[🚫Hati-hati, novel ini bisa buat kamu terbang melayang-layang lalu jatuh ke dalam empang🚫]
Kisah Tuan Muda Rico.
Pria dewasa yang dijodohkan dengan gadis amit-amit bernama Bebiana.
Tidak hanya merepotkan, gadis belia itu juga memiliki hobi aneh. Yaitu mencuri apa saja yang bisa dijadikan uang demi menuruti hobinya bermain game.
Akankah Rico bisa bertahan memiliki istri yang hobinya maling sana-sini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anarita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Teruntuk Bebiana Dianu Iskha Gunawan....
Intan permata yang sangat berharga di mata ayah dan ibu seperti namanya.
Ketahuilah Nak, kedatangan surat ini bukanlah untuk mengabari kepergian ayah. Namun jika surat ini sudah berhasil sampai ke tangan kamu untuk dibaca, artinya ayah benar-benar telah pergi ke alam yang berbeda meninggalkan putri ayah satu-satunya.
Sekarang ayah sudah bahagia dan bertemu dengan ibu kandungmu Mawarty di tempat yang semetinya. Jadi ketika kamu membaca surat ini, ayah berharap kamu jangan pernah menangisi kepergian ayah lagi karena bertemu dengan ibumu adalah cita-cita ayah sejak dulu. Ayah nyaris ingin mengakhiri hidup karena tak tahan dengan semua ini. Dan akhirnya semua penderitaan ayah berakhir di titik ini.
Dan selain itu, ada hal utama yang ingin ayah sampaikan kepadamu mengenai nama belakangmu 'Dianu Iska Gunawan' . Maaf ayah tidak bisa menyampaikan secara langsung karena ayah tidak kuat mengatakan kebenaran ini semasa hidup ayah.
Ini adalah tentang pertanyaanmu. Tentang kenapa ayah sangat membenci kelahiranmu dan menganggap kamu sebagai anak sial.
Sebenarnya kamu bukanlah anak kandung ayah. Ibumu ternyata dihamili oleh pria lain di saat hari pernikahan kami hanya tinggal menghitung hari. Semuanya itu terjadi begitu cepat sampai kami semua kaget. Nanti ayah akan menyuruh Wicaksono sahabat ayah untuk menceritakan kronologi kejadian itu dan mengantarkanmu bertemu ayah kandungmu.
Tidak ada yang bisa disalahkan dalam hubungan ambigu kita bertiga. Ibumu tetap memilih ayah karena kejadian ini termasuk dalam kecelakaan tak disengaja. Karena rasa cinta ayah yang sangat besar, karena pihak keluarga enggan menanggung malu atas pernikahan yang batal, akhirnya pernikahan kami tetap dilangsungkan walau ada anak orang lain di rahim calon istri ayah.
Maafkan ayah karena telah merahasiakan ini darimu. Maaf juga karena ayah tidak pernah memberi tahu perihal penyakit Ayah. Ayah hanya tidak ingin menjadi beban seorang anak yang selama ini ayah sia-siakan. Ayah malu dengan segala perbuatan ayah.
Maafkan ayah, Bebi ...
Ayah dibutakan oleh dendam pada saat itu.
Ayah membencimu karena selalu beranggapan bahwa kamu adalah anak Haram yang memisahkan ayah dengan orang yang ayah cintai. Terlebih ... ayah kandungmu sama sekali tidak mau mengurusmu. Lengkaplah hidup ayah saat itu. Harus menjadi duda dan mengurus anak orang lain. Itulah sebabnya kenapa ayah sangat membenci.
Namun, semenjak kamu kuliah ke Jakarta ayah mulai merasa kehilangan putri ayah satu-satunya. Ayah merindukan masa kecilmu dan ingin mengulang waktu agar dapat membangun hubungan yang baik denganmu. Tetapi semua itu sudah tidak mungkin terjadi.
Dan dengan berakhirnya rangkaian kata yang ayah tulis, ayah menyatakan bahwa ayah telah mencabut gelar nama belakang Dianu Iska Gunawan di namamu. Biarkan ayah membawa segala penyesalah ini sampai mati. Seluruh harta ayah akan tetap menjadi milikmu. Kamu jangan khawatir. Jika kamu sudah memiliki anak dari suamimu Rico, maka harta ayah akan resmi menjadi milikmu sepenuhnya.
Ayah menyayangimu, Nak.
Dianu Iskha Gunawan
*
*
*
Bagai disambar petir hati Bebi saat itu. Ternyata inilah alasan di balik semua alasan. Ternyata Bebi hanya anak haram yang dianggap telah menghancurkan hidup ayahnya.
Pantas saja ayah membenci Bebi sejak lahir. Ternyata kehadiran Bebi memang sama sekali tidak diinginkan.
Kini Bebi benar-benar benci pada diri sendiri. Andai waktu bisa di putar, Bebi ingin sekali memohon pada Tuhan agar jangan pernah dilahirkan ke dunia. Apalagi dalam keadaan menjijikkan seperti ini.
"Sabar!"
Rico mengelus pundak perempuan itu dengan penuh iba. Ia dapat merasakan air mata Bebi yang merembas hingga tembus ke kulit dada.
"Gak, ini semua gak mungkin! Ayah kandungku cuma ayah Dianu. Aku tidak mau ayah lain selain dia!" Ia masih berusaha mengelak meski sebagian hatinya sudah mempercayai isi surat sang ayah.
"Tenangkan hatimu, Bebi!" Rico masih terus menepuk-nepuk punggung perempuan itu walau sebenarnya ia jijik bersentuhan dengan Bebi.
Merasa tak ada tempat lagi yang bisa dipakai untuk bersandar, Bebi semakin menyeruak masuk ke pelukan pria itu. Beruntung Rico tak bodoh-bodoh amat. Alias tidak menolak dan rela meminjamkan dada bersihnya untuk dipeluk seorang Bebi.
"Tenangkan hatimu, besok kutemani kamu mencari keberadaan ayahmu!"
"Nggak! Aku nggak mau ketemu dia!" Bebi memukul-mukul dada Rico hingga pria itu meringis karena merasa ngilu pada bagian rusuknya.
Bertemu ayah kandung yang tak peduli padanya. Untuk apa?
"Oke ... oke! Kita tidak perlu ke sana." Rico melirik sang ayah. Pria tua itu baru saja membuka pintu mobil bersama supir yang kemudian ikut masuk bersama.
Wicaksono hanya diam seraya menyuruh supir untuk menjalankan mobilnya. Ia tebak Bebi sudah membaca surat itu karena melihat Bebi sudah sangat kalap di belakang sana.
***
Aku datang. Ada yang rindu gak?
Awal bulan baru mulai fokus ke novel ini. Makasih untuk kalian yang sudah rela menunggu dan mengerti. Tolong beri semangat agar bisa crazy up nanti ya. Ehehehe.
.
wkakakaaakakakaaaaaa....
🤦🤦🤣🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃🏃