Apa kalian pernah terbesit melakukan hubungan satu malam dengan ayah mertua? tentu saja tidak.
Itulah yang di alami Felia, berusaha mendapatkan restu dari ayah Louis malah masuk jurang yang tidak pernah ia bayangkan sama sekali.
Malam itu adalah malam di mana Felia diberikan tantangan supaya ia mendapatkan restu dari Edbert, tapi apa daya dia terjebak melakukan hubungan satu malam dengan ayah mertuanya.
Semenjak saat itu Edbert tidak pernah melupakan kejadian hubungan satu malam dengan calon menantunya,
dia berusaha mendapatkan Felia supaya wanita itu menjadi miliknya.
"Saya ini calon menantu om. Sebentar lagi saya dan anak om akan bertunangan, lupakan kejadian semalam. Anggap saja kita tidak pernah melakukannya"_Felia.
"Jangan berharap kejadian itu akan saya lupakan Felia. Kamu tetap menjadi menantu saya tetapi kamu cuman milik saya seorang"_Edbert
Bisakah Felia mengaku kepada Louis kalau sebenarnya ia sudah mengkhianati hubungannya? Atau melupakan hubungan terlarang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gempuran Dahsyat
Acara pesta berjalan lancar Felia lebih dulu keluar dari pesta, saat ia masuk ke dalam mobil tiba-tiba saja sebuah tangan menahan pintu mobil. Felia menatap orang yang berani mengganggunya, ternyata dia melihat lelaki asing yang berani mengganggunya di acara pesta.
"Kenapa kau lagi! Lebih baik kau pergi dari pada saya teriakin kamu pria mesum." kata Felia dengan memberikan ancaman, lelaki itu menutup pintu mobil dengan menatap wanita ini.
"Coba saja kamu teriak saya mau tau gimana reaksi orang-orang mendengar teriakan kamu." ucapnya dengan wajah mendekati wajah Felia.
Felia menatap tajam lelaki asing ini, lelaki asing itu menjauhkan tubuhnya dengan meletakan satu tangan di saku celana. Lelaki itu kembali menatap Felia saat wanita ini hanya memalingkan wajah.
"Dimana pacar kamu? Katanya datang tidak sendiri, tapi saya tidak melihat kamu datang ke pesta bersama pacar kamu. Apa kamu mencoba membohongi saya?" Felia dengan cepat menatap lelaki ini, ia mencoba tenang supaya dirinya tidak terlihat ketakutan.
"Bukan urusan kamu. Lagian buat apa kamu mengikuti saya sampai parkiran, apa kamu tidak ada kerjaan ngikutin saya sampai sini." lelaki itu mencoba mendekati Felia dengan menyentuh wajah Felia.
"Malam ini kamu cantik juga. Gak salah saya mengikuti kamu, mau dibayar berapa permalam." mendengar ucapan lelaki ini membuat Felia marah, dia dengan cepat menampar pipi lelaki asing ini.
Mendapatkan tamparan dari wanita ini membuat lelaki itu menyentuh bekas tamparan yang diberikan Felia.
"Jangan macam-macam dengan saya, itu baru seberapa. Kamu mau saya berikan satu tamparan lagi supaya kamu sadar."
Dengan perasaan marah akibat mendapatkan tamparan dari Felia, lelaki itu mencengkram wajah Felia membuat Felia berusaha menyingkirkan tangan pria ini.
"Jadi perempuan jangan jual mahal. Wanita seperti kamu bisa saya beli, tinggal sebut berapa uang yang kamu inginkan akan saya beri. Asalkan..." ucapannya tertahan saat mengecek wajah Felia.
"Bagus juga wajah kamu. Gak sia-sia kamu merawat diri, saya tertarik dengan wajah kamu ini." kata lelaki itu kembali menatap Felia.
"Mau harga berapa supaya saya bisa merasakan wajah mulus kamu?"
"Jangan harap kamu bisa merasakan tubuh saya." amarah Felia semakin memuncak saat lelaki ini mencoba mencium wangi tubuhnya, tangan kekar pria itu mulai menyentuh wajahnya.
"Kamu jangan takut gitu, saya tidak akan menyakiti kamu. Saya mau mencoba rasa tubuhmu ini, apakah sama dengan wanita yang pernah saya temui atau berbeda."
Felia mencoba menjauhkan wajahnya supaya tidak disentuh lelaki ini, "Jangan pernah menyentuh sedikitpun wajah saya atau..."
"Atau apa?" tanyanya berusaha menyentuh bibir kenyal Felia, ia terus menyentuh setiap wajah Felia mulai dari mata, hidung dan terakhir bibir.
Bibir ini terus saja menggodanya tetapi Felia tetap berusaha menyingkirkan tangan lelaki ini dari wajahnya, saat ia melihat lelaki ini mencoba menciumnya Felia mengerutkan kening karena dia tidak merasakan apapun di bibirnya.
Felia mencoba membuka mata, alangkah terkejutnya Felia melihat Edbert memukuli lelaki itu. Felia berlari mencoba memisahkan dua lelaki ini, ia menyingkirkan Edbert dari pria asing ini dan berhasil memisahkan mereka berdua.
"Sudah om jangan diterusin lagi." Edbert menahan diri buat tidak melukai lelaki itu, Felia kembali menatap lelaki asing ini. "Lebih baik kau pergi dari sini."
