NovelToon NovelToon
Risalah Hati

Risalah Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: ARyanna

WARNING!!
Cerita Dewasa, tak baik dibaca oleh anak dibawah umur!

"Menikahlah denganku," ucap Soraya memohon, berlutut di hadapan lelaki yang baru ditemuinya dalam waktu hitungan jari.

Ada apa dengan Soraya, hingga bertindak demikian? Kita ikuti saja kisahnya...




Tpe 23-12-2019

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARyanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Rudi menghembuskan nafas kasar, tadi siang dirinya dilamar oleh seorang wanita. Bahkan untuk nama wanita itu saja ia lupa. Aneh memang, padahal sudah beberapa kali pertemuan antara dirinya dengan Soraya.

Kini Rudi memandangi kartu nama milik Soraya. Sekilas ia membaca, meremas kemudian melemparkannya ke dalam tong sampah. Tak peduli akan pesan yang diucapkan oleh Soraya tadi siang, yakni untuk menghubunginya.

Sebenarnya menelisik ucapan dari Soraya ada benarnya. Rudi lebih membutuhkan seorang pasangan hidup, sebab kakeknya sudah berulang kali mendesak, memintanya untuk segera menikah. Bila kemarin-kemarin ia selalu beralasan, tunggu sebentar lagi. Karena harapannya adalah menjadikan Amaira sebagai pendamping hidup. Kini jelas sudah harapan itu tiada, sebab janur kuning telah melengkung tak bisa untuk diluruskan kembali.

Keesokan harinya, Rudi melakukan tugas seperti hari biasa. Berada di ruang pribadinya mengerjakan tugas dan pekerjaannya sebagai dokter. Fokusnya pada layar komputer terlalihkan dari bunyi telepon, segera ia mengangkatnya dan tak berapa lama ia beranjak keluar menuju ruang direktur utama rumah sakit.

"Kakek memanggilku," kata Rudi usai menutup pintu.

"Iya duduklah!" ucap Kakeknya yang tak lain adalah Prasetyo Nugroho, selaku direktur utama juga pemilik dari rumah sakit tempat Rudi bekerja.

Rudi duduk di kursi sofa, berseberangan dengan posisi kakeknya.

"Kakek dengar kamu sudah memiliki seorang pasangan?," kata Kakeknya.

Air muka Rudi tampak berubah. Ia kemudian menggeleng pelan, menampik ucapan Kakeknya.

Alis Kakeknya berkerut, lalu ia terkekeh, "Tak usah menyangkal, Kakek sudah mengetahuinya. Lagi pula, Kakek tak akan melarang kamu memiliki hubungan dengan wanita mana pun. Asalkan asal usul wanita itu jelas."

"Maksud Kakek?" tanya Rudi yang makin tak paham arah ucapan yang Kakeknya tujukan padanya.

"Selama ini Kakek menyuruhmu agar segera memiliki pendamping hidup, dan kamu selalu punya alasan untuk mengulur waktu. Baiknya Kakek yang harus ambil tindakan. Malam ini Kakek sudah siapkan pertemuan antara dua keluarga. Dan Kakek tak terima alasan lagi, apapun itu!," ucap Kakeknya penuh penekanan.

Rudi tercekat, pandangannya berubah serius.

"Jangan kira Kakekmu ini tidak tahu apa yang terjadi di hotel Wijaya. Saat menyuruhmu untuk menggantikan Kakek, aku juga meminta orang kepercayaanku datang bersamamu."

"Itu tak seperti yang Kakek duga. Kenyataannya tidak seperti itu," ucap Rudi menyangkal, bagaimana bisa Kakeknya salah paham akan kejadian di Hotel waktu itu.

"Apa kamu masih menyangkalnya?" tanya Kakeknya setelah melempar beberapa lembar foto yang memperlihatkan Rudi dan Soraya tengah bergandengan tangan.

