NovelToon NovelToon
Ditikung Adik Tiri

Ditikung Adik Tiri

Status: tamat
Genre:Patahhati / Pengkhianatan / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Selingkuh / Pengantin Pengganti / Anak Kembar / Pengganti / Tamat
Popularitas:24.6M
Nilai: 4.6
Nama Author: husna_az

Jangan lupa like dan komennya setelah membaca. Terima kasih.

Menjadi tulang punggung keluarganya, tidak membuat Zayna merasa terbebani. Dia membantu sang Ayah bekerja untuk membiayai sekolah kedua adik tirinya hingga tamat kuliah.

Disaat dia akan menikah dengan sang kekasih, adiknya justru menggoda laki-laki itu dan membuat pernikahan Zayna berganti menjadi pernikahan Zanita.

Dihina dan digunjing sebagai gadis pembawa sial tidak menyurutkan langkahnya.
Akankah ada seseorang yang akan meminangnya atau dia akan hidup sendiri selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Ingin pindah

"Paman Doni, penghasilan tukang ojek berapa, sih?" tanya Ayman saat mereka berada di apartemen. Selama ini pria itu memang selalu ke sana untuk mengerjakan semua pekerjaannya.

"Saya kurang tahu, Tuan. Tergantung jumlah penumpang dan dekat jauhnya," jawab Doni setelah berpikir sejenak. "Memang kenapa, Tuan?"

"Semalam aku kasih Zayna uang dua ratus ribu, dia ngelihat uang itu kayak aneh. Kemarin juga saat aku ngasih seratus ribu, aku pikir itu kurang, makanya aku tambahin. Semalam aku kasih dua ratus ribu, ekspresinya masih sama."

"Saya rasa itu cukup untuk ukuran tukang ojek. Mungkin perasaan Tuan saja," sela Doni.

"Tidak, Paman. Aku sangat tahu ekspresi Zayna. Dia kayak melihat uang itu aneh padahal itu uang asli. Aku baru dua hari yang lalu ambil di ATM."

"Hah! Jadi Tuan memberi uang Non Zayna pakai uang yang Anda ambil dari mesin ATM? Uangnya bentuk seratus ribuan baru?" tanya Doni dengan suara terkejut.

"Iya, Paman. Uangku memang hanya itu. Memangnya kenapa? Sepertinya Paman terkejut sekali padahal bukan sesuatu yang aneh."

"Tuan, semua uang yang dihasilkan tukang ojek itu sudah pasti puluhan ribu atau ribuan. Kalau pun dapat uang seratus ribu, itu cuma sesekali dan uangnya juga sudah lecek. Pantas saja Non Zayna melihatnya aneh." Doni menepuk keningnya.

Dia tidak habis pikir dengan atasannya ini karena tidak berpikir sebelum melakukan kebohongan. Padahal Ayman sangat pintar dalam berbisnis, tetapi untuk hal sekecil itu bisa sampai melakukan kesalahan? Orang pintar memang aneh.

"Jadi aku harus menukarkan uang ke bank lagi?"

"Tidak perlu, Tuan. Kalau di Bank, pasti uangnya baru lagi, lebih baik tukar tukang ojek atau penjual makanan saja."

"Paman benar, nanti aku tukar saat perjalanan pulang saja, tapi, Paman, apa dua ratus ribu tidak terlalu sedikit?"

"Saya rasa tidak, Tuan. Malah kadang mereka hanya dapat lima puluh ribu jika tidak ada penumpang."

Ayman menganggukkan kepala. Ternyata kehidupan ini sangat menyedihkan. Beruntung dia masih memiliki keluarga dan usaha. Banyak di luar sana yang hidup kesusahan.

Apa pun yang akan terjadi, dia akan berusaha membuat istrinya bahagia. Akan tetapi, mereka harus melewati ujian dari mamanya terlebih dahulu selama satu bulan. Setelah itu, pria itu bebas melakukan semuanya.

"Oh, ya, Paman. Apa mama sudah menentukan rumah kontrakan untukku?" tanya Ayman.

"Sudah, Tuan. Em ... mm ...."

Ayman menatap Doni. Sepertinya ada sesuatu yang begitu penting, tetapi ragu untuk dikatakan.

"Ada apa, Paman? Katakan saja."

"Ada beberapa orang yang memang sengaja dibayar nyonya agar membuat Non Zayna tidak betah di sana," ujar Doni dengan suara lirih.

"Maksudnya?"

"Nyonya membayar beberapa orang yang tinggal di sekitar sana agar nanti membuat ulah dengan Non Zayna. Mereka melakukan apa pun terserah, asal Non Zayna tidak betah dan pergi dari rumah itu."

Ayman mengembuskan napas kasar. Dia tidak tahu lagi harus menghadapi mamanya seperti apa. Namun, pria itu juga ingin tahu sejauh apa mamanya berbuat dan seberapa tegar istrinya.

Setelah berpikir sejenak, Ayman berkata pada Doni untuk diam saja dan pura-pura tidak tahu. Akan tetapi, pria paruh baya itu tetap harus menyelidiki semua rencana mamanya. Dia tidak ingin sampai lengah dan membuat semua berantakan.

Doni meninggalkan Ayman yang sibuk kembali dengan pekerjaannya. Pria itu tahu pasti atasannya lebih mengerti apa yang harus diambil. Untuk saat ini dia hanya bisa mengikuti perintah saja.

*****

"Mas, apa tidak sebaiknya kita mandiri saja," ucap Zanita saat berada di dalam kamar dan akan tidur.

