NovelToon NovelToon
Perjuangan A Vs A

Perjuangan A Vs A

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Anak Genius / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:310.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara05

Lanjutan dari "Istri Bar-Bar Milik Pak Dosen"

"Perasaanku sudah mati sejak lama. Tidak ada satu pun di antara kalian yang mampu membuat hatiku kembali bergetar seperti dulu. Berhentilah! Aku tidak akan memilih satu di antara kalian. Jangan perjuangkan sesuatu yang sia-sia!" ~Diandra.

"Aku tidak akan berhenti! Aku akan terus berjuang untuk mendapatkan hatimu kembali! Maafkan aku yang sudah pernah menorehkan luka yang sangat dalam di hatimu! Kamu tidak perlu memberi aku kesempatan, karena aku yang akan berusaha mendapatkan kesempatan itu!" ~Alden.

"Aku tidak akan berhenti! Aku mencintaimu apa adanya. Tapi, aku tidak akan egois. Semua terserah padamu. Aku tau betapa hancurnya hatimu, dan bukanlah hal mudah untuk kembali jatuh cinta setelah sakit yang teramat dalam. Aku ingin menjadi penyembuh hatimu yang luka, tapi itu semua terserah padamu. Siapa pun yang kamu pilih, aku harap kamu akan bahagia nantinya." ~Austin.

"Mau bermain? Bagimana jika kita putar balik alurnya." ~Unknown

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit yang Berbeda-Beda

"Nay benci Bang! Nay benci! Hiks ...."

"Udah cukup Dek. Kamu nggak seharusnya begini," ucap Kelvin dengan lembut sambil mengelus punggung adiknya yang terus bergetar.

"Ta-tapi dia udah jahat sama Mommy Bang!"

Ini adalah kali pertamanya Kelvin melihat sosok adiknya yang begitu lemah. Padahal Naya yang ia kenal adalah Naya yang kuat.

"Tapi, kamu nggak seharusnya berbicara kasar seperti itu Nay! Bagaimana pun dia adalah Ayah kita. Tanpa sosok dia, kita nggak akan ada di dunia ini. Abang tau kalau kamu hanya ingin menyampaikan semua yang ada di hati kamu, semua yang selalu kamu pendam selama ini. Tapi, bukan seperti itu cara menyampaikannya. Abang tau kalau kamu juga sakit, tapi yang sakit di sini bukan hanya kamu Nay, tapi kita semua. Kamu perempuan, dan kamu bisa ngerasain sakit seperti yang Mommy alami. Iya, Abang tau itu." Kelvin mengelus rambut panjang adiknya dengan penuh kasih sayang. "Tapi satu yang harus kamu ingat! Daddy udah berusaha untuk menebus semua dosa-dosa yang sudah dia lakukan selama ini. Daddy juga sakit Nay! Hanya saja kita yang terlalu menutup mata, menyangkal bahwa Daddy juga terluka! Kamu yang lebih tau bagaimana kondisi Daddy, jadi Abang yakin kamu tau kalau Daddy juga terluka. Jangan seperti ini Nay! Alangkah baiknya jika kita memaafkan. Setidaknya jika kamu nggak pengen Mommy dan Daddy kembali, tapi kita masih tetap menjadi anak Daddy, anak Mommy, mau pun anak Papa Austin." Kelvin yang sekarang sangat berbeda, dia mampu berbicara dengan sangat bijak. Itu semua karena Kelvin juga anak yang memiliki kemampuan istimewa, yaitu bijak seperti kakek buyutnya dulu.

Naya semakin menangis di dalam pelukan abangnya. Sungguh dirinya tidak bermaksud untuk berbicara kasar seperti tadi. Tapi, entah kenapa emosinya tidak bisa terbendung lagi.