Seraya ditimpa batu besar. Rudi tak bisa menyanggah foto itu, karena itu benar dirinya. Tapi kenyataannya tak sesuai dengan yang dipikirkan oleh Kakeknya, ia tak punya hubungan apa-apa dengan wanita dalam foto itu. Otaknya terus berfikir, namun tak ada kata yang bisa ia utarakan. Kakeknya adalah orang yang keras kepala, ia tak mudah percaya bila tak ada bukti. Sementara foto itu dan juga orang kepercayaan Kakeknya yang berada di tempat kejadian beberapa hari lalu, seolah memberatkan bila Rudi berusaha menyangkal.

"Malam ini kita ke hotel Wijaya," ucap Kakeknya berdiri dan kembali duduk di kursi kepemimpinannya.

**

Soraya tak bisa tidur semalaman karena memikirkan tindakannya kemarin hingga wajahnya kini terlihat kuyu. Dua kali melamar pria yang sama, aneh dan gila pikirnya. Sekali ditolak dan kali ini ia menggantungkan harapannya pada dering ponselnya. Sudah sekian lama ponsel itu ia amati, berharap ada nomor tak dikenal menghubunginya, yang tak lain adalah Rudi.

Tapi bila kenyataannya ia ditolak lagi, mungkin hal itu akan menjadi sebuah memori yang tak akan pernah bisa ia lupakan seumur hidup. Ia harus siap mencari cara lain, lelaki bayaran barang kali.

Ponselnya kini berdering, segera ia mengamati nama atau nomor yang muncul di layar ponsel pintarnya. Namun tak sesuai harapan, justru sangat jelas nama yang terpampang disana tertulis Om Bramantyo. Dengan lesu ia menggeser ikon hijau, lalu meletakkan ponsel itu tepat di telinga kanannya.

Terdengar diseberang sana, Omnya memberitahukan malam ini ada acara pertemuan keluarga dan Soraya diminta untuk bersiap menghadiri acara.

Bibir tipisnya kian mengatup, hanya suara gumaman yang Soraya keluarkan hingga telepon itu berakhir.

Nyatanya sekarang hari sudah sore, sudah lebih dari dua puluh empat jam namun belum ada kabar. Apa lelaki itu sibuk karena pekerjaannya hingga lupa dengan ucapan Soraya kemarin siang, atau kemungkinan buruk nomor yang Soraya berikan sudah dibuang makanya tidak menghubunginya.

Berjalan gontai, Soraya kini bersiap hendak menghadiri acara keluarga sesuai dengan perintah yang Omnya berikan.

To be Continue

pendek dulu yaaaa

1
Ruswa 123
kereeen thor
falea sezi
lebih senang karakter soraya daripada amaira yg kayak anak kecil soraya lebih dewasa
Pasikah CwElosbes
luarbiasa
Holid Heryadi
kok gitu sih cara kerjanya awalnya enak di baca kok jadi ada adegan gak enak yaah
Rohana Juhari
aku mampir ya
kafa ainshod
aku balik lagi... gara gara gak bisa move on... bolak balik profil ArRyana ga ada novel baru...
kafa ainshod
ihhh... pede banget... aku balik lagi thor... kangen sama bang Icang alias babang rudi... lupa sudah berapa kali saya baca ini
Ely
Hallo thor.....baru baca.....🙏
Nancy Sirapandji
bagus ceritanya..menarik tdk bertele2..tdk terlalu bnyk konflik yg tak berarti..eps jg pas ngga terlalu panjang bngt jd tdk membosankan..🙏🙏😋😋
Erni Fitriana
mampir thorr
Irawati Danubrata
watak soraya terlalu lemah,mungkin sekian lamanya ia di doktrin oleh ebgel n tantenya shg dia tdk bisa memenage dirinya sndiri😭😭
Irawati Danubrata
masa seorang dktr spesialis tdk ada alat medis n obat dirmhnya?wkwkwk
Irawati Danubrata
soraya n rudi malukah?sakting kedyanya🤭🤭
Muajidah Firdausi
wajah Indo lebih enak dipandang Thor.
Muajidah Firdausi
Kok yg periksa dokter lain. Rudi kan dokter juga.
Muajidah Firdausi
untung ada Jenny
Yus Gerin
knapa tidak di beri tahu siapa yg menjebak soraya sama produser itu......
Yus Gerin
oh ....ternyata kevn dan soraya satu bapak lain ibu....
Yus Gerin
p
Donna Armen
🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!