[Disarankan untuk membaca hingga chapter 7]
[BACA BAGIAN BLURB INI SAMPAI BAWAH BIAR GA BINGUNG SAMA CERITANYA!]
[Press Like,Vote,Comment]
[Hati-hati kesel sama ceritanya]
Genre : Action, Adventure, Dark fantasy, Drama, Mystery, Magic, Psychological, Supernatural
Sub-Genre : Romance, Comedy, Mature
Season 1 : Chapter 1-213(END)
Season 2 : Chapter 214-260(END)
Season 3 : Chapter 261 - 348 (END)
Dunia dimana ada ras selain manusia, seperti Elf, malaikat dan lain-lain. Ada sebuah legenda yang ditakuti oleh seluruh ras mengenai malapetaka yang akan dibawa oleh sebuah makhluk, yaitu Soul Reaper.
Legenda yang menghilang untuk menghilangkan keresahan seluruh ras di muka bumi, telah tergerak secara perlahan.
Note :
ini cerita pertamaku, kalau ada kesalahan seperti typo, sulit dimengerti langsung aja komentar aja ya.
Untuk kalian yang bingung, didalam cerita ini tidak akan hanya terbatas di tokoh utama saja. Tetapi saya akan menyorot beberapa tokoh lainnya juga karena mereka mempunyai peran penting(tentu saja seperti beberapa chapter yg MC nya tidak ada).
[Sangat disarankan untuk tidak berharap kepada MC di awal-awal cerita. Karena MC saya dibuat lemah layaknya seekor burung baru lahir dan belum bisa terbang]
Update 23:00 WIB
[/Chapter : 1300-2000 kata]
#WF
*Source Pict : Pinterest
Yang mau follow author boleh lewat :
IG : Irisia_loui
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShenJun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21 : Masa Lalu Kriss II
Setelah selesai mengganti pakaiannya, Lucia pun pergi ke dapur untuk mencoba memasak makanan. Kriss pun tetap berada di kamar dan hanya duduk terdiam sambil memperhatikan isi kamar.
Leo membantu Lucia dalam memasak. Tak lama kemudian, suara pintu terbuka dan ada suara anak-anak yang berteriak.
“AYAH?! IBU?!” teriak anak itu
Leo dan Lucia terkejut mendengar suara tersebut. Mereka langsung meninggalkan masakan dan menuju suara tersebut. Saat mereka melihat di pintu depan, dia melihat seorang anak laki-laki yang berdiri di depan pintu yang terbuka. Saat anak itu melihat mereka, dia langsung berlari menuju keduanya.
“AYAH! IBU!” Teriak anak sambil memeluk Leo dan Lucia
“RAVEN!” teriak Lucia
Lucia dan Leo memeluk erat anak itu. Anak itu adalah anak mereka yang bernama Raven. Sambil menahan rasa tangis, Lucia dan Leo terus memeluk erat dan mengelus kepala anak itu.
“Aku rindu sekali pada kalian!” ucap Raven
“Kami juga rindu nak!” ucap Lucia
Tak lama kemudian, Kriss merasa bingung mendengar suara Leo dan Lucia. Dia pun keluar dari kamar dan mencoba melihat apa yang sedang terjadi. Tepat saat dia keluar, dia melihat Leo dan Lucia yang sedang memeluk seorang anak kecil.
Beberapa saat setelah itu, mereka mulai melepas secara perlahan pelukannya. Raven sangat senang melihat kedua orang tuanya telah pulang.
Karena pekerjaannya, Lucia dan Leo jadi sulit untuk pulang kerumah. Bahkan terkadang seminggu ataupun sebulan sekali baru bisa kembali. Karena dari itu, Raven dan adikknya harus tinggal di rumah Chelsea.
“Raven, adikkmu dimana?” tanya Lucia
“Dia ada di rumah Chelsea”
“Aku akan memanggilnya! Dia pasti senang melihat ibu dan ayah sudah pulang!” ucap Raven
“Ah sebentar dulu nak!” ucap Leo sambil memegang tangan anaknya
“Ada apa ayah?” tanya Raven
Saat Raven bertanya kepada ayahnnya, Dia melihat seorang kepala anak kecil yang sedang melihat mereka sambil bersembunyi di belakang pintu kamar.
Raven terkejut saat menyadarinya. Dia tidak pernah kenal ataupun bertemu dengan orang itu. Karena pola pikir yang masih anak-anak, Raven pun bertanya hal aneh kepada orang tuanya.
“Ayah! Itu siapa?!”
“Aku punya adik baru ya?!” teriak Raven
“Bu-bukan! Dia bukan adik baru mu” ucap Leo
“Yaaahh….” Ucap Raven sambil murung
“Kriss, kesini sebentar. Ada yang ingin bibi kenalkan” ucap Lucia
Kriss tidak merespon ucapan Lucia. Dia terus bersembunyi sambil melihat ke arah mereka.
“Ah, dia malu ya” ucap Leo sambil terkekeh
“Kriss, tidak apa-apa kok. Raven tidak akan gigit kamu” ucap Lucia
“Ibu!” ucap Raven sambil cemberut
Lucia dan Leo tertawa melihat reaksi Raven. Kriss terkejut melihat kedua nya tertawa. Saat Raven sedang cemberut, tiba-tiba dia berjalan menuju Kriss. Lucia dan Leo terkejut melihat Raven yang tiba-tiba berjalan.
Tentu saja, Kriss sangat terkejut saat Raven berjalan mendekatinya. Dia mulai mundur secara perlahan, namun Raven sudah berada di depannya.
“Nama ku Raven! Nama mu siapa?” ucap Raven
Dengan senyum lebar di wajahnya, Raven menjulurkan tangannya seperti menawarkan jabat tangan. Sekali lagi, Kriss tetap bingung dengan sikap Raven. Dia terheran dengan sikapnya yang bisa-bisa menawarkan jabat tangan dan memberikan senyuman kepada orang yang baru saja dia temui.
“Na-namaku Kriss” ucap Kriss sambil membalas jabat tangan Raven
“Kriss ya! Apakah kamu mau berteman denganku?!
“Eh?!” sahut Kriss kebingungan
Kriss bingung dengan ucapan Raven. Dia tidak pernah mendengar ucapan seperti itu sebelumnya. Dengan kehidupan kelam lamanya, dia tidak pernah mempunyai teman satupun.
“Te….man?” ucap Kriss
Raven membalas ucapan Kriss dengan angguk-an kepala. Dibelakang Raven, Lucia pun berjalan mendekati mereka. Tepat di belakang Raven, Lucia langsung menekuk kedua lututnya dan memegang kepala kedua anak itu.
“Raven, dia tidak bisa berteman denganmu” ucap Lucia
“Eh?! Benarkah?!”
“Kenapa tidak bisa?!” teriak Raven
“Iya, karena Kriss akan menjadi keluarga kita” ucap Lucia
“Eh?!” teriak Raven dan Kriss
“Aku…. Menjadi….keluarga bibi Lucia?” ucap Kriss
“Benar Kriss. Kamu akan tinggal bersama kami mulai saat ini” ucap Lucia
“YEAY! Adik pasti akan sangat senang mendengar hal ini!” teriak Raven
Secara perlahan, air mata mulai mengalir dari mata Kriss. Raven terkejut melihat reaksi Kriss yang menangis. Berawal dari tidak punya apa-apa. Tidak mengetahui orang tua, tidak punya uang, tidak punya keluarga, kerabat ataupun teman.
Dalam sekejap, kehidupan Kriss berubah karena pertemuan Leo dan Lucia. Dia bisa merasakan rasa kasih sayang, rasa bahagia bermain bersama layaknya anak-anak seumurannya.
Lucia pun memeluk kedua anak itu secara perlahan. Kriss menangis dipelukan Lucia. Sedangkan Raven, merasa bahagia karena mendapatnya saudara baru untuknya dan adikknya.
“Mulai saat ini, jika ada salah satu dari kalian yang kesulitan. Kalian harus mendukung serta membantu nya secara sama-sama ya” ucap Lucia
“Baik bu!” ucap Raven
“Ba…baik….hiks” ucap Kriss
* * * * *
3 tahun telah berlalu, Kriss pun menjalani hidup bersama Raven dan lain-lain. Kehidupan yang dia dambakan selama ini telah terwujud. Raven dan adikknya juga menyambut Kriss dengan sangat baik. Begitupula teman Raven, yaitu Chelsea. Mereka bermain, tertawa ria bersama-sama.
Kriss dan Raven mulai memperdalami sihir. Mereka berlatih bersama-sama di hutan dan dilatih oleh Leo saat ada waktu luang. Berbeda dengan Raven yang punya sihir kegelapan, Sihir yang dimiliki Kriss adalah elemen api.
“Uuhh… Bikin iri saja!” ucap Kriss
“Hah? Iri?” ucap Raven
“Kamu punya sihir kegelapan yang terbilang sangat langka dalam sejarah dunia” ucap Kriss
“hah? Kau bisa tahu darimana ini sihir yang sangat langka?” tanya Raven
“Tanya saja pada paman Leo” ucap Kriss
“Benar. Sihir kegelapan milikmu memang terbilang sangat langka. Jika kamu menjadi ksatria kerajaan, pasti akan menjadi aset yang berharga” ucap Leo
“Kalau begitu, Aku akan menjadi ksatria kebajikan terkuat di sejarah kerajaan Verra!” ucap Raven
“Hei, aku yang akan menjadi ksatria kebajikan tahu!” bantah Kriss
“Sihir mu saja tidak spesial seperti ku, Weee~” ledek Raven pada Kriss
“Huh! Meskipun sihirnya spesial, tapi yang menggunakannya orang bodoh tidak akan ada bedanya dengan melawan orang lemah” Balas Kriss
“Apa katamu?!!” ucap Raven
“Hehehe” Ucap Kriss
Raven pun menerjang kearah Kriss dan melawannya. Pertarungan atau bisa disebut sparring itu berakhir dengan hasil seri. Keduanya tumbang karena kelelahan.
“Sial!” kesal Raven
“Hahaha! Hitungannya aku yang menang!” ucap Kriss
“Hei! Kenapa bisa begitu?!” ucap Raven
“Kau saja yang punya sihir spesial masih bisa aku imbangi. Gimana jika aku punya sihir spesial juga? Kau pasti sudah kalah daritadi” ucap Kriss
“Wah wah sombong sekali kau reptil cengeng!” ucap Raven
“Siapa yang kau sebut cengeng, otak udang?!” ucap Kriss
“Hah?! Ngajak berantem?!!!” ucap Raven sambil mengadu dahinya dengan dahi Kriss
“Ohhh?! Ayo saja! Aku tidak melihat bayangan kalau aku akan kalah!” ucap Kriss
Bertengkar, berdebat, bermain, tertawa bersama. Raven dan Kriss menjadi teman yang sangat dekat seiring waktu.
Namun ditengah kehidupan bahagia yang sedang dialami Kriss itu, Tiba-tiba berubah sejak Lucia menderita sebuah penyakit. Penyakit yang diderita Lucia membuat seluruh tubuhnya menjadi melemah secara perlahan. Hingga pada waktu Kriss berumur 17 tahun, dan Raven berumur 16 tahun. Lucia meninggal Dunia.
Kejadian itu membuat Kriss sangat sedih. Seseorang yang telah menyelamatkan hidupnya dulu, kehilangan nyawanya karena digerogoti oleh penyakit. Kriss pun menjalani kehidupannya bersama Raven seperti biasa. Mencoba untuk maju dan melupakan masa lalu.
Kejadian itu membuat Kriss merasa tidak ada yang lebih menyakitkan akan terjadi. Namun, 6 bulan setelah kepergian Lucia. Nyawa Leo juga telah direnggut. Melihat Leo mati ditusuk didepan matanya, membuat Kriss sangat putus asa.