Naya memang tau jika Daddy-nya juga sangat terluka. Setiap bulan Alden bahkan memberikan 50% dari gajinya untuk disumbangkan ke panti asuhan. Alasannya cukup simple, yaitu karena dia tidak bisa menafkahi anak-anak dan istrinya. Oleh sebab itu dia membantu biaya anak-anak yang ada di panti asuhan, dengan maksud menganggap jika itu kewajibannya. Tidak jarang juga Alden bahkan meluangkan waktunya hanya untuk bermain dengan anak-anak yang ada di sana, meski pun dirinya sangat kecapekan saat itu.

Hampir setiap hari Alden meneteskan air mata saat melihat anak-anak yang ada di panti asuhan. Dirinya menangis, karena berharap bisa bertemu dengan anak-anaknya. Alden bahkan selalu berdoa untuk anak-anak dan istrinya di mana pun mereka berada.

Tubuh Alden membeku melihat putrinya yang sepertinya sangat terluka. Apakah sebesar itu kesalahannya sampai membuat putrinya menyimpan dendam yang teramat dalam? Air mata terus mengalir tanpa suara. Tubuh Alden berguncang dengan hebat, apalagi saat mengingat jika putrinya mengatakan 'Cinta Pertama anak perempuan adalah seorang Ayah'

'Tuhan, apakah waktu bisa diputar kembali? A—aku ingin memperbaiki masa laluku'

"Hiks ... Hiks ... huhuhu." Berbeda dengan Alden yang menangis tanpa suara, tangis Rara justru pecah di ruangan tersebut. Kenapa pertemuan semuanya harus semenyakitkan ini? Begitulah yang ada di pikiran Rara.

Rara tidak menyangka jika putrinya juga sangat terluka. Dirinya hanya berpikir jika hanya dia saja yang terluka, tetapi ternyata semuanya juga ikut terluka. Lalu keputusan apa yang seharusnya di ambil Rara? Apakah kembali dengan mantan suaminya, agar anak-anaknya bisa merasakan kasih sayang seorang ayah kandung?

Dulu Rara memang sering menangis di dalam kamar. Tapi, dia tidak menyangka jika tangisannya itu terlihat oleh anaknya.

Rara langsung mendekati kedua anaknya. Menjongkokkan diri, lalu memeluk kedua bocah yang sedang menangis itu.

"Mo—Mommy minta maaf sayang hiks ... maafin Mommy yang udah egois salama ini. Maafin Mommy yang nggak pernah mengerti perasaan kalian. Hiks ... Hiks ... huhuhu."

Kini ketiga manusia yang sedang berpelukkan itu menangis bersama-sama. Rara yang menangis karena merasa bersalah pada anak-anaknya. Kanaya yang menangis karena merasa bersalah telah bersikap kasar pada Daddy-nya, dan Kelvin yang menangis karena ikut merasakan sakit yang dirasakan ibu dan saudara kembarnya.

Austin ikut meneteskan air matanya. Laki-laki itu bahkan memalingkan wajahnya, saat melihat ketiga orang yang sangat ia sayangi sedang menangis.

'Tuhan, aku tidak menyangka jika bagaimana pun aku berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk putra dan putri yang sudah kuanggap seperti anak-anakku sendiri, ternyata kasih sayang ayah kandung memang sangat berbeda. Aku pikir sosok ku yang selama ini sudah cukup, tapi ternyata aku salah! Diam-diam mereka ternyata menginginkan kasih sayang ayah kandung'

'Tuhan, kenapa sakit? Apakah harapan ku untuk bisa memiliki mereka bertiga semakin menipis? Apakah aku tidak akan pernah bisa memiliki mereka? Apakah aku akan kalah? Kenapa? Kenapa Engkau harus mempertemukan aku dengan wanita ini, jika pada akhirnya aku tidak diperkenankan untuk bersanding dengannya? Kenapa hatiku harus mencintai orang yang sudah aku yakini tidak akan bisa dimiliki?' Austin berteriak di dalam hati. Entah siapa yang dia salahkan di sini. Apakah Rara yang tidak pernah mau mencoba membuka hatinya kembali, dan memberikan ia kesempatan? Atau dirinya yang sudah lancang jatuh cinta pada wanita itu?

