NovelToon NovelToon
CINTA DALAM BUTIRAN TASBIH

CINTA DALAM BUTIRAN TASBIH

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Duda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Suesant SW

"Aku pernah gagal dalam rumah tangga karena kesalahanku sendiri. Aku menyia-nyiakan seorang istri yang mencintaiku dengan pengkhianatan yang kejam. Karena itu, aku tak berani mengatakan cinta lagi, aku takut itu akan menyakiti orang lain." Ucap Bram lirih.

"Tapi, jika kamu mencintainya, maka tak ada yang salah."

"Biarlah Tuhan tunjukkan jalannya, jika memang Aisyah adalah perempuan yang di takdirkan untukku."


Kisah hijrah dibalut kisah cinta sarat perjuangan dan liku. Apakah jadinya, saat cinta berdenting hanya dalam kepasrahan untaian do'a, tersemat dalam setiap butiran tasbih sementara bibir terlalu kelu dalam mengucapkan rasa. Akankah bahagia itu menyapa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suesant SW, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 KEWAJIBAN BERSAMA

"Ada apa?" Tanya Bram sungkan, ketika mereka berdua sudah duduk saling berhadapan.

"Apa yang bisa ku bantu?" rasanya aneh memang saat pertanyaan itu keluar dari bibirnya, bersamaan dengan Bella yang menggeliat dari pelukannya.

"Papa, Bella punya boneka baru di belikan mama, papa mau lihat?" Tanya Bella dengan manja.

"Oh, ya? Papa sangat ingin melihatnya." Jawab Bram pada anaknya itu sambil menaikkan alisnya.

Seketika Bella meloncat dari pangkuannya lalu berlari,

"Papa jangan kemana-mana, Bella akan menunjukkannya buat papa." Suara teriakan Bella terdengar menggema di seluruh ruangan sebelum dia menghilang di balik pintu menuju

Sungguh aneh saat mereka di pertemukan setelah perpisahan, mereka seperti dua orang asing.

"Maaf jika ini merepotkanmu." Diah terdiam sejenak, Bram menatap wajah Diah tak berkedip.

"Aku mau bertanya pada mas Bram..."

"Ya?"

"Apakah mas Bram bersedia menjaga Bella selama dua hari ini?" Tanya Diah dengan raut tak nyaman.

"Menjaga Bella?"

"Ya, Ku fikir, kalau Mas Bram tak keberatan mungkin untuk dua hari ke depan Bella dalam pengasuhan mas..."

"Oh, tentu saja. Kenapa tidak?" Sahut Bram segera mematahkan sikap Diah yang tampak ragu.

"Aku adalah papa Bella, tentu saja aku juga berkewajiban atas Bella."

"Aku minta maaf jika..."

"Tidak apa-apa, Bella akan bersamaku selama dua hari bahkan jikapun kamu perlu waktu lebih, tak perlu tergesa-gesa, aku akan menjaga Bella dengan baik. Mama juga pasti sudah kangen dengan cucunya." Bram menyela, mengusir keraguan yang bergelayut di tatapan Diah.

"Sebenarnya, ada ibu dan bapak di sini bisa menjaga Bella, hanya saja tak ada yang bisa mengantarnya ke sekolah jika aku tinggalkan dengan mereka, Bella sedang ujian tengah semester sekarang." Raut Diah prnuh penyesalan.

"Aku mengerti. Tidak apa-apa...jangan kamu membuatku merasa bersalah seolah-olah memintaku menjaga Bella itu membebaniku. Bella adalah anakku juga. Seorang anak sudah sepantasnya mendapat perhatian ayahnya. Meski kita telah bercerai tapi anak tetaplah tanggung jawab bersama, bukankah begitu?" Kalimat itu terdengar lugas, Diah terpana seolah-olah bukan Bram yang kini berada di hadapannya.

Tak pernah dia melihat Bram berbicara begitu manis dan bijaknya selama terikat pernikahan dengannya.

"Terimakasih mas sudah membuatku lega." Diah menarik nafasnya.

"Aku senang bisa membantumu. Tidak perlu kuatir, Bella akan baik-baik saja. Jika memang kamu ada perlu, hubungi saja aku jangan sungkan. Aku sekarang hanya pengacara." Bram menaikkan bahunya dengan senyum simpul seolah berusaha mencairkan suasana yang terasa begitu formal.

"Pengacara?"

"Pengangguran banyak acara." Bram menyahut sambil terkekeh, mau tidak mau membuat Diah tak bisa menahan tawa kecilnya mendengar guyonan garing Bram.

Tawa Diah berhenti ketika menyadari Bram menggaruk-garuk kepalanya sambil nyengir.

