Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecewa
🌹🌹🌹
Hidup Rayyan terasa semakin lengkap, sore ini sebelum kembali Ia mampir ke rumah Ayu. Ia menceritakan semua nya pada Istri kedua nya itu.
" Benarkah Mas, Alhamdulillah kalau begitu. Akhirnya Mbak Nadia hamil juga " Jawab Ayu
Ia turut senang dengan kabar yang di bawa suami nya.
" Apa kamu tidak marah kalau Nadia hamil juga, dengan begitu nanti kedepannya perhatian ku akan terbagi untuk kalian berdua. Aku memperhatikanmu juga harus memperhatikan nya juga "
Ayu tersenyum sembari tangan nya membuat secangkir kopi untuk suaminya itu.
" Buat apa aku marah Mas, dia juga Istri Mas sama sepertiku. Dia juga butuh perhatian, utamakan lah dia dan datanglah padaku kalau memang Mas rindu dan merasa ingin bersamaku. Aku tetap akan disini menantimu "
..."Betapa mulia nya hatimu Ayu, aku janji akan bersikap adil pada kalian berdua " Batin Rayyan....
Hari berganti hari Rayyan membuktikan janji nya, meskipun dia sering tidur di rumah utama nya namun Ia selalu menyempatkan setiap pagi atau sore hari mengunjungi Ayu. Ayu menerima semua dengan ikhlas, karena bagi nya dengan ikhlas hati nya akan menjadi lebih tenang.
Sudah pemeriksaan yang kesekian kali Ayu memeriksakan kandungan nya seorang diri karena Rayyan selalu tidak bisa ikut dengan alasan sibuk dan Ayu selalu memakluminya.
" Bagaimana Dokter dengan kondisi janin saya, apa dia baik baik saja " Tanya Ayu.
Dokter yang menjadi langganan Ayu tersenyum dan mengangguk.
" Janin nya sangat sehat Bu, InsyaAllah jenis kelamin nya laki laki "
Ayu sangat bersyukur mendengar ucapan Dokter, tidak akan lama lagi dirinya akan menjadi seorang Ibu. Ia berjanji akan menjadi Ibu yang terbaik untuk Putra nya kelak, tidak peduli apa pun yang akan terjadi kedepan nya Ia akan tetap merawat nya.
" Apa ada yang harus saya konsumsi lagi Dok agar janin nya tumbuh sehat " Tanya Ayu lagi.
" Seperti nya sudah cukup Bu, Ibu hanya perlu banyak bergerak agar mempermudah proses persalinan nanti ya. Konsumsi makanan yang selama ini Ibu konsumsi saja sudah cukup "
Ayu kembali ke rumah dengan wajah berbinar, tidak butuh waktu lama lagi dia akan mampu melihat malaikat kecilnya hadir di dunia ini.
Sementara Nadia melakukan pemeriksaan bersama Rayyan, suaminya itu dengan sabar mendorong kursi roda yang di duduki Nadia. Tanpa sengaja mereka berpapasan, Nadia terkejut melihat wanita yang pernah hadir dalam hidup mereka ada di rumah sakit yang sama dan lebih terkejut lagi ketika melihat perut buncit Ayu.
..." Ayu, kenapa dia ada disini. Dan lihat lah perutnya juga membesar sepertiku. Apa dia hamil tapi kapan dia menikah. Melihat perutnya sudah sebesar itu, apa dia langsung menikah ketika aku usir dari rumah, dasar wanita jadi jadian " Batin Nadia....
Mata Ayu dan Rayyan saling beradu, nampak ada kekecewaan disana. Rayyan yang mengatakan sibuk bekerja dan tidak bisa menemani Ayu memeriksakan kehamilan nya ternyata malah pergi memeriksakan kehamilan istri pertama nya.
" Eh Ayu, lama tak jumpa. Kamu hamil juga, Oh ya mana suamimu, apa dia tidak menemanimu memeriksakan kehamilan mu seperti suamiku Mas Ray yang selalu mengantarkanku setiap kali pemeriksaan, atau jangan jangan kamu hamil di luar nikah ya, atau jangan jangan kamu mengambil suami orang lain ya " Ucap Nadia sinis.
Ayu tersenyum walau hati nya terasa sakit.
" Iya Mbak, aku juga hamil. Suamiku lagi kerja katanya sibuk jadi tidak bisa mengantarkan pemeriksaan kehamilan. Tapi tidak apa apa, kami berdua baik baik saja, oh ya aku pulang dulu ya Assalamu'alaikum.....! Pamit Ayu
Ia melangkah pergi membawa hati nya yang luka, luka atas perkataan Nadia.
..." Kamu bilang padaku sibuk, ternyata sibuk ini ya yang kamu maksud Mas. Ya sudah tidak apa apa " Batin Ayu....
Ayu menyibukkan diri dengan macam macam hal agar dirinya tidak terlalu mengingat akan kejadian beberapa jam yang lalu.
" Ibu, sudahlah tidak perlu melakukan hal itu, ingatlah yang ada di rahim Ibu dia butuh ketenangan, lagi pula kan itu tugas si kang kebun, kenapa harus Ibu yang melakukan nya "
Bi Surti selalu khawatir setiap kali melihat keadaan Ayu, Ia tahu persis kalau Ayu melakukan hal seperti itu hanyalah sebagai pelampiasan. Pasti telah terjadi sesuatu dengan nya
" Biar Bibi bantu ya "
Ayu mengangguk dan kedua nya mulai mengerjakan pekerjaan mereka masing masing.
..." Ya Allah, yang sabar ya Nak. Bibi akan selalu ada untukmu dan tidak akan pernah meninggalkan mu seorang diri " Batin Bi Surti...
Mereka bekerja sambil bergurau, sikap Bi Surti yang memang suka membuat hal lucu ternyata mampu membuat Ayu tertawa hingga untuk sekejab Ayu mampu menghilangkan kesedihan nya
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat