NovelToon NovelToon
MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

Status: tamat
Genre:Janda / Selingkuh / Pelakor / Tamat
Popularitas:521.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Morata

Menjadankan istri demi janda. Itulah yang dialami oleh Erlita Bramantyo. Menemani hari hari suaminya, mulai dari titik nol tapi kesetiaan dan rasa cintanya yang amat dalam terhadap suaminya Jhon. Tapi disaat Keadaan ekonomi suaminya semakin berkembang suaminya malah menghianati Cintanya. Ketika hati dan kepercayaan sudah dihancurkan maka tidak akan mudah untuk membuatnya kembali seperti semula. seperti yang saat ini dirasakan oleh Erlita, harus merasakan kenyataan pahit dalam hidupnya. ketika pernikahannya sudah dia bina hampir 15 tahun ternyata penuh kebohongan dan sandiwara. Erlita tidak menyangka kalau ternyata suaminya mempunyai hubungan gelap dengan wanita lain Lalu apakah yang akan dilakukan Erlita ketika mengetahui suaminya berselingkuh? Apakah Erlita akan mampu mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Yuk simak ceritanya di " MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"

original by Morata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22. TERTAWA MIRIS_ MIDJ

Setiap hari Erlita berlinang air mata. memikirkan nasib rumah tangganya yang di ujung tanduk. Erlita terlihat wanita yang kuat tapi sejujurnya dia wanita yang rapuh. Tapi ia berusaha kuat di hadapan ketiga anaknya.

Tidak mampu diungkapkan dengan kata-kata perasaan yang begitu remuk. Tapi apalah daya Erlita terus menatap ketiga anaknya. "Ya Allah apa yang harus aku lakukan sekarang, begitu besar cobaan yang kau berikan kepada hamba. Apakah aku tidak layak bahagia ya Allah."doa Erlita di dalam hati.

Setiap hari Erlita di tinggal pergi oleh suaminya, tidak ada yang tahu sanak saudara prahara rumah tangga Erlita sebenarnya. "Ma, jangan menangis, tidak ada artinya menangis lihat kami anak-anakmu." ucap Abian sambil memeluk Erlita. Mencoba untuk memberikan kekuatan kepada Mamanya.

"Kring...

"Kring...

"Kring...

Suara Deringan ponsel milik Erlita terdengar jelas di telinga nya. Ia melihat dilayar ponselnya, kalau yang menghubungi dirinya Hamdan.

"Ada apa mas Hamdan menghubungi Ku? gumam Erlita dalam hati, sembari menekan tombol hijau yang ada dilayar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung dengan Hamdan.

"Hello mas." sahut Erlita dengan suara parau. dari nada suaranya saja Hamdan sudah mengetahui kalau Erlita baru saja menangis.

"Bagaimana kabarmu sekarang apa semuanya baik-baik saja?" tanya Hamdan kepada Erlita.

"Alhamdulillah kabar kami baik Mas. bagaimana dengan kabar Mas di sana?

"Aku juga baik, tapi dari nada suaramu Sepertinya kau baru saja menangis." ucap Hamdan menebak.

"Apa ada masalah?"

"Tidak mas, aku baik-baik saja kok sama anak-anak."

"Oh iya, sampaikan selamat ulang tahun untuk Abian ya. Jujur aku merasa bersalah tidak datang di hari ulang tahunnya. padahal aku sudah berjanji akan datang membawa mereka jalan-jalan jika Abian ulang tahun.

"Tetapi karena kebetulan kemarin aku sedang menjalani sidang kasus yang aku tangani. Membuatku tidak memiliki waktu untuk datang ke sana. Tapi yakinlah, aku pasti akan datang membawanya jalan-jalan setelah pekerjaanku telah usai." ucap Hamdan berjanji kepada Erlita kalau dirinya akan datang memenuhi janjinya kepada Abian dan juga Aska.

"Tida, perlu dipaksakan seperti itu mas. Kalau tidak memiliki waktu, jangan dipaksakan. lebih baik Mas fokus bekerja terlebih dahulu." sahut Erlita.

"Tidak kok, kamu tenang saja tidak perlu merasa nggak enak hati seperti itu. Karena bagaimanapun Abian Aska dan Arini sudah aku anggap seperti anakku sendiri." ucap Hamdan di dalam sambungan telepon selulernya.

"Ya Allah Mengapa orang lain begitu perhatian kepada putra-putriku sementara Ayah kandungnya saja sama sekali tidak peduli."gumam Erlita dalam hati meratapi nasib ketiga anaknya dan juga nasibnya sendiri sebagai seorang istri.

"Tolong kamu jangan terlalu stress, nanti kamu sakit. Jika kamu sakit, bagaimana nasib ketiga anakmu? Kamu Harus berpikir ke situ juga. Hibur dirimu, jangan kau pikirkan orang lain. Sementara dia saja sama sekali tidak memikirkanmu." ujar Hamdan yang mampu membuat Erlita langsung terdiam.

Sementara John yang masih berada di ruang televisi tampak ia sedang ngobrol bersama Aska. Tapi terlihat Aska sangat cuek kepadanya seolah-olah ayahnya yang ada di sana orang lain, tak ada yang dekat dengan John Kurniawan. Ketiga anaknya begitu dekat dengan Erlita. bukan kepada ayah kandung mereka sendiri.

Sejujurnya Erlita tidak pernah mengajarkan ketiga anaknya seperti itu. Tapi karena anak-anaknya mengetahui sifat dan tingkah laku ayah mereka selama ini, membuat Abian dan Aska tampak merasa tidak peduli lagi kepada ayahnya. "Bagaimana tidak, ayahnya saja sudah tidak peduli kepada mereka. bahkan menafkahipun tidak.

"Aska kalian Dari mana saja kemarin?" tanya John Kurniawan kepada Aska yang sedang asyik bermain mobil-mobilan yang dibeli oleh Hamdan sebelumnya, saat mereka jalan-jalan ke sebuah Mall. .

"Kemarin itu kami diajak Om Hamdan jalan-jalan ke taman bermain, habis itu kamu pergi ke mall membeli baju-baju dan mainan di sana juga Om Hamdan mengajak kami makan di restoran ,enak sekali. Jujur Aska Baru kali ini pergi ke sana, makan di restoran." ucap Aska kepada John Kurniawan membuat John Kurniawan langsung terdiam.

"Om Hamdan itu siapa ?" Tanya John kepada anak dia itu. Pria yang sangat baik Dia selalu memperhatikan Mama, dia selalu mempertanyakan kami sudah makan atau tidak. Tapi Entahlah Om Hamdan memang benar-benar baik the best deh." Puji Aska sambil menunjukkan mainan yang dibeli Hamdan untuk mereka.

John datang ke warung menghampiri Erlita. "Siapa Hamdan ?Apa itu lelaki yang membuatmu dingin kepadaku?" tanya John merasa tidak bersalah atas kelakuannya selama ini.

Erlita tidak menjawab dan memilih tetap melayani pembeli yang datang ke warung sembako miliknya. Tapi sepertinya John tidak terima, ia langsung menarik tangan Erlita setelah memberikan barang belanjaan seorang gadis yang sedang membeli di warung Erlita.

"Jawab aku siapa Hamdan?

Erlita tersenyum miris, Kau tidak perlu mengetahui siapa Hamdan,karena itu tidak penting bagimu. Lebih baik kamu urus saja dirimu sendiri. Tidak perlu pedulikan kami, toh selama ini kamu juga tidak peduli kepada kami. Apakah kamu sudah melakukan tugasmu sebagai seorang suami, atau sebagai seorang ayah?" tanya Erlita dengan nada suara yang meninggi

"Sudah mulai berani kamu kepadaku, setelah mengenal Hamdan ya." pekik John Kurniawan. Erlita lagi-lagi tersenyum, "Sebelum aku mengenalmu, aku sudah terlebih dahulu mengenal Hamdan. Jadi kamu jangan sok tahu.

"Tidak ada lagi rasa hormat Erlita terhadap suaminya saat berbicara saat itu Karena suaminya menganggapnya yang tidak tidak terhadapnya membuat dirinya sangat kesal.

"Kamu mau ngapain dengan wanita itu aku tidak peduli, kau sudah lebih lama tinggal di sana daripada di sini. Justru ulang tahun putra kamu saja kau tidak datang. Di mana akal sehatmu? Apakah kau menafkahi ketiga anakmu? sungguh tidak masuk akal. Darah daging kamu sendiri saja tidak kau nafkahi tetapi darah daging orang lain Kau nafkahi." ucap Erlita yang mampu membungkam seorang John Kurniawan.

John Kurniawan berlalu meninggalkan Erlita dengan kekesalannya. "Ingat, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Aku akan cari lelaki itu sampai ke ujung dunia pun, sudah sampai di mana hubungan kalian?" pekik John sambil berjalan meninggalkan Elita.

