NovelToon NovelToon
Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:345.6k
Nilai: 4.5
Nama Author: Amanda Ferina

Aileen Candramaya Putri Cempaka atau yang lebih sering dipanggil dengan sebutan Cempaka. Anak dari salah satu ajudan jenderal besar di Bandung. Malang nasib di umurnya yang baru 10 tahun ia harus kehilangan orangtunya akibat pemberontakan di Papua. Cempaka yang masih kecil dititipkan pada atasannya. Muhammad Ghiza Naskala Barawijaya adalah anak dari Jendral Muhammad Toha Barawijaya. Ia adalah sosok yang selalu ada di pertumbuhan Cempaka. Ketika Cempaka baru kelas 5 SD dan dititipkan pada orangtunya ia pun menjadi sosok ajudan untuk Cempaka. Hidup Cempaka selalu terbiasa dengan Naskala meskipun Naskala selalu mengejeknya. Ketika ia beranjak dewasa Cempaka tak mengerti kenapa Naskala sangat dingin dan tak ingin berbicara padanya. Bahkan selalu menundukkan pandangan kepadanya. Pada suatu hari ada tragedi besar yang mengharuskan Naskala dan Cempaka menikah meskipun dilaksanakan dengan terpaksa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Ferina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Beberapa Minggu Kemudian

Pernikahan pun semakin dekat. Cempaka menarik napas sebanyak mungkin untuk menenangkan dirinya yang tak berhenti gugup tatkala di luar sana Naskala sudah bersiap untuk mengucapakan ijab kabul.

Sebentar lagi mungkin hanya menghitung menit dirinya sudah sah menjadi istri dari orang lain. Membayangkannya saja Cempaka sudah menangis deras yang membuat repot tukang rias.

Cempaka belum siap tapi mengingat jika Naskala yang akan tetap memperlakukan Cempaka layaknya anak remaja yang masih sekolah dan memberikan hak untuk dirinya bersama teman-temannya membuat Cempaka yakin mengambil langkah tersebut, ia harap ini juga yang terbaik untuk dirinya.

Cempaka mengibaskan tangannya ke matanya untuk menghalau air mata yang tak berhenti bercucuran.

"Maaf," cicit Cempaka kepada tukang rias tanpa ada rasa bersalah sama sekali ketika mengucapkan kata tersebut.

Tukang rias harus tetap sabar dan mengangguk pasrah walau hatinya tetap terdapat ketidak ikhlaskan. Ia pun membersihkan kembali beberapa make up yang sedikit berlepotan.

Cempaka mengedipkan matanya menghalau air mata. Kali ini dia sudah memiliki hati. Cempaka tak tega melihat tukang rias yang kembali berjuang meriasnya.

"Kira-kira Om udah ijab qobul gak?" tanya Cempaka sambil berusaha untuk menjenguk keluar.

"Sebentar lagi katanya dapat info dari luar. Naskala masih baca beberapa doa."

Cempaka menyentuh dadanya yang berdetak sangat kencang. Oh Tuhan tolong selamatkan dirinya kali ini. Jangan biarkan ia pingsan di tempat ketika kata sah menggema.

"Cempaka masih kecil tapi sudah punya suami! Dan suami Cempaka adalah orang yang selalu ada di setiap pertumbuhan Cempaka," ucap Cempaka yang masih terheran-heran. Secara tak langsung tukang rias yang menemani Cempaka di dalam kamar pun mengikuti drama wnaita itu.

"Apa kamu terpaksa menikah?" tanya si tukang rias saat ia tak bisa menghentikan mulutnya untuk tidak bertanya sesuatu yang sangat menjanggal. "Maafkan saya jangan dijawab."

"Engga. Cempaka enggak terpaksa kok. Ditambah Cempaka itu cinta banget sama Om."

"Alhamdulillah kalau gitu saya bisa tenang."

Cempaka mengangguk mantap. Mereka mengobrol hingga tak menyadari jika di luar sana Naskala baru saja mengucapkan ijab qobul dengan sekali tarikan napas.

Kata sah juga sudah lepas dari para saksi. Dan datanglah seorang wanita yang merupakan masih saudara dari Adhila.

"Ayo Cempaka keluar temui suami kamu!"

"Hah emang udah selesai nikahannya?" tanya Cempaka dengan polosnya.

"Iya pernikahan sudah selesai."

"Demi apa?" Cempaka menutup mulutnya seakan tak percaya jika dia sudah menjadi istri Naskala. Oh Tuhan seluruh persediaan tubuh dirinya saat ini benar-benar bergetar hebat.

Cempaka pun keluar dari kamar dan menghampiri Naskala yang ada di luar baru saja selesai mengucapkan ijab kabul. Cempaka bak orang tang tak mengerti apa-apa saat ia keluar dan melihat para undangan yang tak seberapa namun tak mengurangi kesan mewah tengah menatap dirinya.

Cempaka juga melihat Naskala yang meneteskan air mata menatap dirinya. Cempaka tersenyum lebar kepada suaminya itu dan Naskala membalasnya tak kalah lebar.

Cempaka pun dituntun untuk mendekati suaminya. Ia menatap Naskala dengan jarak yang begitu dekat. Cempaka terpana melihat ketampanan Naskala yang berkali-kali lipat dari sebelumnya. Naskala juga sama merasakan bahwa ia terpana melihat istrinya yang sangat cantik. Dandanan Cempaka membuatnya bisa melihat kedewasaan dari wajah wanita itu.