"Maksud kamu apa?" tanya Fahri dengan memicingkan matanya.

"Ya, kita tinggal berdua saja, Mas. Di apartemen atau di mana. Aku juga ingin menjadi istri yang selalu melayani kamu. Hanya kita berdua saja. Aku ingin berbakti sama kamu sepenuhnya," ucap Zanita beralasan. Dia benar-benar tidak bisa melakukan semua pekerjaan itu.

"Di rumah ini juga kamu bisa melakukan apa pun yang kamu inginkan. Kamu juga bisa berbakti dan melakukan apa yang seharusnya seorang istri lakukan, tanpa harus tinggal di apartemen atau di tempat lainnya."

"Tapi, Mas, kalau di sini kan ada mama dan papa. Aku jadi kurang leluasa saja sebagai seorang istri."

Fahri mulai mengerti tujuan dari sang istri. Sepertinya wanita ini ingin menghindari mamanya. Dia tahu jika Zanita mulai tertekan dengan apa yang Lusi perintah. Secara istrinya tidak pernah melakukan pekerjaan dapur. Semua pekerjaan di rumah mertuanya, Zayna yang mengerjakan.

"Kamu tidak berusaha untuk menghindari pekerjaan di rumah ini, kan?" tanya Fahri yang ingin mendengar pengakuan istrinya.

"Tidak, Mas. Bagaimana mungkin aku seperti itu? Aku cuma ingin mandiri, berdua sama kamu. Apa itu salah? Kita masih muda jadi harus mulai belajar dari awal."

"Tidak perlu, di rumah ini kamu bisa belajar segala hal. Apalagi ada mama yang bisa mengajari kamu. Aku sudah mengatakan sebelumnya, kalau setelah menikah kita akan tinggal di rumahku. Aku sudah berjanji pada mama kalau aku tidak akan pernah meninggalkannya jadi, mau tidak mau kamu harus tetap tinggal di rumah ini. Kalau kamu sudah tidak betah, kamu boleh pergi, tapi aku tidak akan pernah ke mana pun."

"Kok mas bicaranya seperti itu, sih! Aku, kan, istri kamu, seharusnya kamu lebih memilih aku daripada mama dan papa kamu!" ucap Zanita dengan kesal.

"Aku tidak pernah memilih siapa pun. Aku hanya mengatakan apa yang menurutku benar. Aku juga tidak mau memaksamu untuk tetap bertahan di rumah ini, tapi sudahlah, semua pilihan ada padamu. Mau tetap di sini silakan, mau pergi juga silakan. Aku tidak akan pernah menghalangi jalan yang kamu pilih."

Fahri merebahkan tubuhnya dan menutup tubuhnya dengan selimut. Dia tidur dengan membelakangi sang istri. Pria itu tidak ingin ada perdebatan yang lebih panjang lagi. Yang nantinya malah akan membuat emosinya semakin naik dan tak terkendali.

Selama ini Fahri sudah cukup bersabar menghadapi istri manja seperti Zanita. Dalam situasi seperti ini, pria itu malah semakin mengingat Zayna. Andai saja ... hah, kata andai saja begitu menyakitkan untuknya, tetapi memang itulah kenyataannya.

Zanita yang melihat sang suami membelakanginya hanya bisa tersenyum kecut. Padahal dia awalnya sudah yakin jika Fahri bisa memenuhi keinginannya seperti sebelum-sebelumnya. Namun, siapa sangka jika pria itu sama sekali tidak menggubris apa yang dikatakannya. Kalau sudah seperti ini Zanita harus bisa menerima tinggal di rumah mertua selamanya.

Dia ragu apa bisa bertahan nantinya dan entah sampai kapan itu terjadi. Keluarga ini kaya, di rumah juga ada ART, tetapi kenapa masih harus ikut repot di dapur? Zayna menghela napas kasar.

.

.

.

1
Saya Sayekti
aku g cukup kuat untuk baca ini
Omah Tien
kasian ya mertua g suka
Omah Tien
betul loncat2 baca nya
Omah Tien
goblok mau di rumah kaya neraka bukan nya pergi aja
Omah Tien
yatu paling g suka nama hampir sm apa g ada lg mana lain suka susah beda kan nya
Susynurul Nurul
Luar biasa
Eka Sari Agustina
👍👍👍
Erina Munir
tq othoor critanyaa
Erina Munir
semoga ga ada drama2 lgi deeh yaaa
Erina Munir
kesian juga ali..
Erina Munir
baru deh luh mendusin klo udh kaya gituh...hadeehhh
Erina Munir
karana maknya ali stress...jdi ali yg kena bogem mentah dri mertua...biarin aja srmoga maknya ali nyadar mau nyuruh2 aina mikiir 10x
Erina Munir
besan gendeng...stresss...
Erina Munir
mang biasanya aina pake makeup tebel ya thor....othor kadang ngetiknya suka bingungin...
Erina Munir
waaduuhh ini mah mertua songoong...blom tau ya klo aynan udh marah...anak kesayangannya udh d jadiian pembokat...wah wah...siap2 luh mertuaa....gw doain aynan cepet tau...
Erina Munir
mang enaak..d omelin teruss..dri hari pertama...
Erina Munir
ya ampuun.aina maksain kehendak banget..jng atuh biasanya klo maksa kays gitu efeknya atau hasilmya ga baik
Erina Munir
sediih hatiku d cuekin ustadz Ali.../Facepalm//Facepalm/
Erina Munir
aina udh ilfil duluan...sabaar
Erina Munir
yaahh...sepet lgi deh matanya aina...ustadz Ali pulang...😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!