NovelToon NovelToon
Penantian Cinta Ustadz Riza

Penantian Cinta Ustadz Riza

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ist

"Aku suamimu. Aku akan buat kamu jatuh cinta padaku." Kata Riza membuat Sang Istri menghentikan langkahnya.

Gadis itu membalikkan badan menatap Riza dengan wajah datar. "Jangan terlalu berharap banyak dalam pernikahan ini. Aku tidak mencintaimu." Kata Jihan penuh penekanan dan segera pergi.

"Ku mohon cintailah aku." Lirihnya menatap sendu kepergian Sang Istri. Cintanya tak terbalas. Namun Ia akan selalu berusaha untuk mendapatkan hati gadis yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memaafkan

Riza berlutut di depan istrinya yang sedang duduk di sofa. Pria itu sudah seminggu ini diabaikan karena kejadian itu. Ribuan kali Ia meminta maaf namun istrinya enggan menjawab. "Dek. Jangan begini. Aku tau aku salah karena egois. Aku minta maaf." Katanya sambil memeluk pinggang sang istri. Hati Jihan tercubit. Apalagi kini Ia mendengar isakan isakan kecil yang dari suaminya. "Bangunlah." Kata wanita itu sembari mengangkat pelan bahu suaminya. "Tidak mau. Aku akan begini terus sampai kamu memaafkanku." Riza semakin mengeratkan pelukannya membuat Jihan menghela napas. "Baiklah. Aku memaafkanmu. Bangun aku risih kamu begini." Kata Jihan membuat suaminya mendongak menatap wajah cantik itu. "Terimakasih banyak." Ucapnya sembari berdiri kemudian duduk di samping sang istri. "Kamu mau minta apa? Semuanya aku turuti." Kata Pria itu saking senangnya karena sudah di maafkan. "Nggak. Mungkin nanti ada. Awas aku mau lihat Mark dulu." Jawabnya bergegas pergi.

Mark menggeleng pelan melihat kedatangan sepasang suami istri itu. Ia heran karena Iparnya selalu mengikuti sang kakak kemanapun wanita itu pergi. "Chester." Panggilnya menghampiri Mark yang sedang menonton bersama serigala kesayangannya. Jihan ikut duduk bergabung di karpet bulu begitupun juga dengan suaminya. Jihan menidurkan kepalanya dengan nyaman di bantal dengan Chester yang juga berbaring di sampingnya. "Kau semakin gemuk Ches."Ucapnya membelai lembut kepala Chester. "Besok aku antar kamu Vaksin Ches." Jihan memeluk Hewan itu dengan hangat membuat Riza cemburu. Dia yang suaminya saja tidak pernah di perlakukan semanis itu. "Oh. Betapa kejamnya istriku." Batinnya meruntuki nasibnya yang tidak semujur Chester yang selalu di peluk, di cium dan di elus. "Kakak kenapa?" Tanya Mark melihat iparnya sedang termenung. "Ah tidak papa " Jawabnya sambil tersenyum.

Riza dan Mark sudah siap dengan baju kokonya. "Dek. Kita berangkat jumatan ya." Pamitnya pada Sang istri. "Iya." Jawab Jihan singkat kemudian meneruskan menonton. Kedua orang itu hanya tersenyum melihat tingkah Jihan. Mereka kemudian segera berangkat sebelum terlambat.

"Aku kira kamu Non muslim." Kata Riza saat mereka dalam perjalan pulang. "Aku muslim kak. Orang tuaku saja dari Arab." Kata Mark membuat Riza sedikit terkejut. "Tepatnya Ibu yang Arab dan Ayah bukan." Jelasnya membuat pria itu mengangguk. "Jadi kamu dari kecil sudah bersama Istri kakak?" Baru kali ini Riza memiliki waktu untuk mengobrol berdua dengan Mark. Oleh karena itu Ia akan bertanya banyak tentang kehidupan sang istri dulu. "Ya. Sejak bayi bahkan. Ibuku yang menyusui kak Jihan karena kakakku dulu seusia kak Jihan meninggal karena sakit. Kata Ibu dan Nenek. Kak Jihan waktu itu di tinggalkan di usianya yang baru lima hari." Mark terus bercerita semua tentang Jihan termasuk perjuangannya dalam menitih karir. Riza mendengarkan cerita iparnya itu dengan seksama. Ia tak menyangka kehidupan istrinya begitu sulit. Riza berjanji akan membahagiakan wanita itu.