Tak ada lagi kesan anak-anak di dalam pandangan Naskala. Mungkin itu akan bertahan sesaat sebelum riasan itu luntur setelahnya. Tapi Naskala tak bisa membohongi naluri prianya yang tak bisa mengontrol dirinya sendiri saat melihat Cempaka yang begitu sangat cantik.

"Kamu cantik," puji Naskala mengalir begitu saja. Sementara matanya masih menatap sang istri tanpa mau mengalihkan pandangannya.

"Om juga Tampan." Naskala meletakkan jari telunjuknya di bibir perempuan tersebut.

"Jangan panggil Om lagi. Panggil Mas atau sayang."

"Tidak mungkin bisa. Udah kebiasaan."

Cempaka tertawa pelan dan memukul tangan Naskala. Hal itu dilihat oleh para tamu undangan dan menegur Cempaka agar tak melakukan KDRT padahal baru saja selesai menikah.

Cempaka merasa malu menjadi pusat perhatian. Ia pun meraih tangan Naskala dan mengecup tangan pria itu. Naskala juga melakukan hal yang serupa dan mengecup kening Cempaka dengan cukup lama.

Kemudian ia melepaskannya dan meletakkan tangannya di atas kepala Cempaka dan membaca beberapa doa untuk wanita yang sudah sah menjadi istrinya.

Para tamu undangan merasa baper dengan pengantin tersebut. Nasuha yang hadir pada acara itu menghapus air matanya karena tak menyangka jika sahabatnya sudah menemukan tambatan hati yang sah.

"Dia benar-benar sudah menikah," gumam Nasuha yang tak bisa melepaskan pandangan dari Naskala dan Cempaka. "Dan aku kapan?"

__________

Acara pernikahan tadi hanyalah bentuk formalitas bagi Cempaka. Mungkin hanya ada beberapa yang berubah dan setelahnya tampak biasa saja.

Cempaka juga sudah pindah ke kamar utama. Malam ini dia sudah tidur dengan Naskala hanya berdua. Tidak ada yang canggung karena dari ia kecil sudah sering tidur berdua bersama Naskala. Mungkin hanya Naskala yang merasakan itu karena dia yang sudah dewasa dan dia akan lebih merasa canggung.

Naskala keluar dari kamar dan terkejut melihat Cempaka yang berbaring di tempat tidurnya dengan pakaikan tidur dan tak mengenakan hijab.

Hampir saja ia ingin menegur Cempaka tapi ia baru ingat jika wanita itu adalah istrinya.

Ia mengusap dadanya dan menertawakan kekonyolan dirinya. Bisa-bisanya ia lupa jika Cempaka sekarang sudah menjadi istrinya.

"Om!" panggil Cempaka.

Lamunan Naskala pun buyar. Ia menggelengkan kepalanya menyadarkan dirinya yang sudah jauh berhalu yang tidak karuan.

Naskala pun mendekati Cempaka dan menaikkan satu alisnya.

"Ada apa?"

"Besok Cempaka malas sekolah karena Cempaka capek!" keluh Cempaka dan Naskala pun setuju.

"Iya terserah kamu. Memang kamu butuh istirahat yang cukup."

"Nah tuh benar."

Cempaka pun bangkit dan rambutnya yang digerai tampak berantakan. Naskala yang melihat itu langsung berinisiatif untuk membenarkannya.

Naskala menyelipkan anak rambut ke telinga Cempaka. Ia kemudian menatap dari dekat wajah wanita itu yang sangat cantik apalagi dengan mata yang memandang bingung dirinya.

"Om mau apa?" tanya Cempaka ketakutan.

"Saya cuman melihat istri saya. Memangnya tidak boleh?"

"Eh boleh. Tapi gak gitu juga. Kan Cempaka takut."

Naskala tersenyum simpul dan menyentil kening Cempaka. "Cepat ambil wudhu kita sholat isya dan sekalian sholat sunah. Saya tau kamu pasti jarang sholat sunah, kan? Dan ketika kamu tidur sekamar dengan saya, saya akan mengawasi kegiatan beribadah kamu. Saya tau kamu sering bohong dulu ke Bunda." Cempaka menutup mukanya malu karena ketahuan telah melakukan hal tersebut diam-diam di belakang Adhila dan Toha.

_________

TBC

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.

1
Ruk Mini
oooo .. Bahagia kumpul kembali..tpi musuh y pd d hukum ape tewas thorrr msh lanjut kh..?? d tgg thorrr klo msh lanjut. tq 🙏👍👍👍
Ruk Mini
semangat bbank.. Brantas
Ruk Mini
atutttt...mkn serem thorrr
Ruk Mini
dag dig dug
Ruk Mini
jie ..belah duren bank
Ruk Mini
ngarep..sadt bank..
Ruk Mini
target berikutnya istri mu bank..ati2
Ruk Mini
rumit y..klo org yg pegang kendali mlh melenceng..ya Allah.. Lindungi Negeri kami🤲🤲🤲
Ruk Mini
cie...cie..
Ruk Mini
mulai ..
Ruk Mini
maksa ..nenk..nenk .
Ruk Mini
dilema y nenk
Ruk Mini
dasar.. bocil
Ruk Mini
kau sgt hebat Rey...salut👍👍👍
Ruk Mini
hpp nenk sama2 firs kiss dh halal pula
Ruk Mini
ayu terang keun
Ruk Mini
resiko bsm bocil bank
Ruk Mini
ayoo..bank gas keun
Ruk Mini
mulai tersingkap...trs semangat bank selidiki y
Ruk Mini
nenk..kesel ..ape cemburu..🙄🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!