Suasana antara mereka terasa begitu aneh, pertama kali Diah bisa tertawa di depan Bram. Sepanjang pernikahan mereka, ini tak pernah bisa di lakukannya.

Sesaat mata mereka bertemu, Diah tak berkedip memandangi Bram, seolah sedang menyelidiki hatinya.

"Mas Bram belum mandi? Mas sepertinya acak-acakan dan...dan sedikit bau?" Tiba-tiba Diah bertanya hati-hati, alisnya bertaut melihat keringat di dahi Bram.

"Oh, ya?" Bram reflek mengangkat kedua lengannya dan mengendus ke kiri-kanan dengan mimik sedikit malu.

Hari ini dia hampir sepagian di pasar, berjejal di sana bahkan menyusuri pasar ikan yang sedikit becek. bajunya dari kering sampai basah dan kering lagi di badan.

"Aku hari ini sepanjang pagi berada di pasar." Sahut Bram.

"Pasar?" Diah melongo, seolah tak percaya dengan apa yang di dengarnya.

"Aku tidak salah dengar, kan?" Diah bertanya sekarang terlihat sekali dia sangat heran.

"Oh, iya. Ke pasar...maksudku aku mengantar teman ke pasar." Jawab Bram dengan gagap, dia batu menyadari jawabannya menuai keheranan dari mantan istrinya itu.

Dia tak pernah sekalipun pergi ke pasar, selama mereka menikah dan setahu Diah Bram juga terlahir dalam keluarga yang cukup kaya mereka punya dua orang pembantu di rumahnya dari kecil, tak ada yang membuatnya harus pergi ke pasar.

"Mengantar seseorang ke pasar? Siapa?" Diah tak bisa menahan diri untuk bertanya karena begitu langkanya mendengar seorang Bram berpergian ke pasar.

Setelah meninggalnya mama Sally beberapa bulan yang lalu, Diah tahu benar bahwa Bram tak lagi berkomunikasi dengan Sally, perempuan yang di selingkuhinya itu. Dan menurut bosnya, Sarah, adiknya Sally itu telah di bawa oleh papa mereka ke Kanada untuk perawatan intensif karena Sally di duga mengalami depresi berat dan mengarah ke gangguan jiwa.

Kabar kehidupan pribadi Bram tidak begitu di ketahui lagi oleh Diah.

Perubahan mereka setelah sekian lama tak saling berbicara sedikit intens seperti sekarang sungguh membuat Diah begitu heran.

Banyak sekali yang berubah dari seorang Bram.

"Teman. Hanya teman." Jawab Bram pendek dan salah tingkah.

Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor🤗 i love you full....

Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis😂🙏🙏🙏

...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...

1
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
yg ini juga ngangenin kak suesan
Paryantikebondalem
aku juga sdh hampir 3 th tapi tdk ada kelanjutannya
Wuri Wuryati Tie
lama up nya......
Minah Majin
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
N Wage
astaga!!!
Masih belum ada sambungannya ya?
aku sengaja cari novel ini kembali setelah sekian tahun kutinggalkan.berharap sdh banyak bab lanjutannya.
piyo lika pelicia
mampir yuk kak ke serigala
piyo lika pelicia
Ini
Paryantikebondalem
lanjutannya kapan ya kak sdh 2 th nich
Masitah Baharudin
suka Sama mas Bram yg sekarang.so sweeeeet dan tidak kejam..lagi nunggu part mbak retno ama adka
Masitah Baharudin
sudah aku dgr Dr menikahi tunangan adikku.terima kasih thor
@Heni khan 😚❤️🇵🇸
episode tersedih dalam novel ini membuatku terhanyut dalam ceritamu Thor air mata Ku tak Bisa kutahan mengalir begitu Saja😭😭😭😭😭😭
@Heni khan 😚❤️🇵🇸
😭😭😭😭
@Heni khan 😚❤️🇵🇸
inalillahi wainalillagi rojiun..meski hanya novel namun begitu terasa nyata mampu menggetarkan jiwa.. selamat Jalan abah Semoga husnul khotimah Aamiin 🤲😭😭😭😭
@MEIMEI🙃🤩
kisah yang dokter yogi sama dea udah up blm to srbenernya
janah bibah
Kecewa
JeliTa
aku padamu mbak Retno 🤣🤣
JeliTa
dan Allah pun tersenyum melihat hamba Nya meminta padaNya dengan diam² di 1/3 malamNya.. seperti kisah cinta Alin bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah....
Sri Paputungan
Luar biasa
fulana anonymous
koplakkkk
Liza Permasih
gemeeeeessss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!