Keduanya sudah sampai di rumah. Riza tersenyum melihat sang istri tertidur pulas di karpet. Tanpa mengganti bajunya pria itu langsung mendekat dan mengamati wajah cantik Jihan yang begitu tenang. "Kenapa?" Tanya Jihan sambil membuka matanya. "Em tidak. Kamu kalau mau tidur di kamar saja. Kalau di bawah masuk angin nanti." Tutur Riza pada istrinya. "Aku mau masak dulu." Kata Jihan sambil mendudukkan diri. "Aku bantu ya." Riza begitu antusias membuat istrinya tak tega. Wanita itu mengangguk lemah menyetujui. "Ganti dulu bajumu. Ini mau masak bukan tausiyah." Kata Jihan membuat suaminya tersenyum.

Riza mengganti pakaiannya dengan cepat. Ia bergegas menghampiri istrinya yang sedang berada di dapur. "Mark. Kamu disini juga." Kata Riza ikut bergabung dengan istri dan iparnya. "Iya. Daripada menganggur." Jawabnya sambil tersenyum. Tadinya Riza pikir Ia akan masak berdua dengan istrinya. Eh ternyata tidak. Namun tidak mengapa karena dengan begini hubungannya dengan sang istri akan semakin membaik. "Ini di potongnya gimana Dek?" tanya Riza sudah memegang wortel dan pisaunya. "potong serong." Jawab Jihan dan Riza mengangguk. Pria itu mulai memotong sesuai instruksi sang istri. "Bukan begitu. Begini yang benar." Jihan memegang tangan suaminya membantu pria itu mengarahkan pisau dengan benar. Riza tersenyum mengamati wajah cantik Jihan yang begitu dekat. "Heh. Malah bengong. Nanti jari kamu hilang juga tidak terasa." Kata Jihan membuat Suaminya fokus kembali.

1
Nur Hasanah
Sehebat apapun yg menggoda istri km, klo istri km ga bangga punya, knp harus pusing sich
Ratna Rahayu
/Sob//Sob//Sob/
Ratna Rahayu
Lumayan bagus
Nur Hasanah
ya iyalah, dia yg syg dn jagain jihan
Nur Hasanah
dulu diserahkan ke neneknya tuk diasuh, skrg dipaksa dinikahkan biar ada yg mendidik.. haduhhh
Nur Hasanah
knp baru skrg, mengkhawatirkan jihan
Nur Hasanah
makanya di didik pak, jgn dititipin ke orang lain, wlopun neneknya sendiri
karyaku
hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
Qaisaa Nazarudin
Selalu kata2 itu yg keluar dari awal pernikahan sampe sekarang,Udah muak aku mendengarnya,Udah basi..🙄🙄
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Harusnya othor bikin komplik Jihan di kejar2 pria lain,Biar Riza ketar ketir sendiri,Jangan selalu Jihan yg mengalah mulu..
Qaisaa Nazarudin
Terus kamu pengen MENJADAKAN istri mu demi JANDA lain,Katanya ustad tapi kok bisa keluar berdua yg bukan muhrim,Munafik semuanya,gak keluarga Jihan gak Riza,Semuanya bulshit..EGOIS..BERTOPENGKAN AGAMA,MEMALUKAN SEKALI..Jihan juga bodoh,gampang banget memaafkan,Makanya setiap kali bikin kesalahan minta maaf dgn air mata buayanya,ogeb si Jihan..
Qaisaa Nazarudin
Udah tau kan dari dulu kan Jihan kek hitu,Bulannya belajar dari pengalaman lalu,Tapi masih aja diulang2,Apa lagi keadaan Jihan saat ini lagi hamil,pasti mood nya buruk,di tambah lg dituduh gitu,Siapa juga yg gak marah,
Qaisaa Nazarudin
Aku setuju dgn kata-kata Jihan 10000%👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Heran aku kok Reza jadi berubah gitu..Dulu saat Jihan ingin pisah dia yg hak mau..tapi sekarang dia yg berulah..gila aja..😡😡
Qaisaa Nazarudin
Ini nih alesan yg ku bilang gak masuk akal,Dimana2 novel alurnya semua sama,Disakiti dan di lukai gimana pun,Pasti hujung2 nya alesannya kek gini,Heran deh aku,..
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget Jihan,,Kenapa harus dia yg mendapatkan penderitaan yg bertubi-tubi sih,Tega banget outhor nya,Huuuaaaa😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Pasti ini cuman mimpi Riza doang kan?? gak mungkin peran utamanya meninggoi..
Qaisaa Nazarudin
Duuhh Riza bikin ulah lagi nih,Udah tau isteri nya gak suka,Kenapa Riza ngenyel banget sih..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Sesuai banget thor,Visualnya Riza aja yg gak cocok,Kayak bukan ustad,gak keurus gitu penampilannya,Harusnya seorang ustazd itu mukanya bersih,Tapi maaf ini mukanya kayak Mafia giti..🙏🙏😄😄
Qaisaa Nazarudin
Cantik bangeett..Pantesan Riza.klepek-klepek..😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!