⚠️ Warning..!! Rate 21++
"pelan pelan tuan, saya sedang hamil"
"A..APAA.. MAKSUDMU?"
"siapa yang telah menanam benih di rahimu?
"apa maksud tuan?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rieda mustafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Bayangan Masa Lalu
...**Abaikan Typonya 😊...
...Happy Reading...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷**...
...~~~...
Flash back
Pov Alexa
Setelah 3 hari Mar di rawat di rumah sakit karena keadaanya yg sangat kritis. Ahirnya bisa kembali sehat dan syukurlah kedua bayi yg di dalam kandunganya bisa terselamatkan.
"A..ku di mana?" Suara Mar. Membuat Alexa langsung berdiri dari duduknya
"Kau sudah bangun nak?" Tanya Alexa
"Anda siapa nyonya?"
"Saya Alexa. Saya yg telah membawamu ke rumah sakit"
"Ohh.. terimakasih nyonya"
Lalu Mar meraba perutnya. "Bayiku?"
"Tenang nak. Bayimu baik baik saja di sini" jawab Alexa sambil memegang perut Mar
Syukurlah.. Mar pun bernafas lega karena kabar baik yg dia terima.
Bella masuk dan menyapa Mar. "Selamat siang bu.. syukurlah sesuai prediksi kami. Bahwa anda akn bangun siang ini"
"Siang juga dokter.. terimakasih dok sudah menolong saya dan bayi saya"
"Sudah menjadi tugas saya bu"
"Ohh iya dok.. kapan keponakan saya boleh pulang?"
Mendengar wanita itu menyebut keponakan saya. Mar jadi takut. Takut akan hal hal yg seperti kemarin.
"Besok sudah boleh pulang bu.. jika semuanya sudah membaik."
Alexa mengangguk mengerti.
"Kalo begitu saya permisi dulu bu" pamit Bella
Setelah Bella keluar Mar menatap wanita paruh baya yg ada di depanya.
"Maksud nyonya apa menyebutkan 'keponakan saya'?"
"Kenapa kamu sangat ketakutan nak? Apa ada sesuatu yg membuatmu takut ?"
"Maaf nyonya.. saya tidak ingin tertipu lagi."
"Maksud kamu apa nak?"
"Karena bibikku. keadaan saya seperti ini nyonya."
"Haa.. maksudmu apa nak?"
"Maaf nyonya saya gak bisa cerita. Tapi saya sangat berterima kasih anda sudah menolong saya dan bayi saya."
"Nak.. apa yg kamu katakan? Tentu saja saya akan menolong jika melihat wanita yg tengah kena musibah."
"Saya akan membayar hutang saya nyonya. Cukup anda memberi alamat rumah anda saya akn menyicilnya."
"Kau mau pergi ke mana nak? Dan kau akan tinggal di mana?"
"Saya akan mencari tempat tinggal nyonya. Nyonya gak usah hawatirin saya."
Ternyata dugaan Alexa benar. gadis ini yidak mau tinggal bersamanya. Namun karena kejadian yg membuat gadis ini trauma. Gadis ini menjadi sangat kritis terhadap siapapun.
"Nak.. bagaimana jika kamu kerja dengan saya saja. Kau tak usah cari kerja di luar sana. Karena akn sulit menerima wanita yg tengah berbadan dua.'"
"Maaf nyonya.. saya gak bisa. Anda sudah terlalu baik pada saya."
Lalu Alexa mengeluarkan cincin yg sama dengan yg di miliki Mar. "Nak apa kau tau cincin ini?"
"Nyonya.. itu adalah cincin peninggalan mama saya. Hanya itu satu satunya kenangan dari mama saya. Dan saya harus menjaganya."
Alexa tersenyum. Lalu meraih tangan Mar. "Kau salah nak. Ini adalah cincin punya saya" ucapnya
"Apa maksud nyonya? Apa nyonya akn bilang kalo mama atau saya telah mencuri cincin nyonya?" Tanya Mar
"Tidak nak.." lalu Alexa mengambil Cincin yg ada di tas Mar. "Lihatlah kita mempunyai cincin yg sama, cincin ini adalah cincin yg di berikan oleh nenek buyut kita. Ini adalah cincin turun temurun" jelasnya
"Nyonya jangan mengada ngada. Orang tua saya sudah meninggal. Dan ibu asuh saya tidak pernah cerita tentang cincin itu"
Alexa melepas cincinya. Dan memperlihatkan ukiran nama di balik cincin mereka. "Lihat nak, di sini tertuliskan nama Fernando. Dan ini adalah cincin peninggalan dari buyut"
"Nyonya saya mohon jangan mengada ada cerita. sebaiknya nyonya pergi dari ruangan ini, dan saya mau istirahat."
Alexa tak punya pilihan laen. Karena Mar sudah mengatakan jika dirinya mau istirahat.
Alexa keluar dan menelpon orang kepercayaan keluarganya untuk datang ke rumah sakit di luar kota.
Dengan membawa semua berkas dan foto foto Jervis sewaktu masih muda.
"Bagaimana membuat gadis itu percaya. Jika dirinya adalah keluarganya yg selama ini mencari keberadaanya." Desis Alexa
Mar merenungi setiap ucapa wanita tadi. "Tidak mungkin dia bibiku. Aku sudah tak percaya dengan siapapun. Wanit yg telah mengaku sebagai bibiknya saja telah tega menjualku. Apalagi wanita ini baru saja kenal. Bisa saja dia nanti mengambil anakku dan di jual. Tidak.. aku tidak boleh terhasut oleh ucapan wanita itu." Cecarnya
Mar pun merebahkan dirinya. Dan mulai terpejam matanya.
...\*\*\*\*...
Mar terbangun jam 17 sore.
Mar merasakan perutnya sangat lapar. Mar pun bermaksud mengambil sesuatu yg ada di nakas. Namun tak bisa di gapai.
Alexa yg baru keluar dari kamar mandi. Melihat Mar yg sedang kesusahan saat akan mengambil makanan. Lantas berlari dan membantunya.
"Nyonya.. kenapa nyonya masih di sini?"
Alexa tersenyum dan menyodorkan makanan yg telah berada di tanganya.
"Makanlah.. karena saya akn menemanimu sampai kau sembuh"
Mar pun terdiam dan memakan makanan yg sudah ada di tanganya.
Alexa mendekat di ranjang Mar. Dan membelei rambut Mar yg begitu berantakan."kamu sangat cantik. Seperti almarhum nenek kamu" ucapnya
Uhuk uhuk..
"Pelan pelan sayang. Nih minumlah.!"
"Kenapa nyonya masih berpikir bahwa saya adalah keluarga nyonya?"
"Karena saya yakin kau adalah pewaris tunggal keluarga Fernando"
"Sayang.. kamu mau nerima atau tidak. Saya akan tetap menemanimu" lalu Alexa mengambil sisir dari dalam tasnya dan merapikan rambut Mar.
"Cantik sekali" ucapnya
Mar hanya tersenyum saat di puji oleh wanita yg mengaku bibiknya itu.
Beberapa saat kemudian pintu terbuka. Dan masuklah seorang pria yg usianya sekitar 43 tahun. "Nyonya.. ini berkas berkas yg anda minta" ucapnya
"Terima kasih Fer. Dan kau boleh pergi dari sini"
Pria yg di sebut Fer pun mengangguk dan keluar dari ruangan inj.
Alexa kembali duduk di samping Mar yg sedang menikmati makanan.
"Sayang.. lihatlah" ucapnya sambil mengambil sesuatu yg ada di amplop.
"Ini.. kau tau ini foto siapa?"
Mar menggeleng. Namun ada keraguan karena foto itu mirip dirinya. "Ini adalah foto nenekmu. Saat usianya 20 tahun. Saat nenekmu akan menikah dengan kakek"
Mar menatap foto itu dengan sangat teliti.
"Kan sudah ku bilang. Jika dirimu mirip sekali dengan nenekmu. Lihat tanggal foto ini di ambil". Ucapnya lagi
"Tahun 1965. Sudah lama sekali bukan?" Jelas Alexa
"Keluarga kami biasa menyimpan kenangan kenangan sayang. Dan lihatlah ini foto siapa?" Tanya Lexa lagi sambil menunjukkan foto Jervis dengan seorang lelaki.
"Ini foto papaku nyonya"
"Betul sekali ini adalah foto papamu. Dan kamu tau tidak foto pria tua ini?"
Mar menggeleng. "Ini foto kakekmu. Sebelum kakekmu meninggal. Kakekmu berwasiat pada kami. Untuk mencari kalian. Bahkan saat kakekmu sakit kakekmu tetap berusaha setiap hari mencari keberadaan kalian"
Mar terdiam mendengarkan cerita demi cerita Alexa.
"Apa kau masih ragu dengan ini sayang?"
Mar tetap diam. Dia ragu untuk mengiyakan. Namun dengan bukti bukti itu Mar tidak bisa menolak kebenaranya.
"Bibik akn memberi waktu kamu untuk memahami semua sayang."
Lalu Alexa duduk kembali di sofa dan memainkan ponselnya. Sambil sekali kali melirik Mar yg sedang terdiam.
...\*\*\*\*\*...
Pagi telah tiba
Mar telah bersiap merapikan dirinya. Mar tidak membawa pakaian satupun. Karena sewaktu Mar pergi dari rumah Ansel Mar sangat terburu buru.
...***Bersambung***...
benar hipersex tuh engsel pintu😂😂😂