Terlepas dari hal itu, teman terbaiknya Raven. Dia menaruh dendam kepada kerajaan sehingga bertekad untuk balas dendam. Mengingat ucapan Lucia, Kriss pun berusaha untuk menghentikannya.
“Kriss… aku titip adikku bersama mu. Tolong jagalah dia”
“Sesuai dengan janjiku pada ibu, Saat umurnya menyentuh 12 tahun, dia akan bersekolah di akademi sihir Verra” ucap Raven
“Raven! Kamu tidak perlu berbuat seperti itu!”
“Paman dan Bibi tidak akan senang dengan perbuatanmu!” ucap Kriss
“Kriss… Kerajaan ini terlalu kejam… seseorang harus mengambil tindakan. Meskipun harus mengotori tangannya sendiri” ucap Raven
“Apa kau tidak memikirkan bagaimana nanti perasaan adikmu?!”
“Meskipun kamu sudah menghapus ingatannya, bagaimana jika dia teringat kembali kepada kakaknya?!” ucap Kriss
“Tidak mungkin dia akan ingat denganku” ucap Raven
“Raven! Kau keluarga terakhir yang dia miliki! Apa kau tega meninggalkan nya seperti ini?!” ucap Kriss
“Karena itulah aku menitipkannya padamu. Dia hanya akan ingat kepada mu yang sudah dianggap seperti kakak. Maka dari itu, dia tidak akan merasakan kesepian” ucap Raven
“Meskipun begitu, aku tidak akan bisa menjadi kakak kandungnya! Dia pasti akan membutuhkan kamu untuk berada disisinya!” ucap Kriss
“Jika saat itu tiba, maka aku akan berada disisinya untuk melindunginya”
“Tetapi, aku hanya bisa minta tolong kepadamu sebagai temanku” ucap Raven
“Raven….” Ucap Kriss
Raven mendekat pada Kriss dan menaruh tinju di dadanya Kriss. Kriss terkejut dengan apa yang dilakukan Raven.
“Kumohon…. Jagalah….”
Tepat setelah saat itu, Raven pun pergi dan meninggalkan Kriss. Kriss yang menjaga adikknya hingga kelak suatu saat akan bertemu Raven lagi. Sejak saat itu, Kriss mulai berlatih sekuat tenaga. Berlatih terus menerus untuk menyempurnakan sihirnya dan kemampuan bertarungnya.
1 tahun setelah kejadian itu, Kriss diterima menjadi ksatria kerajaan. Dia terus menjalankan tugasnya sebagai ksatria pada umumnnya.
Tetapi, Kriss mempunyai tujuan yang berbeda. Dia ingin menjadi ksatria terkuat, sehingga bisa mengubah sistem kerajaan Verra agar dapat menjadi kerajaan yang adil dan menerima satu sama lain tanpa membeda-bedakan derajat.
- Masa yang sekarang -
“orang bodoh seperti apa yang pergi bertindak sebagai kriminal untuk menjaga adikknya….”
“Ucapan mu omong kosong sekali ya, Raven” ucap Kriss
Kriss pun membanting tubuhnya ke ranjang dan melipat kedua tangannya di dada. Memikirkan hal yang dia dapat dari percakapannya dengan Luna tadi, membuat situasi Raven sangat berada di ujung tanduk.
Meskipun identitas Raven belum pernah diketahui sama sekali, tetapi Kriss khawatir terhadap argumen yang di dapat oleh Luna. Jika saja kerajaan mengetahui sesuatu tentang informasi ini, maka sudah jelas, seluruh ksatria yang ada akan dikerahkan untuk mengejar Dewa kematian(Raven).
“Paman…. Bibi…. Aku berjanji pada kalian”
“Raven….. Aku akan melindungi kalian berdua!” ucap Kriss
Kriss pun bangun dari ranjang nya dan menuju keluar kamarnya.