"Sa-sangat sakit!" gumam Austin dengan suara yang sangat pelan. Laki-laki itu terus menepuk dadanya yang terasa sesak. Kenapa kisah cinta pertamanya harus seperti ini?

"Mommy nggak salah kok. Jangan menyalahkan diri sendiri Mom," ucap Kelvin menenangkan ibunya.

"A-apa yang harus Daddy lakuin buat menebus dosa-dosa yang udah Daddy lakukan ke kalian," ucap Alden dengan pandangan kosong. Entah apa yang sedang laki-laki itu pikirkan.

Mereka yang sedang berpelukan sontak melepaskan pelukan tersebut saat mendengar ucapan Alden. Semuanya menatap ke arah Alden dengan pandangan yang berbeda-beda.

"Enggak ada yang perlu dilakukan Paman. Paman nggak perlu membuktikan apa pun," ucap Kelvin tersenyum tipis.

Alden tersenyum kecut saat mendengar putranya yang kembali memanggil dirinya dengan panggilan Paman.

Apakah dirinya memang tidak layak dipanggil dengan panggilan Daddy oleh anak-anaknya sendiri?

"Boleh Daddy tau nama kalian?" tanya Alden yang masih menyebut dirinya dengan sebutan Daddy.

"Kami adalah Twins K. Namaku Kelvin Zelyndo, dan saudara kembarku namanya Kanaya Zelynda." Kelvin memperkenalkan dirinya dan saudara kembarnya dengan terus bersikap tenang, seolah-olah tak terjadi apa-apa. Entah apa rencana Kelvin sampai terus bersikap biasa di hadapan Alden.

"Kanaya? Nama yang sangat cantik, secantik orangnya," gumam Alden. Alden tersenyum tipis mengetahui jika nama putrinya adalah Kanaya. Dia masih teringat jika nama itulah yang dia berikan sewaktu Rara mengandung dulu.

Alden kembali terkekeh saat mengingat apa saja yang sudah mereka lalui saat Rara sedang mengidam. Sungguh, dulu Alden merasa jengkel dengan permintaan aneh istrinya, tapi sekarang ia justru ingin kembali ke masa-masa itu.

"Ternyata kamu memberikan nama itu pada putri kita," gumam Alden, yang membuat tubuh Rara membeku.

Kanaya memang nama yang pernah Alden berikan dulu, dan Rara memberikan nama itu pada putrinya, sesuai dengan yang Alden inginkan.

"Kelvin? Nama yang sangat bagus."

"Maafin Mas Ra yang udah gagal menjadi suami yang baik untuk kamu. Maafin Mas yang nggak bisa tegas waktu dulu pada dia. Maafin Mas yang udah menjadi laki-laki yang sangat bodoh," ucap Alden sambil memandang mantan istrinya dengan pandangan sendu.

"Maafin Daddy sayang. Maafin Daddy yang nggak ada di samping kalian saat masa pertumbuhan kalian dulu. Maafin Daddy, karena kebodohan Daddy dulu, membuat kalian ikut merasakan sakit yang seharusnya tidak kalian rasakan. Daddy menyesal, bahkan sangat menyesal."

Siapa sangka jika tadi Alden sempat mengambil pecahan beling yang ada di lantai. Alden menggenggam pecahan beling tersebut dengan kuat, sehingga membuat tangannya mengeluarkan darah. Tapi tidak ada satu pun yang menyadari itu semua.

Perlahan, Alden mengambil pecahan beling yang ada di genggamannya. Ia memegang pecahan beling tersebut, dan mengarahkannya ke urat nadi-nya.

"Ma-ma-maafin a-aku ya-yang su-sudah me-menjadi la-laki-laki br***sek Ra." Napas Alden tersendat-sendat saat beling tersebut mulai ia tekankan di urat nadi-nya.

Mereka yang sedang fokus dengan dunia mereka sendiri sontak mendongakkan wajah saat mendengar suara Alden yang seperti sedang menahan sakit.

Mata mereka semua membelalak saat melihat darah segar yang terus mengalir dari tangan Alden, bahkan wajah laki-laki itu sudah memucat.

"Daddy!"

"Mas!"

Alden tersenyum senang saat kedua anaknya memanggil dia dengan panggilan Daddy. Panggilan itulah yang selalu dia tunggu-tunggu dari dulu. Dan senyum Alden semakin mengambang saat wanita yang sangat ia cintai kembali memanggil dirinya dengan panggilan Mas.

Tapi, Alden sudah tidak sanggup menahan dirinya.

Bruk ...

Tubuh Alden sontak ambruk ke lantai. Beling yang ada di tangannya sontak terlepas.

'Te-terima kasih Tuhan, karena Engkau sudah mau mendengarkan doa ku, untuk bertemu dengan orang-orang yang sangat aku cintai dan sayangi. Terima kasih karena pada akhirnya aku dapat melihat wajah-wajah yang sangat aku inginkan dan rindukan'

Alden samar-samar mendengar anak-anak dan istrinya yang terus berteriak. Setelah itu kesadaran Alden menghilang.

.

.

.

.

Jujur aku udah kepikiran pengen hiatus selama 3 bulan. Tapi, aishh ada aja yang buat aku tetap pengen nulis😶

1
Irna Irna
ending nya thor
Gani Gani Sby
lanjut thor
Dewi Yanti
ke tuker kayanya jiwa naya sm kevin 😄
Wiwik Retno Eni
bagus
Ansal
Lanjutannya ditunggu thor masih penasaran nih endingnya
Liez Dayanthe
duhhh ga masuk banget nihhh.. sejenius nya anak umir 6th gaya bicaranya ngga seperti itu jg kaliii..

bs kalii dipakai disesuaikan dgn bahasa anak2 seusianya/Grin/
Nurhasanah
cerita nya bagus, tp sayang gantung
Besti Afandi
ko gantung ceritax thor
RithaMartinE
d lanjut donk thorr cerita yg ini !!!
aneh aja sih ya umur 6 tahun kok gaya bicara nya kaya umuran anak remaja. walaupun cerdas dan jenius anak umur 6tahun itu pikiran nya masih belum dewasa.. di sini aku malah lihat nya mereka ini kaya umuran 17-18 tahunan..
ini si kembar udah umur brp sih.. kok bahasa bicara nya kayak udah abege..
aisya_
ini lanjutannya dimana sih???
Forta Wahyuni
eleh, kbanyakan crita novel slalu bgini, macam gk pnya harga diri aja n hrs balik lg kemantan. walau alasan anak skalipun n msh bnyk lelaki diluaran yg dpt membahagiakan.
aisya_
si anying
Sulati Cus
ternyata keluarga kelainan jiwa
Sulati Cus
blm seberapa sih ini tar tunggu ketika mantan istri dpt pengganti mu dan anakmu memanggil pria lain dg sebutan daddy pasti sakitnya tuh disini 😂
Sulati Cus
bkn masalah baik bank, km aja yg g tau diri udah berkali-kali di ksh kesempatan tp kau ulang lg hayati capek lah
Sulati Cus
tipe laki2 g tegas hrsnya istri jd prioritas bukan mantan apapun keadaan nya wajib tu suami ada di samping istri
Mutiara Ritonga
lanjut Thor ditunggu 💪💪
alfadar
aku suka cerita istri bar bar. awalnya respect dengan judulnya emg dia tipikal yg bar bar. tp kalau kelanjutannya gantung gini, ga jadi baca deh 😂😂 drpd nyesel ngikutin alur malah gantung. bikin kesel. mending cerita A vs A ini dikelarin dulu biar para pembaca juga seneng..meakipun alurnya semakin aneh (lihat komen dr readers lain). setidaknya ditamatin bikin happy ending.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!