu, Shaka belum juga berhasil membelah duren. Shaila yang sedang menghadapi ujian akhir semester memilih tidur di kamar terpisah, agar lebih konsentrasi belajar. Sementara itu, dirinya juga sibuk mempersiapkan wisuda magisternya minggu depan.

"Eh, kalian tadi bisa gak sih kerjain soalnya? Gila susah banget tuh soal!" tanya Rosa pada kedua temannya, Shaila dan Adiba.

"Bisa, tapi jawaban gue hanya mengarang indah. Semoga aja bisa lulus mata kuliah ini," sahut Adiba.

Sedangkan Shaila tampak tenang menikmati gado-gadonya, tidak terpengaruh oleh gerutuan mereka.

"Anjeer lo Shai! Ditanya nggak dijawab, malah pasang tampang masa bodo kek gak kenal aja!" umpat Rosa kesal karena temannya yang satu itu memang ajaib.

Bagaimana tidak ajaib? Di saat dia digosipkan memiliki scandal dengan sang dosen, dia tidak peduli sama sekali. Sekarang, saat teman-temannya mengadu soal ujian sangat susah, dia hanya diam tetap tenang.

"Mau ngapain dibahas? Percaya pada kemampuan kalian. Kalian pasti bisa tidak perlu dipikirkan. Kalian hanya perlu belajar. Itu saja!" jawab Shaila cuek dengan wajah tampak tenang.

Kedua sahabatnya itu kompak memutar bola mata. Benar-benar teman yang tidak peka si Shaila ini. Pembawaan yang selalu tenang dan cuek membuatnya tidak memiliki teman selain Adiba dan Rosa.

"Hai, Shai. Apa kabar?" Tiba-tiba datang seorang mahasiswa laki-laki mendekati Shaila dan teman-temannya.

"Hai, Kak Rangga!" Rosa yang menaruh hati pada kakak tingkatnya itu menyapa sang idola.

"Tumben Kak Rangga gabung sama kita-kita?" tanya Adiba tidak mau kalah, ikut tebar pesona.

Shaila yang disapa hanya tetap diam tenang melanjutkan makan sampai gado-gado dalam piring kandas tak bersisa. Gadis itu lalu menyesap jus jeruknya hingga tertinggal separuh gelas. Berbeda dengan Rangga yang serasa kebakaran jenggot mendapat sapaan dari para fansnya yang ada di kantin itu.

"Lo belum jadi traktir gue makan malam lho. Ini sudah hampir tiga bulan, tapi lo nggak ada itikad baik sama sekali," tegur Rangga mengingatkan hutang Shaila padanya.

"Sorry, kalau malam gue nggak bisa keluar. Anak gue gak mau ditinggal," jawab Shaila dengan tenangnya.

"Apa? Lo sudah punya anak?" tanya mereka serempak tanpa dikomando.

"Ck, kalian berdua itu pikun atau pura-pura lupa?"

Rosa dan Adiba membeliakkan matanya mendengar jawaban dari sahabat mereka.

"Diih! Seingat gue lo nggak pernah sebut anak asuh lo dengan sebutan anak gue. Kenapa sekarang lo bilang begitu?" tanya Rosa penasaran.

"Ingat Shaila, hutang itu harus segera dibayar atau lo mau membayarnya di akhirat nanti." Rangga memberikan peringatan pada Shaila.

"Sekarang aja atau nanti setelah ujian yang kedua, gue traktir di mana lo mau," jawab Shaila dengan santainya, tak tampak takut sama sekali.

Setelah dibicarakan, keduanya sepakat makan siang di kafe dekat kampus setelah ujian kedua selesai. Rangga minta mereka makan di kafe langganan mereka di kafe 'Bamboo'. Shaila pun menyanggupinya karena malas ribut.

Sekarang di sinilah mereka, di kafe lesehan di mana para pengunjungnya kebanyakan anak muda yang sedang kencan dengan pasangan. Shaila belum pernah masuk ke kafe itu, jadi dia pikir kafe itu seperti kafe milik sepupunya. Ternyata beda jauh konsep kafenya.

Shaila yang masih kenyang hanya memesan pisang keju dan es cappucino. Rangga hanya melihat gadis itu dengan dahi berkerut, lalu menyunggingkan senyum tipis.

"Kenapa nggak pesan makan? Takut gak bisa bayar, ya? Santai aja, gue juga bawa duit kok," tanya Rangga mengejek.

Tanpa banyak kata, Shaila mengeluarkan dompetnya lalu meletakkan di meja.

"Segini cukup gak buat bayar? Gue beneran takut gak bisa bayar nih," ucap Shaila pura-pura takut.

Tak lama kemudian dia mengutak-atik gawainya, lalu menunjukkan layar gawai tersebut pada Rangga.

"Kalau segini kira-kira bisa bayar kafe ini, gak?"

1
lia rahma
extra part dong kak
Tamirah Spd
Shania wanita yang kurang dewasa, selaku seorang kakak seharusnya intropeksi diri. Mantan pacar sdh nikah dgn adiknya,dia jg sdh menikah,kok masih berharap pada adik iparnya untuk menjalin kasih....wes angellllll.
Tamirah Spd
Walau tidak ada rasa cinta dan pernikahan karena situasi darurat izab Kabul Sudah terucap,ya siapa yg gak sakit hati, apa lagi kalau tahu cinta pertamanya adalah kakak nya sendiri..... sakitnya tuh disini.
Tamirah Spd
Mama Nenti tidak sadar membuka aib anaknya sendiri.Tentu saja membuat Shaila berfikir kalau dosen status duda itu nikah nya karena kekasih nya hamil dulu.,!!!
Tamirah Spd
Mama Nenti sama saja membuka aib anaknya sendiri, tentu saja
Tamirah Spd
Nama duda kalau sdh jatuh cinta sudah gak jaga image,apa jatuh cinta nya sama mahasiswa sendiri,ada aja alasan untuk ngerjain biar dekat.
Istifada
Luar biasa
Jҽʅιƚα
👍👍👍
Nurina Ningrum
Luar biasa
Nurina Ningrum
Buruk
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk mampos kau PELAKOR,Udah liat sendiri.kan gimana Arshaka memperlakukan Shaila,Masih aja berharap.Kok.mau jadi Pelakor adek sendiri,Gila nih Cewek..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa ke dua puteri dokter Nathan di sukai oleh Dosen2 mereka..gak Shaila gan Shania..🤣
Qaisaa Nazarudin
Biasa
Qaisaa Nazarudin
Buruk
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 Ternyata Dosen pintar tapi Kudet ya..
Qaisaa Nazarudin
Lha masa ya gitu doang langsung di Nikahkan?
Qaisaa Nazarudin
Gen Bapaknya menurun ke anaknya..🤣
Qaisaa Nazarudin
Kasian si anak,Bapaknya malah sibuk ngintilin cewek..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Shaila ini terlalu ceroboh..
Qaisaa Nazarudin
Gila aja,Kalo aku mah jangan harap..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!