"Cari saja! aku tidak peduli, kamu pikir dia orang yang tidak pintar? dia itu tidak sebodoh kamu." ucap Erlita tertawa ngakak tapi tertawanya itu lebih tepatnya untuk meluapkan kekesalannya terhadap suaminya.

Tiba-tiba suara deringan ponsel milik John Kurniawan terdengar jelas di telinganya. I melihat di layar ponselnya kalau Yulianti yang menghubungi dirinya. Saat ponselnya terus berdering. Tampaknya John tidak mengindahkan telepon dari Yulianti, justru dirinya langsung menonaktifkan ponselnya.

Bersambung.....

hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

1
Anonim
Mank bisa ya anak umur 11thn donor darah?
Anonim
Cetak anak trus aja
Anonim
Itulah kalo sembarang pilih suami yg maaf org rendahan kan ga tau diri jadinya
Anna Khairurr
Luar biasa
Sunarmi Narmi
Gaya bahasa untk Abian yg anak umur 10 thun bisa ngomong sprti itu saya rasa ngak pas Thor bahasanya...dlm kisah nyata jg ngak ada Thor krn itu sdh gaya bahasa tingkat orang dewasa yg sdh sering berinteraksi dgn bnyak orang...maaf Thor sekedar masukan..bikin bahasa yg biasa di ucap anak saja..
Sunarmi Narmi
Sdh tau ekonomi sulit suami gila..ngapsin kmu ngak KB Erlita...bikin pusing kan...hrsnya dgn 2 anak kmu bisa rawat anak dn tubuh kmu...ini mlah....Aduh repotnya..mau nyalahin siapa Thor 🥴🥴🥴🥴🥴🥴
Mirna Loden Mirna Mirna
dasar laki2 gila gk ksh uang nafka untuk istri tpi cri mkn,prgi cri mkn di tong sampah sana jhon😁😁😁😁
Mirna Loden Mirna Mirna
thor klu bisa alurnya jngn maju mundur bgtu bkin bingung n tllu bertele tele crtanya
DPuspita
Ceritanya beda dr cerita2 novel di NT. Biasanya abis cerai dapat yg baru, tapi novel ini tokohnya tetap sendiri walau sudah bercerai. Menarik, hanya saja dalam penulisannya msh buanyak typo yang bikin aq bingung, spt ditulis 'belakang dada', pdhal menurut ku itu maksudnya lapang dada. Ketidakkonsistenan dlm menuliskan nama panggilan, spt misal diawal2 ditulis ayah, ibu kandung. Lama2 kata ayah ditulis papa, mama kandung. Mama diganti ibu.
Mungkin di novel berikutnya lebih diperhatikan lagi ya thor. Biar reader makin bisa menikmati membaca novelmu. Tetap semangat thor... Salam...
Rubyna: yang sudah platimum masih banyak taipo nya apa lagi aku, kita hanya manusia biasa
total 1 replies
DPuspita
Thor, putra keduanya gak punya nama atau gmana ya? dr awal cerita kok ditulisnya putra kedua terus. Bacanya aneh gitu... Khan lebih enak dibaca kl ada namanya spt 'Abian dan Brian berjalan di kedua sisi Erlita, ibu mereka'. Aneh kl ditulisnya Abian dan putra keduanya berjalan di kedua sisi Erlita. Hanya saran ya thor...
Dewi Avandia
ceritanya bagus,,cuma tolong lebih teliti lagi ya thor,kadang manggilnya mama papa kadang ibu bapak,kadang juga ibu ayah,jadi rada bingung 😅
tetep semangat thor 💪❤️
Rizky Sandy
jgn dibikin mati dulu ya,,,, karma msh berjalan kan,,,,
Black Moon
Semoga aja emang bener buat beli rumah dan modal usaha simpan pinjam yak, bukan modal usaha simpan benih 👊
Black Moon
😮‍💨 Ga yakin kalo udah dapet kerjaan baru bakal lebih baik, rasanya nanti malah makin bertingkah 😖
Black Moon
Aku pernah diposisi itu 😢
Jantung degdegan, tangan gemetar, dada sesak, di tenggorokan kaya ada yg nyangkut sampe susah untuk sekedar nelen ludah, pikiran kalut, badan kaya ngambang. Bener² ga nyaman 😔
Black Moon: Kita sama ko, Mba 😁
total 2 replies
Black Moon
Ko kaya lagi bercermin, ya 😉
Black Moon
Kasih daging tikuslah 😁
Reni Tri Fitria
keren
Ai Wiwi Widyawati
bagus ceritanya beda dari yg lain
Ai Wiwi Widyawati
,👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!