NovelToon NovelToon
Istri Reinkarnasi, CEO Kejam

Istri Reinkarnasi, CEO Kejam

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / TimeTravel / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asti Amanda

Setelah melalui cinta satu malam dengan pria asing, Sheila Arestenty akhirnya sadar telah dijebak oleh kakaknya sendiri. Kehormatan yang dijaga telah direnggung pria lain.

Saat Sheila depresi, tak ada satupun yang menghiburnya, bahkan Ayahnya sendiri mengutuknya karena membuat nama keluarga tercemar.

Setelah dibentak, dihina, dicaci maki, Sheila dikurung di dalam gudang. Sheila tidak menyesal maupun menangis, tapi dia mencoba untuk bangkit namun dia tidak menyayat urat nadinya.

Ibu dan kakaknya senang melihatnya tidak berdaya. Sheila yang selalu membantahnya kini tak bergerak lagi. Keduanya pergi meninggalkannya, namun setelah kepergiannya malah terjadi keajaiban.

Tangannya bergerak, bahkan Sheila kembali bernafas. Namun terjadi hal aneh, dia bukan Sheila tapi jiwa lain dari dunia lain.

Dia adalah Asti Amanda, sang penulis novel yang pindah demensi ke dalam novelnya sendiri. Bahkan akan mengandung kemudian melahirkan tiga anak kembar milik sang CEO kejam. Dia akan menikahi pria yang tidur dengan Sheila malam itu. Kesempatan untuk balas dendam pada orang-orang yang sudah jahat pada Sheila.

Sungguh luar biasa...
Cerita ini 100% kehaluan dari authornya yang pengen masuk ke dalam novel. Wkwk Enjoy...

Mari berteman dengan author di:
Instagram : @asti.amanda
Facebook : Asti Amanda

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Tidur Berdua

Kehadiran Rara malam ini sangatlah berbeda, gadis cilik ini benar-benar dapat mengubah Rafa yang dulu bermuka datar sekarang tersenyum leluasa di dekat Rara. Pak Toby yang melihat hati majikannya senang, ia turut bahagia melihatnya. Beda dengan Manda yang menunduk lesu, ia sedang memikirkan rumah aslinya sekarang.

"Deddy, udang ini besar dan enak sekali. Rara suka, rasanya sangat pas di mulut Rara," ucap Rara bicara riang pada Rafa.

"Baguslah bila Rara suka," senyum Rafa sembari menyentuh kepala Rara. "Kalau ada yang ingin Rara makan, katakan saja. Biarkan Deddy yang akan menyuruh pelayan buatkan untukmu." Rafa kembali bicara.

Rara menggelengkan kepala lalu melihat Manda kemudian tersenyum dan berkata : "Rara cuma mau Deddy sama Mommy selalu di dekat Rara sama Kak Rein." Manda sedikit terperanjak, kemudian menunduk.

"Huft, itu mungkin tidak akan terjadi," gumam Manda dalam hati.

Nampak Manda gelisah akan sesuatu. Tidak seperti Rafa mencium kening Rara dengan kasih sayang.

"Hm, Deddy akan selalu bersama kalian," ucap Rafa serius.

"Yeess, i miss you Deddy!" ujar Rara riang memeluk Rafa.

"Miss you to, putri Deddy yang manis." Rafa balas memeluk Rara. Kemudian melirik Manda yang masih diam.

"Ada apa denganmu? Mengapa tidak menyentuh apa-pun? Apa masakannya tidak sesuai dengan seleramu?" tanya Rafa.

Manda tersenyum kecil, nampak dipaksakan kemudian menjawab Rafa dengan datar.

"Semuanya enak-enak kok,"

"Lalu kenapa tidak makan juga?" tanya Rafa lagi.

"Aku hanya pikirkan Rein, itu saja," jawab Manda kemudian makan tak mau bicara lagi.

"Kamu tidak usah kuatir, besok aku sendiri yang akan menjemput kakak kembar Rara," sahut Rafa melihat Rara.

"Hm, Mommy jangan sedih. Besok Kak Rein bisa tinggal sama kita bersama." Rara ikut bicara. Manda yang mendengarnya cuma melempar senyum biasa kemudian melanjutkan makan.

"Apa yang terjadi padanya?" gumam Rafa heran dengan tingkah Manda. Keduanya pun makan kembali. Tapi Manda seakan tak bisa menghabiskan makanan mewah di depannya.

"Sebenarnya... aku takut akan meninggalkan kalian."

Manda mencoba tahan air matanya, ia harus kuat hidup bersama mereka. Ia tak boleh jatuh cinta, karena itu akan membuat kedua pihak sakit hati suatu saat nanti.

Setelah makan malam, Rara merengek ingin tidur bersama.

"Deddy, malam ini temani Rara tidur. Rara mau tidur bersama Deddy sama Mommy. Deddy mau kan?" mohon Rara bermuka imut. Manda sedikit terkejut mendengar permintaan Rara.

Sebelum Rafa menjawabnya, Manda langsung angkat bicara.

"Rara, kita tidur berdua saja. Deddy Rafa pasti capek hari ini. Rara tidurnya sama Mommy saja, gimana?" bujuk Manda tersenyum. Rara melihat ayahnya kemudian memeluk Manda.

"Baiklah, Rara nurut sama Mommy." Rara berjalan duluan ke arah kamarnya. Namun berhenti setelah mendengar suara Rafa.

"Siapa bilang Daddy capek?" ucap Rafa meraih pinggang Manda.

"Eh, aku dong yang bilang! Sekarang lepaskan tanganmu, kita belum menikah. Tidak boleh saling bersentuhan!" pinta Manda mencoba lepas, tapi Rafa makin merangkulnya.

"Kamu memang bilang apa tadi?" tanya Rafa pura-pura tak mendengar.

"Ish, tidak usah menipuku. Sekarang lepaskan aku!" Rara tertawa kecil melihat keduanya bertingkah lucu.

"Ahahaha, apa kamu ini tidak memikirkan perasaan putri kita?" tawa Rafa melepaskan Manda lalu mendekati Rara. Manda tersipu mendengar ucapan terakhir Rafa.

"Aku hanya tak ingin Rara mengganggumu." Manda mendekati Rara dan Rafandra.

"Tidak, Rara sama sekali tidak menggangguku. Sekarang kalian berdua harus tidur bersamaku." Rafa menggandeng tangan putrinya serta Manda ikut ditarik menaiki tangga. Manda kesal hingga memejamkan mata lalu bergumam dalam hati.

"Baiklah, Manda. Ini cuma satu malam, tapi bagaimana kalau besok? Pasti tiap malam aku akan tidur dengan psikopat ini," pikir Manda mulai deg-degan dengan malam pertamanya bila keduanya sudah menikah.

Kini Manda tidur di sebalah Rara, bersendung indah agar Rara cepat tidur. Tak lupa mengelus pipi kanan Rara dengan lembut. Sedangkan Rafa nampak menikmati senandung Manda. Terlihat ketiganya tidur bersama di atas ranjang. Rara yang tidur di tengah-tengah mereka mulai memejamkan mata kemudian berkata dengan suara kecil.

"Goog night, Deddy... Mommy,"

"Good night to sayang," ucap Manda mencium kening Rara. Melihat sikap lembut Manda akhirnya Rafa beranjak dari kasur. Ia duduk di bawah tepi ranjang. Rafa merasa aneh pada dirinya.

"Huft, apa aku benar-benar mencintainya?" pikir Rafa melirik Manda yang menyelimuti Rara.

"Tidak tidak, aku lakukan ini hanya untuk jadikan dia wanitaku saja dan memberi keluarga untuk anak-anakku! Aku mana mungkin jatuh cinta padanya!" batin Rafa geleng-geleng kepala. Lalu menghembuskan nafas berat mencoba untuk tenang.

"Hei, mengapa kamu menggelengkan kepala?" tanya Manda mendekatinya. Rafa spontan menoleh, kedua mata mereka bertemu kembali. Rafa segera berdiri, ada rona merah di kedua pipinya. Ia tersipu malu.

"Aku hanya meregangkan leherku." Rafa berbohong, ia segera tidur di samping Rara dan mengabaikan Manda begitu saja. Manda cemberut, kemudian melirik Rafa yang memejamkan mata.

"Apa dia benar mencintaiku? Atau mencintai tubuh ini?" gumam Manda berdiri lalu menoleh. Nampak Rafa tidur duluan.

"Huft, sepertinya dia tidak akan macam-macam padaku malam ini. Tapi baguslah, aku bisa tidur dengan tenang," Manda perlahan ingin keluar dari kamar. Manda menutup pintu kemudian lari ke kamar lain. Terlihat sangat elegan dekorasi kamar yang dia masuki. Namun tiba-tiba, pandangannya menangkap sebuah foto di atas meja.

"Eh, ini kan fotoku, maksudku foto Sheila. Apa mungkin kamar ini khusus untukku?" pikir Manda meletakkannya kembali.

"Sudahlah, aku tak boleh berpikir keras. Yang penting malam ini aku harus tidur nyenyak. Kata Dokter, aku harus menjaga kesehatanku, tidak boleh memaksakan diri." Manda meletakkan gelas yang ada di atas selimut ke atas meja.

"Oke, semoga besok adalah hari bahagia untukku." Manda meregangkan kedua tangannya, lalu menghempaskan dirinya ke ranjang. Manda tidur terlentang seorang diri. Matanya dipejamkan kemudian mengingat kata Dokter beberapa hari yang lalu saat ia masih di luar negeri.

"Cepat atau lambat, aku pasti akan menghilang dari sisi mereka." Manda memejamkan mata dan perlahan tertidur.

Kamar kini terdengar sunyi. Namun tiba-tiba pintu kamar itu terbuka, Rafa perlahan masuk dan mendekati Manda. Naik ke atas ranjang lalu melihat wanitanya yang tertidur.

Rafa tertawa kecil kemudian menyentuh perlahan pipi Manda.

"Apa dia pindah ke sini karena tidak mau tidur denganku?" pikir Rafa masih menatapnya.

"Pfft, besok kamu akan selalu tidur di sampingku." Rafa menyeringai tipis. Sisi psikopatnya muncul lagi.

"Emhhh," lirih Manda menggeliat tidur miring. Posisi ini membuat Rafa tergoda. Apalagi paha Manda kelihatan mulus. Gejolak itu seakan mendidih di pembuluh darahnya. Rafa mendesis kemudian jatuh ke samping Manda. Menatap Manda dalam-dalam.

"Tenanglah Rafa, kamu harus tahan. Dia belum jadi Istrimu. Setelah kamu menikahinya besok, kamu boleh puas bergulat dengannya."

Rafa tersenyum tipis sudah tak sabar untuk malam pertama. Ingin memuaskan juniornya yang sudah kesepian dari dulu.

"Emhhhh...." Manda makin menggeliat hingga Rafa terkejut setelah tangan kirinya ditindih Manda. Bahkan jarak wajah mereka sangat dekat. Mata Rafa tak bisa teralihkan dari bibir Manda yang merah ranum. Tapi Rafa mencoba untuk menahan nafsunya.

"Tahan Rafa, kamu jangan asal cium lagi. Ingat kata putrimu, kamu harus perlakukan baik Mommy cantiknya."

Akhirnya Rafa terpaksa menahannya, dan cuma mencium kening Manda dengan lembut. Kemudian ia tidur berdua di kamar yang sama dengan Manda. Melewati malam dengan wanitanya.

...Hiya hiya🤣 Tidur ama calon suami🤭wkwk. Jangan lupa like dan komen ya Mommy😍lope-lope secebon ceri🍒sehat selalu untuk semuanya🤗salam dari author : @asti.amanda24...

1
Alvia Vi
mampir thor
KrisTie Lyiee
Bodoh
KrisTie Lyiee
bagus si cuma harus ada ketegasan
Rianti Dumai
nyimak aach,,X az bisa bikin candhu,,🥰
Surati
bagus
Wisteria
ternyata Manda memang bodoh
Wisteria
Manda lemot
Wisteria
ya g bakalan tahu lah dodol outhornya yg ribet
Wisteria
o.... kasus pemerkosaan toh!!!!!?¿?
kriwil
yang heranya udah ganti jiwa dan yg nulis ceritanya dia sendiri kenapa di bikon bertele tele dan bodoh amandanya
Inonk_ordinary
kembaran 1 lagi siapa kak???
Inonk_ordinary
katanya kejam???kok malah lebih ke cengen ya ,terus si manda mau keluar negrimpake jalur apa???identitas aja g punya,,naek getek???
Inonk_ordinary
knp milih pake nama manda, g sheila aja???kan dia uda tau dia ada dimana???
Rizky Anindiya
apakah Joshua penghianat?
Rizky Anindiya
Luar biasa
Rizky Anindiya
Lumayan
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Manda menjerit terus bikin heran
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
katanya penulis novel tpi begok.. mesti teda percaya klau kmu dari dunia lain🙄
dahlh sa bru baca ni.. mcm maw kearah2 bosan.
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
sifat asli yg d rasuk bodoh dan penakut yg merasuk pun sama bodoh dan penakut😂😂😂alurnya bikin heran..
Yayuk Hartini Baharuddin
nggal paham
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!