Lelaki itu berusaha berdiri dengan wajah yang sudah babak belur, Felia menghela nafas melihat tubuh Edbert memiliki banyak luka. Felia membawa Edbert masuk ke dalam mobil untuk mengobati luka Edbert.
Edbert terus memperhatikan Felia, wanita ini sibuk mengambil sesuatu di jok belakang. Felia meletakan kotak obat di pangkuannya, ia mengambil obat luka dan dioleskan ke luka Edbert.
Mendengar suara rintihan rasa sakit Felia menatap Edbert dengan menekan luka di ujung bibir, "Sakit Felia."
"Biarin aja, siapa suruh om mukulin orang. Lihatlah sekarang jadi terluka parah gini." ocehan Felia mampu membuat Edbert tersenyum.
"Luka om sudah saya obati." Felia menyimpan kembali kotak obat itu, Felia terkejut saat tubuhnya di dorong.
Felia menatap Edbert begitupun dengan Edbert, "Om... om mau ngapain?"
Lelaki itu menaikan sebelah alisnya yang masih menatap wajah Felia, "Menurut kamu?"
"Me–"
***
"Me–" matanya seketika mau keluar melihat Edbert mencium bibirnya, lelaki itu mencoba menciumnya dengan lembut.
Saking lembutnya ia membalas ciuman Edbert, kelembutan yang diberikan Edbert mampu membuatnya terbang ke angkasa. Dia sangat menyukai sentuhan Edbert, karena dialah yang mampu membuat kenikmatan sentuhan seperti ini.
Felia terus mengikuti irama yang dimainkan Edbert, lelaki itu mengakhiri ciumannya berpindah ke leher jenjang Felia. Lidah lembut pria ini saat menyentuh kulit semakin membuatnya menggila.
Permainan dahsyat seperti ini tidak pernah ia bayangkan sama sekali, Edbert mulai mencari tempat favorit yang semakin ia ingin melahapnya. Gaun merah yang dikenakan Felia saat ini sudah tidak rapih lagi, karena semua ini ulah dari lelaki yang sibuk menjamah tubuhnya.
Tangan kekar itu menyentuh punggung belakang Felia, ia mencari sesuatu supaya dia bisa leluasa menyentuh tubuh Felia. Resleting gaun Felia sudah terlepas, membuat gaun itu merosot. Edbert terus mencium seluruh tubuh Felia, sampai ke bagian dada Felia yang begitu kenyal.
Aktifitas panas ini mampu membuat Felia menginginkan lebih, Felia mengerutkan kening saat Edbert menghentikan kegiatan panas ini.
"Kita lanjut nanti. Saya akan membawa kamu ke hotel untuk melanjutkan kegiatan panas ini." ucap Edbert, ia mulai menyetir mobil bergegas pergi dari basement.
Tidak butuh waktu lama mereka tiba di sebuah hotel, keduanya keluar dari mobil saat tubuh Felia ditutupi dengan jas hitam. Mereka masuk ke dalam memesan satu kamar hotel, melihat Felia kesusahan berjalan Edbert menggendong tubuh Felia. Felia tidak bisa berbuat apa-apa ia hanya menatap lelaki ini.
Edbert menurunkan Felia, ia mulai membuka pintu kamar hotel. Edbert dengan cepat menarik tangan Felia masuk ke dalam, ia menutup kembali pintu itu saat Edbert sudah melanjutkan kegiatan panasnya kembali.
Edbert meraba tangannya untuk mengunci pintu dengan tubuh Felia masih menyentuh tembok, merasa pintu sudah tertutup rapat Edbert membawa Felia berjalan pelan dengan kegiatan ciuman tidak dilepas sama sekali. Edbert membawa Felia ke kamar dengan pakaian sudah terlepas satu persatu.
Berusaha tidak menyakiti tubuh Felia, Edbert mendorong tubuh Felia dengan pelan. Sekarang tubuhnya sudah berada di atas ranjang dengan ciuman belum terlepas, ciuman itu terlepas saat Edbert mencoba menatap wajah Felia.
"Malam ini kamu sudah menjadi milik saya. Jadi, kamu tidak bisa jauh-jauh dari kehidupan saya walaupun nanti kamu akan menikah dengan Louis." Felia sama sekali tidak menjawab ucapan Edbert, pikirannya saat ini hanyalah nafsu yang belum dituntaskan lagi.
Edbert kembali melanjutkan kegiatan panasnya, Felia tidak bisa tinggal diam ia terus mengikuti irama yang diberikan Edbert. Semua gerakan yang dilakukan Edbert mampu membuatnya nikmat, ia tidak bisa berpikir jernih kalau sudah berurusan dengan nafsu.
lanjut tunangan sama anknya
🤭😋
piiisss thor...✌
cm edbert tok sik benar yaitu cm cinta felia terlepas hub.n terlarang yo...itu pun sbnre gk di benarkn...
ya wlwpun suaminya tp kn kr bpk e jg.py sih...???kok nyong ra dong kii...😄😄😄
bilang sllu menegaskan..
om..hub.qt salah
q gk bs bls prasaan om..
cm menantu n mertua.
ehhh boollsyiittt....
buktinya kl di sentuh
di cumbu
di jak kikuk2.
pasrahhh...itu apa coba nama nya???
sadar lo ngomong gitu???
mbuhh...kok q sik getting...😃😃😃